Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 173


__ADS_3

Raffa kaget saat mendengar teriakan Satya, dia pun berlari menghampiri Satya.


“Ada apa?” tanya Raffa.


Raffa langsung berlari masuk ke dalam ruang kerja ayah mertuanya.


"Kayla," pekik Raffa.


Raffa langsung mendekati sang istri lalu mengangkat tubuh sang istri yang jatuh di lantai sambil memeluk sebuah pigura.


Raffa membaringkan tubuh sang istri di atas sofa yang terdapat di ruangan tersebut.


“Bro telpon dokter!” perintah Raffa pada Satya.


Raffa sengaja meminta Satya untuk memanggil dokter karena dia yakin Kayla hanya pingsan biasa.


Saat ini dia juga tidak mungkin membawa Kayla ke rumah sakit, karena hal itu dapat merusak acara yang akan direncanakan esok hari.


Satya langsung menghubungi dokter yang merupakan temannya, seorang dokter kandungan yang tinggal tak jauh dari kediaman rumah Bramantyo.


Raffa memegangi pipi Kayla, mencoba membangunkan Kayla.


"Sayang bangun," lirih Raffa menggenggam erat tangan Kayla.


Rayna yang melihat kondisi sang kakak langsung mengambil kotak P3K yang ada di laci meja kerja sang Ayah. Dia mengambil minyak kayu putih dari kotak tersebut, lalu memberikan minyak kayu putih itu pada Raffa.


Raffa mulai mengolesi pangkal hidung Kayla dengan minyak kayu putih tersebut, sesekali dia mengipas-ngipas wajah Kayla dengan majalah yang terletak di atas meja.


Tak berapa lama. Kayla menggelengkan kepalanya, dia pun mulai merintih.


“Yah, Ayah! Jangan tinggalkan Kayla, Ayaaaah!” teriak Kayla.


Kayla pun terbangun, dia terduduk membayangkan mimpi yang baru saja terlihat jelas di alam bawah sadarnya.


Dia mulai mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, dia heran melihat semua keluarga sudah berkumpul di ruangan itu untuk melihat keadaan Kayla.


Dokter yang dihubungi Satya pun datang, DIa mencoba memeriksa kondisi Kayla.


“Bagaimana, Dok?” tanya Raffa pada sang dokter.


“Nona Kayla hanya kelelahan dan dia sedang merasakan kesedihan yang mendalam sehingga membuat dia tak sadarkan diri," jelas sang dokter.


"Alhamdulillah," lirih semua orang di sana.


"Sayang, kamu ngapain di sini?" tanya Raffa pada istrinya.


"Aku," lirih Kayla.


Kayla melepaskan pelukannya di pigura yang ada di dadanya. Perlahan semua orang dapat melihat foto siapa yang terpajang di pigura tersebut.

__ADS_1


Rayna yang melihat kakaknya merindukan sang Ayah langsung mendekati Kayla, lalu memeluk Kayla.


"Kak," lirih Rayna.


Mereka berdua hanyut dalam kesedihan mengingat pria tegas dan bijaksana yang selalu menghiasi hari-hari mereka.


Kedua pria yang sangat berarti dalam hidup dua wanita itu langsung menghampiri istri mereka.


Satya dan Raffa memberikan ketenangan pada istri mereka.


Mereka mengelus lembut pundak wanita mereka lalu membawa masing-masing istri mereka ke dalam pelukannya.


Semua orang yang menyaksikan kasih sayang yang diberikan oleh pria bertanggungjawab sang menantu Bramantyo langsung terharu dan meneteskan air mata bahagia kecuali Alita, dia tampak marah dan cemburu melihat kasih sayang Raffa pada sang kakak.


"Ya sudah kamu istirahat dulu, ya," ajak Raffa pada istrinya.


Kayla mengangguk, mereka pun melangkah menuju kamar diikuti oleh Rayna, mereka pun melangkah menuju kamar masing-masing.


Semua anggota keluarga yang berada di sana keluar dari ruang kerja Bramantyo lalu kembali melanjutkan obrolan dan cerita mereka di ruang keluarga sampai sebagian di antara mereka ada yang tertidur di sana.


Sebagian lagi sudah ada yang beranjak tidur di kamar yang sudah disediakan oleh tuan rumah.


Alex dan Raymond masih dalam perjalanan menuju Bandung. Mereka terpaksa menyusul karena ada urusan kafe yang harus diselesaikannya.


Pada pukul 22.00 Alex dan Raymond merasa letih dan mengantuk, mereka berhenti di sebuah warung kopi untuk sekadar menghilangkan rasa penat dan kantuk.


"Bro, gue mau tanya," ujar Raymond memulai pembicaraan santainya.


Alex mengernyitkan dahinya.


"Tanya apa, Bro?" tanya Alex heran.


"Alita adik kandung lu?" tanya Raymond terus terang.


"Oh, Alita itu adik sepupu gue, tapi dia dibesarkan oleh bunda gue dan paman," jawab Alex jujur.


Raymond menautkan kedua alisnya heran.


"Kenapa?" tanya Raymond lagi.


"Dia adalah putri dari adik bunda gue, kedua orang tuanya sudah meninggal sewaktu mereka masih berumur dibawah 6 tahun," jelas Alex.


"Owh begitu, anak yatim piatu?" tanya Raymond memastikan.


"Ya begitulah, tapi kami sangat menyayangi dia, kakaknya dan adiknya," jawab Alex.


"Alita punya kakak?" tanya Raymond.


"Iya, kakaknya Alita adalah istri dari bos kafe kita," jawab Alex jujur.

__ADS_1


"Jadi kalian sudah saling kenal?" tanya Raymond heran.


"Iya, tapi gue enggak tahu kenapa Raffa bersikap kalau kami tidak pernah kenal." Alex mengangkat bahunya.


"Lalu adiknya Alita di mana?" tanya Raymond lagi.


Entah mengapa dia mulai tertarik untuk mengetahui jati diri Alita.


"Mhm, adik Alita bernama Akifa, dia sekarang masih duduk di bangku tingkat SMA. Dia memilih menuntut ilmu di sebuah pesantren di Jakarta, setiap kali di ajak pulang dia tidak mau. Untuk liburan ini pun dia tidak ingin pulang, dia lebih memilih tinggal di asrama agar dia terus dapat menghafal ayat-ayat suci Al-Qur'an," jelas Alex panjang lebar.


Raymond mengangguk paham dengan apa yang dijelaskan oleh Alex.


"Eh, tumben lu nanyain adek gue, ada apa?" tanya Alex mulai penasaran.


"Mhm, eh." Raymond terlihat gugup mendapat pertanyaan dari Alex.


Secara tidak langsung Alex dapat menebak apa sebenarnya terjadi.


"Apakah lu menyukai Alita?" tebak Alex.


Raymond menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sebenarnya gue sudah suka sama dia sejak dia bekerja di kafe, semakin ke sini gue semakin tertarik padanya apalagi setelah dia mulai bersikap dingin Ama gue," tutur Raymond dengan jujur.


Alex menatap dalam ke arah Raymond, dia melihat cinta yang tulus dari Raymond pada Alita, seketika Alex memiliki ide untuk menjodohkan Raymond dengan Alita agar adik sepupunya itu tidak lagi mengganggu rumah tangga kakak kandungnya.


"Lu yakin, suka sama Alita?" tanya Alex memastikan.


"Begitulah, tapi kelihatannya Alita mencintai orang lain," tutur Raymond.


"Kalau memang lu suka dan mencintai Alita, gue akan dukung lu dan bantu lu, tapi gue juga butuh bantuan dari lu," ujar Alex menawarkan sebuah negosiasi.


Raymond menautkan kedua alisnya.


"Apa?" tanya pria yang tak kalah tampan dari Alex.


Alex pun menceritakan kisah dan perjalanan yang telah dilakukan oleh Alita terhadap kakaknya.


"Kalau lu bisa membuat Alita berhenti mengejar-ngejar Raffa, gue akan bantu lu buat dapatkan Alita," janji Alex pada Raymond.


"Boleh, gue akan lakukan apa saja demi mendapatkan wanita pujaan hati gue," ujar Raymond.


Alex tersenyum, dia senang dengan penuturan Raymond.


Setelah mereka merasa lelah dan kantuknya hilang, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju Bandung.


Alex langsung menuju rumah kediaman keluarga Bramantyo.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2