Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
BONCHAP


__ADS_3

Usai makan malam, Arumi duduk termenung di sebuah kursi taman panjang. Dia merasa kesepian karena saat ini Kayla dan Raffa beserta ketiga cucunya sedang berlibur ke Jakarta sekaligus memantau keadaan kafe yang ada di Jakarta.


“Sayang,” lirih Surya memanggil sang istri.


Pria paruh baya itu mulai duduk di samping wanita yang sudah mendampingi langkahnya lebih kurang 40 tahun.


Surya duduk di samping Arumi.


“Mhm, papa,” lirih Arumi tak bersemangat.


“Kamu kenapa? Kok cemberut begitu?” tanya Surya heran melihat istrinya yang terlihat tidak bersemangat.


“Mama merasa kesepian, Pa. Ternyata 3R benar-benar berarti dalam hidup mama, baru 3 hari mereka pergi, mamasudah merasa sangat merindukan mereka.” Arumi mulai mengungkap rasa sepi yang kini menyelimuti dirinya.


Surya merangkul pundak sang istri lalu merebahkan kepala sang istri di bahunya yang masih kokoh wlaupun umurnya sudah lewat 60 tahun.


“Wajar kamu merindukan mereka, tapi bukan berarti kamu bersedih, kan?” ujar Surya berusaha menghibur sang istri.


“Mhm, aku hanya kesepian, Sayang,” lirih Arumi.


“Papa mengerti apa yang kamu rasakan, tapi kita harus memberi waktu untuk mereka dengan kehidupan mereka,” ujar Surya menasehati sang istri.


“Iya, Pa. Mama tahu, semoga saja mereka cepat pulang,” ujar Arumi penuh harap.


Tiba-tiba lampu rumah mati.


“Eh, mati lampu,” seru Arumi kaget karena tiba-tiba pandangannya gelap.


“Tumben mati lampu ada apa, ya?” ujar Surya sambil menyalakan senter di ponsel yang dipegangnya.


Surya dan Arumi berdiri mereka pun melangkah keluar melihat keadaan. TDi saat mereka baru sampai di ruang tengah, terlihat pintu rumah terbuka.


“Pa, kenapa pintu depan terbuka?” tanya Arumi melihat sedikit cahaya dari luar rumah.


“Hah?” Surya juga heran melihat pintu utama terbuka.


“Surprise,” seru banyak orang bersamaan dengan lampu menyala.


Arumi dan Surya kaget saat melihat rumahnya sudah ramai.


Mereka mengedarkan pandangan ke sekeliling rumah,mereka melihat teman-teman Kayl dan Raffa sudah berada di dalam rumah mereka.


“Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday Mama.” Semua orang di sana menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Arumi.

__ADS_1


Arumi terharu dengan apa yang dilihatnya, tak berapa lama datang 3R bersama nenek dan kakeknya sambil mendorong meja roda yang berisi kue ulang tahun ukuran besar. Arumi meniup lilin yang menyala di atas kue tersebut. Semua orang bertepuk tangan bahagia.


“Selamat ulang tahun Oma,” ucap 3R serentak dengan gaya mereka yang sangat lucu.


Arumi mensejajarkan tubuhnya dengan ketiga cucu kesayangannya.


“Terima kasih, Sayang.” Arumi menarik 3R dan membawanya ke dalam pelukannya.


3R mengecup pipi Arumi penuh kasih sayang.


“Kami sayang, Oma.” Celetuk mereka.


“Oma juga sayang kalian,” lirih Arumi sambil mengecup pipi 3R secara bergantian.


Kayla dan Raffa melangkah mendekati Arumi dan Surya.


“Selamat ulang tahun dan happy anniversary buat Papa dan Mama,” ujar Raffa.


Raffa memeluk Arumi dan Surya bergantian diikuti oleh Kayla memeluk Arumi dengan penuh kasih sayang. Mereka memamerkan kehidupan harmonis yang terjalin antara anak dan orang tua serta menantu dengan mertua.


Setelah itu Hurry dan Hendra pun mengucapkan selamat ulang tahun pada sahabat sekaligus besan mereka.


“Terima kasih, Hur. Kamu adalah sahabat terbaikku,” ujar Arumi terharu.


Setelah itu tak lupa Satya dan Rayna juga datang menghampiri Arumi dan Surya.


“Selamat ulang tahun, Oma,” ujar Nadhifa putri Rayna dan Satya yang ada di dalam gendongan Satya.


“Terima kasih, Sayang.” Arumi mengecup pipi Nadhifa penuh kasih sayang.


Nadhifa lebih sering digendong Satya karena Nadhifa takut terhadap orang yang sedang ramai di rumah keluarga Surya. Hal ini disebabkan karena dia biasa bermain dnegan kedua orang tuanya dan Bi Nur pembantu yang ada di rumah mereka.


“Potong kuenya, potong kuenya sekarang juga, sekarang juga,” sorak semua orang yang ada di dalam rumah itu.


Hurry memberikan pisau pemotong kue pada Arumi. Lalu dia pun meletakkan empat potongan kue di atas piring kecil yang sudah tersedia di atas meja.


“Kue pertama akan Oma berikan pada cucu-cucu kesayangan Oma,” ujar Arumi sambil mengelus kepala 3R dan Nadhifa secara bergantian.


“Makasih, Oma,” sorak 3R riang.


“Nadhifa, bilang apa sama Oma?” ujar Rayna sambil memberikan sepotong kue pada putri kecilnya.


“Terima kasih Oma,” lirih Nadhifa malu-malu dan sedikit takut.

__ADS_1


Setelah itu sahabat-sahabat Kayla dan Raffa pun datang menghampiri Surya dan Arumi, mereka mengucapkan selamat serta mendo’akan hal terbaik untuk keduanya.


Irene dan Alex datang dengan penampilan perut Irene yang sudah mulai membuncit, Alita dan Raymond masih menjalani program kehamilan begitu juga dnegan Agung dan Dian.


Sementara Itu Reza dan Lisa sudah dikarunia anak perempuan yang kini sudah berumur 1 tahun, sedangkan Nick dan Gita juga sudah dikaruniai seorang anak laki-laki yang berumur 2 tahun.


Tak lupa Akifa dan Farhan juga ikut datang dalam acara ulang tahun yang sudah direncanakan Raffa dan Kayla jauh-jauh hari.


“Selamat ulang tahun, Ma,” ujar Akifa pada Arumi.


“Terima kasih, Sayang.” Arumi memperhatikan Akifa yang tidak melepaskan gandengan tangannya di lengan Farhan, lalu dia tersenyum bahagia.


“Ma, aku sama Bang Raffa sudah menyiapkan hadiah ulang tahun dan happy anniversary mama,” ujar Kayla.


Tak berapa lama dua orang pria masuk sambil membawakan hadiah yang besar untuk Arumi dan Surya.


Arumi mengernyitkan dahinya.


“Apa ini?” tanya Arumi penasaran.


“Tolong di buka ya, Bang,” pinta Kayla.


Perlahan dua pria yang membawa hadiah itu membuka bungkusan hadiah yang mereka bawa.


Sebuah pigura besar dengan foto yang sangat fantastis membuat semua mata terharu dan kagum dnegan kemesraan yang terpancar dari foto itu.


Di dalam pigura itu terdapat foto Arumi dan Surya sewaktu mereka berada di kawasan mandeh saat berlibur beberapa tahun lalu, foto yang diambil Raffa secara diam-diam.


“Wow, amazing. Ini foto kapan?” tanya Arumi penasaran.


“Ini kami ambil di saat Papa dan Mama tidak menyadarinya.” Raffa tersenyum melihat papa dan mamanya tersenyum bahagia.


Sekian.


Hai Readers yang baik hati...


Mungkin cukup sampai di sini kisah cinta Raffa dan Kayla berserta sahabat-sahabatnya.


Author mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada para readers yang terus setia memberi dukungan untuk author...


Semoga setelah ini Author dapat berkarya lebih baik dan lebih the best dari karya-karya author sebelumnya.


🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Terima kasih...love you all😘😘😘😘🥰🥰🥰🥰


__ADS_2