Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 55


__ADS_3

"Irene, aku menghubungimu sejak tadi, tapi kamu tidak mengangkat panggilanku," jawab pria yang berstatus sebagai kekasih Irene.


"Tapi bukan berarti kamu harus ke sini, kan?" bisik Irene saat dia telah berada di dekat Alex.


Kayla hanya mengernyitkan dahinya bingung melihat interaksi antara dua insan yang ada dihadapannya.


"Dari kemarin kamu cuekin aku, makanya aku datang ke sini. Aku khawatir sama kamu," jawab Alex memberi alasan.


"Ini siapa, Ren," tanya Kayla bingung.


"Oh iya, aku sampai lupa, kenalkan ini Alex, pria yang baru saja aku ceritain sama kamu," jawab Irene santai.


"Oh." hanya satu kata yang keluar dari mulut Kayla.


Alex tersenyum pada Kayla. Seketika jantung Alex bergetar melihat sosok gadis berhijab yang baru saja dikenalkan oleh kekasihnya.


Dia menatap dalam pada Kayla, ada sesuatu yang membuat dirinya bergeming.


"Sayang," lirih Irene heran.


Alex tersadar, dia menoleh ke arah Irene.


"Kenalkan, ini sahabat sekaligus sepupuku," ujar Irene memperkenalkan Kayla pada kekasihnya.


Setelah itu Irene dan Alex terlibat perbincangan.


Kayla izin ke dapur untuk mengambil minuman dan snack untuk Alex.


"Ya Allah, ada apa dengan hatiku? Saat aku melihat pria itu ada sesuatu yang membuat jantungku berdegup kencang," gumam Kayla di dalam hati sambil memegangi dadanya.


Dia membuatkan segelas es teh dan mengambil snack, lalu dia membawa minuman tersebut ke ruang tamu.


Alex kembali menatap Kayla dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Silakan diminum," ujar Kayla mempersilakan tamu sepupunya itu untuk menikmati minuman yang telah disediakannya.


"Terima kasih," ucap Alex.


"Ren, aku masuk ke dalam dulu, ya." Kayla izin meninggalkan mereka berdua.


"Kamu kenapa ngeliatin Kayla seperti itu?" tanya Irene cemburu melihat tingkah Alex yang aneh terhadap sepupunya setelah Kayla benar-benar sudah tidak ada di ruang tamu lagi.


"Tidak ada," jawab Alex.


Mereka pun kembali mengobrol walau Irene menyimpan rasa cemburunya.


Setelah ashar Raffa dan teman-temannya bersiap-siap untuk pulang.


Pertemuan Raffa dan teman-temannya menambah suasana baru karena kehadiran Zahra dan Shelly di antara mereka.


"Udah sore, kita bubar, yuk!" seru Rio setelah melihat arloji yang melingkar di tangannya menunjukkan pukul 4 sore.


"Iya, nih. Udah sore," sahut Gamal menimpali.


"Zahra, kamu mau langsung pulang?" tanya Gamal pada Zahra.


"Iya, aku pesan gojek dulu," jawab Zahra.


"Enggak usah pakai gojek, kayaknya Raffa mau ke perumahan Griya Kuranji kamu bisa bareng dia, bisa kan, Fa?" ujar Rani salah satu teman perempuan Raffa yang ikut meet up.


"Mhm." Raffa bergumam mengiyakan ucapan Rani.


Akhirnya mereka pun bersiap-siap untuk pulang.

__ADS_1


"Zahra, aku salat ashar dulu, ya," ujar Raffa.


"Iya, enggak apa-apa," lirih Zahra.


Sementara itu semua teman-teman yang tadi ikut berkumpul mulai beranjak meninggalkan cafe.


Setelah menunaikan ibadah shalat ashar, Zahra duduk di kursi tunggu yang terdapat di luar mushala cafe menunggu Raffa selesai.


"Yuk!" ajak Raffa pada Zahra saat dia sudah keluar dari mushala.


Mereka melangkah keluar cafe dan langsung menuju parkiran mobil.


Raffa masuk ke dalam mobil diikuti oleh Zahra. Gadis itu memilih duduk di samping Raffa.


Walaupun ada rasa canggung di antara mereka, Raffa mencoba untuk membuat susana menjadi santai.


Raffa mulai melajukan mobilnya meninggalkan parkiran cafe. Zahra sesekali mencuri pandang ke arah Raffa memperhatikan wajah pria tampan yang fokus mengendarai mobilnya.


"Kamu tinggal di mana?" tanya Raffa mencairkan suasana.


"Di perumahan Mawar putih," jawab Zahra.


"Mhm, berarti kita lewat jalan by pass saja, ya," ujar Raffa.


"Terserah, kayaknya jalan by pass alternatif yang tepat," sahut Zahra menanggapi ucapan Raffa.


Sepanjang perjalanan mereka mengobrol saling mengenal satu sama lain, di saat mengobrol Raffa tidak memberitahukan statusnya yang sudah beristri pada gadis berhijab di sampingnya.


Zahra memang mengenakan hijab untuk menutupi auratnya tapi hijab yang digunakannya tidak seperti hijab Kayla yang benar-benar kaffah dalam menutup auratnya.


Dalam obrolan sepanjang perjalanan menyisakan rasa kagum pada Raffa di hati Zahra.


Sejenak terjadi keheningan di antara mereka karena Raffa teringat pada benda milik Zahra yang terjatuh di cafe tadi.


Ada rasa ragu di diri Raffa untuk mengembalikan benda milik Zahra yang tadi sempat ditemukannya.


Raffa ingin tahu asal-usulnya kalung itu, walaupun itu akan membutuhkan waktu yang lama.


Raffa mengingat kenangannya bersama Zahra sewaktu kecil, dia ingin memastikan bahwa gadis ini Zahra cinta pertamanya atau bukan.


"Nanti belok kanan, rumah kedua dari gang, ya," ujar Zahra membuyarkan pikiran Raffa.


Zahra memberi petunjuk pada Raffa letak rumahnya.


"Oh, iya," lirih Raffa.


Raffa membelokkan mobilnya dan berhenti tepat di depan rumah megah minimalis yang terlihat sangat sederhana.


"Mampir, dulu," ajak Zahra pada Raffa.


"Enggak usah sudah sore," tolak Raffa dengan halus.


" Ya udah, terima kasih, ya," ucap Zahra pada Raffa.


"Sama-sama, aku pergi dulu," sahut Raffa.


Zahra turun dari mobil lalu melambaikan tangannya pada Raffa.


Dia berdiri di depan rumahnya hingga mobil Raffa menghilang di tikungan.


Zahra masuk ke dalam rumah dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.


Saat ini hatinya mulai berbunga-bunga menyimpan kebahagiaan sambil mengenang berbagai interaksi yang dilakukan Zahra dengan Raffa satu hari ini.

__ADS_1


Raffa menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah besar nan megah dengan desain minimalis milik keluarga Wisnu.


Dia keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah milik keluarga Wisnu.


"Assalamu'alaikum," ucap Raffa saat berada di teras rumah.


Mendengar suara yang sedari tadi ditunggu-tunggunya, Kayla langsung melangkah keluar untuk membukakan pintu.


"Wa'alaikumsalam," jawab Kayla.


Wajah sumringah terpancar jelas di wajah Kayla, dia langsung meraih tangan sang suami menciumi punggung tangan imamnya.


"Kamu capek, ya? Istirahat dulu," ajak Kayla.


"Kayla," panggil Raffa pada istrinya.


Kayla menautkan kedua alisnya heran saat namanya disebut oleh sang suami.


Sudah lama Raffa tidak memanggil dirinya dengan sebutan namanya, hal ini menjadikan ada ganjalan di hati Kayla.


"Iya, Bang," sahut Kayla santun.


"Bersiaplah, kita langsung pulang, ya," perintah Raffa pada Kayla.


"Iya, kamu masuk dulu ya ikut gabung sama paman Wisnu dan Bibi Lina," Ajak Kayla sambil menggandeng lengan Raffa menuju ruang keluarga tempat keluarga Wisnu berkumpul.


"Paman, Bibi," sapa Raffa sambil menyalami Wisnu.


Keluarga Wisnu menyambut kedatangan Raffa, mereka mengobrol berbagai hal mengisi waktu santai mereka.


Sementara itu Kayla megambil tasnya di dalam kamar Irene,.


"Udah, Sayang," ujar Kayla yang kini sudah berada di ruang keluarga,


"Yuk Zahra, kita pulang!" ajak Raffa.


"Zahra!" seru semua orang di sana bingung.


Bersambung . . .


.


.


.


.


Hai readers, terima kasih sudah membaca karya AuthorπŸ™πŸ™πŸ™


Tetaplah dukung Author dengan meninggalkan jejak berupa . . .


- Like


- Komentar


- Hadiah


dan


-Vote


Terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2