Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 105


__ADS_3

Readers yang baik hati...


Author sebelumnya sudah memberikan visual untuk beberapa orang tokoh di karya author ini...


sekarang author kasih visual tokoh yang belum ada...



Satya Pamungkas Armada.



Rayna Azzahra Bramantyo.



Alexandro Richardo



Irene Putri Wisnu



Rionaldo Sanjaya



Alita Fathiyaturrahma


Sekian dulu, buat visualnya kita lanjutkan ceritanya ya.


\=\=\=\=>>>>


"Ada apa, Nyonya?" tanya Bi sari pada Arumi saat melintas di depan kamar majikannya.


Arumi terjatuh, seketika tubuhnya lemah. Kakinya tak sanggup menumpu bobot tubuhnya.


"Nyonya!" teriak Bi Sari lalu dia menghampiri majikannya yang tersandar di kaki tempat tidur.


"Ada apa, Nyonya?" tanya Bi Sari panik.


"Kayla, Raffa," lirih Arumi sendu.


Bi Sari melihat air mata Arumi membasahi pipi sang majikannya, dia semakin panik.


"Nyonya, tenang dulu." Bi Sari mengambil segelas air minum yang ada di atas nakas.


"Nyonya minum dulu, ya," ujar Bi Sari memberikan air minum tersebut pada majikannya.


Arumi meraih gelas yang disodorkan oleh Bi Sari, lalu menenggak air minum tersebut.


Bi Sari memapah Arumi untuk berdiri, dan mendudukkan Arumi di atas tempat tidur.


"Ada apa, Nyonya?" Bi Sari kembali mengulangi pertanyaannya.


"Raffa dan Kayla mengalami kecelakaan," ujar Arumi menjawab pertanyaan Bi Sari.


Bi Sari ikut shock mendengar berita dari Arumi.


"Lalu bagaimana sekarang, Nyonya?" tanya Bi Sari ikut mengkhawatirkan pasangan suami istri itu.


Arumi menggelengkan kepalanya.


"Bi, tolong telpon Satya," lirih Arumi.


Bi Sari langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Satya untuk memberitahukan Satya apa yang terjadi pada Raffa dan Kayla.


"Iya, Bi. Aku ke sana sekarang," ujar Satya.

__ADS_1


Satya dan Rayna yang berada di rumah milik Satya bergegas menuju rumah keluarga Surya.


Tak berapa lama Satya dan Rayna pun sampai di kediaman keluarga Surya.


Mereka bergegas masuk ke kamar Arumi untuk mengetahui apa sebenarnya yang tengah terjadi.


"Ma," lirih Satya saat dia sudah berada di kamar Arumi.


"Satya, Raffa dan Kayla mengalami kecelakaan sekarang mereka Sedang edang berada di rumah sakit Semen Padang," ujar Arumi menyampaikan berita yang diberikan oleh Alex.


"Mama tenang dulu, ya. sekarang kita langsung berangkat menuju rumah sakit, aku akan memberitahukan kepada Pak Ujang keadaan yang dialami oleh Kayla dan Raffa. supaya Pak Ujang bisa menyampaikan berita ini pada papa," ujar Satya bersikap tenang.


Rayna memeluk tubuh Arumi saling menguatkan karena dia juga terpukul dengan apa yang dialami oleh sang kakak.


Mereka pun langsung berangkat menuju rumah sakit.


Satya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, sedangkan Rayna duduk di bangku belakang menemani Arumi.


Sesampai di rumah sakit dokter dan perawat tengah menangani Raffa dan Kayla di tempat yang berbeda.


"Raffa! Kayla! Kalian di mana, Nak," teriak Arumi cemas.


"Maaf, Nyonya. Apakah anda keluarga Raffa dan Kayla?" tanya Alex menghampiri wanita yang menyebut nama Raffa dan Kayla tadi.


"Iya, benar. Kami adalah keluarga Rafa dan Kayla" jawab Satya.


"Raffa dan Kayla tengah ditangani oleh dokter," ujar Alex.


"Maaf, kamu siapa?" tanya Satya pada Alex.


"Saya teman mereka, kebetulan saat saya hendak pulang, saya melihat kecelakaan. Ketika saya melihat korbannya ternyata teman saya sendiri," jelas Alex.


"Saat ini kita hanya bisa menunggu hasil pemeriksaan Dokter yang menangani mereka." Alex berusaha menenangkan keluarga Raffa dan Kayla.


Rayna merebahkan kepalanya di dada bidang Satya, dia terpukul dengan apa yang terjadi pada kakaknya.


Satya berusaha menguatkan sang istri dan ibu angkatnya.


"Papa," lirih Arumi.


Dia langsung memeluk tubuh sang suami, dia tidak sanggup membayangkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak dan menantunya.


"Kamu sabar ya, Sayang." Surya mengelus lembut kepala sang istri.


"Raffa dan Kayla sedang ditangani oleh Dokter, Pa," jawab Satya.


Surya membawa Arumi untuk duduk di bangku tunggu yang tersedia di depan ruang IGD.


Diikuti oleh Satya, dia juga mengajak Rayna untuk duduk.


Sementara itu, Alex melangkah mondar mandir di depan pintu ruang pemeriksaan pasien IGD.


Entah mengapa hatinya merasa sedih saat melihat Kayla terbaring lemah. Seolah dia saat ini ikut merasakan sakit yang dirasakan oleh Kayla.


"Kay, bertahanlah. Kamu harus kuat demi anakmu," gumam Alex.


Alex masih mengira Kayla tengah hamil janin pertamanya, dia tidak mengetahui bahwa Kayla sempat keguguran.


Surya menatap heran pada Alex, dia merasa aneh dengan sikapnya.


"Hei, anak muda!" panggil Surya pada Alex.


Alex menghentikan langkahnya.


"Apa yang kau lakukan? Sedari tadi kamu mondar mandir tidak menentu," ujar Surya tak senang.


"Maaf, Tuan. Sa-saya cuma mengkhawatirkan keadaan Kayla," jawab Alex jujur.


"Kamu siapa Kayla?" tanya Surya curiga.

__ADS_1


"Saya teman Kayla, Tuan," ujar Alex sopan.


"Sedekat apa kamu dengan menantu saya?" tanya Surya terus terang.


Alex merasa tersudut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Surya.


Pria itu menghela napasnya panjang.


"Saya hanya teman Kayla, tak lebih dari itu. Apakah salah saya mengkhawatirkannya?" tanya Alex berusaha bersikap lebih tenang.


Saat ini Alex mengerti dengan pertanyaan Surya yang mencurigai dirinya.


Surya hanya diam, dia menatap tajam ke arah Alex. Surya tidak suka dengan sikap Alex.


"Pa, anak muda ini yang membawa Raffa dan Kayla ke rumah sakit," lirih Arumi di telinga Surya merasa risih dengan sikap.


"Iya, papa tahu. Tapi sikapnya itu seperti ada sesuatu yang terjadi antara dia dan menantu kita," bisik Surya.


"Pa, saat ini bukan waktunya untuk mencurigai anak itu," lirih Arumi.


Tak berapa lama dokter yang menangani Raffa keluar dari ruang pemeriksaan.


Mereka semua berdiri dan menghampiri sang Dokter untuk menanyakan keadaan Raffa.


"Bagaimana dengan keadaan putra saya?" tanya Surya pada Dokter.


"Keadaan putra anda saat ini Alhamdulillah, dia baik-baik saja. Benturan yang dialaminya tidak terlalu parah, sekarang dia sudah sadarkan diri," ujar sang Dokter menjelaskan kondisi pasien yang baru saja ditanganinya.


"Alhamdulillah," ucap mereka semua serentak.


"Lalu bagaimana keadaan menantu saya?" tanya Surya lagi.


"Nona Kayla saat ini masih diperiksa, lebih baik kita menunggu berita dari dokter yang menanganinya," ujar sang Dokter.


Setelah itu sang Dokter meninggalkan orang-orang yang berada dihadapannya.


Mereka pun masuk ke dalam ruangan tempat Raffa berada.


"Ma, Pa," lirih Raffa pelan saat melihat kedua orang tuanya.


"Sayang, kamu baik-baik saja?" lirih Arumi mencemaskan putranya.


"Ma, bagaimana keadaan Kayla," ujar Raffa tidak menghiraukan pertanyaan ibunya.


Arumi dan Surya saling melempar pandangan. Mereka tidak bisa menjawab pertanyaan dari Raffa, karena mereka sendiri belum tahu bagaimana kondisi Kayla.


Bersambung


.


.


.


.


.


hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπŸ™πŸ™πŸ™


tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa


- like


- komentar


- hadiah


dan

__ADS_1


-vote


terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2