Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 273


__ADS_3

“Lho?” Kayla mengernyitkan dahinya heran.


“Begini, Sayang. Reza sudah bercerai dengan istrinya setelah dua bulan menikah bahkan mereka bercerai tanpa meninggalkan masa iddah untuk sang istri,” jelas Raffa pada istrinya yang terlihat bingung mencerna ucapan Reza.


“Serius? Itu artinya Kamu masih memiliki peluang berjodoh dengan Lisa,” sahut Kayla bersemangat.


Kayla sangat senang saat tahu Reza sudah bercerai.


Semua mata tertuju pada kedua insan yang kini hanya diam mematung. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.


“Aku harap kamu mengerti dnegan pa yang aku minta barusan padamu, sehingga kita dapat memperjuangkan cinta kita,” gumam Reza di dalam hati.


“Ya Allah, takdir macam apa yang harus aku lewati, baru saja aku menerima tawaran pinangan dari sahabatku, kini Engkau beritahu aku bahwa dia sudah bercerai. Aku tak tahu harus berbuat apa? Haruskah aku menolak tawaran tadi?” gumam Lisa di dalam hati bimbang. Dia mulai bermonolog di dalam hati.


“Aku harus menghubungi Kak Sandra secepatnya,” lirih Lisa.


“Kenapa, Lisa?” tanya Dian melihat gelagat aneh dari sahabatnya.


“En-nggak apa-apa, kok,” jawab Lisa.


Reza menatap dalam ke arah Lisa, dia melihat sesuatu yang aneh dari raut wajah Lisa. Ada suatu masalah yang disimpannya.


“Eh, Bang kita dipanggil mama Arumi, kita ke sana dulu, yuk,” ajak Kayla pada suaminya.


“Gue ke sana dulu, ya,” ujar Raffa sambil mengedipkan mata pada Agung.


“Sayang, Bunda tuh panggil kamu deh kayaknya,” ujar Agung memberi isyarat pada istrinya untuk meninggalkan Lisa dan Reza berdua saja.


Akhirnya tinggallah Lisa dan Reza di meja tersebut. Mereka hening seribu bahasa, belum ada satu orang pun yang memulai pembicaraan di antara mereka.


“Lisa,” lirih Reza mulai membuka suara.


Lisa menoleh pada pria yang selama ini selalu ada di hatinya.


“Apakah sekarang kamu masih enggan untuk berbicara denganku?” tanya Reza.


“Maaf,” lirih Lisa.


Hanya satu kata yang keluar dari bibir Lisa.


“Tak ada yang salah dalam situasi yang kini kita hadapi,” ujar Reza.


Reza mengerti dengan sikap Lisa yang pernah menjauhi dirinya, rasa minder yang berlebihan membuat Lisa tak berani melanjutkan hubungan dengan pemuda yang dicintainya.

__ADS_1


“Maaf, aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita seperti dulu, aku sudah memutuskan untuk menerima tawaran seorang pria yang dicarikan oleh sahabatku di kampus.” Lisa menekankan bahwa saat ini dia tak lagi bisa bersama meskipun Lisa tahu bahwa Reza sudah single.


“Apa maksud kamu, Lisa?” tanya Reza bingung.


“Aku sudah mengiyakan tawarannya, dan mungkin secepatnya aku akan menikah dengan pria tersebut,”lirih Lisa pelan.


Ada luka yang mendalam di hatinya saat memberitahukan kenyataan yang sesungguhnya pada Reza.


“Apa?” Reza tak percaya dengan apa yang sudah didengarnya.


“Tapi, Lisa. Kita bisa perbaiki hubungan dan komunikasi kita, kamu belum menikah dengannya. Kamu bisa menolak kembali tawaran itu,” usul Reza seakan memaksa Lisa untuk membatalkan apa yang sudah diputuskannya barusan.


“Tapi,” lirih Lisa.


Reza menatap dalam pada wanita yang sangat dicintainya itu.


“Apakah kamu tidak percaya dengan cintaku yang masih sama untukmu?” tanya Reza pada Lisa.


Lisa membalas tatapan penuh cinta dari Reza, mereka saling menatap dalam, seolah memberitahukan isi hati mereka saat ini masih sama dengan 4 tahun yang lalu.


“Kamu belum menikah dengan pria itu, kamu bisa saja membatalkan pernikahan itu,” lirih Reza berusaha menghasut Lisa.


Lisa mencoba berpikir, akhirnya dia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Kak Sandra, rekan kerja yang mencarikan pria untuknya. Berkali-kali, Lisa mencoba menghubungi Sandra tapi tidak berhasil juga.


“Aku sudah mencoba menghubungi rekan kerjaku, tapi sama sekali tidak di angkat,” ujar Lisa putus asa.


“Reza, saat ini aku serahkan semua takdirku pada Tuhan, jika kita memang berjodoh, maka Allah akan memberikan jalan untuk kita bersatu,” ujar Lisa pada Reza.


“Baiklah, jika itu keputusanmu. Kita kembalikan pada takdir Tuhan,” lirih Reza kecewa.


Ingin rasanya Reza memperjuangkan cintanya, tapi melihat Lisa yang pasrah membuat Reza tidak bisa memaksa Lisa.


Setelah berbicara dengan Reza Lisa memilih untuk menghampiri Nick dan Gita yang kini berada di pelaminan.


“Aku ke tempat Gita dulu,” ujar Lisa.


Lisa berusaha mencari alasan agar bisa jauh dari Reza.


“Aku ikut, ya,” ujar Reza tak ingin jauh dari Lisa.


Mau tak mau akhirnya Lisa mengizinkan Reza untuk ikut bersamanya, mereka melangkah menuju pelaminan untuk memberikan ucapan selamat pada sahabat mereka.


“Selamat ya, Git. Semoga keluarga kalian sakinah mawadah warrahmah,” ujar Lisa mengucapkan do’a.

__ADS_1


“Makasih, Lisa. Aku juga harap kalian berdua cepat naik pelaminan,” ujar Gita mendo’akan hubungan Lisa dan Reza.


Reza dan Lisa hanya tersenyum kaku mendengar ucapan Gita. Nick sudah memberitahukan apa yang sudah dialami Reza pada istrinya, Gita bersyukur dan berharap semoga Lisa dan Reza berjodoh.


“Foto dulu, yuk,” ajak Nick.


Mereka pun mengabadikan momen penting tersebut. Gita juga meminta Lisa dan Reza berfoto di pelaminan berdua sebagai do’a agar mereka berjodoh.


“Ih, kalian curang,” seru Kayla yang tiba-tiba datang dengan Raffa serta Diana dan Agung.


“Ayo, sini!” ajak Gita.


Mereka pun kembali berfoto ria, mumpung belum banyak tamu yang ingin mengucapkan selamat pada kedua mempelai.


Resepsi pernikahan usai setelah shalat isya, semua tamu sudah pulang sementara itu yang tinggal di hotel beberapa keluarga inti termasuk pengantin baru.


Mereka masih bercengkrama membahas berbagai hal, jika sudah berkumpul banyak topik yang akan mereka bahas. Hingga jam menunjukkan pukul 22.00 malam.


“Sudah malam, aku pulang duluan ya,” ujar Lisa berpamitan pada teman-temannya.


“Lis, biar aku yang antar. Enggak baik kamu pulang sendiri,” ujar Reza menawarkan diri.


“Mhm,” gumam Lisa bingung.


Dia ingin menolak tawaran Reza.


“Iya, Lisa kamu pulang diantar Reza aja,” ujar Kayla mengusulkan.


“Ya udah,” lirih Lisa tak bisa menolak tawaran Reza lagi.


Lisa dan Reza terlebih dahulu berdiri dan melangkah keluar dari ballroom hotel. Reza mengantarkan Lisa dengan mobil yang disewanya saat berada di Jakarta.


Di sepanjang perjalanan, merkea hanya diam. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.


“Terima kasih,” ucap Lisa pada Reza setelah dia berada di depan rumah kontrakannya.


Sejak tamat, Lisa tinggal di sebuah rumah kontrakan seorang diri. Lokasi rumah kontrakannya berada di tempat yang ramai dan tidak jauh dari Universitas Al-Azhar.


“Lisa, aku masih berharap kita berjodoh,” ujar Reza sebelum Lisa turun dari mobil.


Lisa menoleh pada Reza.


“Kita serahkan semuanya pada Tuhan, hanya Dia yang lebih mengetahui yang terbaik untuk kita,” ujar Lisa pada Reza.

__ADS_1


Lisa tak ingin menyakiti hati Reza.


Bersambung…


__ADS_2