
Raffa kaget melihat tatapan aneh dari sang istri, dia berasa suasana menjadi horror seketika mengingat sikap dingin sang istri satu hari ini.
Kayla melangkah menghampiri sang suami, karena takut Raffa pun memegangi selimut dan batal yang ada di sekitarnya saat ini bersiap-siap untuk melindungi dirinya jika sang istri menyerang dirinya.
“Sayang,” pekik Kayla.
Kayla langsung memeluk sang suami dengan erat. Sontak Raffa heran melihat perubahan sikap sang istri yang tadinya dingin dan sekarang kembali menghangat seperti biasanya.
“Makasih, Sayang. Kamu adalah suami terbaik buat aku,” ucap Kayla.
Raffa menautkan kedua alisnya berusaha mencerna apa yang sekarang tengah terjadi pada istri tercintanya.
“Kamu memang the best husband, Sayang,” ujar Kayla.
Kayla pun menghujani sang suami dengan ciuman, hal itu membuat Raffa semakin bingung.
“Sayang,” lirih Raffa.
Dia memegangi kedua lengan sang istri lalu menatap aneh pada istrinya.
Kayla menghentikan aksinya, dia menautkan kedua alisnya melihat tatapan aneh dari sang suami.
“Kenapa, Sayang?” tanya Kayla ikut bingung.
Raffa meletakkan telapak tangannya di dahi Kayla, dia mencoba mengecek suhu tubuh sang istri.
“Normal,” gumam Raffa heran.
Bulu kuduk Raffa jadi merinding, “Sayang kamu baik-baik, saja?” tanya Raffa pelan-pelan.
“Baik,” jawab Kayla santai.
“Lalu, ada apa dengan kamu?” tanya Raffa lagi pada Kayla.
“Aku bahagia, Sayang,” jawab Kayla.
“Bahagia? Kenapa?” tanya Raffa semakin penasaran.
Raffa hanya heran melihat Kayla yang berubah 180 derajat, sejak pagi Kayla mengabaikan dirinya. Dan kini dia memeluk dirinya dan menciumi dirinya yang sebelumnya belum pernah dilakukan oleh sang istri.
“Mama sama papa bantuin Bunda buat bujukin Ayahnya Irene, itu pasti kamu yang bilang sama mereka, benarkan?” ujar Kayla dengan wajah penuh senyum bahagia.
“Makasih ya, Sayang,” ujar Kayla lalu dia kembali memeluk tubuh kekar sang suami.
“Jadi itu yang membuat kamu sangat bahagia?” tanya Raffa memastikan.
“Iya.” Kayla mengangguk.
__ADS_1
“Kalau tahu kamu udah bilang Papa sama Mama, aku kan enggak bakal cuekin kamu seharian,” ujar Kayla tanpa bersalah mengungkap alasan dia bersikap dingin pada sang suami.
“Hah?” Raffa melototkan matanya.
“Jadi sejak kemarin kamu cuekin aku karena masalah ini?” tanya Raffa.
Tiba-tiba dadanya terasa sesak saat mengetahui alasan sang istri mengabaikan dirinya satu hari penuh sehingga membuat harinya serasa hampa.
Kayla memasang wajah dengan seimut mungkin.
“Maafkan aku ya, Sayang,” pinta Kayla manja.
“Tapi, enggak gitu juga kali,” ujar Raffa kesal.
Kayla yang melepaskan pelukannya dari tubuh sang suami saat mendengar suara kesal sang suami.
“Kamu marah, Bang?” tanya Kayla serba salah.
“Wajar kalau aku marah sama kamu, aku bingung seharian dicuekin kamu.” Raffa pun berusaha bersikap dingin pada sang istri.
Dia berniat untuk mengerjai istrinya yang sudah bersikap semena-mena pada dirinya.
“Aku kan udah minta maaf,” ujar Kayla tanpa dosa.
“Ya udah, kalau kamu marah terserah,” ujar Kayla.
“Lho? Kenapa malah dia yang ngambek?” gumam Raffa di dalam hati heran.
“Kacau,” lirih Raffa yang sempat terdengar oleh Kayla.
Kayla pun tersenyum mendengar ocehan sang suami. Dia yakin suaminya tidak akan sanggup menyimpan amarah lama-lama pada dirinya.
Akhirnya Raffa pun ikut membaringkan tubuhnya bersiap untuk beristirahat. Berkali-kali Raffa berusaha memejamkan matanya tapi dia masih saja tidak bisa tidur karena memikirkan pernah dingin dengan sang istri.
Raffa melirik ke arah istrinya.
“Seharusnya aku yang marah sama dia, eh sekarang malah dia yang marah sama aku. Mending tadi aku enggak usah pake acara mau merajuk dengannya,” gumam Raffa di dalam hati.
Dia merutuki kebodohannya. Sehari saja dicuekin sang istri dia sudah kacau, apalagi berhari-hari. Raffa membayangkan makan sendiri, dan tidak dipedulikan sang istri untuk berhari-hari.
“Arrrghh.” Raffa mengacak-acak rambutnya kasar.
Dalam kegalauan yang dirasakan Raffa, Kayla malah tersenyum dan pura-pura tidur.
Raffa yang masih tak bisa tidur mengintip sang istri untuk memastikan wanitanya sudah terlelap atau masih terbangun. Mendengar suara napas Kayla yang sudah teratur, Raffa yakin sang istri sudah tertidur nyenyak.
Raffa pun mendekatkan tubuhnya ke tubuh sang istri, dia melingkarkan tangannya di pinggang sang istri lalu mengelus lembut perut istrinya yang sudah mulai membesar.
__ADS_1
“Maafkan aku ya, Sayang,” bisik Raffa di telinga Kayla.
“Aku gaku deh, tadi cuma mau pura-pura marah. Rencananya sih mau ngerjain kamu, eh aku malah dicuekin lagi,” ujar Raffa terus mengungkapkan apa yang kini dia rasakan.
“Sayang, aku memang enggak bisa hidup kalau dicuekin kamu, besok kamu jangan ngambek lagi, ya,” lirih Raffa memelas.
“Kamu tahu, seharian ini aku tidak bisa fokus kuliah. Dan semua seminar aku batalkan karena hidupku kacau tanpa kamu,” ungkap Raffa.
Raffa terus mengungkapkan sulitnya menjalani hari-hari tanpa sang istri yang sangat dicintainya.
Hampir satu jam Raffa sibuk mengeluarkan unek-uneknya, akhirnya Kayla pun membuka matanya. Dia membalikkan tubuhnya menghadap sang suami, sontak Raffa kaget.
“Ka-kamu be-belum tidur?” tanya Raffa gugup.
“Sejak tadi aku belum tidur,” jawab Kayla santai.
“Hah?” Raffa tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh istrinya.
“Jadi, kamu mendengarkan apa yang aku bilang sedari tadi?” tanya Raffa memastikan Kayla tidak mendengarkan keluh kesahnya.
“Aku dengar semua apa yang kamu katakana, Sayang,” ujar Kayla jujur.
“Astaghfirullah,” gumam Raffa di dalam hati.
Raffa merasa sangat malu dengan apa yang baru saja terjadi, wajahnya berubah menjadi merah menahan rasa malu terhadap sang istri.
Kayla pun memeluk tubuh Raffa dengan erat, dia membenamkan wajahnya di dada bidang milik sang suami.
“Terima kasih, Sayang. Aku bersyukur memiliki dirimu,” ujar Kayla jujur.
Dia merasa terharu dan bahagia dengan perasaan suami terhadap dirinya. Rasa cinta Raffa yang begitu besar membuat Kayla merasa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.
“Aku juga akan berusaha mencintaimu, melebihi cintamu padaku,” lirih Kayla.
Raffa yang tadinya merasa malu, kini dia pun melupakan semua yang sudah terjadi. Saat ini yang ada dipikirannya adalah rasa syukur memiliki wanita cantik, anggun dan dia merupakan cinta masa kecilnya.
Kayla mendongakkan wajahnya, dia mulai menatap dalam pada manik hitam milik sang suami, dia memperhatikan setiap sisi wajah tampan nan penuh kesempurnaan itu.
“Aku adalah wanita yang paling beruntung yang sudah ditakdirkan Tuhan berjodoh dengan pria sepertimu, l love you, Sayang,” ucap Kayla dengan penuh rasa cinta dari dalam lubuk hatinya.
Kayla mengecup lembut bibir Raffa, mendapat sentuhan lembut dari sang istri, Raffa tidak ingin melewatinya begitu saja. Raffa pun menahan bi*bir mungil sang istri lalu **********.
Saat sepasang suami istri itu tengah asyik dan terbuai dalam nikmatnya bercum*bu, tiba-tiba…
“Aauww,” pekik Raffa.
Bersambung…
__ADS_1