Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 48


__ADS_3

"Aku cuma ingin tahu latar belakang Satya saja, Bang," jawab Kayla dengan nada lembut memahami tatapan cemburu di wajah sang suami.


"Yakin?" tanya Raffa memastikan.


"Yakinlah, apalagi tadi Bang Raffa bilang kalau Rayna cocok sama Satya, wajar dong aku ingin mengetahui latar belakang calon adik iparku," jawab Kayla mantap.


"Kalau begitu kamu harus membuktikan kalau hatimu hanya untukku," ujar Raffa dengan tatapan penuh.


Ucapan Raffa sukses membuat wajah anggun gadis berhijab itu memerah tersipu malu.


Hal itu membuat senyuman puas mengembang di wajah Raffa. Semakin hari hatinya semakin mencintai gadis yang sudah utuh menjadi miliknya.


Saat waktu ashar masuk, Raffa dan Kayla memasuki sebuah mesjid nan megah, banyak jamah yang datang untuk menunaikan kewajiban mereka untuk shalat ashar.


Setelah shalat ashar, Raffa menghubungi Satya, mereka ab menginap di sebuah hotel di kota jam gadang ini.


Raffa meminta Satya untuk menjaga Rayna. Raffa sangat mengenal siapa Satya sehingga dia berani menitipkan Rayna pada sahabatnya itu.


"Sudah?" tanya Raffa setelah melihat sang istri keluar dari mesjid.


"Udah, habis ini kita mau ke mana, Bang?" tanya Kayla penasaran.


"Kamu pasti lelah, kita cari hotel dulu. Setelah maghrib kita akan berjalan-jalan sejenak di kota ini," jawab Raffa.


"Rayna sama Satya gimana, Bang?" tanya Kayla mencemaskan sang adik.


"Tenang saja, Rayna bersama Satya. Sahabatku itu pasti akan menjaga adik kesayanganmu," jawab Raffa Santai.


"Tapi, Bang," bantah Kayla takut terjadi apa-apa pada adiknya.


Walau bagaimanapun, saat ini Rayna adalah tanggung jawabnya karena adiknya melakukan perjalanan dengannya.


"Sudahlah, enggak usah dipikirkan, Satya akan menjaganya dengan baik," ujar Raffa.


Raffa menarik tangan Kayla lalu melangkah menelusuri jalanan di sekitar jam gadang.


Di kota ini banyak terdapat hotel yang berjejer, pengunjung tinggal memilih hotel yang cocok di hati mereka.


Raffa mengajak Kayla masuk ke dalam hotel, setelah melakukan chek-in mereka melangkah menuju kamar yang sudah dipesan.


Raffa memilih kamar yang menghadap ke arah gunung Singgalang yang terlihat indah di waktu sore.


Di kamar hotel, Raffa melangkah menuju tempat tidur melepaskan penat kakinya yang lelah telah berjalan-jalan sekitar kota indah itu.


"Bang, aku ingin mandi, rasanya sudah gerah." Kayla masuk menggerutu ke dalam kamar.


"Lalu apa masalahnya?" tanya Raffa cuek.


Raffa merubah posisinya, yang tadi terbaring kini mulai duduk di pinggir ranjang.


"Apakah aku harus membantumu untuk mandi?" tanya Raffa mulai menggoda sang istri.


Tak dapat dipungkiri gelora jiwa kelaki-lakian Raffa tak dapat dibendung lagi. Namun, dia tidak ingin meminta haknya tanpa kesiapan sang istri.

__ADS_1


Raffa ingin memadu kasih dengan sang istri dalam ketulusan satu sama lain tanpa ada keterpaksaan dari kedua belah pihak.


Kayla menundukkan wajahnya. Dia merasa malu mendengar godaan dari sang suami.


"Bukan itu, maksudku,--" Ucapan Kayla terhenti saat mendengar suara ketukan dari luar kamar.


Bergegas Kayla melangkah menuju pintu, dia menekan tuas pintu dan membukanya.


"Maaf, Nyonya. Saya datang membawakan ini," ujr seorang pelayan yang datang membawakan koper kecil milik Kayla dan Raffa.


"Terima kasih," ucap Kayla.


Kayla membawa koper kecil itu masuk ke dalam kamar.


"Mandilah terlebih dahulu," perintah Raffa pada Kayla.


Kayla mengangguk, lalu dia membuka koper itu dan mengambil pakaian yang akan dikenakannya setelah mandi nanti.


Setelah itu Kayla melangkah menuju kamar mandi yang terdapat di dalam kamar hotel itu.


Sementara Kayla mandi, Raffa kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Tanpa disadarinya Raffa pun mulai memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas.


Kayla keluar dari kamar mandi setelah menuntaskan kegiatan bersih-bersihnya. Kini tubuhnya terasa segar.


Kayla membuka hijabnya yang tadi sempat dipakainya sebelum keluar dari kamar mandi.


Dia mulai berhias dan menyisir rambut panjangnya yang indah, sambil berjaga-jaga melihat pria yang terbaring di atas tempat tidur.


Di saat Kayla lengah, Raffa terbangun. Raffa menatap kagum pada keindahan ciptaan Tuhan yang ada dihadapannya.


Gadis bagaikan seorang bidadari yang kini telah mengisi seluruh hatinya.


"Kamu cantik!" puji Raffa tidak dapat menahan diri untuk tidak memuji sang istri.


Sontak Kayla kaget dan hendak menyambar hijabnya.


"Biarkan rambutmu terlihat oleh mataku." Raffa mengeluarkan perintah.


Seketika Kayla menghentikan gerakannya. Walau Raffa hanya dapat melihat rambutnya yang tergerai, dia sudah merasa sangat senang melihat keindahan dari tubuh sang istri.


Raffa melangkah menghampiri Kayla.


"Mulai sekarang biasakanlah untuk memperlihatkan rambut indahmu padaku, karena aku adalah suamimu. Setiap kali aku melihat keindahan dari dirimu maka itu akan menjadi pahala untukmu," ujar Raffa pada istrinya.


Kayla menundukkan kepalanya, dia tersipu malu mendengarkan ucapan dari sang suami.


"Ya Allah, salahkah diri ini membiarkan suamiku menahan diri untuk memiliki diri ini seutuhnya? Haruskah aku mempersiapkan diri untuk melakukan kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh seorang istri?" gumam Kayla di dalam hatinya.


Kayla bermonolog di dalam hati seorang diri.


"Aku mandi dulu," ujar Raffa tiba-tiba.

__ADS_1


Awalnya dia mengelus lembut rambut indah sang istri, namun ada hasrat yang harus ditahannya akhirnya Raffa memilih mandi untuk mendinginkan jiwanya yang mulai memanas.


Setengah jam Raffa mengurung diri di kamar mandi, dia berusaha menenangkan dirinya yang sudah mulai tak dapat menahan hasrat terpendamnya.


"Ya Allah, aku tidak ingin menyakiti istriku dengan memaksanya untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang istri. Aku juga tidak mungkin melakukan sesuatu yang kau haramkan." Raffa bermonolog di dalam kamar mandi sambil menenangkan jiwanya yang kini tengah bergelora.


Kayla yang merasa heran dengan suaminya yang tak kunjung keluar dari kamar mandi mencoba mengetuk kamar mandi.


"Bang!" panggil Kayla dari luar kamar mandi.


"Iya," jawab Raffa gugup.


"Kamu baik-baik saja di dalam sana?" tanya Kayla cemas.


"Iya, aku baik-baik saja," jawab Raffa dari dalam kamar mandi.


"Lalu kenapa lama sekali?" tanya Kayla heran.


"Sebentar lagi aku keluar," teriak Raffa dari dalam kamar mandi.


Kayla pun mengambil pakaian Raffa dari dalam koper, lalu meletakkan pakaian yang akan dikenakan suaminya di atas tempat tidur.


Sambil menunggu, Kayla mengambil ponselnya lalu berselancar ria di ponselnya.


Kayla mulai membuka media sosialnya untuk mendapatkan informasi terbaru tentang teman-temannya dan lain-lainnya.


Kayla mulai sibuk memberi like dan komentar di beberapa status teman-temannya yang melakukan berbagai kegiatan selama libur.


Kegiatan Kayla seketika terhenti saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.


"Bang Raffa," lirih Kayla melototkan matanya melihat sang suami.


Bersambung . . .


.


.


.


.


Hai readers, terima kasih sudah membaca karya AuthorπŸ™πŸ™πŸ™


Tetaplah dukung Author dengan meninggalkan jejak berupa . . .


- Like


- Komentar


- Hadiah


dan

__ADS_1


-Vote


Terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2