
Alita menghampiri Raymond yang duduk di samping seorang wanita yang seumuran dengannya.
“Aku memintamu menungguku bukan berduaan dengan wanita asing ini!” ujar Alita kesal melihat sang suami.
Raymond mengernyitkan dahinya, dia heran melihat Alita yang tiba-tiba datang dan marah-marah padanya.
Sang wanita yang bersama Raymond hanya bisa menautkan kedua alisnya heran melihat kedatangan Alita. Dia menatap ke arah Raymond seolah bertanya-tanya.
“Maaf, Nona. Sepertinya anda salah paham,” lirih sang wanita berusaha menjelaskan.
“Salah paham apanya, kamu dan suamiku asyik mengobrol tanpa mengingat batasan di antara kalian. Kamu pasti ingin merebut suamiku. Dasar pelakor!” bentak Alita menuduh wanita tersebut.
“Anda salah paham, Nona.” sekali lagi wanita itu berusaha menjelaskan hubungannya dengan Raymond.
Raymond hanya menggelengkan kepala melihat ekspresi Alita yang cemburu buta saat melihat dirinya bersama wanita lain.
"Maaf ya, San. Sepertinya istri gue lagi cemburu, kapan-kapan kita lanjutkan," ujar Raymond.
pria itu langsung menarik tangan istrinya dan melangkah menuju mobil. Raymond menyuruh Alita masuk terlebih dahulu ke dalam mobil.
Setelah itu, Raymond mengambil barang-barang yang ada di troli dan membawanya ke dalam mobil, sebelumnya Raymond kembali meminta maaf pada sahabat lamanya itu.
Raymond masuk ke dalam mobil, dia menoleh ke arah sang istri yang kini sedang cemberut.
"Aku berniat menolong kamu, eh kamu malah menggunakan kesempatan itu untuk selingkuh," gerutu Alita kesal pada suaminya.
Raymond mengernyitkan dahinya heran dengan sikap sang istri.
"Memangnya kalau aku selingkuh apa peduli kamu sama aku? Kamu kan enggak cinta sama aku," ujar Raymond cuek.
Alita menatap tajam pada Raymond, dia menarik kerah baju Raymond lalu mendekatkan wajahnya Raymond ke wajahnya.
Raymond kaget dengan apa yang dilakukan oleh istrinya.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Alita langsung membungkam mulut sang suami dengan sebuah ci*uman yang dalam.
Raymond tak berkutik dengan aksi nekat sang istri, dia tak bisa menikmati sentuhan istrinya karena dia tak percaya dengan apa yang sedang dilakukan oleh istrinya.
Sekian lama, Alita memandu pergulatan itu, akhirnya Raymond mulai menikmatinya.
Sesuatu yang tersembunyi di bawah sana mulai menunjukkan reaksinya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Raymond setelah melepaskan ci*uman sang istri.
"Entahlah," ujar Alita.
__ADS_1
Alita kini melempar pandangan ke luar jendela. Dia mengabaikan Raymond yang masih menatap aneh pada istrinya yang tiba-tiba bersikap sangat aneh di matanya.
Akhirnya Raymond milih untuk melajukan mobilnya meninggalkan parkiran super market daripada memikirkan tingkah aneh Alita yang baru saja dilakukannya.
Mobil Raymond kini mulai melintasi jalan raya, membelah keramaian kota Jakarta di saat petang.
Banyak kendaraan bermotor yang kini memadati jalan raya.
Raymond fokus melajukan mobilnya, sesekali dia mencuri pandang pada sosok istrinya yang masih gadis itu.
"Apakah Alita sudah mulai mencintai diriku?" gumam Raymond di dalam hati.
Raymond mulai bertanya-tanya dengan yang baru saja yang dilakukan oleh Alita.
Raymond menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sementara itu, Alita merutuki dirinya. Alita mengumpat sikap yang telah dilakukan terhadap sang suami.
"Ya ampun, apa yang sudah aku lakukan? Mengapa aku menc*iumnya dengan buas seperti itu?" gumam Alita masih saja mengumpat tindakannya yang di luar batas kewajaran.
Kini dia tak berani menoleh pada suaminya, dia merasa tindakan yang baru saja dilakukannya sudah membuatnya malu di hadapan pria yang sudah sah menjadi pendamping hidup.
Mereka melanjutkan perjalanan menuju kediaman Raffa dengan hening tanpa terdengar suara menyahut sedikitpun di antara mereka berdua.
Sebelum dia keluar dari mobil Raymond menoleh ke arah sang istri.
"Ayo turun!" ajak Raymond pada istrinya yang masih diam mematung di tempatnya.
Alita benar-benar merasa malu dia tidak lagi memiliki muka untuk melakukan sikap apapun di hadapan sang suami. hal ini membuat Raymond semakin menjadi ingin mengerjai sang istri.
"Sayang," lirih Raymond memanggil sang istri dengan mesranya.
Alita memutar bola matanya saat mendengar kata sayang yang terlontar dari mulut sang suami.
Ketika bayangan aksi bodoh yang baru saja dilakukannya kembali melintas dibenaknya.
"Sayang," lirih Raymond lagi memanggil sang istri yang terlihat malu mendengar ucapannya.
"Tak ada lagi yang perlu kamu simpan, Apakah cinta di hatimu untukku kini sudah mulai tumbuh?" lirih Raymond.
"Aku adalah suamimu, apa pun yang kita lakukan halal kita perbuat karena kita merupakan suami istri." Raymond menarik dagu Alita lalu Mengecup dengan lembut bibir seksi milik Alita.
Seketika wajah Alita berubah menjadi merah menahan malu, dia menundukkan kepalanya.
Alita menatap dalam pada pria tampan yang terus berjuang mengejar cintanya, kini hatinya mulai beralih pada sosok pria yang dia sendiri belum tahu bagaimana pribadi pria tersebut karena karakter Raymond yang selalu berubah-ubah.
__ADS_1
Hanya satu yang saat ini Alita tahu, dia sudah mulai mengagumi sosok pria itu.
"Sampai kapan pun kamu menatap mataku hanya dirimulah yang aku cintai," ujar Raymond meyakinkan keseriusan cintanya pada Alita.
"Yuk, kita turun!" ajak Raymond.
Raymond turun dari mobil diikuti oleh Alita. Seperti biasa Raymond akan meraih tangan istrinya sebelum melangkah.
Mereka melangkah masuk ke dalam rumah, Raymond mengetuk pintu rumah saat mereka telah berada di teras rumah.
"Assalamu'alaikum," ucap Raymond.
"Wa'alaikummussalam," sahut Mak Ijah dari dalam rumah.
Tak berapa lama Mak Ijah membuka pintu untuk sepasang suami istri tersebut.
"Nak Alita, apa kabar?" tanya Mak Ijah menyambut kedatangan Alita dan suaminya.
"Alhamdulillah, baik, Mak. Mak Ijah, apa kabar?" jawab Alita ramah.
"Alhamdulillah, Mak Ijah baik, Nak," jawab Mak Ijah.
"Ayo masuk, Nak," ajak Mak Ijah mempersilakan Alita dan Raymond masuk ke dalam rumah.
Mereka pun melangkah masuk ke dalam rumah.
Raffa baru saja keluar dari kamarnya, dia langsung menyapa Raymond dan mengajak Raymond untuk berbicara di ruang keluarga, sedangkan Alita langung masuk ke dalam kamar 3R tempat Kayla dan Mama Arumi berada.
Kayla dan Arumi sedang beristirahat setelah lelah mengajak bermain 3R, mereka membaringkan tubuh mereka di atas kasur tempat 3R berada sambil bercerita.
"Assalamu'alaikum," sapa Alita saat dia sudah berada di dalam kamar tersebut.
Alita melihat ketiga anak kembar itu sedang tertidur dengan lelapnya.
"Ya Allah, kalian ngegemesin banget," lirih Alita.
Alita teringat dengan niat jahatnya waktu itu.
"Astaghfirullah, ampuni dosa hamba yang ingin merusak rumah tangga kakakku, seandainya perangkap waktu itu berhasil maka 3 anak kembar ini yang akan teraniaya," gumam Alita di dalam hati.
Dia sadar, jalan hidup dan takdir yang kini dijalaninya adalah takdir yang terbaik untuk keluarganya serta keluarga besarnya.
"Bagaimana dengan penyelidikan polisi?" tanya Raffa pada Raymond menyangkut kasus kecelakaan yang menimpa Alex waktu itu.
Bersambung...
__ADS_1