
Raffa langsung panik melihat Alita yang terjatuh, Hurry dan Hendra jua cemas saat mendengar teriakan Kayla.
Mereka panik, dan langsung menghampiri Kayla dan Alita.
Beruntung Kayla dapat menangkap tangan adiknya, dengan susah payah Kayla menahan bobot tubuh sang adik.
Raffa berlari menghampiri kedua adik kakak itu, dia membantu Kayla menahan Alita.
“Bang, tolong bantu Alita. Jangan biarkan Alita jatuh,” pinta Kayla memohon.
Kayla takut terjadi apa-apa terhadap adiknya saat dia sempat melihat dalamnya jurang yang ada di hadapannya.
Hurry dan Hendra pun ikut menghampiri Kayla. Hendra mencermati sekelilingnya berusaha mencari sesuatu yang dapat membantu Alita.
“Kak, lepaskan aku!” pinta Alita.
Dia tidak ingin kakaknya ikut terjatuh ke dalam jurang. Alita melihat ke bawah, dia sangat ketakutan.
Kayla tidak kuat lagi menggenggam tangan adiknya yang semakin licin karena keringat dingin yang mengucur di dahi dan badannya, hingga akhirnya tangan Alita terlepas dari tangan Kayla.
“Al”
“Alita!” pekik Kayla dan Hurry bersamaan.
Raffa dan Hendra juga ikut berteriak mencemaskan keadaan Alita, bersyukur Alita dapat memegangi dahan kayu. Dia bergelantung di dahan tersebut.
Mereka berusaha mencari bantuan agar dapat menyelematkan Lautan.
“Bang, tolongin Alita, jangan biarkan terjadi apa-apa padanya, Bang,”isak Kayla terus memohon pada sang suami untuk menyelamatkan sang adik.
Hurry memeluk Kayla sambil memastikan keadaan Alita masih baik-baik saja. Hurry mengelus lembut punggung Kayla menenangkan putrinya sedang dirinya sendiri tidak tenang.
Para pengunjung dan pedagang mulai datang menghampiri mereka, mereka melihat insiden yang terjadi pada keluarga tersebut.
Salah satu pedagang berlari ke sana ke mari membantu mencarikan tali supaya mereka bisa membantu untuk menyelamatkan Alita.
Si pedagang melihat tali tenda jualannya, dia menarik tali itu dan membukanya dari tenda miliknya, di karenakan tali yang di tangannya masih kurang dia pun mengambil tali tambahan dari tenda pedagang lainnya.
Mereka menyambung tali-tali tersebut dan memastikan sambungannya terpasang dengan kuat.
"Tolongin anak saya, teriak Bunda Hurry terus-menerus karena dia panik.
"Kasihan anak gadis itu."
"Ayo tolongin dia."
Para pengunjung di sana mulai heboh.
Beberapa orang sibuk membuka ponselnya dan merekam adegan tersebut sebagai berita hot di media sosial mereka nantinya.
__ADS_1
"Alita, kamu bertahan di sana, Bang Raffa akan menolongnya," teriak Kayla.
Raffa mengerti dengan kepanikan istrinya, dia memutar otaknya untuk dapat menolong Alita agar selamat dari jurang itu.
"Ayo coba pakai tali ini," ujar si pedagang yang berusaha mengambil tali tadi.
Raffa langsung mengambil Tali yang di sodorkan oleh si pedagang tersebut.
"Aku, takut," teriak Alita terdengar gemetar.
Dia bingung harus berbuat apa, tangannya mulai lelah bergantung di dahan kayu tersebut.
Raffa yang pernah mengikuti latihan panjat tebing, memulai aksinya.
Dia mengikatkan tali di pembatas jalan yang terpasang dengan kokoh.
Setelah itu, Raffa mengikat pinggangnya dengan ujung tali, setelah dia memastikan tali tersebut terpasang dengan kuat, Raffa mulai turun ke jurang.
"Sayang, kamu tenang, ya. Aku akan selamatkan Alita," ujar Raffa sebelum dia turun.
"Bang, kamu hati-hati," lirih Kayla takut dan cemas.
Kini dia mengkhawatirkan dua orang yang di sayangnya.
"Ya Allah, tolong selamatkan adik dan suami hamba," lirih Kayla mulai menangis.
Hurry juga melakukan hal yang sama, saat ini hanya berdo'a yang bisa dia lakukan.
Alita sedari tadi memperhatikan Raffa yang turun mendekati posisinya.
"Apa yang dilakukan Raffa, kenapa dia harus mempertaruhkan nyawanya demi aku?" gumam Alita di dalam hati.
Pandangan Alita tak beralih dari wajah tampan sang kakak ipar.
"Kau baik-baik saja?" tanya Raffa mencemaskan adik iparnya.
"Aku takut," lirih Alita gemetar.
"Ayo, sekarang pegang tanganku," perintah Raffa.
Raffa mengulurkan tangannya ke arah Alita.
Alita terdiam, dia menatap dalam pada wajah tampan sang kaka ipar, dia masih tak percaya dengan apa yang kini dilakukan oleh Raffa untuknya.
"Alita, ayo!" teriak Raffa.
Mereka tidak bisa berlama-lama dengan posisi seperti ini karena tali yang mereka gunakan hanya tali seadanya.
Raffa takut tali itu putus dan akan membahayakan diri mereka berdua.
__ADS_1
Alita tersentak dari lamunannya, dia pun mengulurkan tangannya ke arah Raffa.
Dengan sigap Raffa langsung menarik tubuh Alita ke dalam pelukannya.
"Berpegangan dengan erat, aku akan menarik tali agar kita bisa sampai ke atas," perintah Raffa.
Alita tercengang dengan apa yang kini dilakukan oleh pria yang dicintainya itu, saat ini mereka berada dalam jarak yang sangat dekat.
Alita dapat merasakan hangatnya tubuh indah pria pujaannya, gadis itu juga menikmati aroma tubuh Raffa yang menyeruak di hidung Alita, tak lupa hembusan nafas segar Raffa membuat Alita lupa akan bahaya yang kini tengah dijalaninya.
Alita lupa bahwa dirinya tengah berada di ambang pintu maut, yang sewaktu-waktu bisa membunuhnya.
"Raffa, kamu begitu tampan. Aku tak sanggup melepaskan dirimu pada siapa pun, suatu saat nanti aku pasti bisa memilikimu," gumam Alita di dalam hati.
Dengan susah payah Raffa menarik tali dan membawa Alita naik dari jurang tersebut.
Saat mereka sampai di bibir jurang, beberapa orang laki-laki membantu Raffa mengangkat Alita naik dari gendongannya.
Setelah Alita berada di atas, mereka pun membantu Raffa untuk naik.
Kayla yang sedari tadi tak bisa bernapas, kini dia dapat merasakan udara masuk ke dalam paru-parunya.
Kayla dan Hurry menghampiri Alita yang sudah berada di atas.
Mereka langsung memeluk tubuh Alita.
"Syukurlah, Nak. Kamu selamat," lirih Hurry membelai kepala Alita dengan lembut.
Selang tak berapa lama, Raffa pun sudah berada di atas. Kayla langsung berlari menghampiri sang suami.
"Bang, kamu baik-baik saja, kan?" tanya Kayla mengkhawatirkan sang suami.
Raffa mengangguk, dia memeluk Kayla dengan erat.
"Alhamdulillah, ya Allah. Engkau masih mengizinkanku untuk berkumpul dengan keluargaku," gumam Raffa di dalam hati.
Sejujurnya Raffa sangat cemas melakukan aksi pertolongan terhadap adik iparnya tadi.
Hanya tanggung jawab sebagai seorang kakak ipar yang membuat dia berani mempertaruhkan nyawanya demi adik iparnya.
Ditambah Raffa tak ingin melihat Kayla kehilangan siapa pun lagi dalam hidupnya, bagi Raffa cukup sudah Kayla kehilangan beberapa orang yang dia sayangi selama ini.
"Raffa kamu enggak apa-apa?" tanya Hurry mengkhawatirkan keadaan menantunya.
"Alhamdulillah, aku baik Bun," jawab Raffa.
Mereka semua bersyukur atas keselamatan Alita.
Namun, tiba-tiba Kayla merasakan rasa sakit di bagian perutnya.
__ADS_1
"Auww," pekik Kayla menahan rasa sakit yang dahsyat di bagian perutnya.