
Mengingat janji Raffa menjadi alasan Kayla untuk melahirkan di ruang rawat sang suami, dia ingin mewujudkan janji yang telah diucapkan oleh sang suami tercinta.
"Aaaa," teriak Kayla saat dia kembali merasakan dahsyatnya sakit kontraksi.
Kayla meraih tangan Raffa dengan erat, dia memang meminta untuk berada tepat di samping sang suami agar dia merasa lebih kuat menjalani proses bersalin didampingi oleh sang suami walaupun dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Kayla berharap Raffa dapat menyadari proses persalinannya walaupun di alam bawah sadarnya.
"Aaaakh," teriakan Kayla semakin tertahan.
Kayla berusaha beristighfar sebanyak-banyaknya saat rasa sakit terus menyerangnya.
"Nona Kayla, pembukaannya sudah lengkap. Nona harus mulai bersiap-siap," dokter mulai menuntun Kayla untuk menjalani proses persalinan.
Keluarga Kayla sengaja meminta dokter untuk menangani persalinan Kayla karena keluarga takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga mereka berwaspada dengan meminta dokter untuk menanganinya.
"Bismillah ya, Nona," ujar sang Dokter memulai aba-aba.
"Tarik napas dalam-dalam, lalu buang." Dokter mulai menuntun Kayla.
Sebelum melaksanakan aba-aba dari dokter Kayla menggenggam erat lagi tangan sang suami.
"Bismillahirrahmanirrahim," lirih Kayla lalu mengikuti setiap aba-aba yang diberikan oleh sang Dokter.
Persalinan yang akan dilewati oleh Kayla bukanlah persalinan yang biasa, karena Kayla akan melewati 3 kali perjuangan karena dia mengandung 3 orang anak kembar.
Setelah Kayla mengucapkan kata basmalah, tiba-tiba Kayla merasakan tangan Raffa membalas genggaman erat tangannya.
Di saat itu Kayla tidak lagi bisa menoleh ke arah sang suami, hanya saja genggaman erat dari Raffa membuat dia semakin kuat melewati proses persalinan yang panjang ini.
Kekuatan Kayla semakin terkumpul dan bersemangat untuk berjuang demi anak-anaknya.
"Ayo dorong sekuat tenaga, Nona!" aba-aba Dokter terus menyemangati Kayla.
"Aaaakkkhh." Kayla mengejan anak pertamanya.
Tak berapa lama seorang bayi laki-laki sudah terlahir, suara tangisan mulai terdengar di setiap sudut ruangan itul
Di saat itu, mata Raffa mulai terbuka. Dia menatap kosong langit-langit ruang rawatnya.
"Aaaakkkhh," teriakan kedua pun melahirkan seorang bayi laki-laki lagi.
__ADS_1
Tangisan anak keduanya, membuat sudut mata Raffa berair dan mulai menetes membasahi pipinya. Perawat dan dokter yang ada di ruang itu masih fokus dengan persalinan yang dijalani oleh seluruh keluarga.
Tak seorang pun yang menyadari bahwa Raffa sudah sadar kecuali Kayla, karena eratnya genggaman tangan sang suami membuat Kayla yakin suaminya baik-baik saja. Dia bahagia karena tahu sang suami sudah sadarkan diri.
"Satu lagi, Nona," seru sang dokter kembali menuntun Kayla untuk mengejan yang ketiga kalinya.
"Ayo, Nona!" seru dokter lagi memberi semangat pada Kayla.
Kayla sudah terlihat lemah dia tak lagi berdaya. Mata Kayla mulai sayu, dan akhirnya matanya tertutup.
"Nona, ayolah." Dokter berusaha membangunkan Kayla yang sudah tak sadarkan diri karena kelelahan.
"Astaghfirullah, dia pingsan, Dok!" pekik salah satu perawat panik.
Saat ini Kayla belum menyelesaikan tugasnya itu artinya dia tidak bisa menyerah.
"Nona, Bangun!" pekik seorang perawat berusaha membangunkan Kayla.
Seketika semua orang di ruangan itu panik, mereka tidak mungkin membiarkan satu nyawa lagi di dalam rahim Kayla.
"Nona, bangun!" seorang perawat menepuk-nepuk pipi Kayla pelan. Mereka terus berusaha membangunkan Kayla.
"Sa-sayang, ka-kamu ha-harus ku-kuat," lirih Raffa dia menggenggam erat tangan Kayla.
Samar-samar Kayla mendengar lirihan sang suami, dia terbangun dan kembali melanjutkan perjuangannya.
Dokter dan Perawat menyadari Raffa sudah sadar, tapi mereka mengabaikan situasi itu sesaat. Mereka fokus melanjutkan perjuangan Kayla untuk melahirkan anaknya yang ketiga.
Perlahan Kayla bangun, dia kembali melanjutkan perjuangannya untuk melahirkan anaknya.
"Aaaakkkhh," teriakan Kayla ketiga berhasil melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan imut.
Ketiga bayi itu dibersihkan oleh perawat, dokter melanjutkan tindakan selanjutnya pada Kayla yang kini sudah sangat lemah.
Seorang perawat juga disuruh oleh dokter untuk memberitahukan keadaan Raffa yang sudah sadarkan diri.
Dokter yang menangani Raffa langsung masuk ke dalam ruangan itu.
Walaupun seketika ruangan itu terlihat sangat heboh, sang Dokter tetap melakukan tugasnya memeriksa Raffa.
Tangan Raffa masih tetap menggenggam tangan sang istri, seakan Raffa masih memberi kekuatan pada sang istri untuk tetap berjuang.
__ADS_1
Setelah sang Dokter memeriksa kondisi Raffa, Dokter yang menangani Raffa pun keluar dari ruangan tersebut.
"Bagaimana keadaan putra saya, Dok?" tanya Arumi tak sabar.
Dia langsung berdiri menghampiri sang Dokter. Surya juga mengikuti langkah Arumi.
Dia sempat mendengar bahwa Raffa sudah sadarkan diri, saat perawat memberitahukan apa yang terjadi di ruangan tadi selama persalinan.
"Alhamdulillah, putra Nyonya dan Tuan sudah sadarkan diri, tinggal pemulihan tapi dia masih tetap butuh istirahat yang banyak ," jelas sang dokter.
"Lalu bagaimana dengan menantu saya, Dok?" tanya Arumi yang juga tidak sabar untuk mengetahui keadaan sang menantu.
Mereka lega sudah mendengar tangisan tiga orang bayi dari dalam ruangan Raffa, tapi mereka belum bisa bernapas lega karena masih belu mengetahui keadaan Kayla.
"Masalah menantu Nyonya, saya tidak punya hak untuk memberitahukan kondisi pasien pada anda," jawab Sang Dokter yang menangani Raffa.
Dokter itu pun melangkah meninggalkan keluarga Raffa yang menunggu di luar ruangan.
Kali ini Alita dan Raymond juga berada di rumah sakit. mereka merasa tidak enak berdiam diri di rumah sementara itu kondisi Raffa sedang tidak baik-baik saja.
Agung dan Dian juga ikut berada di sana, mereka yang tadinya berada di Bandung untuk silaturahmi dengan keluarga Dian yang ada di Bandung langsung terbang ke Padang saat mendengar informasi kecelakaan yang dialami oleh Raffa.
Hurry dan Hendra lega mendengar berita dari dokter tentang kondisi Raffa, tapi mereka masih cemas dengan kondisi Kayla.
Begitu juga Alex dan Irene, mereka bersyukur saat mengetahui Raffa sudah sadarkan diri.
Hurry dapat merasakan sakit yang dijalani oleh putri sulungnya yang melahirkan 3 orang bayi sekaligus.
"Semoga Kayla baik-baik saja ya, Yah," lirih Hurry.
Wanita yang kini menjadi ibu pengganti bagi Kayla sangat mencemaskan kondisi putrinya.
"Aamiin," lirih Arumi saat mendengar ucapan Hurry.
Keluarga besar yang menunggu Kayla di luar ruang Raffa kini memilih untuk kembali duduk menunggu dokter yang menangani Kayla keluar dari ruangannya.
Dokter menjahit bagian **** * Kayla karena sempat robek saat melahirkan ketiga bayinya.
Setelah itu, Kayla tertidur. Sementara itu, perawat meletakkan ketiga bayi itu di sebuah box tempat tidur bayi yang sudah disediakan sebelumnya.
Raffa melirik ketiga bayinya yang sengaja diletakkan di dalam box tak jauh dari sampingnya.
__ADS_1
Bersambung...