Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 77


__ADS_3

Beruntung Raffa tanggap sat melihat tubuh sang istri jatuh. Dia langsung menopang tubuh Kayla.


Raffa membawa Kayla duduk di sebuah bangku panjang yang tersedia tidak jauh dari gerbang asrama Kayla.


"Kay, kamu kenapa?" tanya Raffa khawatir.


Kayla menggelengkan kepalanya, saat ini dia benar-benar merasa lemah.


Sejak tadi pagi Kayla hanya makan sedikit, beberapa hari ini dia memang tidak nafsu makan apa pun, ditambah dengan masalah yang dihadapinya membuat Kayla tidak memperhatikan pola makannya.


"Kayla, kamu kenapa, Sayang?" tanya Arumi yang datang menghampiri putra dan menantunya.


Arumi cemas saat melihat menantunya berbaring di bangku panjang bersama Raffa di pinggir jalan. Dia bergegas turun dan langsung menghampiri mereka.


"Apa yang terjadi sama Kayla, Fa?" tanya Arumi lagi.


"Raffa enggak tahu, Ma," jawab Raffa bingung.


"Ayo kita bawa ke rumah sakit, ajak Surya yang juga ikut turun dari mobil.


Dia mengkhawatirkan keadaan menantunya.


Raffa langsung mengangkat tubuh Kayla ke dalam mobil yang digunakan oleh kedua orang tuanya.


"Satya, kita ke rumah sakit dulu," perintah Surya pada Satya.


"Pa, aku baik-baik saja, mungkin karena aku belum makan." Kayla menolak dibawa ke rumah sakit.


Wanita itu ingin merahasiakan tentang kehamilannya, karena Kayla ingin memberitahukan kehamilannya pada sang suami di saat suaminya sudah bisa menentukan pilihan hatinya.


"Kamu yakin, Sayang?" tanya Arumi.


"Iya, Ma. Kata Bang Raffa, kita mau berangkat ke Bandung. Lebih baik kita langsung berangkat saja, Ma," pinta Kayla.


"Sayang, kamu yakin kuat?" tanya Raffa mengkhawatirkan sang istri.


Kayla mengangguk.


"Bang, tolong bilang sama Gita untuk membawakan tasku keluar, aku sudah meyiapkan barang-barang yang harus aku bawa," pinta Kayla pada sang suami.


Sejenak, Kayla harus melupakan luka hatinya. Dia tidak ingin mertuanya tahu pertengkaran yang terjadi di antara dirinya dan Raffa.


Raffa langsung menghubungi Gita untuk meminta gadis itu membawakan tas milik istrinya keluar dari asrama.


Tak berapa lama, terlihat Gita membawakan tas milik Kayla, bergegas Satya mengambil tas tersebut.


"Kita langsung berangkat aja, keperluanku sudah ada di Bandung," ujar Raffa pada Satya.


"Satya, cari makanan dulu buat Kayla. Mungkin dia butuh sesuatu untuk menambah tenaganya," pinta Surya.


"Baik, Pa." Satya pun mulai melajukan mobilnya.


Arumi membelai kepala Kayla yang kini bersandar di dada kokoh sang suami.


"Kamu mau makan apa, Sayang?" tanya Raffa pada Kayla.


"Mhm, Roti aja," lirih Kayla menjawab pertanyaan sang suami.


"Mama bawa Roti, mungkin kamu mau?" tawar Arumi.


Arumi membuka tas plastik miliknya, lalu menyodorkan sepotong roti selai keju coklat pada menantunya.


Raffa mengambil Roti itu, lalu membuka bungkus serta menyuapi Kayla roti tersebut.


"Pelan-pelan, ya," lirih Kayla.


Perhatian Raffa pada Kayla memang tidak berkurang sedikitpun, tapi Kayla tidak suka melihat kedekatan sang suami dengan wanita lain.

__ADS_1


Menerima perlakuan Raffa yang masih seperti biasa terhadap dirinya membuat hati Kayla tersentuh.


Kayla mengeratkan pelukannya ke tubuh Raffa, dia membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami, dia meluapkan rasa luka dengan menangis pelan hingga akhirnya Kayla tertidur dalam pelukan sang suami.


Di tengah perjalanan. Kayla terbangun dari tidurnya, dia memukul dada bidang Raffa.


"Oek, oek!" Kayla merasa mual.


"Satya berhenti!" pinta Raffa.


Satya pun mencari tempat yang aman, lalu memarkirkan mobilnya.


Raffa keluar dari mobil, diikuti oleh Kayla.


"Oek!" Kayla mengeluarkan semua roti yang baru saja dimakannya.


Raffa memijat pelan tengkuk sang istri.


"Kamu masih kuat, Sayang?" tanya Raffa penuh perhatian.


Kayla mengangguk, Raffa menyodorkan sebotol minuman.


"Minum dulu, ya," ujar Raffa.


"Ma, apa kita bawa Kayla ke klinik terdekat saja?" tanya Surya pada sang istri.


Surya merasa khawatir dengan kesehatan menantunya.


"Kita tanya Kayla aja, Pa. Mungkin karena tadi pagi dia makan sedikit makanya masuk angin," ujar Arumi menanggapi ucapan sang suami.


Arumi keluar dari mobil menghampiri Raffa dan Kayla.


"Bagaimana, Sayang? Kamu masih sanggup? atau kita cari klinik terdekat saja, yuk!" bujuk Arumi.


"Enggak usah, Ma. Bentar lagi mau sampai. Mungkin aku cuma kelelahan dan masuk angin," jawab Kayla.


"Ya udah, kita cari tempat makan dulu aja, ya. Kamu mau makan?" tanya Arumi.


"Ya udah, Fa. Kita makan dulu sambil istirahat." Arumi pun melangkah menuju mobil.


"Pa, kita cari tempat makan dulu sambil istirahat," ujar Arumi pada sang suami.


"Ya udah," jawab Surya.


Mereka kembali masuk ke dalam mobil, lalu melanjutkan perjalanan.


Satya menghentikan mobilnya saat melihat sebuah rumah makan Padang Sederhana yang terdapat di perbatasan kota Bandung dan Jakarta.


Mereka turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah makan, tak berapa lama pelayan rumah man menghidang berbagai menu makanan di hadapan mereka.


Kayla mulai menyantap makanan yang ada di hadapannya. Entah mengapa dia merasa sangat lapar sehingga dia tidak memperdulikan mertua dan suaminya kini menatap heran ke arahnya.


"Makannya pelan-pelan, Sayang" Raffa mengingatkan istrinya.


"Iya, maaf. Aku lapar," tutur Kayla polos.


Arumi dan Surya tersenyum melihat Kayla mulai bertenaga. Tingkahnya yang polos membuat mereka semakin sayang pada wanita anggun itu.


"Kamu mau nambah lagi?" tawar Raffa pada sang istri.


"Udah kenyang," jawab Kayla sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah makan,mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju kediaman keluarga Bramantyo.


Sesampai di rumah keluarga Bramantyo. Semua anggota keluarga Surya turun dari mobil.


"Assalamu'alaikum," ucap Satya saat berada di teras rumah.

__ADS_1


"Tidak! Jangan Sentuh aku!" terdengar suara teriakan mengamuk di dalam rumah keluarga Bramantyo.


Mereka saling melempar pandangan.


Prang


Tak berselang lama terdengar hempasan sesuatu yang pecah.


Kayla berlari melangkah masuk tanpa memperdulikan kondisinya saat ini.


"Rayna!" pekiknya.


Raffa mengejar Kayla dari belakang.


"Kayla hati-hati!" teriak Raffa ikut berlari mengejar sang istri.


Satya juga berlari masuk ke dalam rumah keluarga Bramantyo, dia menaiki anak tangga mengikuti Kayla dan Raffa yang terlebih dahulu melangkah.


"Maaf, Nyonya, Tuan. Silakan masuk!" ujar Bi Nur pada Arumi dan Surya yang sudah berdiri di depan pintu masuk.


Arumi dan Surya mengangguk.


"Bagaimana keadaan Rayna, Bi?" tanya Arumi pada pembantu rumah tangga keluarga Bramantyo.


"Sejak tadi pagi dia mulai mengamuk, Nyonya," jawab Bi Nur jujur.


"Kami boleh langsung masuk melihat Rayna, Bi?" tanya Arumi meminta izin.


"Silakan, Nyonya," ujar Bi Nur membawa Arumi dan Surya menuju lantai 2.


"Jangan dekati aku! Jangan Sentuh aku!" teriak Rayna histeris.


Bram dan Rita sudah kewalahan menenangkan putrinya yang sedari tadi menghempaskan berbagai barang yang ada di kamarnya.


"Rayna! Hentikan!" teriak Kayla pada adiknya saat dia sudah berada di dalam kamar sang adik.


Rayna berhenti sejenak. Kayla pun melangkah mendekati sang adik.


"Jangan sentuh aku, aku wanita baik-baik!" isak Rayna membuat hati Kayla hancur.


Seketika Kayla mengingat cerita Rayna waktu itu.


Kayla menatap tajam ke arah Satya. Dia marah pada pria yang suah merenggut kesucian adiknya.


Semua orang heran melihat tatapan tajam Kayla ke arah Satya.


bersambung . . .


.


.


.


.


hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπŸ™πŸ™πŸ™


tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa


- like


- komentar


- hadiah


dan

__ADS_1


-vote


terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2