
Si pria itu menodongkan sebilah pisau di leher Raina membuat semua orang yang berada di sana merasa ketakutan.
Dua orang polisi datang sambil menodongkan pistol ke arah si pria tersebut.
"Jangan bergerak!" teriak salah satu polisi tersebut mengancam Si pria.
"Tidak ada satu pun yang boleh mendekat! Kalau tidak gadis ini akan terluka." Si pria itu mengancam balik polisi.
Kelihatannya si pria adalah salah satu buronan yang sedang dikejar oleh polisi tersebut.
Satya sempat panik dengan apa yang terjadi pada Rayna. Namun dia pura-pura tidak menghiraukan apa yang terjadi pada Rayna.
Rayna menatap memohon bantuan ke arah Satya.
Dia berusaha mengamati situasi yang tengah dihadapi oleh Rayna saat ini.
Sesaat Satya melihat sebuah botol minuman di atas kursi yang tidak jauh dari tempat dia berada.
Perlahan Satya melangkah mengambil botol tersebut, posisinya saat ini berada di sisi kanan Si pria, sehingga si pria tidak dapat memperhatikan apa yang dilakukan Satya.
Dengan hati-hati ia mulai mendekati posisi Rayna dan si pria itu.
Saat Satya sudah berada tidak jauh dari posisi mereka, Satya menghempaskan botol minuman itu ke lantai sehingga perhatian semua orang tertuju pada pecahan botol.
Si pria itu mulai lengah, perhatiannya tertuju pada botol yang baru saja dipecahkan oleh Satya.
Sekejap Satya menarik tangan si pria yang memegang pisau lalu mencekalnya hingga pisau tersebut jatuh ke lantai.
Si pria dapat dilumpuhkan oleh Satya, kedua polisi yang tengah bertugas itu pun menghampiri si pria lalu menangkapnya.
"Terima kasih, Tuan," ucap si polisi pada Satya.
"Sama-sama." Satya menghampiri Rayna yang masih ketakutan.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Satya memastikan kondisi Rayna.
Rayna mengangguk.
"Apa yang terjadi?" tanya Kayla pada adiknya yang kini terlihat tengah shock berat.
Raffa dan Kayla yang tadinya terpisah dari Satya dan Rayna karena dia memasuki sebuah toko. Langsung menuju lokasi yang terlihat tengah banyak orang berkerumun di sana.
"Kakak, aku takut," isak Rayna mulai mengadu pada sang kakak saat melihat Kayla sudah berada di dekatnya.
Rayna langsung memeluk tubuh sang kakak.
Raffa menoleh ke arah Satya meminta penjelasan apa yang baru saja terjadi pada adik iparnya.
Akhirnya Satya menjelaskan apa yang baru saja mereka alami dan bersyukur tidak terjadi apa-apa pada Rayna.
"Ya sudah, ayo kita pulang sekarang juga!" ajak Raffa.
Kayla merangkul Rayna yang masih saja takut dengan peristiwa yang baru saja dialaminya.
__ADS_1
"Sudah tidak apa-apa, kamu saat ini sudah aman," ujar Kayla menenangkan Rayna.
Kayla menggandeng Rayna melangkah keluar dari mall.
Mereka langsung masuk ke dalam mobil saat berada di parkiran. Kali ini Raffa memilih duduk di samping Satya.
Raffa memberikan ruang bagi adik iparnya untuk menenangkan dirinya dalam pelukan sang kakak.
"kita langsung pulang saja ke rumah," perintah Rafa kepada Satya.
Satya mengangguk, lalu dia mulai melajukan mobil meninggalkan mall menuju kediaman keluarga Bramantyo.
Sesampai di rumah Raina sudah mulai tenang, mereka langsung masuk ke kamar masing-masing lalu beristirahat.
Keesokan harinya, Kayla dan Rafa sudah bersiap-siap untuk berangkat kembali ke Padang.
"Kakak, sebelum liburan selesai mampir dulu ya di sini," pinta Rayna.
Sejujurnya Raina masih merindukan sang kakak, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena sang kakak saat ini sudah menjadi seorang istri yang harus mengikuti langkah suaminya.
"Iya, Dek. Nanti aku bilang Bang Raffa," ujar Kayla menanggapi permintaan sang adik.
"Yah, aku pamit dulu ya," ujar Kayla pada ayahnya sebelum meninggalkan rumah kediaman Bramantyo.
Setelah selesai berpamitan kepada ayah dan Raina, Kayla dan Rafa pun masuk ke dalam mobil yang mana di sana Satya sudah menunggu mereka.
Mereka memang tidak berpamitan pada Rita karena saat ini Rita tengah dihukum oleh Bram tidak dibolehkan keluar dari kamar.
****
Surya dan istrinya sudah menunggu kedatangan anak dan menantunya di bandara.
Meskipun mereka tahu Rafa dan Kayla pulang bersama Satya, mereka tetap ingin menjemput anak dan menantunya karena Arumi sudah sangat merindukan dua orang tersebut.
"Kayla!" pekik Arumi saat melihat wanita yang berjalan di samping putranya.
Dia berlari menghampiri sang menantu lalu memeluk wanita itu.
"Mama kangen sama kamu, Nak," ujar Arumi.
Kayla membalas pelukan Ibu mertuanya dengan hangat, dia terharu melihat perhatian sang ibu mertua terhadapnya nya.
"Menantunya dipeluk sedangkan anaknya diabaikan," protes Rafa melihat tingkah mamanya yang lebih peduli pada sang istri.
"Biarin," sahut Arumi cuek.
Surya tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Raffa. Dia bahagia karena istrinya sangat menyayangi sang menantu. Dia juga bersyukur setelah melihat putranya menerima wanita yang dijodohkan dengannya.
Terlihat jelas di mata Surya bahwa saat ini Raffa sudah mencintai sang istri.
"Ayo, kita pulang!" ajak Surya.
Satya yang juga berada di sana langsung membawa barang bawaan sepasang suami-istri tersebut menuju mobil Surya yang telah berada di parkiran.
__ADS_1
Mereka semua melangkah menuju parkiran untuk menaiki mobil.
Supir pribadi Surya pun langsung melajukan mobilnya setelah memastikan semua majikan telah berada di dalam mobil tersebut.
Sementara itu Satya mengendarai mobil milik Raffa yang sudah terparkir di parkiran bandara menuju kediaman keluarga Surya.
"Raffa, kmu lihat mama kamu! Dari kemarin dia sudah tidak sabar pengen bertemu dengan Kayla." Surya memulai pembicaraan di dalam mobil.
"Benarkah?" tanya Raffa memastikan.
"Iya, kemarin malah dia sempat ngotot mau jemput kamu ke Bandung," ujar Surya lagi.
"Mama rindunya sama Kayla, bukan putranya." Raffa merajuk.
"Ya iyalah, mama kangennya sama Kayla. Mama mau ngajakin Kayla shopping, nyalon dan berbagai hal yang biasa dilakukan oleh wanita. Kalau sama kamu, palingan kamu cuma bisa antar," jawab Arumi mengungkap alasan kerinduannya pada sang menantu.
"Mama kamu itu dari dulu pengen banget punya anak perempuan, tapi ya belum dikasih rejeki sama Allah, makanya setelah dia mendapatkan menantu dia lebih sayang sama menantunya daripada putranya sendiri." Surya mengungkap alasan Arumi sesungguhnya.
Perjalanan menuju rumah mereka isi dengan obrolan ringan, sehingga mereka tak menyadari mobil sudah terparkir di depan kediaman keluarga Surya.
Mereka turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah.
"Kalian bersih-bersih dulu sana, habis itu kita makan siang bareng," ujar Arumi pada Raffa dan Kayla.
Raffa dan Kayla pun langsung melangkah menuju kamar Raffa. Mereka menaiki anak tangga dengan tangan Raffa setia menggenggam erat tangan sang istri.
Di kamar, Raffa langsung memeluk istrinya.
Kayla memutar bola matanya kaget mendapatkan perlakuan mendadak dari Raffa.
"Sayang, aku ingin mengajukan sebuah permintaan," bisik Raffa pada Kayla.
Bersambung . . .
.
.
.
.
Hai readers, terima kasih sudah membaca karya Authorπππ
Tetaplah dukung Author dengan meninggalkan jejak berupa . . .
- Like
- Komentar
- Hadiah
dan
__ADS_1
-Vote
Terima kasih atas dukungannya πππ