
Di rumah sakit, Hansel tidak bisa berkonsentrasi melaksanakan tugasnya karena sejak tadi pagi dia melihat cincin yang melingkar di jari manis Akifa.
Dia menatap Akifa yang lebih banyak diam tidak seperti biasanya. Usai mereka melaksanakan praktek, Akifa pun langsung keluar dari rumah sakit tanpa mengajak dirinya bicara.
“Akifa,” panggil Hansel.
Dia berlari menghampiri Akifa yang sudah berada di luar rumah sakit. Akifa menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke arah Hansel.
“Akifa, kamu kenapa?” tanya Hansel pada Akifa heran melihat Akifa yang sejak tadi pagi terlihat murung.
“Mhm, aku kurang enak badan,” jawab Akifa berbohong.
Saat ini Akifa sedang bingung harus bagaimana, karena situasinya saat ini dia sudah terikat dnegan Farhan.
“Kamu bohong sama aku,” ujar Hansel tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Akifa.
“Iya, aku hanya kurang enak badan,” lirih Akifa.
“Akifa, aku tahu kamu berbohong padaku. Katakan, apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Hansel memaksa Akifa untuk jujur.
“Mhm, aku sudah bertunangan dengan pria itu,” tutur Akifa.
Akhirnya gadis itu menceritakan apa yang terjadi tadi malam. Dia diajak makan malam oleh keluarganya, tapi ternyata makan malam itu merupakan acara pertunangan yang sudah disiapkan keluarganya dengan pria yang bernama Farhan.
“Apa? Kenapa kamu tidak langsung memberi kabar padaku?” Hansel terlihat kecewa.
Akifa melangkah menuju kursi panjang yang terdapat di depan rumah sakit. Dia duduk disana dan diikuti oleh Hansel yang juga duduk berjarak dnegan gadis itu.
“Aku tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Akifa.
Akifa mulai berbicara dengan Hansel dan kebetulan tempat itu tidak terlalu ramai sehingga mereka dapat membahas privasi mereka.
“Kamu bisa menolak perjodohan ini jika memang kamu tidak menginginkannya,” ujar Hansel.
“Aku ini hanyalah seorang anak yatim piatu yang sudah dibesarkan oleh Bunda Hurry dan Ayah Hendra. Mereka sudah membesarkanku dengan sepenuh hati mereka, dan aku tidak mungkin mempermalukan mereka.” Akifa mulai menangis.
“Apa maksudmu dengan semua ini?” tanya Hansel tidak mengerti.
Akhirnya Akifa pun menceritakan jati dirinya yang sesungguhnya. Dia hanyalah seorang anak yatim piatu yang ditinggal kedua orang tuanya saat masih berumur 3 tahun. Beruntung dia masih memiliki bunda Hurry dan Ayah Hendra yang menyayanginya sama seperti kedua orang tua kandungnya.
“Maaf, aku tidak tahu kalau kamu,--“
“Tidak apa-apa,” ujar Akifa memotong perkataan Hansel.
Selama ini orang yang mengenali Akifa tahu bahwa Akifa adalah anak kandung dari Bunda Hurry dan Ayah Hendra.
__ADS_1
Mereka terdiam sejenak, mereka mulai sibuk dengan pikiran masing-masing.
“Lalu, apakah kamu akan menikah dnegan pria itu?” tanya Hansel setelah beberapa menit kemudian.
Akifa menoleh pada Hansel, dia menatap dalam pada sorot mata penuh cinta yang dilayangkan oleh pria yang dianggapnya sebagai cinta pertamanya.
“Menurutmu, apa yang harus aku lakukan?” tanya Akifa pada Hansel meminta pendapat.
“Sebelum aku menjawabnya, apakah kamu benar-benar mencintaiku?” tanya Hansel memastikan hati Akifa hanya teruntuk padanya.
Akifa mengangguk menjawab pertanyaan Hansel.
“Baiklah, aku akan membawamu pergi sebelum pernikahanmu berlangsung. Kamu mau ikut kan denganku?” tanya Hansel pada Akifa.
“Kamu akan membawaku kabur? Lalu bagaimana dengan masa depan kita?” tanya akifa khawatir dengan masa depannya.
“Kamu tenang saja, setelah pernikahanmu dibatalkan kita bisa kembali melanjutkan kuliah kita. Aku akan bertanggung jawab membiayai kuliahmu nanti setelah kita kabur,” usul Hansel memberi ide.
“Tapi, Hans,” lirih Akifa masih ragu.
“Jika kamu memang mencintaiku, kamu harus berkorban dan memperjuangkan cinta kita,” ujar Hansel membujuk Akifa.
Gadis itu mulai berpikir menimbang ajakan Hansel. Dia masih belum percaya akan sanggup melakukan ajakan Hansel atau tidak.
Akifa terdiam lama.
“Aku akan memikirkannya,” lirih Akifa tak tahu harus menjawab apa.
Di satu sisi Akifa tidak ingin mengecewakan keluarganya, di sisi lain dia tak menginginkan pernikahan dengan pria asing yang baru saja dikenalnya.
“Akifa, kita harus berjuang meraih cinta kita. Tak seharusnya kamu menikah dengan pria yang sama sekali tidak kamu cintai, hal itu akan membuatmu menderita seumur hidupmu,” ujar Hansel terus membujuk Akifa agar menentang keputusan keluarganya.
"Aku akan memikirkannya," lirih Akifa lagi
Saat ini hanya itu yang bisa dikatakannya pada Hansel. Dia sendiri tengah berada dalam keraguan, dia mencoba untuk berserah diri pada Allah.
"Aku pulang dulu," ujar Akifa.
Dia hendak berdiri.
"Kifa, masalah ini harus kita selesaikan," bujuk Hansel.
Dia terus ingin meracuni pikiran gadis polos itu.
"Hans, tolong mengerti posisiku saat ini," pinta Akifa lalu dia pun melangkah meninggalkan Hansel.
__ADS_1
"Lihatlah Kifa, kamu akan menjadi milikmu. Aku akan menghancurkan keluarga Hendra," gumam Hansel di dalam hati.
Dia terus menatap Akifa yang sudah berada di parkiran, dan masuk ke dalam mobilnya.
Hansel pun berdiri dan melangkah menuju sepeda motornya.
Dia pun meninggalkan rumah sakit sambil memikirkan cara agar dia dapat menggagalkan pernikahan Akifa dengan tunangannya.
****
Satu bulan setelah pertunangan Akifa dan Farhan. Hurry masuk ke dalam kamar gadis kecilnya.
"Lagi apa, Sayang?" tanya Hurry menghampiri Akifa yang kini sedang sibuk mengerjakan tugas-tugasnya di meja belajarnya.
Akifa menghentikan kegiatannya, dia menoleh pada Bunda Hurry yang kini sudah berdiri di sampingnya.
"Ada apa, Bun?" tanya Akifa pada sang Bunda.
"Kamu lagi sibuk?" tanya Hurry takut kedatangannya mengganggu pekerjaan putrinya.
"Mhm, hanya mengerjakan tugas, Bun. Ada yang ingin bunda katakan?" tanya Akifa penasaran.
"Mhm," gumam Hurry.
Akifa semakin penasaran lalu dia berdiri dan menggandeng Bunda Hurry menuju tempat tidur.
"Bunda mau ngomong apa?" tanya Akifa pada Bunda Hurry.
"Sayang, kamu tidak suka dengan perjodohan yang telah terjadi antara kamu dan Farhan, tapi asal kamu tahu ini semua sudah menjadi keputusan Ayah Hendra, Alex dan Agung. Mereka semua setuju kamu menikah dengan Farhan daripada pria yang kamu sukai itu," ujar Hurry.
Akifa terdiam sejenak mendengarkan perkataan sang Bunda.
"Bun," lirih Akifa pelan.
"Apakah aku tidak berhak memilih jalan hidupku sendiri?" tanya Akifa mengiba.
Dia masih tidak rela keluarganya mengambil keputusan tanpa persetujuan darinya.
"Sayang, bukannya kamu tidak boleh menentukan pilihanmu, tapi kami sendiri kan dengan Alex. Dia tidak setuju hubunganmu dengan Hansel karena suatu hal, yakinlah itu pasti demi kebaikanmu." Hurry mencoba terus membujuk putri kecilnya.
"Tapi, kenapa Bang Alex tidak mengatakan alasannya. Supaya aku bisa menerima apa yang telah kalian putuskan untuk hidupku," bantah Akifa.
Hurry menghela napasnya panjang. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi cara menyampaikan acara pernikahan Akifa yang sudah di depan mata.
"Sayang, saat ini perbanyaklah shalat tahajud dan istikharah. Jika pernikahanmu berjalan lancar hingga hari H. Itu artinya kamu sudah ditakdirkan hidup dengan Farhan. Tapi, jika terjadi sesuatu hal, mungkin dia bukan jodohmu," ujar Hurry.
__ADS_1
Sejenak Akifa berpikir. Dia harus menyampaikan hal ini pada Hansel agar pria itu bisa menggagalkan pernikahan dirinya dan pria asing itu.
Bersambung...