
Dian kembali menundukkan kepalanya menahan rasa malu.
"Aku mandi duluan, ya," bisik Agung lagi pada sang istri.
Dian mengangguk, setelah itu Agung mengecup puncak kepala sang istri lalu dia berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
Dian semakin tersipu malu mendapat perlakuan manis dari pria yang sudah sah menjadi suaminya.
Dian membuka pakaian yang dikenakannya saat acara tadi. Dia mengganti pakaiannya dengan piyama untuk sementara.
Setelah itu, Dian melangkah mendekati koper milik Agung yang terletak di samping lemari miliknya, Dia mengambil koper itu lalu membukanya untuk mengambil pakaian ganti yang akan dikenakan oleh Agung setelah mandi.
Dian menjadi salah tingkah saat melihat pakaian dalam milik suami, dengan rasa geli dia mengambil pakaian itu lalu digabungkan dengan baju kaos dan celana training agar Agung terlihat lebih santai.
Dian meletakkan pakaian yang sudah disiapkan tersebut di atas tempat tidur.
Sambil menunggu suaminya membersihkan diri, Dian membuka ponselnya melihat berita terkini.
Banyak ucapan selamat yang masuk ke dalam ponselnya, Dian mengabaikan pesan-pesan itu.
Dian tertarik pada pesan grup, di sana Lisa memposting foto Gita dan Nick yang tak sengaja berpapasan, mereka berdua terlihat canggung dengan situasi mereka.
Lisa π Calon pasangan berikutnya πππ
Gita π Ampun, kamu dapat dari mana, Lis?
Lisa π Ada deh.
Kayla π Amazing, sweet banget.π€©π€©π€©
Gita π Kamu ikut-ikutan ngeledekin aku, Kay.π€π€π€
Kayla π Enggak, Git. Aku suka πππ
Lisa π Eh, Dian nggak hadir nih.
Jangan-jangan dia belah duren lagi.
Gita π Belah duren? Dapat di mana durennya, Lis?
Kayla π Hahaha
"Ehem." Agung sudah berada di hadapan Dian dengan mengenakan handuk di bawah pinggang.
Pria tampan pemilik brewok tipis itu memamerkan keindahan postur tubuhnya yang sangat sempurna.
Perut kotak-kotak bagaikan roti sobek dengan di bagian dadanya terdapat bulu lebat yang semakin menambah pesona di tubuhnya.
"Astaghfirullah," pekik Dian kaget.
Dian menutup wajahnya, dia takut dosa melihat kesempurnaan ciptaan Tuhan yang dimiliki oleh sang suami.
Agung tersenyum melihat ekspresi Dian yang benar-benar polos. Matanya tak pernah melihat hal-hal seperti yang kini ada di hadapannya.
__ADS_1
Jantung berdegup semakin kencang, dia tak lagi bisa menahan rasa gugup yang ada di jiwanya.
"Sayang," lirih Agung.
Perlahan Dian membuka wajahnya yang ditutup dengan tangannya.
"Ka-kamu mengagetkan aku," lirih Dian malu.
Lagi-lagi Dian menundukkan kepalanya, dia masih malu jika berdua dengan sang suami.
"Sedari tadi aku memanggilmu, tapi kamu sibuk dengan ponselmu," ujar Agung.
"Hah? Benarkah?" tanya Dian pelan.
"Iya, Sayang." Agung melihat pakaiannya sudah tersedia di atas tempat tidur.
"Ini pakaian untukku?" tanya Agung.
"I-iya," jawab Dian.
Dian mengambil pakaian tersebut lalu menyodorkannya pada sang suami masih dengan wajah tertunduk.
Agung memakai satu persatu pakaiannya di hadapan Dian, membuat Dian semakin salah tingkah.
Agung sengaja melakukan hal itu karena wajah merona istrinya membuat dia berkali-kali jatuh cinta.
"Aku mandi dulu," ujar Dian.
Dia. sudah tak sanggup melihat keindahan tubuh sang suami.
Agung terus menatap sang istri yang akhirnya menghilang di balik pintu kamar mandi.
Agung tersenyum melihat tingkah Dian yang super pemalu. Rasanya dia bahagia mendapatkan istri seperti Dian.
"Alhamdulillah, Ya Allah. Engkau telah menghadirkan Dian sebagai istri hamba," lirih Agung.
Malam ini, Agung dan Dian sengaja menginap di rumah Dian, sementara itu keluarga besar yang lainnya kembali ke kediaman Bramantyo.
Mereka akan berangkat dari kediaman keluarga Bramantyo menuju Bandara esok hari.
****
Di Padang.
Semua keluarga besar, Hendra dan Hidayat sudah berada di kota Padang.
Mereka akan melaksanakan acara prosesi pernikahan Alex dan Irene.
Semua keluarga Dian dan teman-teman Kayla menginap di rumah besar kediaman Surya.
Surya sengaja memfasilitasi segala hal berkaitan dengan pernikahan Alex dan Agung karena dia ingin membahagiakan menantunya.
Setelah makan malam, Satya minta izin pada Arumi dan Surya untuk membawa Rayna menginap di rumahnya.
__ADS_1
"Ma, Pa. Aku minta izin bawa Rayna ke rumah, ya. Kelihatannya dia sedang kurang fit. Mungkin dia butuh istirahat yang cukup. Rentetan acara yang diselenggarakan mungkin membuat dia lelah dan capek," ujar Satya menemui Arumi dan Surya di ruang keluarga.
"Rayna sakit, Sayang?" tanya Arumi pada Rayna yang berdiri di samping Satya.
"Enggak, Ma. Cuma bawaannya pusing dan lemas. Aku sudah bilang sama Mas Satya untuk tetap menginap di sini bersama yang lainnya, tapi Mas Satya khawatir ada apa-apa denganku. Jadi, supaya aku bisa ikut acara yang akan dilaksanakan Mas Satya mengajak tidur di rumah," jawab Rayna.
"Ya udah, kalau gitu. Kalau memang kamu enggak kuat lagi, kamu ajak Satya ke rumah sakit, ya." Arumi menasehati menantunya dengan penuh perhatian.
Bagi Arumi, Kayla dan Rayna adalah menantu di rumahnya. Kasih sayang yang diberikannya tetap sama.
"Iya, Ma. Maafkan kami tidak bisa ikut bergabung malam ini," ujar Rayna.
"Enggak apa-apa, Yan penting besok kamu bisa ikut di acara akad nikah Alex dan Irene," ujar Arumi.
"Iya, Ma. Kami pamit dulu," ujar Satya
Satya dan Rayna menyalami kedua orang tua Raffa. Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Surya.
Setelah itu semua keluarga Hidayat dan Surya mulai bercengkrama di ruang keluarga.
Mereka saling bercakap-cakap agar mereka saling mengenal satu dan yang lainnya.
Agung duduk di samping Dian, terlihat jelas pria pemilik brewok tipis itu tak kunjung melepaskan tangan sang istri sedangkan Raffa dan Kayla duduk tak jauh dari kedua pengantin baru tersebut.
Raffa selalu melingkarkan tangannya di pinggang sang istri . Seolah dia selalu bersiap menjadi suami siaga dan ayah siaga untuk istri dan calon buah hatinya.
Gita dan Lisa ikut bergabung dengan keluarga lainnya.
Mereka ikut mengobrol tanpa memandang status mereka yang hanya teman Kayla dan Raffa di rumah besar milik Surya.
Tak ketinggalan Nick juga ikut bergabung di sana, dia yang berada di tempat yang berseberangan dengan Gita membuat dirinya dengan mudah mencuri-curi pandang pada gadis pujaan hatinya..
"Git, lihat deh itu si Babang Nick selalu mencuri pandang sama kamu," ujar Lisa yang sedari tadi memperhatikan gelagat Nick.
Matanya tak luput dari wajah cantik dan polos yang dimiliki oleh wanita yang bernama Gita.
"Ah, kamu apaan sih, Lis. Kenapa ngeliatin Nick terus?" ujar Gita berbisik-bisik agar tidak ada yang mengetahui.
"Iseng aja Git, gue senang liat semua orang di sini bahagia. Tak sengaja aku melihat Babang Nick juga bahagia melirik pujaan hatinya yang juga ada di sini," jelas Lisa.
"Semua orang sudah ada pasangannya, lha nasib aku masih menjomblo, hehe," lirih Lisa sambil tertawa.
Bersambung...
Hai readers yang baik hati πππ
Author mau ucapkan Mohon maaf lahir bathin minal Aidin walfaizin...
Semoga amal ibadah selama bulan Ramadhan di terima oleh Allah.
Author juga mau ucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya pada para Readers yang baik hati yang selalu memberikan support buat Author untuk terus berkarya.
πππSelamat hari Raya idul Fitri 1443 H...πππ
__ADS_1
Minal Aidin walfaizin πππ