Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 180


__ADS_3

Semua mata tertuju pada asal suara, seorang pria yang berumur 40-an di dampingi oleh dua orang wanita yang jauh lebih dewasa dari Irene telah berada di ambang pintu masuk rumah Wisnu.


"Pernikahan ini tidak bisa dilaksanakan!" teriak pria itu.


Wisnu berdiri lalu menghampiri rekan bisnisnya yang akan dijodohkan dengan putri tunggalnya.


Hurry dan Hendra saling berpandangan, mereka merasa khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


"Maafkan saya, Sultan!" ujar Wisnu.


"Kamu sudah berjanji akan menikahkan putrimu dengan aku," ujar pria yang bernama Sultan dengan penuh amarah.


Dia melangkah masuk ke dalam rumah mendekati Irene. Dia hendak menarik tangan Irene tapi Alex langsung menahan tangan pria yang tidak tahu sopan santun itu.


Sultan menatap Alex tajam, seolah pria itu akan membunuh Alex. Dengan berani Alex menghempaskan tangan pria sudah kepala empat itu.


Seketika suasana yang awalnya hangat kini mencekam dan menegangkan.


"Jangan pernah kau sentuh calon istriku!" bentak Alex dengan tatapan tak kalah tajam dari Sultan.


"Kau tidak tahu berurusan dengan siapa?" bentak Sultan.


"Aku tidak peduli, yang jelas bagiku saat ini aku adalah pria yang diinginkan oleh Irene," ujar Alex dengan tegas.


"Dasar anak ingusan!" bentak Sultan bersiap hendak memukul Alex.


Seorang Alex yang merupakan atlet beladiri, langsung mengelak pukulan itu lalu memukul si pria dengan bertubi-tubi.


"Alex, hentikan!" teriak Hurry yang melihat situasi sudah tidak kondusif.


Seketika Alex menghentikan pukulannya saat mendengar teriakan sang Bunda.


Sultan sudah terkapar di lantai, dua orang istrinya mendekati sang pria itu, lalu membantu sang suami berdiri.


Sedangkan Wisnu hanya berdiri bingung dia tidak tahu apa yang. harus dilakukan.


"Wisnu, aku pastikan perusahaan kamu akan hancur!" ancam Sultan pada Wisnu.


"Tolong, Sultan jangan lakukan hal itu!" Wisnu memohon sambil mengatupkan kedua telapak tangannya.


Surya melihat semua yang dilakukan oleh Wisnu, dia tak menyangka Wisnu berubah sepicik itu.


Surya tersenyum remeh ke arah Wisnu, saat ini Wisnu bukanlah orang yang bisa dijadikan panutan. Dia tak menyangka teman lamanya itu bisa berubah seperti ini.

__ADS_1


Pria berumur dengan wajah tampan yang tidak pernah memudar itu langsung berdiri dengan bijaksananya.


"Hei, bisakah kau menghentikan semua ini?" tanya Surya datar.


Dia menatap tajam ke arah pria beristri dua itu.


Sultan melihat Surya, dia kaget mendapati Surya juga berada di sana.


"Tu-tuan Surya, apa yang kau lakukan di sini," tanya Sultan pada rekan bisnisnya yang juga memiliki saham terbesar di perusahaan milik Sultan.


"Acara ini, adalah acara pernikahan adik dari menantu kesayanganku. Kamu mau pergi dari sini atau,--" Surya sengaja menggantung ucapannya.


"Ba-baik, Tuan," lirih Sultan.


Pria itu pun menarik kedua istrinya keluar dari rumah kediaman keluarga Wisnu.


Semua orang di sana hanya terdiam melihat ekspresi wajah Sultan yang pucat pasi saat Surya sudah menyelesaikan permasalahan yang dibuat oleh Sultan.


Para tamu dan keluarga besar pun menyadari bahwa Surya merupakan orang yang sangat berpengaruh di kota Padang.


Mereka mulai kagum dengan sosok mertua Kayla.


"Seandainya dulu, aku menyuruh Rayna menggantikan posisi Irene. Pasti aku sudah menjadi orang yang paling beruntung," gumam Rita di dalam hati.


"Alhamdulillah, ada mertua Kayla, anak itu sudah banyak menderita semenjak kecil. Keikhlasannya menggantikan Irene sebagai pengantin wanita di saat Irene kabur, kini sudah berbuah manis. Sang suami yang sangat menyayanginya, dan mertuanya juga sangat menyayanginya," gumam Lina di dalam hati.


Setelah Sultan dan kedua istrinya tak lagi berada di rumah kediaman keluarga Wisnu. Acara akad nikah pun langsung dimulai.


"Lanjutkan acaranya Pak Penghulu!" perintah Surya.


"Baik," sahut Pak Penghulu.


"Baiklah semua tamu undangan, kami minta maaf dengan apa yang sudah terjadi, sekarang kita akan melanjutkan acara kita," ujar Pak Penghulu memenangkan para tamu undangan yang masih berbisik bisik membicarakan masalah yang baru saja terjadi.


Penghulu menuntun Wisnu untuk melaksanakan prosesi akad nikah.


"Saya nikahkan putriku yang bernama Irene Saskia binti Wisnu dengan mahar satu set perhiasan senilai 50 juta dan seperangkat alat shalat dibayar tunai," ucap Wisnu dengan tegas dan lantang.


"Saya terima nikahnya Irene Saskia binti Wisnu dengan mahar tersebut dibayar tunai," jawab Alex dengan tegas.


"Bagaimana saksi?" tanya sang penghulu pada saksi.


"Sah!" seru Saksi menyambut pertanyaan sang penghulu.

__ADS_1


"Alhamdulillah," ucap para tamu yang berada di sana.


Penghulu pun mulai memimpin membacakan do'a keberkahan untuk kedua mempelai.


Setelah kedua pengantin dinyatakan sah sebagai pasangan suami istri, Alex pun dituntun untuk menyerahkan mahar kepada mempelai wanita.


Dengan rasa syukur dan senyuman penuh makna Irene menerima mahar yang diberikan oleh kekasihnya yang kini sudah sah menjadi suaminya.


Setelah melalui perjalanan yang berliku menjalin kasih dalam ikatan pacaran, sekarang Allah menyatukan mereka dalam ikatan suci yang dinamakan sebuah pernikahan.


Semua orang di sana ikut berbahagia dengan kebahagiaan yang dirasakan oleh kedua mempelai, mereka mengabadikan kebahagiaan mereka dengan mengambil berbagai pose berfoto bersama seluruh keluarga besar.


Para tamu undangan dipersilakan untuk menikmati hidangan yang telah disediakan oleh tuan rumah.


Usai acara pernikahan, mereka pun bersiap-siap untuk mengadakan acara resepsi pernikahan yang akan dilaksanakan esok hari di sebuah gedung di kota Padang.


Pukul 09.30 pagi, kedua pasangan pengantin sudah duduk di singgasana mereka di sebuah gedung yang sudah disulap menjadi tempat pesta pernikahan yang sangat mewah


Hurry dan Hendra sebagai orang tua Agung dan Alex tidak menyangka akan mendapatkan nikmat seperti yang mereka rasakan saat ini.


Resepsi pernikahan yang tergolong sangat mewah untuk kedua putranya diberikan cuma-cuma oleh mertua dari putri mereka.


Keikhlasan dan kebaikan Hurry dan Hendra dalam membesarkan adik-adik Kayla dibalas Allah melalui kebaikan Surya pada mereka.


Semua keluarga besar Hurry dan Hendra ikut bahagia dengan apa yang kini dirasakan oleh Hurry dan Hendra.


Saat semua orang sibuk menyambut tamu undangan, Raffa dan Kayla memilih untuk duduk di sebuah kursi yang terdapat di depan panggung pelaminan.


Raffa dan Kayla terlihat asyik dan menikmati acara pernikahan dengan ditemani dendang lagu dari artis Minang yang hadir untuk menghibur.


Rayna dan Satya mereka ikut menyambut kedatangan tamu dari keluarga jauh keluarga Lina dan Rita.


"Bang, kamu coba lihat Rayna," ujar Kayla yang duduk tepat di samping Raffa.


Dia melihat sesuatu yang tidak wajar pada adiknya itu.


"Kenapa?" tanya Raffa bingung.


Raffa pun ikut menatap ke arah Rayna yang berada di samping Satya.


Tiba-tiba.


"Rayna!" pekik Kayla cemas.

__ADS_1


__ADS_2