
4 tahun kemudian.
“Raja, jangan lari-lari! Ayo makan dulu!” teriak Mak Ijah memanggil si sulung.
Raju dan Ratu sedang asyik menikmati makanannya di meja makan mereka masing-masing sambil bermain.
Terkadang Raju melemparkan nasi ke arah Ratu menjahili si bungsu.
“Ma, Bang Raju,” sungut Ratu mengadu pada Kayla yang sesekali menyuapi putra dan putrinya secara bergantian.
Raja memang hobi makan berlarian, sehingga Mak Ijah kewalahan menyuapi si sulung itu. Sejak Kayla pindah ke Padang. Dia meminta Mak Ijah untuk ikut bersamanya, kebetulan Irene tidak keberatan jika Mak Ijah ikut dengan Kayla karena Irene ingin belajar menjadi istri yang baik meskipun dia kuliah.
Hingga saat ini, Irene dan Alex belum dikaruniai anak sehingga Irene dapat menyelesaikan kuliah mereka masing-masing tepat pada waktunya walaupun taka da Mak Ijah bersama mereka.
“Raju, tidak boleh nakal, Sayang.” Arumi menggelengkan kepalanya menunjukkan sebuah larangan pada cucunya.
“Adek Ratu itu, kan saudara Raju. Mana boleh dijahili,” lirih Kayla dengan senyuman mengajari putra keduanya.
“Raja! Kenapa makannya lari-lari, Sayang.” Raffa menangkap tubuh mungil putra sulungnya.
Dia baru saja datang, setiap waktu makan siang Raffa memilih pulang ke rumah untuk menikmati masakan sang istri.
Kayla dan Raffa memilih tinggal di rumah kedua orang tua Raffa, mengabulkan permintaan mama Arumi agar mereka tidak kesepian.
Arumi sangat senang menemani Kayla dan Mak Ijah mengasuh 3R yang super aktif, hidupnya kini semakin berwarna dengan hadirnya menantu dan cucu-cucunya.
Raffa masih aktif menjadi motivator sambil membantu Surya dalam menjalani bisnisnya.
Raffa melangkah menghampiri Raju dan Ratu yang masih asyik makan. Beberapa makanan mereka berserakan di lantai, Raffa tersenyum melihat putra dan putrinya yang tumbuh semakin besar.
Anak Papa lagi makan?" ujar Raffa saat menghampiri mereka.
"Papa," panggil Raju dan Ratu riang saat melihat sosok Raffa.
Raffa mendudukkan Raja di meja makannya yang berada di samping Raju.
"Oke, papa mau lihat siapa anak papa yang paling kuat makan," ujar Raffa mengambil piring makanan Raja dari tangan Mak Ijah.
"Aku, Pa. Aku juara," seru Raju.
"Aku menang," seru Ratu tidak mau kalah.
"Aku, aku yang juara."Raja juga tidak mau kalah.
"Oke, siapa yang habis duluan tidur siangnya bareng papa," ujar Raffa memberi semangat pada putra-putrinya.
__ADS_1
3R pun mulai melahap makanan mereka, saat ini mereka berpacu untuk menghabiskan makanannya masing-masing.
Begitulah cara Raffa mengakali agar putra-putrinya mau makan dengan semangat dan menghabiskan makanan mereka tanpa ada sisa.
Arumi dan Kayla tersenyum melihat cara Raffa yang selalu punya ide dalam mendidik 3R.
“Aku menang!” teriak Raju sambil memamerkan piringnya sudah kosong.
“Aku juga menang!” sahut Raja tak mau kalah.
“Hebat jagoanj ayah!” sahut Raffa penuh semangat.
Dia merentangkan tangannya meminta kedua putranya datang ke dalam pelukannya.
“Anak ayah hebat!” puji Raffa pada kedua putranya.
Mata Raffa tertuju pada sang Putri yang menunduk, makanannya masih tinggal sedikit lagi.
“Princes papa? Ayo sedikit lagi biar Princes papa ikut juara,” bujuk Raffa menghibur Ratu yang awalnya bersedih dan enggan untuk menghabiskan makanannya.
Akhirnya Ratu kembali melanjutkan makannya hingga habis.
“Hore princes kita sudah menghabiskan makanannya, Princes menang!” teriak Raffa.
Raffa menuntun kedua putranya untuk merentangkan tangannya, dan meminta Ratu berlari menghampiri mereka bertiga.
Arumi, Kayla dan Mak Ijah menatap haru pada kebahagian Raffa dan 3R. Senyum mereka membuat rumah menjadi penuh warna kebahagiaan.
“Oke, papa juga lapar. Papa boleh makan dulu?” tanya Raffa meminta izin pada 3R.
“Siap, Papa,” seru 3R riang.
“Yuk, kita main di kamar!” ajak Mak Ijah pada tiga malaikat kecil yang sangat lucu.
Mak Ijah menggiring 3R menuju kamar mereka untuk bermain. Kayla menghampiri Raffa.
“Yuk, kita makan,” ajak Kayla.
Arumi terlebih dahulu melangkah menuju dapur.
Kayla dan Raffa pun ikut melangkah menuju ruang makan. Di ruang makan, Kayla membantu Arumi menyiapkan makan siang.
“Papa enggak pulang, Fa?” tanya Arumi pada putranya.
“Papa ada meeting di luar, Ma,” jawab Raffa.
__ADS_1
“Oh, ya udah, yuk kita makan. Kamu juga sudah janji mau ajak 3R tidur siang, nanti malah terlambat ke kantor,” ujar Arumi.
Raffa mengangguk, dia menunggu Kayla mengambilkan makanannya. Lalu menikmati menu makan siangnya dengan lahap.
“Ma, minggu depan kita semua akan berangkat ke Jakart,” ujar Raffa membuka pembicaraan setelah mereka selesai menikmati makn siang.
“Kenapa mendadak, Sayang?” tanya Kayla.
Mereka memang sudah lama tidak ke Jakarta, terakhir mereka ke Jakarta saat Kayla wisuda.
“Iya, Nick dan Gita akan menikah,” ujar Raffa memberitahu kabar gembira.
“Apa? Gita enggak kasih kabar ke aku?” ujar Kayla kaget.
“Mungkin dia masih sibuk kuliah,” ujar Raffa.
“Dian ikut, Bang?” tanya Kayla penasaran.
Dia juga sudah lama tak berjumpa dengan Dian walaupun mereka berada di kota yang sama.
“Rencananya gitu, papa udah sewa jet pribadi buat kita berangkat minggu depan,” ujara Raffa lagi.
“Kamu serius, Bang? Ayah sama Bunda juga ikut?” tanya Kayla berharap kedua orang tuanya juga ikut.
“Iya, sekalian, Bunda dan Ayah kangen sama Alita,” jawab Raffa.
“Pasti bakal seru kan, Ma?” ujar Kayla sangat antusias.
Arumi mengangguk, kebahagiaan putra dan menantunya merupakan kebahagian di dalam dirinya.
Setelah makan siang, mereka masuk ke dalam kamar masing-masing.Raffa dan Kayla menunaikan shalat dzuhur terlebih dahulu sebelum mereka beralih ke kamar 3R untuk menidurkan mereka.
“Kita langsung ke kamar 3R saja, kali ya>” ujar Raffa setelah menyelesaikan shalatnya.
Dia yang sudah berganti pakaian santai langsung melangkah menuju kamar 3R diikuti oleh Kayla dari belakang.
Kayla dan Raffa pun menidurkan buah cinta mereka, hingga mereka terlelap di dalam dekapan Raffa. Setelah memastikan mereka benar-benar tertidur dengan pulas, Raffa pun melepaskan pelukan itu secara perlahan.
Raffa pun kembali bersiap-siap untuk kembali ke kantormya karena masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan.
Hari minggu pun tiba, semua keluarga sudah siap untuk berangkat ke Jakarta. Kayla dan Raffa sudah terbiasa membawa ketiga buah hatinya melakukan perjalanan jauh, jadi dia tidak lagi kewalahan menghadapi berbagai masalah yang terjadi pada ketiga buah hati mereka nantinya saat berada dalam perjalanan.
Sesampai di Jakarta mereka langsung menuju hotel tempat acara pernikahan Nick dan Gita akan diadakan.
Acara akad nikah dan resepsi pernikahannya akan dilaksanakan di sebuah hotel bintang lima yang ada di Jakarta.
__ADS_1
Bersambung...