
Saat sampai di hotel, semua orang sudah berada di dalam kamar masing-masing. Raffa dan Kayla satu kamar dengan ketiga buah hati mereka.
“Sayang,” lirih Raffa memanggil istrinya yang kini berbaring di samping Raja.
“Mhm,” gumam Kayla.
“Aku bersyukur bisa memiliki kalian,” ujar Raffa mengungkap perasaannya yang tak pernah hilang sejak istrinya memberikan kebahagiaan tak terkira dengan hadirnya 3R.
Kayla tersenyum, dia menatap dalam pada wajah tampan suaminya yang terlihat semakin berwibawa.
“Aku lebih bersyukur ditakdirkan Tuhan bisa berjodoh dengan pria tampan dan sholeh,” ujar Kayla sembari menatap satu persatu buah hatinya yang kini sudah terlelap di antara mereka.
“Alhamdulillah,” lirih Raffa.
“Mhm, aku kasihan sama Lisa.” Tiba-tiba Kayla teringat pada sahabatnya.
“Oh iya, aku sampai lupa dnegan Lisa. Apa kegiatannya saatini?” tanya Raffa.
Kayla bangkit dari posisi berbaringnya, lalu dia berpindah ke atas sofa yang ada di kamar tersebut. Raffa mengikuti langkah sang istri dan kini mereka duduk bersampingan, Kayla merbahkan tubuhnya di dada bidang sang suami merasakan kehangatan tubuh pria yang sangat dicintainya.
“Sejak dia mengetahui Reza sudah menikah, sedikitpun dia tak pernah dekat dengan pria mana pun, dia lebih fokus meniti kariernya. Kini dia sudah menjadi asisten dosen di Universitas Al-azhar,” ujar Kayla menceritakan tentang sahabatnya saat ini.
“Mhm, saat ini aku tidak memiliki teman yang cocok untuknya. Seandainya ada kita bisa comblangkan,” ujar Raffa.
“Entahlah,” lirih Kayla.
Raffa dapat menangkap kesedihan yang mendalam di raut wajah sang istri, dia sangat memahami bagaimana sifat istrinya. Selagi masih ada orang-orang di sekelilingnya bersedih, maka dia akan ikut sedih.
Ingin rasanya Raffa berbuat sesuatu untuk Lisa tapi apa boleh buat, dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Malam semakin larut hingga akhirnya sepasang suami istri itu larut dalam balutan kehangatan cinta yang tak akan pernah habisnya.
Keesokan harinya, Raffa dan Kayla bangun lebih awal, setelah selesai melaksanakan shalat subuh, Kayla memandikan 3R secara bergantian, tentunya tak nluput dengan bantuan Raffa.
Kayla memang lebih membiasakan dirinya mengurusi ketiga buah hatinya selagi dia sanggup melakukannya, dia akan meminta bantuan Mak Ijah atau mama mertuanya jika benar-benar sudah kewalahan mengurusi mereka.
Saat waktu sarapan tiba, Raffa menggendong Ratu keluar dari kamar, sedangkan Raja dan Raju dibimbing oleh Kayla.
Mereka melangkah turun menuju lantai satu yang di sana terdapat resto. Mereka akan menikmati sarapan pagi di resto tersebut.
__ADS_1
“Oma!”
“Nenek!” teriak Raja dan Raju memanggil Arumi dan Hurry saat mereka sudah berada di dalam resto.
Semua keluarga sudah menunggu mereka.
“Kenapa lama?” tanya Arumi pada Kayla.
“Tadi Ratu rewel sedikit, Ma,” jawab Kayla.
“Mhm, mama kan sudah bilang kalau kamu kesusahan bisa panggil mama atau Bunda,” ujar Arumi.
“Enggak apa-apa, Ma,” ujar Kayla.
“Ya udah, kita sarapan dulu. Sebentar lagi keluarga pengantin akan datang,” ajak Surya.
Mereka mengangguk, lalu menikmati sarapan pagi mereka dengan lahap.
Setelah selesai sarapan, Kayla dan Dian meminta izin menuju kamar Gita yang baru saja memberi kabar kalau dia sudah berada di hotel dan kini sedang bersiap-siap di kamarnya.
3R di bawa oleh Arumi, Hurry dan Mak Ijah ke taman. Hurry dan Arumi sengaja memberi ruang pada Kayla untuk bertemu dnegan teman-temannya.
Di tempat lain, Raffa, Agung, Nick dan Reza masih duduk di bangku yang ada di resti sambil menikmati secangkir kopi.
Nick masih menyempatkan untuk bercengkrama dengan sahabat-sahabatnya untuk mengusir rasa groginya.
“Alhamdulillah, di resort lagi enggak terlalu sibuk,” ujar Reza tersenyum.
Reza baru saja datang pagi ini.
“Lho, Za. Istri lu mana? Sudah 4 tahun kita tidak bertemu, belum pernah kenal sama istri lu,” ujar Agung mulai membahas keberadaan istri Reza.
Reza terdiam, dia tampak sedih.
“Mhm, gue sudah cerai,” lirih Reza pada teman-temannya.
“Hah? Kok bisa?” tanya Raffa mulai penasaran.
“Ya, begitu. Namanya juga pernikahan yang dijodohkan, terkadang ada yang langgeng da nada juga yang tidak berakhir dengan perceraian,” ujar Reza.
__ADS_1
“Jadi kamu menikah waktu itu karena dijodohkan?” tanya Nick ikut penasaran.
“Iya, sejak awal gue memang tidak menyukai wanita itu, tapi kedua orang tua gue tetap memaksa untuk menikahi wanita itu,” ujar Reza mulai mengungkap takdir hidup yang dijalaninya beberapa tahun ini.
“Lalu alasan kamu bercerai?” tanya Agung.
Saat ini Reza bagaikan sedang diwawancarai oleh ketiga temannya.
“Dia selingkuh, bahkan saat aku bercerai dengannya. Dia bebas masa iddah,” ungkap Reza jujur.
Reza mulai mencurahkan penderitaan yang selama ini ditanggungnya seorang diri, entah mengapa saat ini dia ingin bercerita pada teman-temannya itu.
Dua bulan pernikahan Reza dan Gisella berlangsung, Selama itu Gisella tidak ingin disentuh oleh Reza, padahal sebelum menikah Gisella selalu mengejar-ngejar dirinya bahkan Gisella rela menggunakan hijab agar Reza tetap mau menikah dengannya.
Setiap hari Gisella keluar rumah tanpa meminta izin pada Reza, dan suatu hari Reza mendapati Gisella yang saat berangkat dari rumah mengenakan hijab. Namun, dia mendapati istrinya tengah bergandengan dengan pria lain tanpa mengenakan hijab.
Reza merekam kejadian tersebut lalu melaporkan perbuatan istrinya pada kedua orang tuanya. PAdahal Reza sudah berniat untuk mencoba membina rumah tangga dengan Gisella. Rasa kecewa dengan perlakuan Gisella terhadap dirinya membuat Reza murka dan langsung mengucapkan talak 3 pada wanita itu.
Semua teman-teman Reza mengangguk paham dengan apa yang diceritakan oleh Reza, mereka dapat menari keismpulan bahwa saat ini Reza sudah berstatus sebagai duda namun masih perj**a.
Raffa tersenyum, dia mulai memikirkan sbeuah ide untuk menjodohkan Lisa dengan Reza berhubung saat ini Lisa belum menikah dan belum menemukan tambatan hati.
“Lalu bagaimana hubunganmu dnegan Lisa saat ini,” tanya Nick terus terang.
“Sejak aku menikah hingga saat ini, kami tidak pernah lagi berkomunikasi, walaupun saat itu Lisa sempat mengirimiku sebuah pesan singkat,” tutur Reza.
“Setiap manusia diberi takdir yang berbeda-beda oleh sang maha Kuasa, kita sebagai hamba hanya bisa menjalaninya smebari terus berusaha agar takdir kita menjadi lebih baik,” ujar Raffa.
“Iya, benar. Gue setuju dnegan Raffa. Kenapa lu enggak berusaha untuk mendekati Lisa lagi?” tanya Agung terus terang.
“Entahlah, untuk saat ini mungkin sendiri lebih baik buat gue,” ujar Reza.
Reza masih terluka dengan perubahan sikap Lisa, dia ingin Lisa yang mengungkap alasan dia menjauhi dirinya secara langsung, tapi itu tidak pernah dilakukan oleh Llisa.
Setelah mengobrol panjang, tanpa mereka sadari jarum jam sudah menunjuk ke angka 9, itu artinya Nick juga harus bersiap-siap untuk melaksanakan akad nikah.
Mereka pun bubar sejenak, Raffa kembali ke kamarnya begitu juga dnegan Agung. Mereka bersiap-siap untuk menyaksikan hari penting sahabat mereka.
“Gue, tunggu di sini saja,” ujar Reza saat teman-temannya pamit bubar.
__ADS_1
Setelah semua teman-temannya tak lagi di sana, mata Reza menangkap sosok wanita yang baru saja melintasi resto.
Bersambung…