Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 133


__ADS_3

"Apa?" tanya Raffa bingung.


"Aku melupakan keberadaan Bunda," jawab Kayla.


"Aku ke luar dulu ya, Bang. Bunda pasti sedih," ujar Kayla minta izin pada sang suami.


"Oh, ya udah. Bunda Hurry di kamar Fitri," ujar Raffa memberitahukan keberadaan bunda Hurry.


"Aku ke sana dulu ya, Bang," ujar Kayla.


Raffa mengangguk setuju. Dia membiarkan Kayla keluar untuk menemui sang ibu mertua.


Tok tok tok, Kayla mengetuk pintu kamar Fitri.


"Masuk!" seru Hurry dari dalam kamar.


Kayla membuka pintu dan dia pun masuk ke dalam kamar tersebut.


Kayla melangkah mendekati tempat tidur, yang mana disana Hurry tengah duduk bersandar di sandaran tempat tidur.


"Kayla," lirih Hurry.


Kayla langsung memeluk tubuh Sang Bunda, dia melepaskan rasa rindunya pada wanita yang sangat disayanginya.


"Bun, maafkan Kayla. "Sikap Kayla tadi sudah membuat Bunda bersedih," ujar Kayla merasa bersalah pada bundanya.


"Tidak apa-apa, Sayang. Bunda memahami apa yang saat ini kamu jalani, seorang wanita yang tengah berbadan dua emosinya tidak stabil dan mudah untuk marah, bunda kan juga pernah mengalami masa-masa ini," ujar Hurry sambil tersenyum.


"Makasih ya, Bun," ucap Kayla merangkul bundanya dengan manja.


Akhirnya dua wanita beda usia itu pun saling melepas rindu.


"Sayang, udah sore. Kamu mau makan apa untuk makan malam? Biar bunda masakin," ujar Hurry menawarkan diri.


"Bunda, engga usah repot-repot, ya. Kami di sini jarang masak, Bun. Biasanya kami pesan makanan dari kafe," ujar Kayla menolak tawaran Bunda.


"Tapi, Bunda mau masakin makanan yang kamu sukai," ujar Hurry.


"Bunda kan baru saja sampai, bunda pasti capek. kalau Bunda mau masakin buat aku, lebih baik besok saja kita belanja terlebih dahulu, kebetulan besok aku tidak ada mata kuliah," ujar Kayla.


"Ya sudah, kalau begitu." Hurry pun setuju dengan ucapan sang putri.


Keyla sangat senang dengan kedatangan Hurry, mereka menghabiskan waktu bersama dengan mengobrol dan bercerita sehingga mereka tidak menyadari waktu yang terus berlalu.


1 minggu sudah Hurry berada di Jakarta.Dia senang bergaul dengan Rayna dan Fitri. kebersamaan terus mereka lewati dengan ceria.


Sehari menjelang Bunda Hurry hendak pulang ke Padang, Agung datang ke Jakarta untuk menjemput ibunya.


Berhubung Bunda akan pulang, Kayla mengajak ketiga sahabatnya datang ke rumah untuk ikut senang-senang bersama dirinya dan sang Bunda.


"Kayla beruntung punya Bunda sebaik Bunda Hurry," puji Gita di sela-sela perbincangan mereka.


"Bunda juga beruntung memiliki Putri seperti Kayla," ujar Hurry menyambut pujian dari salah satu sahabatnya.


Tok tok tok, terdengar suara pintu rumah diketuk seseorang.


Kayla berdiri dari duduknya untuk melihat tamu yang datang.


"Bang Agung," pekik Kayla tak menyangka kakaknya akan datang.

__ADS_1


"Aku boleh masuk?" tanya Agung terus terang.


Agung merasa lelah telah melakukan perjalanan panjang.


"Boleh, dong," seru Kayla.


Kayla menarik lengan Raffa masuk ke dalam ruang keluarga tempat semua orang tengah berkumpul.


Saat berada di ruang keluarga mata Agung langsung menangkap sosok yang sudah mulai membuat pikirannya terganggu.


"Gadis itu," gumam Agung di dalam hati.


Dia menatap Dian dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Bang Agung, kenalkan ini semua teman teman aku," seru Kayla menyadarkan Agung dari lamunannya.


"Ini Dian, Gita dan Lisa, mereka semua adalah sahabatku," ujar Kayla memperkenalkan sahabatnya satu persatu.


"Guys, kenalkan ini Abangku," ujar Kayla juga memperkenalkan pria tampan berdiri di sampingnya.


Dian melihat gelagat Agung yang sedari tadi memandangi dirinya.


"Aneh," gumam Dian mengangkat bahunya.


****


Hari-hari terus berlalu, Satya terus berusaha menghandle perusahaan ayah mertuaku dengan baik.


Satu per satu Masalah yang dihadapi perusahaan dapat diselesaikan oleh Satya. Sehingga Brama Corp kembali stabil seperti biasanya.


"Alhamdulillah," lirih Satya mengucap syukur kepada Allah.


Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan wanita yang sangat dicintainya.


Saat Satya dalam perjalanan menuju Jakarta ia mendapatkan telepon dari salah satu orang yang sudah di perintahkannya untuk mencari tahu dalang dibalik kejahatan yang selalu mengincar istrinya.


"Bos, kami dapat informasi bahwa dalang dibalik kejahatan yang selalu menimpa Raina adalah pria yang bernama Jordy," ujar si pria tersebut.


Satya mengepalkan tangannya menahan emosi yang memuncak terhadap pria yang bernama Jordy.


"Lakukan apapun yang membuat dia berhenti mengganggu istriku!" perintah Satya kepada orang suruhannya tersebut.


"Siap, Bos!" ujar si pria tersebut.


Satya memutuskan panggilan tersebut, dia kembali fokus mengendarai mobil.


Satya sampai di Jakarta setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam perjalanan.


Sebelum ke rumah, Satya menghentikan mobilnya di depan sebuah minimarket, dia berniat untuk memberikan berbagai macam kebutuhan yang diperlukan oleh istrinya, Raina.


Dia turun dari mobilnya dan melangkah masuk ke dalam mini market.


Satya memilih beberapa barang-barang kebutuhan sehari-hari serta makanan ringan kesukaan sang istri.


Di saat dia berkeliling di rak-rak mini market dia tak sengaja melihat sosok yang tak asing baginya.


Satya memperhatikan dengan seksama pria yang tengah menggunakan hoddie dan kaca mata hitam itu.


"Apa yang dilakukan pria jahat itu di sini?" gumam Satya di dalam hati.

__ADS_1


"Aku harus membuat perhitungan dengan pria itu," gumam Satya lagi.


Satya pun langsung membayar barang-barang yang sudah dipilihnya tadi lalu membayar belanjaannya di kasir.


Setelah itu Satya memasukkan barang-barang belanjaannya ke dalam mobil.


Setelah itu Satya berdiri di depan mobilnya menunggu pria yang menggunakan hoddie dan kaca mata hitam tersebut keluar dari mini market.


Satu per satu pelanggan mini market keluar dari mini market dengan membawa barang belanjaan mereka.


Tak berapa lama Satya menunggu, pria tersebut pun keluar dengan membawa kantong plastik yang berisikan minuman dan makanan.


Pria itu melangkah menuju mobilnya, dan mulai melajukan mobilnya.


Satya langsung mengikuti mobil sang pria dari belakang.


Dia terus mengikuti mobil pria tersebut.


"Siapa yang ngikutin gue?" gumam sang pria saat menyadari ada mobil yang tengah mengikuti mobilnya.


Akhirnya sang pria melajukan mobilnya menuju kawasan yang sepi, dia ingin menjebak orang yang sedang mengikutinya.


Dia berniat akan memberi pelajaran pada orang yang sudah berani mengikuti nya.


Sang pria melajukan mobilnya dengan sangat kencang lalu menghentikan mobilnya di sebuah kawasan sepi, sehingga Satya terpaksa menginjak rem dengan cepat.


Sang pria pun keluar dari mobil dan menghampiri mobil Satya.


Dia mengetuk jendela mobil Satya.


"Keluar lu!" bentak sang pria pada Satya.


Bersambung


.


.


.


.


.


hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπŸ™πŸ™πŸ™


tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa


- like


- komentar


- hadiah


dan


-vote


terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2