Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 74


__ADS_3

Kayla menoleh ke arah suara yang memanggil namanya.


Dia kaget saat melihat sosok suami yang menatap tajam ke arah dirinya.


"Lex, aku duluan," ujar Kayla. hendak berdiri menghampiri sang suami.


Kayla memilih untuk menghampiri sang suami agar tidak terjadi keributan antara Raffa dan Alex.


Namun, langkah Raffa yang besar menyaingi langkah Kayla.


Kini Raffa sudah ada di hadapannya, di samping meja tempat mereka berada.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Raffa dengan tegas.


"A-aku,--" Kayla bingung harus menjawab apa.


Entah mengapa saat ini dia enggan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Alex.


"Kita pulang, Bang!" ajak Kayla menarik lengan Raffa keluar dari rumah makan itu.


Raffa menahan Kayla, dia menatap tajam ke arah Alex.


"Apa yang kau lakukan dengan istriku?" bentak Raffa pada Alex.


Sorotan mata Raffa yang memerah menandakan emosinya tengah memuncak.


"Aku hanya mengajaknya makan, karena dia terlihat lemah," jawab Alex santai.


"Sekali lagi kau mendekati istriku, aku akan membuat perhitungan denganmu!" ancam Raffa pada Alex.


"Aku dan Kayla hanya teman, kau tak usah berlebihan," ujar Alex.


Alex pun berdiri, dia melangkah meninggalkan Raffa yang masih diselimuti emosi yang memuncak.


"Kayla, jika kamu membutuhkan aku. Hubungi saja aku," ujar Alex sebelum benar-benar menghilang dari hadapan sepasang suami istri itu.


Kayla hanya diam. Sedangkan Raffa menatap marah pada sang istri.


Raffa menggenggam tangan Kayla dengan erat, dia menarik Kayla menuju tempat parkir dengan kasar.


"Aauww, sakit," rintih Kayla kesakitan.


Raffa tidak menghiraukan rasa sakit yang tengah dirasakan oleh sang istri.


Kayla masuk ke dalam mobil, dia duduk sambil memegangi rasa sakit di perutnya.


Begitu Kayla sudah berada di dalam mobil, Raffa menghempaskan pintu mobil dengan keras sebagi ungkapan emosinya.


Kayla kaget dan ketakutan melihat sikap Raffa, baru kali ini Raffa bersikap kasar pada dirinya.


Wanita itu tak sanggup lagi membendung air matanya yang sudah menggunung di pelupuk matanya.


Air matanya mulai membasahi pipi mulusnya, sesekali Kayla mengusap linangan air matanya dengan ujung hijabnya.


Raffa masuk ke dalam mobil, dia menoleh ke arah Kayla yang mulai terisak dalam tangisnya.

__ADS_1


Dia merasa kasihan dengan istrinya, tapi emosi masih mengendalikan dirinya.


Raffa yang panik mendapat kabar hilangnya sang istri mendapatkan informasi bahwa sang istri masuk ke sebuah rumah makan Padang bersama seorang pria.


Informasi itu membuat emosinya naik ke ubun-ubun.


Rasa cemburu dan amarah bercampur menjadi satu.


Sebelum menyalakan mesin mobilnya, Raffa memperhatikan istrinya yang belum memasang sabuk pengaman di tubuhnya.


Dia pun memiringkan tubuhnya ke arah Kayla untuk memasangkan sabuk pengaman untuk istrinya.


Kayla memalingkan wajahnya saat Raffa menatap dirinya sejenak.


Setelah memastikan Kayla sudah aman duduk di bangkunya, Raffa mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sepanjang perjalanan tak ada seorang pun yang bersuara. Raffa fokus mengemudi sedangkan Kayla melempar pandangannya ke luar jendela.


Saat ini Kayla merasa kesal dengan sikap Raffa terhadap Alex. Menurutnya Raffa tidak pantas bersikap kasar pada pria yang sudah menolong dirinya.


Seharusnya Raffa berterima kasih pada Alex yang sudah dua kali menolong sang istri.


Raffa terus melajukan mobilnya menuju sebuah taman, dia membawa Kayla untuk duduk di taman sambil menghabiskan waktu petang.


Raffa memarkirkan mobilnya di parkiran taman. Dia keluar dari mobil, lalu melangkah menuju pintu tempat Kayla berada.


Dia membukakan pintu mobil untuk sang istri.


"Sayang, kita shalat ashar dulu," ajak Raffa.


Raffa menangkap wajah sang istri yang meringis menahan rasa sakit.


"Kamu sakit?" tanya Raffa khawatir.


Sepanjang jalan Raffa berusaha meredakan emosinya. Dia tidak ingin terus-terusan marah dengan sang istri.


Setelah shalat ashar mereka akan menyelesaikan permasalahan yang terjadi di antara mereka.


Kayla hanya menoleh ke arah Raffa saat mendapatkan pertanyaan dari Raffa. Dia hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Raffa.


Raffa menggenggam tangan Kayla dan menggandengnya menuju mesjid yang terdapat di taman tersebut.


"Maaf," lirih Raffa memulai pembicaraan antara mereka berdua.


Setelah menunaikan shalat ashar, Raffa mengajak Kayla untuk duduk di bangku taman yang menghadap pada danau buatan yang indah.


"Mhm," gumam Kayla.


Raffa menoleh ke arah Kayla.


"Kamu masih marah padaku?" tanya Raffa hati-hati.


"Tanyakan pada dirimu sendiri, apa yang kamu rasakan di saat aku berdua dengan Alex, begitulah asa sakit yang aku rasakan saat melihat suamiku berduaan dengan gadis di tempat umum," ujar Kayla menjawab pertanyaan Raffa.


"Apakah tadi kamu dan Alex ingin membalas dendam apa yang sudah aku lakukan beberapa hari yang lalu?" tanya Raffa menyudutkan Kayla.

__ADS_1


"Pertanyaan kamu terlalu picik kamu hadapkan padaku, Bang," ujar Kayla.


Raffa terdiam, dia mencerna perkataan Kayla.


"Lalu bagaimana bisa kamu berada di rumah makan itu bersama dia?" tanya Raffa lagi menginterogasi Kayla.


"Apakah aku harus menjelaskan apa yang terjadi sebelum aku tahu apa yang terjadi di antara kamu dan wanita itu, Bang?" Kayla menjawab pertanyaan Raffa dengan pertanyaan mematikan.


"Mhm, aku dan Zahra bertemu saat kita berada di Padang, dan saat aku sedang berada di perpustakaan tak sengaja kami kembali berjumpa." Raffa mencoba menjelaskan hubungannya dengan Zahra.


"Haruskah kamu bersikap ramah dan sangat perhatian pada wanita itu, yang jelas-jelas bukan muhrimmu?" Kayla kembali mengajukan pertanyaan yang membuat Raffa tak berkutik.


"Tatapan matamu pada wanita itu menyiratkan sesuatu yang membuat hatiku terluka, Bang," tegas kayla.


Raffa kembali menoleh ke arah sang istri, dia menatap dalam pada manik hitam milik sang istri, di sana terlihat jelas luka yang mendalam tersirat dalam pandangannya.


"Maaf." Hanya kata maaf yang keluar dari mulut Raffa.


Dia tidak dapat membohongi hatinya, saat dia berada di samping Zahra seakan dia lupa akan status dirinya yang sudah beristri.


"Hanya maaf yang sanggup kamu ucapkan, Bang?" tanya Kayla seakan tidak puas dengan ucapan maaf dari Raffa.


"Aku sadar, aku hadir dalam kehidupanmu di saat kamu mencintai wanita lain. Awalnya aku ragu untuk melanjutkan pernikahan ini. Namun, sikap dan kasih sayang kamu berikan padaku membuatku yakin kamu juga mencintaiku dan dapat melupakan wanita yang pernah kamu cintai. Ternyata aku salah," lirih Kayla mulai menangis.


"Kayla, jangan berkata seperti itu. Walau bagaimanapun kamu tetap istriku. Aku tidak akan pernah melepaskanmu," ujar Raffa kehilangan kata-kata.


Hatinya sakit saat mendengar penuturan Kayla yang penuh kejujuran.


"Jika kamu tidak ingin melepaskanku, bisakah kamu melupakan wanita yang bernama Zahra?" tanya Kayla penuh penekanan.


Raffa terdiam.


bersambung . . .


.


.


.


.


hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπŸ™πŸ™πŸ™


tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa


- like


- komentar


- hadiah


dan


-vote

__ADS_1


terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2