Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 196


__ADS_3

Raffa menautkan kedua alisnya, dia heran melihat perubahan sang istri.


Seratus delapan puluh derajat suasana hatinya berubah begitu saja. Tadinya marah-marah dan sekarang dia malah mulai lembut pada suaminya.


"Ya Allah, ternyata menghadapi istri yang sedang hamil hanya dengan satu cara yaitu sabar," lirih Raffa.


Raffa pun membalas pelukan sang istri.


"Eh, Reza dan Lisa ke mana, Bang?" tanya Kayla tiba-tiba sadar sahabatnya dan sahabat suaminya sudah tak berada di dekat mereka.


Mereka pun mengedarkan pandangan mencari sosok Reza dan Lisa. Terlihat di sebuah bangku panjang mereka tengah duduk menghadap ke arah lautan.


Mereka tak lagi berdua saja, tapi Gita dan Nick juga sudah ikut bergabung bersama mereka.


"Itu mereka! Kita ke sana, yuk!" ajak Raffa.


Mereka pun melangkah menghampiri Lisa dan yang lainnya.


Di tempat lain, Agung dan Dian masih asyik mengabadikan berbagai pose foto mereka.


Mereka asyik berselfie ria dengan bantuan tripod sehingga mereka tidak perlu susah-susah meminta bantuan siapapun mengambil foto mereka berdua.


Sepasang suami istri itu pun tak lupa mengabadikan berbagai spot foto pemandangan Mandeh yang sayang untuk dilupakan.





Agung dan Dian meng-upload foto-foto yang sudah mereka ambil ke akun media sosial mereka.


Setelah sesi foto di taman puncak Mandeh. Reza mengajak semua rombongan menuju kawasan Mandeh untuk melakukan berbagai kegiatan di sana.


Di kawasan Mandeh pengunjung akan disajikan dengan berbagai keindahan laut yang sangat indah.


Bagi para pengunjung, kawasan Mandeh biasa disebut sebagai raja Ampatnya Sumatera Barat.


Di pinggir pantai sudah terparkir beberapa boat yang akan membawa pengunjung berkeliling ke beberapa pulau yang ada di sana.


Di sana pengunjung bisa melakukan berbagai kegiatan di kawasan Mandeh ini seperti snorkeling, berkeliling di hutan bakau, island hopping, cliff jump dan beberapa wahana air yang tersedia.


Sesampai di kawasan Mandeh Raffa dan Kayla memilih kegiatan island hopping yaitu berkeliling mengunjungi berbagai pulau yang terdapat di kawasan tersebut.


Begitu juga dengan para orang tua. Mereka menyewa satu perahu untuk mengelilingi beberapa pulau dan menikmati pemandangan yang sangat indah.


Satya dan Rayna juga tidak mau kalah, mereka berdua menyewa satu perahu kecil seperti Raffa dan Kayla.


Mereka memilih kegiatan itu dilakukan berdua agar mereka dapat menikmati keindahan ciptaan Tuhan berdua saja.

__ADS_1


Gita, Lisa, Reza, dan Nick ikut bergabung dengan keluarga besar lainya melakukan kegiatan di wahana air seperti banana boat dan lain-lain.


Raymond menarik tangan Alita saat ingin bergabung dengan keluar besar lainnya yang ingin melakukan kegiatan di wahana air.


"Apaan, sih?" tanya Alita kesal melihat Raymond.


"Kamu harus ikut aku!" ajak Raymond.


"Ish, enggak mau," bantah Alita.


"Mau tidak mau kamu harus ikut aku!" ujar Raymond memaksa Alita.


Raymond menarik tangan Alita.


"Hei, kamu bukan siapa-siapa aku, beraninya nyentuh tanganku!" bentak Alita.


Raymond menghela napas panjang, dia mendekati Alita.


"Jangankan tanganmu, seluruh tubuhmu dan yang paling berharga bagimu sudah kusentuh," bisik Raymond di telinga Alita.


Alita terdiam, bayangan aksinya pada malam itu bersama Raymond kembali terlintas di benaknya.


Raymond tersenyum melihat ekspresi Alita yang hanya diam, saat itu pun, Raymond langsung menarik tangan Alita untuk menaiki jet sky.


Mau tak mau Alita menuruti kemauan Raymond. Setelah memastikan Alita menaiki jet sky, Raymond pun melajukan jet sky tersebut dengan kecepatan sedang.


Dia mengajak Alita mengelilingi hutan bakau dengan jet sky tersebut.


"Lihatlah keindahan lautan di sini, aku senang bisa menikmatinya bersama orang yang aku cintai," ujar Raymond pada Alita dengan suara yang tinggi agar Alita dapat mendengar karena suara angin sangat kencang.


Alita hanya diam, dia tak menggubris ucapan Raymond sedikitpun, bahkan kini dia duduk di belakang Raymond tanpa berpegangan dengan Raymond.


Tiba-tiba Raymond meng-gas jet sky yang dikendarainya untuk menambah laju kecepatan.


Alita yang tak berpegangan langsung terjatuh ke laut, gadis yang sama sekali tidak bisa berenang langsung panik.


Dia mencoba mengangkat tubuhnya ke atas permukaan tapi sayang usahanya sia-sia.


Raymond menyadari Alita tak lagi berada di belakangnya, dia langsung memutar balik, dan bertanya menangkap Alita tengah berusaha mengangkat tubuhnya ke atas permukaan.


Raymond menghentikan jet sky setelah berada di dekat Alita, lalu dia meraih tangan Alita.


"Ayo naik!" teriak Raymond.


Pria itu berusaha menantu Alita kembali naik ke atas jet sky yang dikendarai oleh Raymond.


Raymond mendudukkan Alita tepat di depannya.


Pakaian Alita kini sudah basah kuyup, dan mencetak bentuk tubuh gadis itu. Raymond merasa bersalah pada calon istrinya itu.

__ADS_1


Dia langsung membuka jaket tanpa lengan yang dikenakannya, lalu hendak memasangkan jaket itu di tubuh Alita.


"Aku tidak butuh ini!" bentak Alita kesal pada Raymond.


"Maafkan aku," lirih Raymond.


"Aku tidak akan pernah memaafkanmu," ujar Alita tidak suka mendengar ucapan Raymond.


Melihat aksi Alita yang selalu saja membantah apa yang diucapkan Raymond akhirnya rasa kasihan ya pun hilang begitu saja.


"Nih, pakai!" perintah Raymond pada Alita.


"Kalau aku tidak mau, bagaimana?" bantah Alita.


Gadis itu selalu berusaha membuat Raymond kehilangan kesabaran.


"Pakai atau aku dorong kamu ke laut!" ancam Raymond.


Seketika Alita teringat kejadian yang baru saja menimpanya.


Dia tak bisa membayangkan bagaimana nasibnya tenggelam di lautan lepas dan menjadi makanan berbagai ikan di lautan itu.


Akhirnya dengan rasa kesal, gadis itu memakai jaket yang diberikan oleh Raymond tadi.


"Kenapa aku harus pakai beginian segala," oceh Alita masih mengomel kesal.


Raymond menatap Alita dalam, dia mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu.


Otak mesum Alita traveling mengingat ci*uman yang diberikannya pada Raymond pada malam itu.


"Aku tidak mau bentuk tubuhmu dilihat oleh orang lain, cukup aku saja yang tahu lekuk tubuhmu," bisik Raymond.


Alita terdiam mendengar ucapan Raymond, dia menatap dalam ke arah pria yang kini mulai melajukan jet sky-nya.


Alita dapat melihat pesona yang terpancar dari sosok pria yang selama ini dibencinya karena pria itu selalu saja merusak berbagai rencana yang dilakukannya untuk mendapatkan Raffa.


Bola mata Raymond yang kecoklatan, hidung yang mancung serta rahang yang keras membuat Raymond memiliki pesona tersendiri.


Alita juga dapat merasakan nafas segar yang keluar dari mulut sang calon suami, serta aroma maskulin yang menyeruak dari tubuh kekar ideal milik Raymond.


Tubuh kekar Raymond benar-benar bentuk tubuh yang sangat digilai oleh setiap wanita yang melihatnya.


Alita terpana dan terbuai dari pesona yang dimiliki oleh sang calon suami sehingga dia tak menyadari Raymond sudah menghentikan laju jet sky-nya di sebuah pulau yang biasa disebut dengan pulau Kapo-kapo.


"Sampai kapan kamu akan terpana melihatku?" lirih Raymond pada Alita.


Raymond menarik Alita sehingga mereka jatuh ke dalam laut.


"Aaaa," pekik Alita.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2