Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 135


__ADS_3

Pandangan Raffa mengikuti langkah gadis itu, dia terlihat menghampiri dua orang yang duduk di salah satu tempat di dalam Foodcourt.


“Dengan siapa dia?” gumam Raffa didalam hati karena dia tidak dapat melihat wajah orang yang bersama gadis itu.


Kayla menarik Raffa masuk ke Foodcourt yang sama tempat sang gadis itu berada, Raffa ingin menolak karena dia tidak ingi bertemu dengan gadis penipu itu, tapi saying Rayna dan Satya sudah terlanjur memilih tempat duduk tak jauh dari tempat Alita berada.


Mereka duduk berdampingan dengan pasangan masing-masing, setelah itu mereka memesan makanan. Sambil menunggu pesanan mereka datang Kayla iseng mengambil foto bersama Raffa lalu mengirimnya ke status whatsaap miliknya. Tak lupa Kayla di sana menulis caption.


“Malam minggu dengan orang tercinta di Mall ***”


“Kamu ngapain?” tanya Raffa pada istrinya.


“Bikin status, Bang. Hehe,” jawab Kayla tersenyum.


“Tumben kamu bikin status?” tanya Raffa heran.


“Ini wujud bahagia aku selalu berada di samping kamu,” jawab Kayla asal.


“Aku juga mau bikin status, ah. Kita photo dulu, yuk!” ajak Rayna.


Rayna pun mengambil posisi agar bisa selfie berempat, dia juga mengirim foto tersebut ke status whatsapp miliknya dengan caption. “Double date,”


Raffa dan Satya hanya mengikuti keinginan istri mereka, setelah selesai berselfie ria. Mereka mengobrol membahas berbagai hal, sesekali Raffa mencuri pandang ke posisi Alita yang sedang menikmati makan malam di tempat yang sama dengannya.


“Bagaimana perusahaan ayah, Bro?” tanya Raffa menanyakan situasi terkini tentang perusahaan peninggalan ayah mertuanya.


“Alhamdulillah, semua permasalahan perlahan sudah selesai satu per satu, sekarang gue sedang mencari orang yang bisa dipercaya buat menghandle perusahaan. Gue mau yang jujur dan pekerja keras, tapi belum dapat.” Satya menjelaskan situasi perusahaan yang dikelolanya saat ini.


Saat mereka sedang asyik mengobrol, salah satu wanita yang bersama Alita berdiri dan dia melangkah mendekati mereka.


“Kayla,” panggilnya pada istri Raffa.


Raffa memutar bola matanya tak percaya Alita tengah bersama Bunda Hurry. Kayla kaget melihat wanita yang memanggilnya adalah Bundanya.


“Bunda,” lirih Kayla.


Kayla langsung berdiri meraih tangan Bundanya, lalu memeluk tubuh sang Bunda.


“Bunda!” panggil Alita yang heran melihat bundanya berdiri dan menghampiri meja tak jauh dari tempatnya berada.

__ADS_1


Kayla kaget melihat wanita yang ingin menghancurkan rumah tangganya juga memanggil Bunda Hurry dengan sebutan Bunda.


Kayla melepaskan pelukannya dari tubuh bunda Hurry.


“Bun, siapa wanita itu?” tanya Kayla tak percaya wanita yang sudah menyakiti hatinya juga memanggil bundanya dengan sebutan bunda.


Kayla tak terima dengan apa yang baru saja didengarnya.


Alita juga kaget melihat Bunda Hurry memeluk wanita yang telah menjadi istri pria yang selama ini sangat dicintainya.


Alita melangkah menghampiri mereka diikuti oleh seorang gadis yang hampir sebaya dengannya.


“Siapa wanita ini, Bun?” tanya Alita menatap sinis ada Kayla.


Dia tidak suka melihat Kayla terlihat dekat dengan bundanya.


Raffa, Satya dan Rayna hanya bisa diam, mereka belum memahami situasi yang ada di hadapan mereka.


Hurry mengernyitkan dahinya melihat kedua putrinya saling menatap tajam tidak suka.


“Kalian sudah saling kenal?” tanya Hurry.


“Alita, Akifa. Ini adalah kakak kalian, Ara,” ujar Hurry pada kedua gadis tersebut.


“A-apa?” lirih Kayla tak percaya.


“Tidak mungkin, Alita adik kandung Kayla,” gumam Raffa di dalam hati tak percaya dengan apa yang terjadi.


“Apa Bunda bilang, wanita ini kakakku? Tidak mungkin! Dia bukan kakakku,” teriak Alita tidak suka.


“Al, dengarkanlah Bunda. Kayla adalah kakakmu yang hilang,” jelas Hurry pada putri keduanya.


“Tidak, Bun. Aku tidak bisa menerima dia sebagai kakakku,” isak Alita mulai menangis.


Ada rasa sakit yang menyelinap di hatinya saat mengetahui istri dari pria yang dicintainya memiliki hubungan darah dengannya.


“Al, kamu harus mengerti. Dia adalah kakak kandungmu, kamu tidak bisa menolak kenyataan ini.” Dengan susah payah Hurry membujuk Alita untuk menerima kenyataan ini.


“Kak Ara,” lirih gadis yang berada di samping Alita.

__ADS_1


Penampilan gadis itu tak jauh berbeda degan Kayla yang menggunakan hijab panjang dan sangat tertutup berbeda dengan Alita yang berhijab hanya sekadanya saja.


Gadis itu mendekati Kayla, dia memeluk tubuh Kayla yang berisi. Gadis itu menangis di dalam pelukan Kayla.


“Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah kembalikan kakakku,” lirih gadis itu.


Kayla membalas pelukan gadis itu, kehangatan mengalir di antara mereka, tanpa mereka sadari air mata mulai menggenangi pelupuk mata mereka.


Dalam pelukan adik kecilnya, Kayla menatap sendu pada Alita yang menolak tali persaudaraan yang terjalin di antara mereka.


Hurry terharu melihat Akifa menerima Kayla sebagai kakaknya, tapi Hurry merasa sedih dengan sikap Alita.


“Akifa, dia bukan kak Ara!” bentak Alita pada adik kecilnya.


“Kak, Bunda tidak mungkin berbohong pada kita,” jawab Akifa memberi pengertian pada sang kakak.


Dia berharap Alita menerima kenyataan ini, walaupun Akifa tidak mengerti alasan Alita menolak Kayla sebagai kakaknya.


“Diam kamu! Aku kakakmu, sejak kecil aku yang selalu ada untukmu,” bentak Alita tidak terima dengan sikap Akifa.


Akifa terdiam mendengar ucapan Alita. Dia tahu diri, sejak kedua orangtuanya meninggal dan kakak sulungnya menghilang. Hanya Alita yang selalu ada di sampingnya. Di saat dirinya butuh perlindungan Alita selalu ada untuk dirinya.


Akifa hanya bisa menangis dengan situasi saat ini, dia tak tahu harus memilih Alita atau Kayla.


“Kak, bertahun-tahun kita merindukan kak Ara, sekarang kak Ara sudah berada di hadapan kita kenapa kakak tidak bisa menerimanya?” isak Akifa.


Beberapa pengunjung mall melihat drama yang terjadi antara Kayla dan kedua adiknya.


“Sejak Abi dan Ummi meninggal kita hanya hidup bertiga, setelah kak Ara menghilang kita hidu berdua dalam kerinduan pada sosok kakak yang selalu menyayangi kita.” Akifa mulai mengeluarkan rasa sesak yang ada di hatinya.


Hurry langsung memelukputri bungsunya, dia tak sanggup mendengar kata-kata yang akan keluar dari mulut putri bungsunya yang akan mengingatkan dirinya akan kesedihan beberapa tahun yang lalu.


Alita terdiam mendengar ucapan adiknya. Dia masih teringat betapa terpukulnya mereka berdua di saat kehilangan sosok sang kakak. Mereka tumbuh dewasa dalam kerinduan sosok Kayla. Alita masih teringat saat mereka duduk di bangku SMP, mereka berdua mencoba mencari keberadaan sang kakak dengan berbagai cara yang mereka bisa.


Kayla bingung mendengar perkataan Akifa, dia tidak mengerti dengan apa yang sebebnarnya terjadi.


“A-apa maksud ka-kamu, Abi dan Ummi si-siapa yang meninggal?” tanya Kayla lirih meminta penjelasan.


Kayla menatap dalam pada Hurry meminta penjelasan, Hurry tak sanggup menahan air matanya mengingat penderitaan yang dilalui oleh ketiga putri yang sngat disayanginya.

__ADS_1


__ADS_2