
“Ikut aja dulu!”ajak Raffa.
Dia menarik tangan istrinya, Kayla hanya bisa mengikuti langkah sang suami.
Kini mata para akhwat pengagum Raffa semakin panas melihat perlakuan Raffa pada Kayla.
“Teman-teman yang baik hati, saya meminta waktu kalian sejenak. Malam ini saya ingin memberitahukan hubungan saya dengan wanita ini.” Raffa menjeda ucapannya menunggu reaksi dari teman-temannya.
Beberapa dari mereka yang berada di sana mulai berbisik-bisik.
“Wanita yang kini berada di samping saya saat ini merupakan istri saya,” ujar Raffa berhasil membuat semua orang melongo tak percaya.
“Untuk itu, saya mohon pada teman-teman semua untuk berhenti menghakimi istri saya sebagai wanita murahan atau yang lainnya,” ujar Raffa lagi dengan tegas.
“Pergaulan yang kami lakukan halal di mata Allah, karena saya merupakan muhrim bagi Kayla.” Raffa mengakhiri pembicaraannya.
“Karena teman-teman sudah mengetahui hubungan Raffa dan Kayla, kita harap, tidak ada lagi yang bergosip miring terhadap mereka berdua.” Nick menambahkan.
Sejujurnya Nick merasa geram mendengar ocehan para wanita tentang hubungan sang sahabat dengan istrinya. Namun, saat itu dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Kayla hanya diam, dia masih shock dengan apa yang telah dilakukan oleh suaminya. Kayla tak menyangka Raffa akan mempoklamirkan hubungan yang terjadi di antara mereka.
Beberapa mahasiswa menatap kagum saat melihat keberanian Raffa, sebagian dari mereka merasa iri dengan keberuntungan Kayla yang memiliki suami yang bertanggung jawab dan sangat perhatian. Sebagian lagi, mereka ikut bahagia dengan kebahagiaan yang menyelimuti Kayla dan berharap suatu hari nanti mereka menemukan pria sebaik Raffa.
Suasana malam seketika heboh dengan kata-kata yang keluar dari mulut semua orang, mereka sibuk berkomentar dengan berita yang baru saja diberitahukan oleh Raffa.
Sekian menit berlalu, “ Hem,” Raffa berdehem.
Dia berusaha kembali mengambil perhatian peserta. Suasana yang awalnya riuh sesaat kembali hening.
“Saya minta maaf telah meminta waktu kalian, dan saya ucapkan terima kasih,” ucap Raffa mengakhiri aksinya malam ini.
Nick mengangkat tangannya lalu mulai bertepuk tangan memberi penghargaan pada sahabatnya atas keberanian yang dipamerkan Raffa malam ini.
Semua orang yang ada di sana ikut bertepuk tangan.
****
Acara perkemahan pun selesai setelah mengadakan malam api unggun, semua peserta sangat senang dan bahagia dengan pengalaman yang mereka dapat selama berada di bumi perkemahan.
Pagi ini semua peserta siap-siap untuk kembali ke Jakarta.
“Kay, kamu kembali ke Jakarta bareng aku ya,” ujar Raffa setelah mempersiapkan semua barang-barangnya.
Dia sengaja menghampiri tenda Kayla.
“Teman-temanku?” Kayla bingung, haruskah dia menolak ajakan suaminya.
__ADS_1
“Biarkan mereka lebih dulu kembali ke Jakarta, aku mau mengajakmu ke suatu tempat sebelum kita balik ke Jakarta,” ujar Raffa.
Akhirnya Kayla mengangguk setuju, sebenarnya di hati Kayla saat ini ingin selalu berada di dekat Raffa. Dia pun memberitahukan rencananya dan Raffa pada ketiga sahabatnya.
“Cie, yang mau jalan sama pacar halalnya,”goda Gita sambil mengedipkan mata.
“Jangan-jangan mau di ajak MP,” bisik Dian ikut menggoda sahabatnya.
“MP apaan?” tanya Kayla polos.
“Ya ampun!” teriak Gita, Dian dan Lisa secara bersamaan sambil menepuk jidat.
Kayla mengernyitkan alisnya, dia masih belum paham apa yang dimaksud oleh para sahabatnya.
“Udah, yuk! Nanti ketinggalan,” ajak Dian mengalihkan pembicaraan.
Dian merasa kasihan melihat sahabatnya yang polos tengah memikirkan apa yang baru saja diucapkannya.
“Eh, tunggu dulu! AKu masih penasaran,” ujar Kayla menghadang langkah Dian.
“Penasaran apa?” tanya Dian pura-pura lupa.
“MP?” lirih Kayla semakin penasaran.
“Malam pertama,” bisik Gita.
Kayla mulai membayangkan hal yang tidak-tidak, dia masih belum siap untuk melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh sepasang suami istri. Seketika bulu kuduknya berdiri, merinding.
“Ih,” lirihnya.
Setelah membersihkan lokasi bumi perkemahan, peserta pun melangkah menuju bus yang telah berjejer di pinggir jalan yang akan membawa mereka kembali ke kota Jakarta.
“Kami duluan, Kay,” ujar Gita pamit pada sahabatnya mewakili Dian dan Lisa.
“Iya, hati-hati, ya.” Kayla melambaikan tangannya pada ketiga sahabatnya yang mulai melangkah menaiki bus.
Tak berapa lama, bus mulai beranjak dari lokasi mereka. Bus berjalan meninggalkan bumi perkemahan.
“Yuk!” ajak Raffa setelah memastikan semua teman-temannya sudah berangkat.
Raffa mengambil barang-barang Kayla lalu memasukkan barang-barang itu ke dalam bagasi mobil marcedes benz berwarna hitam miliknya. Raffa memang mendapatkan fasilitas mobil selama berada di Jakarta dari kedua orang tuanya, agar Raffa bisa memanfaatkan mobil itu di saat dia butuh.
Setelah semua barang-barang masuk mobil, Raffa menggenggam tangan Kayla dan membawanya mendekat mobil, Raffa membukakan pintu mobil untuk sang istri. Setelah Kayla masuk ke dalam mobil, Raffa pun ikut masuk mobil melalui pintu kemudi.
Sebelum Raffa melajukan mobilnya, Raffa menoleh ke arah Kayla. Dia memastikan sang istri sudah mengenakan sabuk pengaman. Raffa menggelengkan kepalanya melihat sang istri yang selalu ceroboh.
Raffa memiringkan tubuhnya mendekat pada Kayla sambil tangannya meraih tali sabuk pengaman di sebelah kiri posisi Kayla. Lalu Raffa memasangkan sabuk pengaman di tubuh istrinya.
__ADS_1
Saat itu Kayla terdiam, dia menikmati aroma maskulin yang menyeruak dari tubuh sang suami, dia menghirup hembusan napas segar sang suami. Dia menatap kagum pada wajah tampan yang dimiliki suaminya, jarak di antara mereka membuat jantung Kayla berdegup dengan kencang.
Cup.
Raffa mengecup bibir sang istri yang telah menggodanya, Raffa menyadari tatapan kagum yang terpancar dari manik coklat milik istrinya. Tanpa berpikir panjang Raffa mencuri bibir mungil milik sang istri.
“Ih, Bang Raffa genit,” protes Kayla sambil memukul lengan Raffa yang telah kembali pada posisinya semula.
“Genit tapi suka, kan?” Raffa menggoda sang istri.
“Apaan, sih?” gerutu Kayla sambil mengerucutkan bibirnya.
Wajah Kayla kini bersemu merah merona malu mengingat apa yang baru saja dilakukan sang suami padanya.
“Yuk, berangkat!” ajak Raffa.
Raffa mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan bumi perkemahan. Raffa mengendarai mobil dengan sangat hati-hati. Sebelum kembali ke Jakarta Raffa membawa Kayla ke salah satu tempat wisata yang ada di Bogor.
“Kita mau ke mana, Bang?” tanya Kayla pada Raffa saat Raffa mengambil jalur berlawanan menuju Jakarta.
Raffa menoleh ke arah Kayla, “ Hari ini, aku ingin menghabiskan waktu bersama kamu.”
Raffa melayangkan senyum terindahnya membuat Kayla semakin berbunga-bunga. Saat ini mereka tengah di landa asmara yang membara. Rasa cinta kini telah mulai tumbuh di hati mereka.
Bersambung . . .
.
.
.
.
Hai readers, terima kasih sudah membaca karya Author🙏🙏🙏
Tetaplah dukung Author dengan meninggalkan jejak berupa . . .
- Like
- Komentar
- Hadiah
dan
-Vote
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya 🙏🙏🙏