
"Permintaan apa?" tanya Kayla gugup.
Kayla takut Raffa meminta hak yang harus dilakukannya sebagai seorang istri.
"Aku ingin meminta waktumu," lirih Raffa.
Kayla semakin merinding mendengar ucapan dari sang suami.
"Waktu?" Kayla membalikkan tubuhnya menghadap wajah tampan sang suami.
Raffa masih melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya.
"Iya, waktu. Aku meminta waktumu untuk berlibur, aku ingin membawamu jalan-jalan keliling Sumatera Barat," jawab Raffa dengan serius.
"Kemana?" tanya Kayla penasaran.
"Ya kita traveling sekeliling Sumatera Barat, mulai dari Padang, Bukittinggi, Payakumbuh dan daerah lainnya." Raffa membayangkan perjalanan liburan panjang bersama sang istri.
"Benarkah? Aku mau, tapi mama Arumi ikut??" tanya Kayla mengkhawatirkan ibu mertuanya tidak akan mengizinkan mereka pergi.
"Ya enggaklah, cuma kita berdua. Palingan Satya ikut sebagai supir kita," jawab Raffa.
"Terserah Bang Raffa aja, aku ikut aja," ujar Kayla.
Kayla melepaskan tangan sang suami yang sedari tadi anteng di pinggangnya.
"Aku gerah, mau mandi dulu." Dia melangkah masuk ke dalam kamar.
Sebelum Kayla masuk kedalam kamar mandi dia mengambil pakaian gantinya di dalam lemari.
Raffa merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah memastikan sang istri berada di dalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Kayla keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang rapi lengkap dengan hijab yang terpasang di kepalanya.
Raffa menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan. dia heran melihat sang istri yang masih menutupi aurat di hadapannya.
"Kamu sudah selesai mandi?" tanya Raffa menghampiri sang istri.
"Sudah," jawab Kayla singkat.
"Ya sudah, sekarang giliranku," Raffa mengambil handuk yang ada di tangan Kayla.
Rafa melangkah masuk kedalam kamar mandi, setelah memastikan Raffa berada di dalam kamar mandi Kayla membuka hijab nya untuk menyisir rambutnya.
Kayla duduk di depan cermin rias mana tapi paras cantik yang terlihat di pantulan cermin. Dia menyisir rambut panjangnya secara perlahan.
Rambut indahnya terurai hingga pinggang, dia terus merapikan rambutnya tanpa disadarinya ada sepasang mata yang menatap kagum pada kecantikan gadis tanpa hijab itu.
Si pemilik mata tak tahan melihat kecantikan istrinya tanpa menggunakan hijab. Dia melangkah mendekati sang istri dan membantu istrinya menyisir rambut indah itu.
"Bang Raffa," pekik Kayla kaget saat mendapati sang suami sudah berada di belakangnya.
Seketika Kayla panik dia berdiri hendak mencari hijabnya untuk menutupi mahkota indahnya.
"Duduklah, kamu tidak perlu khawatir. Kamu tidak akan berdosa jika aku melihat mahkota indahmu ini," ujar Raffa.
"Justru kamu akan mendapatkan pahala memperlihatkan keindahan mahkota yang kau miliki," ujar Raffa lagi membuat wajah Kayla memerah seketika karena malu.
Rafa mengelus lembut untaian rambut panjang Kayla.
"Kamu terlihat semakin cantik tanpa hijab," bisik Raffa.
Kayla semakin menundukkan kepalanya malu mendengar gombalan sang suami.
__ADS_1
Raffa yang awalnya melupakan pisau cukur, dan hendak mengambilnya di laci meja rias terpesona melihat wujud cantik sang istri.
Tok tok tok.
Terdengar suara ketukan pintu, sepasang suami istri itu menoleh ke arah pintu kamar.
"Siapa sih? gangguin aja," gerutu Raffa di dalam hati.
Raffa merasa terganggu dengan kehadiran seseorang di balik pintu kamarnya.
Kayla bergegas mengikat rambutnya, lalu mengambil hijabnya dan mengenakan hijab tersebut di kepalanya.
Sedangkan Raffa dengan langkah malas berjalan menuju pintu untuk membuka pintu.
"Maaf, Tuan. nyonya sudah menunggu di bawah," ujar Bi Sari.
"Iya, Bi. sebentar lagi kami turun," ujar Raffa menanggapi Bi Sari.
Tanpa banyak kata-kata Bi Sari pun pergi meninggalkan Raffa yang langsung menutup pintu kamarnya.
"Mama sudah menunggu kita di bawah," ujar Raffa.
"Ya sudah, aku duluan turun, ya," ujar Kayla.
Raffa mengangguk, lalu dia kembali melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sebelum keluar dari kamar Kayla menyiapkan pakaian yang akan dikenakan oleh Raffa di atas tempat tidur.
"Ma," sapa Kayla saat dia memasuki ruang makan.
Di sana Arumi dan Surya sudah duduk di kursi masing-masing.
"Raffa mana, Kay?" tanya Arumi saat melihat Kayla memasuki ruang makan tanpa Raffa.
"Anak itu lama sekali," gerutu Arumi.
"Aku udah di sini, Ma," sahut Rafa yang tiba-tiba datang.
Raffa melangkah mendekati kursi di samping istrinya lalu duduk di sana.
"Ya udah, tunggu apa lagi ayo makan!" ajak Surya.
Arumi mengambilkan makanan untuk sang suami diikuti oleh Kayla yang juga mengambil makanan untuk suaminya Raffa.
Mereka melayani suami mereka masing-masing dengan baik setelah itu, merekapun mengambil makanan untuk diri mereka.
Mereka menikmati makan siang bersama dengan lahap, tanpa ada suara yang terdengar kecuali dan dengan sendok yang beradu dengan piring.
"Ma, Pa." Raffa memulai pembicaraan setelah makanan mereka habis.
"Mhm," gumam Surya.
"Raffa mau minta izin, lusa Raffa dan Kayla akan pergi travelling," Raffa pada kedua orang tuanya.
"Ke mana?" tanya Surya santai.
"Keliling Sumatera Barat," jawab Raffa.
"Kamu kan baru saja sampai, masa mau pergi lagi? Mama kesepian lagi dong." Arumi mengeluh.
Dia merasa keberatan dengan rencana kepergian putra dan menantunya.
"Bentar kok, Ma. paling lama cuma satu minggu," ujar Raffa menanggapi keluhan sang mama.
__ADS_1
"Biarkan saja, Ma. Lagian Kayla mungkin belum pernah keliling Sumatera Barat hitung-hitung mereka pergi liburan." Surya mendukung rencana putranya.
"Ya udah, kalau gitu. Besok Mama akan bawa Kayla seharian penuh," ujar Arumi memberi syarat.
"Terserah mama," ujar Raffa.
"Kamu mau kan, Kay? Besok kita pergi ke salon terus ke mall ketemu sama teman-teman arisan Mama," tanya Arumi pada sang menantu.
"Iya, Ma. Sehari besok aku akan menemani Mama ke mana pun," jawab Kayla.
"Boleh kan, Bang?" tanya Kayla meminta persetujuan sang suami.
"Iya, boleh. Lagian besok aku ada seminar jadi kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau bersama mama," ujar Raffa setuju.
****
Keesokan paginya pada pukul 09.00. Kayla dan Arumi sudah siap untuk pergi. Kali ini Rafa meminta Satya untuk mengantarkan 2 wanita yang disayanginya itu.
"Aku pergi, Bang," ujar Kayla berpamitan pada sang suami.
"Iya, hati-hati. Jangan ceroboh!" pesan Raffa.
Kayla meraih tangan sang suami lalu mencium punggung tangannya sebelum keluar dari kamar.
"Bro, jaga Mama dengan Kayla!" Raffa memberi perintah pada Satya lewat telepon.
Arumi mengajak Kayla menuju salon terlebih dahulu, mereka melakukan berbagai perawatan bagi seorang wanita.
Perawatan mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut. Mereka berdua menikmati setiap perawatan yang dilakukan oleh pelayan salon.
Setelah selesai melakukan perawatan Arumi membawa Kayla ke sebuah mall terbesar di kota Padang.
Di sana beberapa teman-teman sosialita Arumi sudah menunggu kedatangannya.
"Hai!" seru empat orang wanita paruh baya dengan gaya modis menyambut kedatangan Arumi.
"Ara," gumam salah satu di antara mereka sambil memegangi dadanya yang terasa berdenyut lebih cepat. dari sebelumnya.
Bersambung . . .
.
.
.
.
Hai readers, terima kasih sudah membaca karya Authorπππ
Tetaplah dukung Author dengan meninggalkan jejak berupa . . .
- Like
- Komentar
- Hadiah
dan
-Vote
Terima kasih atas dukungannya πππ
__ADS_1