
Kayla menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Kenapa Zahra bisa sekarang itu dengan Alex?" gumam Kayla di dalam hati.
Entah mengapa ada rasa tidak suka melihat Alex bersama dengan Zahra.
"Apa yang dilakukannya bersama Alex di sini?" gumam Kayla di dalam hati.
"Apakah mungkin Alex selingkuh dengan Zahra? Bagaimana hubungannya saat dengan Irene?" Kayla terus bertanya-tanya di dalam hati.
"Sayang," Raffa memanggil Kayla yang sedari tadi melamun dan mengabaikan keberadaan Raffa di sampingnya.
"Eh, Bang Raffa kapan datang?" tanya Kayla kaget.
Dia tak menyadari kedatangan Raffa sedari tadi.
"Dari tadi aku di sini, kamu aja yang asyik melamun," jawab Raffa.
"Masa, sih?" Kayla tak percaya.
"Iya, kamu lihatin apa, sih?Sampai enggak sadar aku sudah di sampingmu?" tanya Raffa penasaran.
"Enggak ada," jawab Kayla tapi matanya masih tertuju ke posisi Alex dan Zahra tadi berada.
Raffa mencoba mengikuti arah pandang mata Kayla karena penasaran, tapi dia tidak melihat Alex dan Zahra karena mereka sudah keluar dari wahana Gamezone.
"Nih, minuman buat kamu," ujar Raffa sambil menyodorkan sebotol air mineral pada sang istri.
Raffa sengaja membelikan air mineral untuk Kayla karena dia tahu saat ini Kayla masih dalam masa penyembuhan setelah mengalami keguguran.
"Makasih, Sayang," ucap Kayla.
"Habis ini, aku shalat dulu, ya. Waktu maghrib sebentar lagi masuk," ujar Raffa
Kayla mengangguk, saat ini dia belum bisa ikut shalat karena saat ini dia masih dalam kondisi nifas setelah keguguran.
Setelah selesai menenggak sebotol minuman, mereka pun melangkah menuju mushala yang terletak di lantai 1 mall tersebut.
"Aku nungguin Bang Raffa di sini saja, ya," ujar Kayla lalu dia duduk di bangku panjang yang tersedia di depan mushala.
"Ya udah, kamu tunggu di sini! Jangan pergi ke mana-mana, dan ingat untuk selalu hati-hati!" pesan Raffa panjang lebar.
Raffa sebenarnya sangat mengkhawatirkan istrinya jika dia meninggalkan wanitanya sendirian di luar mushala.
"Iya, Sayang," lirih Kayla tersenyum.
Kayla senang melihat sang suami yang sangat perhatian padanya.
Raffa pun melangkah masuk ke dalam mushala untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang hamba.
Sambil menunggu Raffa Kayla teringat dengan kedekatan Zahra dan Alex yang disaksikannya tadi .
Kayla mengeluarkan ponselnya dari tas selempang miliknya, lalu dia pun mulai mengetik pesan.
π Hai, Ren. Apa kabar?
Kayla pun mengirimkan sebuah pesan lewat aplikasi hijau pada sepupunya.
Tak berapa lama, pesan Kayla pun dibalas oleh Irene.
π Hai Kay. Alhamdulillah aku baik.
π Kamu apa kabar?
π Aku baik, lagi apa?
π Lagi santai ambil menunggu waktu maghrib masuk.
π Aku kangen cerita sama kamu.
π Sama Kay, Aku juga.
π BTW, giman kabar hubunganmu dengan Alex?
π Aman, tapi sekarang kami terpaksa LDR-an.
__ADS_1
π Alex pindah kuliah ke Jakarta.
π Oh gitu, kamu percaya sama Alex? Kamu enggak takut dia selingkuh?
π Percayalah, aku sama Alex sudah pacaran sejak kelas 1 SMA. Harusnya Alex tidak akan berpaling ke wanita lain.
π Memangnya kenapa, Kay?
π Oh, enggak apa-apa, sih. Semoga aja dia bisa setia.
π Aamiin.
π Trus kamu bagaimana dengan Bang Raffa?
π Baik, ini lagi jalan. Dia sedang shalat maghrib.
π Alhamdulillah, semoga kalian langgeng hingga tua.
π Aamiin.
π Kay, udah azan. Aku shalat dulu, ya.
π Oke, lain kali kita sambung lagi.
Mereka pun menghentikan aktifitas chating mereka. Kayla menutup ponselnya lalu kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.
"Kayla," panggil Alex saat melihat Kayla sendirian.
"Eh Alex," sahut Kayla.
Seperti biasa, jantung mereka berdegup dengan kencang, merasakan sebuah ikatan yang mereka sendiri tidak mengerti dengan perasaan yang hadir di hati mereka saat berjumpa.
"Kamu sendiri?" tanya Alex sambil celingak-celinguk mencari seseorang di sekeliling Kayla.
"Enggak, aku sama Bang Raffa. Dia lagi shalat," jawab Kayla.
"Oh, ya udah. Aku duluan, ya. Takut kena tonjok suami kamu," seloroh Alex.
"Hehe." Kayla terkekeh sambil mengangguk.
Alex melangkah meninggalkan Kayla, lalu keluar dari kawasan mushala tersebut.
"Kenapa dia sendiri? Bukankah tadi dia bersama Zahra, sekarang di mana gadis itu?" gumam Kayla di dalam hati.
Kayla mengedarkan pandangannya mencari sosok Zahra di sekitar mushala.
"Sayang," panggil Raffa sambil menepuk pundak sang istri.
"Eh," lirih Kayla kaget.
"Kamu cari apa?" tanya Raffa penasaran.
Sedari tadi Kayla terlihat menyembunyikan sesuatu darinya.
"Enggak apa-apa, Bang," jawab Kayla salah tingkah.
Raffa menautkan kedua alisnya, dia tak percaya dengan jawaban sang istri.
"Kita makan di mana, Bang?" tanya Kayla mengalihkan perhatian sang suami.
"Mhm, kamu mau makan di mana?" tanya Raffa lagi.
"Nyebelin, ah. Aku nanya sama Bang Raffa, kamu malah jawab pertanyaanku dengan pertanyaan lagi," gerutu Kayla kesal sambil mengerucutkan bibirnya.
Raffa melihat sekelilingnya lalu,
Cup.
Raffa mengecup lembut bibir sang istri yang manyun. Dia tak tahan untuk tidak meraup bibir sang istri yang sangat menggemaskan.
"Bang Raffa!" pekik Kayla memutar bola matanya.
Dia malu, wajahnya memerah seketika.
"Sekali lagi manyun seperti itu, aku akan ******* habis bibirmu," bisik Raffa menggoda sang istri.
__ADS_1
"Kamu, Bang," lirih Kayla sambil memukul dada bidang sang suami.
Raffa tersenyum puas, dia senang melihat wajah sang istri yang tersipu malu.
Dia pun merangkul pundak Kayla.
"Yuk, kita jalan aja dulu," ajak Raffa.
Raffa menggandeng tangan Kayla dengan mesra,dan membawa wanitanya melangkah kembali masuk ke dalam mall.
"Bang, kita makan di foodcourt aja, yuk!" ajak Kayla.
"Boleh, yuk," sahut Raffa.
Mereka pun melangkah menuju foodcourt yang terdapat di lantai 3.
Mereka masuk ke dalam foodcourt, dan mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka.
Raffa memilih tempat bagian pojok di dekat jendela . Dari sana mereka dapat melihat keindahan lampu malam yang bersinar di kota Jakarta.
Tak berapa lama mereka duduk, seorang pelayan datang menghampiri mereka untuk menanyakan pesanan mereka.
"Sayang, kamu mau pesan apa?" tanya Raffa pada Kayla.
"Mhm, ayam rica-rica sama jus buah naga," jawab Kayla setelah melihat daftar menu yang tersedia di atas meja.
"Oke, ayam rica-rica 2 jus buah naga 1, lemon tea 1," ujar Raffa memesan makanan pada sang pelayan.
"Baiklah, Tuan, Nona. Harap menunggu sebentar," ujar Si Pelayan.
Lalu dia pun meninggalkan pasangan suami istri itu untuk menyiapkan pesanan mereka.
Raffa melakukan panggilan video call dengan mamanya.
"Assalamu'alaikum, Ma," ujar Raffa saat panggilan sudah tersambung.
"Wa'alaikummussalam," jawab Arumi sambil mendekat pada suaminya.
Mereka tengah berada di ruang keluarga.
Raffa juga mendekatkan tubuhnya dengan sang istri agar Arumi dan Surya dapat melihat kebersamaan mereka.
"Lagi di mana, Sayang?" tanya Arumi pada putra dan menantunya.
"Di mall, Ma. Kangen mama," jawab Kayla.
"Mama juga kangen kamu, Sayang. Minggu depan kamu pulang, ya," pinta Arumi.
"Kenapa, Ma?" tanya Raffa saling pandang dengan istrinya.
bersambung . . .
.
.
.
.
hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπππ
tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa
- like
- komentar
- hadiah
dan
-vote
terima kasih atas dukungannya πππ
__ADS_1