
Reza menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia mencoba berpikir untuk menjawab pertanyaan dari Lisa.
"Oh, itu biasa kalau udah malam begini, aku yang bawa mobilnya pulang," jawab Reza.
"Oh gitu," lirih Lisa percaya.
Tak berapa lama terjadi keheningan di antara mereka berdua. Tiba-tiba suasana hati mereka gugup dan canggung untuk memulai bicara.
"Eh, udah malam. Aku pamit, ya. Lagian kamu juga harus tidur," ujar Reza.
Akhirnya pria itu memutuskan untuk meninggalkan penginapan. Dia tidak enak berduaan saja dengan Lisa di saat malam semakin larut.
"Iya, kamu hati-hati, ya," lirih Lisa.
Ingin rasanya Lisa berlama-lama berada di samping Reza, tapi dia juga tahu diri dan tidak pantas seorang gadis berduaan dengan lawan jenisnya di waktu yang semakin larut.
Apa yang dirasakan Lisa begitu juga yang dirasakan oleh Reza, berat rasanya dia ingn melangkah pergi meninggalkan gadis yang baru dikenalnya dua hari yang lewat.
Reza membalikkan tubuhnya hendak melangkah, seketika dia berhenti. Reza teringat sesuatu.
Dia kembali membalikkan tubuhnya melihat ke arah Lisa.
"Mhm, boleh aku pinjam ponselmu sebentar?" tanya Reza.
Tanpa jawaban, Lisa mengulurkan ponselnya pada Reza.
Reza langsung meraih ponsel milik Lisa. Dia pun mengetikkan nomor ponselnya lalu menekan tombol panggil.
Terdengar jelas ponsel Reza berdering, setelah itu Reza mengembalikan ponsel milik Lisa.
"Itu nomorku," ujar Reza pada Lisa lalu dia pun meninggalkan Lisa yang masih menatap punggung pria yang kini sudah mulai mengisi kekosongan hatinya.
Reza pun melayangkan senyuman manisnya sebelum dia melajukan mobilnya meninggalkan penginapan.
Lisa pun melangkah masuk ke dalam penginapan setelah Reza tak terlihat lagi.
"Ciiee, ada tanda-tanda, nih," goda Gita yang sedari tadi memperhatikan Lisa dan Reza dari pintu masuk penginapan.
"Gita, sejak kapan kamu berada di sini?" tanya Lisa curiga.
Lisa khawatir Gita melihat apa yang terjadi di antara dirinya dan Reza tadi.
"Hahaha, sejak kapan, ya? Aku lupa," ujar Gita lalu dia melongos masuk.
Dia melangkah meninggalkan Lisa yang sedang kesal padanya, Lisa pun mengikuti langkah Gita menuju kamar.
"Reza tampan, dan suaranya jadi imam, Wow," ujar Gita kembali menggoda Lisa saat mereka sudah berada di dalam kamar.
"Entahlah, aku serahkan semuanya pada Tuhan," ujar Lisa pasrah menyatakan bahwa dia memiliki perasaan pada pria yang baru dikenalnya itu.
"Aku sebagai sahabatmu akan berdo'a, semoga kalian berjodoh," ujar Gita setuju dengan hubungan Lisa dan Reza.
"Aamiin," gumam Lisa di dalam hati.
Walaupun Lisa mengetahui Reza hanyalah seorang karyawan di resort dan penginapan, hatinya sudah mulai mengagumi sosok pria sederhana itu.
****
__ADS_1
Keesokan harinya, pada pukul 04.00 ponsel Lisa berdering pertanda pesan masuk.
Lisa terbangun dari tidurnya, dia mengerjapkan matanya lalu meraih ponselnya yang tadi diletakkannya di samping bantalnya.
Dia membuka ponselnya, dan melihat sebuah pesan dari nomor yang tak dikenalnya.
Lisa mengernyitkan dahinya, dia pun membuka pesan itu.
💌 Assalamualaikum.
💌 Kamu sudah bangun?
💌 Bangun, ya. Siap-siap untuk shalat subuh.
"Ini siapa, ya?" gumam Lisa di dalam hati bingung.
💌 Wa'alaikummussalam.
💌 Maaf ini siapa?
Lisa mengirimkan pesan balasan pada nomor tersebut
💌 Baru semalam kita ketemu, kamu sudah lupa.
"Astaghfirullah, aku lupa. Apakah ini nomor Reza?" gumam Lisa lagi di dalam hati.
Lisa pun langsung duduk dan kembali membalas pesan dari pria itu.
💌 Maaf, aku belum menyimpan nomormu.
^^^💌 Ya sudah mulai sekarang di simpan, ya.^^^
^^^💌 Sudah bangun?^^^
💌 Belum.
^^^💌 Terus nulis pesannya siapa?^^^
💌 Dalam keadaan mimpi😂
^^^💌 Hehehe 😂^^^
^^^💌 Kamu bisa aja.^^^
💌😂😂😂
^^^💌 Ya sudah, siap-siap shalat subuh, ya.^^^
💌 Ok👍👍👍
Mereka pun menghentikan aksi berbalas pesan.
Lisa tersenyum, dia membayangkan wajah pria tampan sederhana yang kini sudah mulai mengisi hatinya.
"Astaghfirullah," gumamnya.
Lisa pun bangun dan melangkah menuju kamar mandi untuk bersiap-siap shalat subuh.
__ADS_1
Gita yang sedari tadi sudah bangun ulah tingkah Lisa ikut tersenyum dengan perkembangan kedekatan Lisa dengan pria tampan dan juga Sholeh teman Raffa.
"Ceria banget sahabat gue yang satu ini," goda Gita saat melihat Lisa baru saja keluar dari kamar mandi.
Lisa menautkan kedua alisnya heran mendengar godaan Gita.
"Apaan sih, Git?" tanya Lisa heran .
"Yang dibangunin sama calon imamnya, jadi semangat deh buat memulai aktivitas hari ini," ujar Gita semakin menjadi menggoda sahabatnya.
"Aneh, Git. Kamu sehat, kan?" tanya Lisa.
Lisa pun melangkah mendekati sahabatnya, lalu Lisa meletakkan tangannya di atas kening Gita untuk memastikan suhu tubuh Gita baik-baik saja.
"Ish, kamu kenapa, Lis?" Gita menepis tangan Lisa.
"Aku cuma mau memastikan kamu sehat atau sedang sakit," jawab Lisa polos.
"Ya sehatlah, emangnya kamu kirain aku sedang sakit atau bermimpi? Hah?" gerutu Gita.
"Ya habisnya kamu tiba-tiba bangun tidur langsung mencerocos tak tentu. Ya aku kira kamu sedang menggigau," ujar Lisa lagi.
"Mhm, dasar kamu mau mengalihkan pembicaraanku, kan? Aku tadi lihat pesan yang dikirimkan pria tampan sederhana itu padamu, dia membangunkan gadis pujaannya. Ciie," ujar Gita lagi.
"Dasar, Gita! Aku sama dia bukan ada apa-apa kali." Lisa melengos meninggalkan Gita.
Lisa pun beranjak mengambil mukena bersiap-siap untuk shalat subuh, Gita pun turun dari tempat tidur lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi bersiap-siap juga untuk shalat subuh berjamaah di ruang tengah bersama yang lainnya.
Pada pukul 09.00 semua rombongan kembali melakukan perjalan menuju Puncak Mandeh.
Puncak Mandeh merupakan sebuah estimasi wisata yang disebut-sebut raja Ampatnya Sumatera Barat.
Dari Puncak Mandeh pengunjung dapat menikmati keindahan laut pesisir Selatan.
Kayla sangat menunggu hari ini, karena ini pertama kalinya Kayla datang ke Pesisir Selatan. Dia sangat penasaran dengan keindahan yang disajikan dari puncak Mandeh yang selalu disebut-sebut oleh orang-orang.
Mereka sampai di puncak Mandeh setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit dari penginapan.
Rombongan keluarga berhenti sejenak di taman puncak Paku Mandeh untuk mengambil beberapa pose foto bersama maupun seorang diri.
Di saat sesi foto bersama selesai mereka asik berfoto selfie dan sibuk dengan pasangan masing-masing.
"Kamu mau aku fotokan?" tawar Nick saat melihat Gita berusaha mengambil foto selfie.
Gita tersenyum dan mengangguk.
"Tapi gantian, ya," ujar Nick dengan senyuman manisnya.
Senyuman yang tidak bisa dilupakan oleh Gita.
Lisa pun senang melihat aksi Gita dan Nick, dia hanya memperhatikan apa yang dilakukan oleh setiap orang yang di sana.
Lisa tidak banyak mengambil foto selfie, karena menurutnya dia lebih senang mengambil spot foto pemandangan tanpa siapa pun di sana.
"Mau aku fotokan?" tanya seseorang tiba-tiba datang menghampiri Lisa.
__ADS_1
"Kamu?" Lisa kaget saat melihat keberadaan Reza di sana.
Bersambung...