
Keesokkan harinya setelah acara pernikahan, Surya pun menyediakan sebuah armada bus pariwisata yang akan membawa seluruh keluarga besar Kayla ke Puncak Mandeh di pesisir selatan.
Surya sengaja menyediakan fasilitas liburan untuk seluruh keluarga Kayla sebagai ungkapan rasa syukur atas kebahagiaan yang sudah didapat oleh menantu kesayangannya.
Seluruh keluarga Hendra dan Wisnu ikut berlibur begitu juga dengan keluarga Dian yang ikut datang ke Padang untuk menghadiri acara resepsi pernikahan Agung dan Dian.
Tak lupa Lisa dan Gita juga ikut serta dalam perjalanan liburan tersebut. Gita dan Lisa sudah berbaur dengan seluruh keluarga besar Kayla.
Raymond dan Fitri juga tidak mau ketinggalan dalam acara liburan ini, sebagai sahabat Alex dan orang kepercayaan Raffa dan Satya mereka sudah di
anggap sebagai anggota keluarga.
Urusan kafe, untuk sementara Raymond menyerahkannya pada Nick.
Khusus untuk Rayna dan Satya, Surya menyediakan sebuah mobil Van marcedes Benz sprinter yang sudah disulap seperti hotel berjalan.
Di dalam mobil Van itu Rayna bisa beristirahat dengan nyaman selama perjalanan dari Padang menuju lokasi Puncak Mandeh di kabupaten Pesisir Selatan.
Saat semua orang sibuk mempersiapkan diri untuk berangkat, Kayla memeluk sang suami di depan mereka tanpa ada rasa malu.
"Sayang, makasih banyak, ya," ujar Kayla dengan manja.
Raffa menoleh heran pada sang istri yang tiba-tiba bersikap manja padanya.
Raffa tersenyum lalu mengelus lembut kepala sang istri.
"Semua ini enggak gratis, Sayang. Kamu harus membayarnya padaku," ujar Raffa sengaja ingin menggoda sang istri.
Seketika Kayla melepaskan tangannya yang masih melingkar di tubuh sang suami.
"Maksud kamu apa?" tanya Kayla cemberut.
"Kamu harus membayar semua ini dengan membahagiakan aku dan anak-anakku," jawab Raffa santai.
Kayla yang tadinya cemberut, sekarang kembali sumringah dan bahagia.
"Insya Allah, aku akan berusaha untuk membahagiakan kalian," ujar Kayla.
Tanpa malu-malu Kayla pun mengecup pipi sang suami karena saking bahagianya dia beberapa hari terakhir melihat semua keluarganya juga bahagia.
"Pa, lihat! Kayla dan Raffa semakin romantis aja," bisik Arumi yang sedari tadi memperhatikan tingkah anak dan menantunya.
Arumi bahagia melihat menantunya yang tengah mengandung tiga calon cucu untuknya bahagia, dengan kebahagiaan ibu dari cucunya, Arumi berharap cucu-cucunya terlahir dengan penuh kebahagiaan juga.
"Alhamdulillah, memang ini yang kita inginkan kebahagiaan putra dan menantu kita," ujar Surya menanggapi ucapan sang istri.
__ADS_1
Satu per satu anggota keluarga masuk ke dalam bus pariwisata yang sudah terparkir di depan rumah kediaman Surya.
Setelah semuanya masuk bus, Kayla dan Raffa pun ikut masuk ke dalam bus.
Mereka langsung berangkat dari kota Padang menuju kabupaten Pesisir Selatan.
Sepanjang perjalanan mata mereka dihadapkan dengan pemandangan laut yang luas, keindahan yang luar biasa diciptakan oleh Sang Penguasa Alam.
"Sayang," lirih Rayna saat mereka memulai perjalanan.
"Mhm," gumam Satya yang duduk di samping tempat Rayna berbaring.
"Seharusnya kita tidak usah ikut, aku takut merepotkan papa dana mama," ujar Rayna merasa tidak enak hati.
"Sudahlah, jangan kamu pikirkan. Papa Surya dan Mama Arumi sangat menyayangi kamu sama seperti Kayla, jadi mereka akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan kita," ujar Satya.
"Kamu istirahatlah! Supaya sampai di sana bisa fit ikut bergabung dengan yang lainnya," ujar Satya.
"Tapi aku enggak bisa tidur," lirih Rayna.
Satya menatap dalam pada sang istri, dia tahu apa yang kini diinginkan oleh istrinya.
Satya pun menyetel kursinya menjadi sebuah tempat tidur lalu menyatukannya dengan tempat tidur Rayna.
Rayna pun memeluk tubuh sang suami dengan erat.
"Makasih, Sayang," bisik Rayna.
Satya pun mengelus lembut kepala sang istri hingga mereka pun tertidur dengan pulas.
Di dalam bus.
"Sendirian?" tanya Raymond duduk di samping Alita tanpa meminta izin pada gadis itu.
Alita hanya menoleh ke arah Raymond, lalu kembali melempar pandangan ke arah luar jendela mengabaikan pria tampan dan baik hati itu.
"Kalau begitu biarkan kekasihmu ini menemanimu," ujar Raymond dengan penuh rasa percaya diri.
"Ish," dengus Alita kesal melihat tingkah Raymond yang semakin menjadi menggoda dirinya.
Kini Raymond tak lagi malu-malu mengungkap rasa sukanya pada gadis pengagum suami Kayla itu.
Sepanjang perjalanan Raymond terus-terusan menggoda Alita, hingga akhirnya Alita memasang headset di telinganya lalu berpura-pura menutup mata agar Raymond berhenti mengoceh.
Raymond tersenyum melihat tingkah Alita.
__ADS_1
"Sekarang kamu bisa saja cuek padaku, suatu saat nanti kamu akan jatuh cinta padaku dan melupakan ambisimu untuk mendapatkan kakak iparmu itu," gumam Raymond dalam hati.
Raymond yakin akan mendapatkan hati Alita, karena Raymond tahu bahwa Alita merupakan gadis yang baik hanya saja saat ini hatinya tertutup karena obsesi cinta pada Raffa.
Sebelum waktu dzuhur masuk, semua rombongan sudah sampai di Langkisau Resort. Mereka akan beristirahat sejenak sambil menyimpan barang-barang mereka di kamar masing-masing.
Raffa dan Kayla memilih sebuah kamar paling besar di penginapan tersebut, sedangkan kamar Rayna dan Satya berada di samping kamar mereka.
Alita yang sudah mengincar Raffa, memilih kamar tepat di samping kamar Satya dan Rayna.
Sementara itu Surya dan Arumi mengajak para orang tua untuk menginap di penginapan yang lainnya.
"Sayang, aku lapar," rengek Rayna pada Satya.
"Dedek lapar, ya," goda Satya sambil menyentil hidung sang istri.
"Hu-uh," lirih Rayna mengangguk.
"Tunggu sebentar ya, Sayang. Aku cari makanan sebentar," ujar Satya.
Sebelum pergi, Satya meminta Fitri untuk menemani Rayna di kamarnya.
Satya keluar dari kamar, lalu melangkah menuju ruangan besar yang biasa di gunakan oleh pengunjung penginapan untuk makan bersama.
Di sana sudah terhidang berbagai menu makanan lezat, ternyata Arumi dan Surya sudah meminta pihak penginapan untuk menyediakan makan siang.
"Berarti sekarang waktunya makan," gumam Satya.
Satya pun kembali melangkah menuju kamarnya, untuk membawa Rayna ke ruang makan.
"Sayang, makanan sudah terhidang di ruang makan, yuk kita ke sana," ajak Satya.
"Yuk, Fit. Kita makan," ajak Rayna pada Fitri.
Semua rombongan pun kembali berkumpul di ruang makan untuk menikmati makan siang sebelum acara lainnya.
Mereka akan berangkat ke pantai pada pukul 14.30 melakukan kegiatan bebas bermain di pantai Carocok.
Kayla dan Raffa yang baru saja selesai menyimpan barang-barang mereka langsung keluar dari kamar setelah dapat kabar untuk makan bersama di ruang makan.
Saat Kayla dan Raffa masuk ruang makan dan duduk di sebuah kursi, Alita langsung mendekat dan ikut duduk di samping Raffa.
Gadis itu melebarkan senyuman pada kakak iparnya lalu duduk dengan santai mulai menyantap makanan yang ada di hadapannya.
Bersambung...
__ADS_1