Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 168


__ADS_3

Di tempat lain, Alita sedang menikmati makan siang bersama teman-temannya.


"Eh, lu tau enggak? Ada berita heboh," ujar Cantika salah satu teman Alita.


"Berita heboh apa?" tanya Alita heran.


"Itu lho si Bryan dia kena perangkap Laura," oceh Cantika mulai menyebarkan gosip terpanas di Fakultas sebelah.


Bryan adalah salah satu cowok playboy di Universitas sebelah, dia merupakan idola para cewek-cewek di kampusnya.


Wajahnya yang tampan membuat kaum hawa banyak mengincar untuk menjadi pacarnya.


Dia salah satu mahasiswa terpopuler di Universitas nya. Sedangkan Laura adalah cewek yang sempat disakiti oleh Bryan, rasa sakitnya membuat Laura berkeinginan untuk memiliki Bryan seutuhnya.


Segala cara akan dilakukan Laura untuk mendapatkan Bryan.


"Maksud kamu?" tanya Alita mulai penasaran.


Alita dan teman-temannya mengenal Laura karena mereka pernah satu kost-an.


"Laura sengaja memasukkan obat perangsang di dalam minuman Bryan saat mereka berjumpa di kafe, akhirnya Bryan pun kalap dan bertekuk lutut di kaki Laura, jadilah malam itu Bryan masuk perangkap Laura," ujar Cantika menggebu.


"Karena Bryan sudah mengambil kehormatan Laura, akhirnya Bryan terpaksa bertanggungjawab sama dia," cerita Cantika lagi.


"Emangnya bisa gitu, ya?" tanya Alita penasaran.


"Iya, kalau cowok udah minum obat perangsang, dia akan seperti cacing kepanasan. Dan siapa pun wanita yang ada dihadapannya pasti dimangsanya." tambah Shiren salah satu teman Alita lainnya.


"Oh begitu, ya," ujar Alita yang baru dapat pengetahuan pergaulan muda mudi zaman now.


Alita pun membayangkan sebuah rencana untuk menjebak kakak iparnya agar bisa bertekuk lutut di kakinya dan melupakan Kayla si kakak kandungnya.


Dia tersenyum licik bayangkan kebahagiaannya hidup bersama pujaan hatinya.


"Al, hei ... kamu kenapa?" tanya Cantika penasaran melihat ekspresi Alita yang tertawa sendiri.


"Eh, enggak apa-apa," ujar Alita sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Trus Si Bryan mau gitu nikahin Laura?" tanya Alita pada Cantika.


"Ya gitu, sekarang mereka sedang menyiapkan prosesi pernikahan mereka," jawab Cantika.


"Wah, hebat juga tuh si Laura, emangnya di mana bisa dapat obat seperti itu?" tanya Alita penasaran.


"Di apotik banyak, Al," sahut Shiren.


"Oh gitu," sahut Alita.


"Tapi, biasanya orang apotik gak mau kasih obat itu ke sembarang orang," tambah Cantika.


Alita mengangguk paham apa yang diceritakan oleh teman-temannya.


"Aku harus bisa dapatkan obat itu, dan aku akan menggunakannya di waktu yang tepat," gumam Alita di dalam hati.

__ADS_1


Alita akan memasang perangkap untuk Raffa agar Raffa bisa jatuh ke dalam pelukannya.


Alex yang baru saja selesai kuliah langsung melajukan sepeda motornya menuju kampus Kayla.


Tadi pagi dia belum sempat bertemu dengan Kayla karena ada urusan mendadak, akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke kampus Kayla.


Alex langsung mencari Kayla di sekitar kawasan Fakultas Syari'ah, dia sengaja duduk di gazebo di depan gedung Fakultas Syari'ah agar dia bisa melihat Kayla jika kakaknya keluar dari gedung Fakultas.


Alex menunggu kakaknya sambil asyik berkirim pesan dengan Irene.


Setelah setengah jam Alex menunggu, Kayla, Rayna, dan Fitri keluar dari gedung fakultas.


"Kak Kayla!" panggil Alex sambil melambaikan tangannya kearah Kayla.


Kayla menoleh ke arah suara yang memanggilnya.


Kayla surprise saat melihat Alex berada di kampusnya.


Dia, Rayna dan Fitri pun melangkah menghampiri Alex.


Mereka ikut bergabung duduk di gazebo bersama Alex


"Lex, kamu di sini?" seru Kayla.


Dia senang bisa bertemu lagi dengan adiknya.


"Iya, Kak. Aku sengaja datang ke sini mau ketemu kakak," jawab Alex.


"Ketemu aku? Ada apa?" tanya Kayla penasaran.


"Terima kasih buat apa, Lex?" tanya Kayla heran.


"Kakak sudah bantuin aku menyelesaikan masalah yang tengah aku hadapi," jawab Alex.


"Oh itu, santai aja, Lex. Lagian aku sedih melihat keluargaku sedih, jadinya aku berusaha bujukin Bang Raffa buat minta bantuan sama mama dan papanya," ujar Kayla.


Kayla tersenyum mengingat kejadian semalam bersama sang suami.


"Kamu kenapa, Kak?" tanya Alex heran.


"Eh, enggak apa-apa," jawab Kayla.


"Yang penting aku sudah berhutang Budi sampai kamu, Kak," ujar Alex lagi.


"Udah, enggak apa-apa. Oh iya, kamu mau nikahnya kapan?" tanya Kayla mengalihkan pembicaraan.


"Belum tahu, Kak. Kata Bunda kemungkinan besar di waktu libur semester depan, soalnya calonnya Bang Raffa kan juga kuliah, teman kakak, kan?" ujar Alex.


"Iya, aku enggak nyangka sahabat sendiri bakal jadi kakak iparku," ujar Kayla.


Sejenak mereka mengobrol ringan dan saling tertawa, tak lama setelah itu mobil Raffa sudah terparkir di depan mereka.


Tiiit, Raffa mengklakson memberi tanda bahwa dia sedang menunggu istrinya.

__ADS_1


"Lex, suamiku udah nungguin, aku balik, ya," ujar Kayla minta izin meninggalkan adiknya.


"Iya, Kak. Salam buat Bang Raffa, sampaikan ucapan terima kasih dariku padanya," ujar Alex.


"Siip," sahut Kayla.


Kayla, Rayna dan Fitri berdiri, mereka pun melangkah menuju mobil Raffa lalu mereka masuk ke dalam mobil.


Kayla melambaikan tangannya saat Raffa mulai melajukan mobilnya.


Raffa menoleh ke arah sang istri, dia pun memasang wajah cemberut.


"Sayang, kamu cemburu sama adikku sendiri?" tanya Kayla pada sang suami yang sedang melancarkan aksinya.


"Siapa cemburu?" elak Raffa.


"Kalau enggak cemburu itu apa namanya?" celetuk Rayna membela kakaknya.


"Ih, kakak adik sama aja, mojokin aku," gerutu Raffa.


Ketiga wanita di mobil Raffa itu pun tertawa.


Sedangkan Alex langsung mencari Alita untuk mengajaknya pulang.


Sesuai janji mereka , Alita menunggu Alex di depan gedung Fakultasnya.


"Yuk," ajak Alex saat dia sudah berada di depan gedung fakultas Alita.


Alita yangs udah melihat kakaknya datang, dia langsung naik ke atas sepeda motor besar milik sang kakak.


"Al, kita mampir di kafe bentar, ya. Aku lapar," ajak Alex.


"Terserah kamu aja, Bang," sahut Alita.


"Ya udah, kita mampir di kafe depan ya." Alex pun menghentikan sepeda motornya di depan kafe yang terlihat sangat ramai.


Mereka melangkah masuk ke dalam kafe, di kafe itu banyak di temui muda mudi yang sedang bersantai menghabiskan waktu sorenya.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Alex pada Alita.


"Aku minum capucino latte aja, Bang, " jawab Alita.


Setelah itu, Alex pun memesan makanan dan minuman yang diinginkannya.


Tak berapa lama, makanan yang dipesan Alex pun datang. mereka mulai menikmati makanan yang sudah terhidang di atas meja.


Alita sengaja tidak memesan makanan karena dia merasa masih kenyang.


Alex dan Alita mengobrol ringan, hingga seorang pria datang menghampiri Alex dan Alita.


"Hai, ngapain kalian di sini?" tanya pria itu.


Alita kaget melihat pria yang menghampirinya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2