
"Ayah, Papa!" pekik Kayla surprise.
Dia tidak menyangka Ayah dan Papa Surya akan datang tanpa memberi kabar.
"Ayo masuk, Yah, Pa!" ajak Kayla.
Hendra dan Surya masuk ke dalam rumah, di saat itulah terlihat seorang pria yang tak asing bagi Lisa juga datang ke rumah sahabatnya.
Hatinya seketika berdebar-debar tak menentu melihat sosok yang selama ini hanya memberi kabar secukupnya lewat aplikasi hijau.
"Assalamu'alaikum," ucap Reza saat berada di depan Lisa yang mematung.
Seketika jantungnya berdetak dengan kencang, dia sulit untuk menguasai dirinya. Dia tak menyangka Reza akan datang ke Jakarta.
"Wa-wa'alaikumsalam," lirih Lisa menjawab salam Reza dengan pelan.
Mungkin hanya dia yang mendengar ucapannya.
Reza tersenyum melihat wanita yang sudah mengisi relung hatinya gugup saat melihat kedatangannya.
"Yuk masuk!" Kayla menarik lengan Lisa agar tidak mematung di depan pintu rumah.
Hendra dan Surya langsung masuk ke rumah dan duduk di ruang keluarga.
"Mama sama Bunda mana, Kayla?" tanya Surya.
"Mhm, mereka sedang di dapur. Kayla panggil dulu, ya," jawab Kayla lalu dia melangkah menuju dapur.
Sementara itu, Reza juga ikut duduk bersama Hendra dan Surya. Lisa semakin bingung harus melakukan apa, dia berdiri bingung di hadapan 3 pria tersebut.
"Bunda, Mama!" panggil Kayla saat dia sudah berada di dapur.
"Ada apa, Sayang?" tanya Hurry heran melihat wajah Kayla yang sangat senang.
"Mhm, i-itu ada tamu cari Mama dan Bunda," jawab Kayla.
Kayla sengaja tidak memberi tahukan kedatangan Ayah dan Papa pada dua wanita itu. mana tahu Ayah dan Papa sengaja ingin memberi kejutan untuk para istrinya.
"Siapa?" tanya Arumi penasaran.
Arumi dan Hurry saling melempar pandangan bingung.
Akhirnya mereka pun melangkah keluar dapur menuju ruang keluarga tempat para suami tengah menunggu.
"Papa!"
"Ayah!"
Pekik Arumi dan Hurry bersamaan. Mereka berdua kaget saat melihat sang suami sudah berada di rumah putranya.
__ADS_1
Mereka tak menyangka suami mereka akan datang tanpa memberi kabar sama sekali.
Arumi dan Hurry melangkah mendekati suami mereka masing-masing, saling melepas rindu setelah beberapa hari tak berjumpa.
Raffa yang baru saja selesai webinar di dalam kamar keluar kamar saat mendengar Papa dan ayah mertuanya datang.
Raffa tersenyum melihat dua pasang orang tua mereka yang sangat saling merindu, dia merangkul pundak sang istri yang menatap haru pada dua pasang orang tua berharga dalam hidupnya.
"Hai, Za. Bagaimana perjalananmu?" tanya Raffa beralih pada Reza yang juga menatap haru pada para orang tua tersebut.
"Aman, Bro," jawab Reza.
Lisa menunduk malu, dia masih diam berdiri di samping Kayla.
Raffa dapat melihat kegugupan sahabat istrinya.
"Kamu kenapa, Lisa?" goda Raffa ingin menjahili sahabat istrinya itu.
"Mhm, mhm," gumam Lisa bingung.
Wajahnya sudah berubah menjadi merah menahan rasa malu dan gejolak hati yang dia sendiri tak mengerti artinya.
Lisa pun berlari masuk ke kamar 3R ikut bergabung dengan teman-temannya yang lain.
Raffa dan Kayla tersenyum.
"Kamu temani Reza ya, Bang. Aku mau buatkan minum dulu, mereka pasti sangat lelah," ujar Kayla.
Sebenarnya Raffa tidak tega membuat dua pasang orang tua berharganya terpisah, tapi mereka yang bersikeras untuk datang ke Jakarta hingga thesisnya selesai.
"Kamu kenapa, Lisa? Kok tegang gitu?" tanya Gita heran melihat wajah sahabatnya yang berubah seketika.
Kayla ikut masuk ke dalam kamar sambil tersenyum melihat ekspresi Lisa.
Dian dan Gita menautkan kedua alisnya mereka saling melempar pandangan heran melihat keanehan Lisa dan Kayla.
"Ada apa sih kok kalian jadi aneh gitu?" tanya Dian ikut penasaran.
"Itu lho, si Lisa baru ngeliat sesuatu yang bikin jantungnya berdetak tak keruan," ledek Kayla sambil melirik sahabatnya yang masih tersipu malu.
Dian dan Gita masih bingung dengan perkataan Kayla.
"Ada apa, sih?" tanya Gita semakin penasaran.
"Siapa yang datang?" tanya Dian lagi.
Dua sahabat itu semakin penasaran, Kayla semakin tersenyum melihat wajah Lisa yang semakin memerah.
"Hehe, itu lho si Lisa ketemu sama,--" Kayla sengaja menggantung ucapannya.
__ADS_1
Dia tidak tahan lagi ingin tertawa.
"Ish, bikin penasaran aja sih kamu, Kay," gerutu Gita sambil cemberut.
"Bentar, ya. Aku susui 3R dulu, setelah itu kita keluar biar kalian tahu apa yang tengah terjadi." Kayla pun meraih putrinya lalu menyusui putri mungilnya.
"Ish, nyebelin." Dian dan Gita cemberut.
setelah Kayla selesai menyusui ketiga bayi-bayi kecilnya, 3R pun kembali tidur dengan pulasnya.
"Yuk, kita keluar," ajak Kayla.
Mereka pun berdiri dan melangkah keluar dari kamar 3R menuju ruang keluarga.
Sesampai di ruang keluarga Gita pun kaget saat melihat seseorang yang selama ini dirindukannya.
Kayla pun tersenyum melihat ekspresi Gita yang menirukan ekspresi Lisa tadi saat bertemu dengan Reza.
Melihat senyuman Kayla, Dian mengerti apa yang saat ini terjadi, dia pun ikut tertawa di dalam hati.
"Eh, Sayang. Sini!" panggil Raffa pada Kayla memanggil istrinya.
Para orang tua kini sudah berpindah ke dapur menemukan sang istri menyiapkan makan siang bersama. Kebetulan semua orang sedang berkumpul di rumah Raffa.
Kayla melangkah menuju sofa tempat Raffa duduk, dia duduk di samping sang suami.
"Lisa! Gita! Ayo, gabung sini!" panggil Raffa lagi.
Lisa dan Gita sedari tadi mematung menundukkan kepala karena malu. Mereka pun langsung duduk di sofa yang ada di hadapan Reza dan Nick yang baru saja datang.
Raffa sudah merencanakan hal ini, agar teman-temannya dan teman-teman istrinya berkumpul.
Dia rindu kebersamaan yang sempat mereka rasakan saat liburan di Padang usai pernikahan Alex dan Agung.
Tatapan Reza dan Nick kini tertuju pada wanita dambaan mereka yang kini duduk di hadapan mereka dengan wajah tertunduk.
"Hei, kalian kenapa, sih?" tanya Dian sengaja menggoda dua sahabatnya sambil menyenggol lengan Gita.
Raffa dan Kayla terkekeh melihat Dian yang mulai menggoda Dua sahabatnya yang masih lajang.
"Apa kabar, Lisa?" tanya Reza pada Lisa memulai pembicaraan mengusik rasa canggung yang ada.
"Mhm, a-aku ba-baik," jawab Lisa gugup.
Selama ini Reza menghubungi Lisa di saat-saat perlu saja, Reza sengaja tidak rutin menghubungi Lisa karena dia ingin menjaga hatinya agar tidak terus terpikirkan anak gadis orang yang belum halal baginya.
"Aku sengaja datang ke sini untuk bertemu denganmu," ujar Reza jujur mengungkapkan alasan kedatangannya ke Jakarta bersama ayah Hendra dan Pak Surya.
Lisa melebarkan bola matanya dia tidak menyangka Reza akan berterus terang di depan teman-temannya.
__ADS_1
"Wah, keren banget lu, Za. Gue suka gaya, lu," ujar Raffa menggoda Reza.
Bersambung...