Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 96


__ADS_3

Kayla terdiam, saat ini dia tidak tahu bagaimana menanggapi ucapan Raffa.


Ada rasa sedih di hatinya, hampir satu tahun dia menjadi istri Raffa tapi baru kali ini Kayla mengetahui usaha bisnis yang ditekuni oleh sang suami.


Hingga saat ini, masih banyak hal yang belum diketahui Kayla tentang sang suami.


Perjalanan pulang pun diisi dengan keheningan, Dian merasa bersalah dengan situasi saat ini.


DIa menyesal mempertanyakan sesuatu yang tak seharusnya ditanyakannya.


Raffa menghentikan mobilnya tepat di depan asrama putri.


"Bang Raffa, maafkan aku sudah lancang bertanya," lirih Dian menyesal.


"Tidak apa-apa, Yan. Sudah waktunya Kayla tahu hal ini," ujar Raffa tersenyum pada Dian.


Ketiga sahabat Kayla turun dari mobil Raffa.


"Makasih ya, Bang!" ucap Gita , Lisa dan Dian sebelum keluar dari mobil Raffa.


"Sama-sama," jawab Raffa.


Kayla pun hendak membuka pintu mobil, dia ingin turun.


Raffa langsung menggenggam tangan istrinya.


"Aku pinjam teman kalian dulu, ya," ujar Raffa pada ketiga sahabat istrinya.


"Siap, Bang," sahut ketiga sahabat Kayla.


Mereka pun melangkah masuk ke dalam asrama.


"Sayang, kamu marah sama aku?" tanya Raffa pada istrinya.


"Enggak," lirih Kayla.


"Lalu kenapa kamu diamkan aku?" tanya Raffa heran.


"Aku cuma sedang berpikir," jawab Kayla jujur.


"Mikirin apa, Sayang?" tanya Raffa.


"Mhm, selama ini Bang Raffa menganggap aku sebagai siapanya kamu, Bang?" tanya Kayla.


Kini Kayla menatap dalam wajah tampan suaminya, dia mulai menyelami manik hitam sang suami.


"Sayang, aku minta maaf belum memberitahukanmu tentang diriku sepenuhnya. Aku ingin kamu mengetahui tentang aku secara perlahan. Bukan aku ingin menyembunyikan jati diriku darimu," jelas Raffa sambil menangkup wajah Kayla dengan kedua telapak tangannya.


"Aku tidak marah sama Bang Raffa, aku hanya kecewa," lirih Kayla jujur.


"Sekali lagi aku minta maaf sama kamu, perlahan aku akan memberitahukanmu segala hal tentang aku," ujar Raffa.


Kayla mengangguk. "Aku enggak marah sama kamu, Bang," lirih Kayla lagi.


Raffa meraih tubuh mungil Kayla lalu membawanya ke dalam pelukannya.


"Kamu istriku, sampai kapan pun kamu akan tetap jadi istriku," lirih Raffa.


"Iya, Bang," lirih Kayla.


"Senyum, dong," pinta Raffa pada istrinya.


Kayla pun tersenyum.


"Gitu, dong. Buatku senyum di wajahmu adalah semangat dalam hidupku," ujar Raffa.


"Gombal," ujar Kayla memanyunkan bibirnya.


Seketika Raffa mengecup bibir istrinya.

__ADS_1


"Ih, mencuri kesempatan dalam kesempitan," gerutu Kayla sambil mencubit pinggang sang suami.


"Auw, sakit," pekik Raffa sambil mengelus pinggangnya.


"Hah, sakit ya, Bang?" tanya Kayla merasa bersalah.


"Hehehe." Raffa terkekeh.


"Ih, Bang Raffa menyebalkan." Kayla memukul pelan dada bidang suaminya.


"Aku mencintaimu," lirih Raffa sambil mencubit lembut hidung Kayla.


"Ya udah, aku turun dulu ya, Sayang." Kayla berpamitan dengan suaminya.


"Oke," sahut Raffa.


Kayla meraih tangan suaminya, dia menyalami dan menciumi punggung tangan sang suami.


Seperti biasa Raffa mengecup puncak kepala sang istri.


Kayla turun dari mobil, lalu melangkah masuk ke dalam asrama.


Raffa melajukan mobilnya setelah memastikan istrinya masuk ke dalam asramanya.


****


Setelah sidang Raffa berlalu dengan sukses, Sekarang waktunya bagi Kayla menyelesaikan berbagai ujian mata kuliah.


Sambil mengurusi bisnisnya dan melakukan berbagai seminar Raffa membimbing Kayla dalam belajar agar dia dapat menyelesaikan ujiannya dengan baik dan mendapatkan nilai yang bagus.


"Alhamdulillah, ujian kamu udah selesai, itu artinya kita akan pulang ke Padang," ujar Raffa pada istrinya.


Kayla baru saja menyelesaikan semua ujian mata kuliahnya.


"Alhamdulillah, sebelum kita ke Padang. Kita ke Bandung dulu kan, Bang?" tanya Kayla.


"Iya, Sayang. Kita akan berangkat ke Padang dari Bandung," jawab Raffa.


"Makasih, Bang," ucap Kayla pada suaminya.


Raffa tersenyum.


"Bang, aku lapar. Kita makan ke kafe, yuk!" ajak Kayla.


Saat ini Kayla merasakan sangat lapar padahal dia sudah makan sebelum ujian mata kuliah terakhir tadi.


"Hah, lapar? Bukannya kamu tadi baru makan?" tanya Raffa heran.


"Tapi aku lapar lagi, Bang," keluh Kayla sambil mengelus perutnya.


Raffa mengernyitkan dahinya, dia mulai heran dengan nafsu makan Kayla yang kini berbeda dari biasanya.


"Ya udah, yuk!" ajak Raffa.


Raffa menggandeng tangan Kayla.


"Sayang, kalau kamu makannya banyak nanti bisa gendut, lho," ujar Raffa menggoda istrinya.


Kayla menghentikan langkahnya.


"Jadi Bang Raffa bilang aku gendut?" tanya Kayla kesal pada Raffa.


"Bukan gitu," kilah Raffa jadi serba salah.


"Maksud aku kalau porsi makan kamu banyak gitu,--" Raffa tidak melanjutkan perkataannya saat mendapatkan tatapan tajam dari istrinya.


"Bang Raffa jahat, aku kan lapar. Aku juga enggak tahu kenapa akhir-akhir ini aku suka lapar," gerutu Kayla sambil mengerucutkan bibirnya.


"Iya," lirih Raffa.

__ADS_1


Raffa terpaksa mengalah, dia tidak ingin lagi berdebat dengan istrinya.


Raffa pun menarik tangan istrinya dan membawanya masuk ke dalam mobil yang terparkir di parkiran kampus. dia membawa istrinya ke kafe.


Sejak Kayla tahu SatRa's kafe adalah milik sang suami, Kayla jadi hobbi makan di sana. Apalagi semua makanan di kafe menjadi makanan favorit bagi Kayla saat ini.


"Kamu mau makan apa, Sayang?" tanya Raffa pada Kayla.


"Seperti biasa ya, Bang. Menu populer," jawab Kayla.


Raffa mengangguk dan memanggil seorang pelayan untuk membuatkan makanan yang diinginkan oleh istrinya.


Tak berapa lama pesanan Kayla terhidang di atas meja, tanpa basa-basi Kayla langsung melahap makanan di hadapannya.


Raffa hanya menatap aneh pada istrinya.


"Bang Raffa kenapa liatin aku seperti itu?" tanya Kayla pada Raffa saat makanannya hampir habis.


"Enggak apa-apa, kok," jawab Raffa santai.


Sebenarnya banyak pertanyaan yang melintas di benak Raffa tentang perubahan sikap Kayla tapi dia hanya menyimpan pertanyaan itu di dalam hati.


"Kamu yakin, Bang?" tanya Kayla tak percaya.


"Iya, Sayang. Enggak apa-apa, kok," jawab Raffa tambah bingung.


"Mhm, ya deh. Aku ke toilet bentar ya, Bang." Kayla berdiri dan melangkah menuju toilet meninggalkan Raffa seorang diri di tempatnya.


Raffa hanya mengangguk.


Setelah Kayla tidak terlihat lagi, Zahra datang menghampiri Raffa.


Gadis itu duduk di hadapan Raffa.


"Zahra," lirih Raffa heran melihat kedatangannya.


"Bang Raffa, aku cuma mau ngomong sesuatu," ujar Zahra pelan dan merendah.


"Katakan, aku tidak punya waktu," ujar Raffa dingin.


Dia juga tak ingin Kayla melihat dirinya berbicara dengan Zahra di kafe itu.


"Raffa, ternyata kamu Bang Raffa yang selama ini aku cari," ujar Zahra membuat jantung Raffa berdegup dengan kencang.


bersambung . . .


.


.


.


.


hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπŸ™πŸ™πŸ™


tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa


- like


- komentar


- hadiah


dan


-vote


terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2