UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Tingkah Konyol Dimas


__ADS_3

"Mereka masih di luar negeri. Besok baru mertuamu akan kembali. Ayah berencana berbicara dulu dengannya setelah itu baru Papa mempertemukan mertuamu dengan istrimu. Dan bagianmu adalah memberi penjelasan pada istrimu tentang identitas dia yang sebenarnya."


"Papa tenang saja, Dimas akan menjelaskan tentang itu nanti. Lalu bagaimana dengan nasib Bagas, Anggi dan Putrinya?" tanya Dimas.


"Ayah akan meminta pengampunan untuk Anggi dan Putrinya. walau bagaimanapun Anggi sudah mempertaruhkan nyawanya untuk Papa. Lagipula Papa sudah mengirim para penjahat itu ke penjara. Dan Bagas juga akan menyusul ke penjara setelah ia mendapatkan perawatan. Papa tidak bisa membebaskan Bagas begitu saja. Tapi Papa bisa mengusahakan pengacara untuk mengurangi masa tahanannya."


"Dimas tidak akan ikut campur kali ini, semua terserah Papa. Tapi jika sampai ia menyakiti Tiara lagi, aku tidak akan segan untuk menyingkirkan mereka semua."


"Papa juga tidak akan menghalangimu jika mereka tidak mau berubah. Ya sudah, Papa pergi dulu. Jaga istrimu jangan menyusahkan Dokter dan suster lagi."


Papa Teo keluar dari ruangan Tiara. Ia ingin mengunjungi Anggi dan juga Bagas. Ruangan Anggi dan Bagas di buat terpisah. Karena status Bagas yang saat ini sebagai tahanan, menyebabkan ruangannya di jaga ketat oleh pihak kepolisian.


Sementara Erick hanya bisa pasrah tetap berada di ruangan Tiara, hingga Tiara sadar. Ia harus menyiapkan mentalnya menghadapi tingkah bosnya yang makin aneh semenjak jatuh cinta pada Tiara.


Tak lama setelah Papa Teo keluar, Dimas melihat jari Tiara yang bergerak. Dengan cepat Dimas memencet Bel memanggil Dokter dan suster ke ruangan Tiara.


Dengan cepat seorang Dokter jaga dan dua orang suster masuk ke ruangan Tiara.


"Cepat kumpulkan semua Dokter perempuan dari setiap bagian untuk memeriksa istriku."


"Tapi Tuan, Dokter Teo tadi berpesan jika Nona Tiara sadar cukup panggil Dokter Mia saja


"Dia Dokter penyakit Dalam tuan, ia juga merupakan dokter muda yang berprestasi."


'Tidak kau harus memanggil Dokter ginjal untuk memeriksa ginjal istriku, dokter jantung untuk memeriksa jantungnya. Dokter tulang untuk memeriksa tulangnya. Dokter kandungan untuk memastikan kandungannya baik-baik saja. Pokoknya kalian harus memanggil semua Dokter spesialis dari setiap bagian ke ruangan ini sekarang juga. Dan pastikan mereka semua harus dokter wanita."


Tapi Tuan, sebelumnya kami juga sudah melakukan cek lengkap untuk Nona Tiara dan kondisi Nona baik-baik saja. Tidak ada penyakit atau masalah apapun terhadap kesehatan nona. Nona hanya perlu istirahat yang cukup tian" ucap Dokter jaga menjelaskan.


"Itukan pemeriksaan tiga jam yang lalu. Bagaimana jika setelah itu istriku bergerak dan ada tulangnya yang bergeser atau bagaimana jika perutnya nanti sakit dan mempengaruhi kandungannya. Dan istriku juga sudah lama pingsan tidak mengkonsumsi makanan dan air sedari tadi bagaimana jika mempengaruhi lambung dan ginjalnya. Apa kalian mau bertanggung jawab jika sesuatu terjadi pada istriku."


Ya Tuhan baru saja Tuan Teo pergi. Tuan Dimas sudah mulai kumat konyolnya. Dimana wibawamu yang terkenal dingin Tuan, Siapa saja bisakah menyelamatkanku dari tingkah konyol bosku ini batin Erick.


"Erick catat nama-nama Dokter yang tidak mau melayani istriku dan pecat mereka semua."


"Maafkan saya Tuan, saya akan mengikuti semua perintah anda."


"Mas..." ucap Tiara lemah.

__ADS_1


"Aku disini sayang, semua baik-baik saja. Sebentar lagi para Dokter akan memeriksamu."


"Haus..."


Dengan cekatan Erick mengambilkan air mineral dan memberikannya kepada Dimas. Dimas membantu Tiara untuk meminum air.


"Mas kenapa banyak Dokter yang datang kemari," tanya Tiara heran ketika tiba-tiba datang sekelompok dokter wanita memasuki ruangannya.


"Mereka semua akan memeriksamu sayang"


"Hah..., Dokter sebanyak ini ingin memeriksaku. Apa aku sakit parah Mas?" tanya Tiara sedikit terkejut.


"Tidak sayang mereka adalah Dokter dengan Keahlian masing-masing. mereka akan memeriksa semua bagian dari tubuhmu."


Tiara menatap Dimas bingung, ia lalu menatap Erick seolah meminta penjelasan.


"Kondisi anda baik-baik saja Nona. Mertua Anda Dokter Teo sebenarnya juga menyarankan cukup Dokter Mia saja yang memeriksa anda. Tapi karena suami anda mengkhawatirkan kondisi anda. Jadi ia memerintahkan Dokter spesialis di berbagai bidang untuk memeriksa anda."


"Mas tolong suruh semua Dokter ini kembali ya. Dan cukup Dokter Mia saja yang memeriksaku sesuai saran Papa."


"Baiklah sayang" jawab Dimas pasrah. Tapi sebelumnya ia memelototi Erick.


*************


Key dan juga Yesi saat ini berada di dalam mobil yang tengah melaju menuju kampung nelayan. Tidak ada pembicaraan apapun diantara mereka berdua, yang ada hanya suasana canggung dan hawa yang dingin melingkupi mereka.


Yesi mengalihkan pandangannya kesamping menatap pemandangan dan mobil berlalu lalang. Setelah perjalanan yang dipenuhi dengan hawa Dingin akhirnya Yesi bisa bernafas lega karena mereka telah sampai ditujuan.


Key dan Yesi disambut oleh para warga dengan alat musik rebana. Mengiringi mereka masuk ke dalam rumah. Sepanjang perjalanan para warga memberikan mereka selamat.


Sesampainya di dalam rumah para warga mengajak Key dan juga Yesi mengadakan syukuran atas pernikahan mereka dengan dipimpin doa oleh Ustadz di kampung mereka.


Doa telah selesai dipanjatkan dilanjutkan dengan makan-makan bersama.


Yesi terharu dengan sikap dan kepedulian para warga terhadapnya dan juga Ayahnya. dengan Isak tangis Ia mengucapkan terimakasih dan juga memohon doa untuk kesembuhan Ayahnya. Sementara Key hanya menatap datar para warga dan juga Yesi.


"Jangan bersedih Nak, walau bagaimanapun hari ini adalah hari kebahagiaanmu. Ayahmu pasti juga ingin melihatmu bahagia. Kami disini mendoakan kebahagiaanmu dan juga kesembuhan Ayahmu" ucap Ustadz kampung nelayan.

__ADS_1


"Terimakasih Pak, Bu. Terimakasih sekali lagi. Tiara bahagia dan sangat beruntung memiliki kalian semua.


Sementara itu di luar rumah ada sekelompok bapak-bapak yang sedang melakukan konferensi meja bundar. Sepertinya mereka memiliki rencana besar untuk Key.


"Apa kalian yakin kita harus melakukan ini."


"Yakin. Anggap saja ini adalah balasan terimakasih kita pada Tuan Key karena telah membantu ekonomi kita."


Ya, pria yang sedang berembuk itu adalah para nelayan yang sebelumnya dibikin babak belur oleh Key. Mereka saat ini sedang merencanakan sesuatu untuk masa depan Key dan juga Yesi.


"Ini adalah resep turun temurun, dijamin tokcer, bakalan buat Tuan Key jadi bersemangat nanti di ranjang. Saya juga sudah meminta istri saya membuat ramuan untuk Yesi. Selain menambah gairah itu juga buat kesuburan jadi di jamin sekali bikin langsung jadi. Kalian jangan khawatir Tuan Key pasti akan berterima kasih pada kita nanti karena ramuan ini." mereka terkikik geli membicarakan ide gila mereka.


"Tapi tadi saya dan istri saya masuk ke kamar Yesi. Kalian tau ranjangnya sangat kecil dan juga terlihat tua. Bagaimana nanti jika tiba-tiba ranjang itu ambruk karena Tuan Key terlalu bersemangat."


"Kau benar, kita melupakan ini semua. Terus bagaimana ini. Dimana kita beli ranjang malam-malam begini."


"Terpaksa mereka tidur tanpa ranjang. Tapi tenang saja di rumahku ada kasur baru yang ukurannya lebih besar daripada kasur Yesi. Kita bisa menukarnya dengan itu."


"Ya sudah kita bagi dua kelompok. Kelompok pertama ajak tuan Key kemari dan pastikan meminum ramuan ini. Dan kelompok kedua kita menyusup ke kamar Yesi dan singkirkan ranjang tua dan kasur kecil itu. Oke..., Let's go kita laksanakan misi kita."


"Apa ini Pak," tanya Key penasaran ketika salah seorang pria menyodorkan minuman pada Key.


"Ini minuman tradisional kampung kami Nak. Baik untuk kesehatan, bisa menghangatkan badan." Juga menghangatkan ranjang sambungnya dalam hati.


"Ayo nak dicoba. Kami tadi juga sudah meminumnya" ucap mereka berbohong.


Sementara itu di dalam ibu-ibu nelayan juga membujuk Yesi untuk meminum ramuannya. Setelah memastikan misi mereka selesai, mereka serentak berpamitan pulang tapi sebelum itu mereka secara bergotong royong membersihkan dan merapikan rumah Yesi.


"Kami semua pamit dulu ya nak. Jangan lupa layani suamimu dengan baik."


"Yesi, ini suamimu terlihat lelah. cepat ajak ke kamar sana. Tidak perlu mengantarkan kepergian kami."


"Tapi Bu..."


"Sudah sana kalian berdua masuk kamar" beberapa orang sengaja menggiring Yesi dan Key memasuki kamar mereka. Kamar pengantin yang sudah di hias oleh mereka. (tapi tanpa adanya ranjang wk wk wk 😂🤣🤣🤣🤣)


"Pergi kemana ranjang dan kasurku" Yesi menatap heran kasur yang tergeletak dilantai yang telah di hiasi dengan taburan bunga mawar berbentuk love.

__ADS_1


Tiba-tiba mereka berdua merasakan panas dan juga gairah yang tak tertahankan lagi. Mereka saling pandang penuh gairah dan....


TBC


__ADS_2