UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Bertemu Roy.


__ADS_3

Hari sudah hampir menjelang malam, Dimas mondar-mandir dikamarnya sambil memandangi handphone miliknya.


"Apa rencanaku gagal kali ini, kenapa sampai saat ini Mayumi tidak menghubungiku?"


Setelah mempertimbangkan dan terus memikirkan rencananya akhirnya Dimas memilih untuk segera berangkat menuju pusat hiburan malam.


Hingar-bingar terlihat disepanjang tempat hiburan itu, apa lagi malam ini adalah malam Minggu. Dimas mengabaikan pengunjung yang mencoba menggodanya, ia terus berjalan menuju tempat dimana ia duga Mayumi ada disana.


Baru saja ia ingin melangkah memasuki lift, tiba-tiba sebuah tangan yang menyentuh pundaknya menghentikan langkahnya.


"Ada ap...." ucapannya terhenti ketika menatap tak percaya sosok pria di depannya.


"Roy!"


"Ternyata kau masih mengingatku, Suster Dina bisa kita berbicara sebentar" menatap sendu dan terlihat memohon.


"Maaf aku sibuk!" menyingkirkan tangan pria itu dari pundaknya dan kembali melangkah memasuki lift.


Pria itu mengikuti Dimas memasuki sebuah lift dan Dimas tidak terlihat terganggu sama sekali ia mengabaikan keberadaan pria itu.


"Kenapa?" mengikuti langkah Dimas danencoba untuk menghalanginya.


"Apa maumu?"


"Kenapa kau menghilang begitu saja dan sekarang tiba-tiba kau ada ditempat seperti ini. Dan aku juga mendengar kalau kau seorang...."


menghentikan ucapannya karena tak sanggup mengeluarkan kata-kata itu.


"Aku tidak bisa menjawab semua pertanyaanmu saat ini. Kau bisa bertanya langsung dengan Bosmu, ia mengetahui segalanya. Oh ya, salam buat Bosmu. Apa ia juga ada di kota ini?"


Belum sempat menjawab pertanyaan Dimas, tiba-tiba pintu lift terbuka.


"Kita bicara lain kali, aku benar-benar sibuk kali ini. Kau bisa menanyakan semua yang mengganjal dipikiranmu dengan Bosmu itu."

__ADS_1


Dimas keluar dari lift dan Roy tidak mengikutinya kali ini, pria itu masih terdiam di dalam lift dan terlihat putus asa.


Mayumi tersenyum melihat Dimas dari kejauhan, segera ia menghampirinya.


"Untung kau ada disini, aku baru saja ingin menghubungimu."


"Ada apa? Dan kenapa kau terlihat panik?" tanya Dimas.


"Anak buahku yang seharusnya melayani tamu VVIP malam ini tiba-tiba mengalami dehidrasi. Tidak hanya satu orang tapi ada tiga orang, entah apa yang mereka makan hingga mereka tidak berhenti bolak-balik kamar mandi."


"Jadi, apa kau membutuhkan bantuan ku untuk membawa mereka kerumah sakit?" tanya Dimas pura-pura tidak mengerti.


"Bukan itu maksudku, aku ingin kau bergabung dengan anak buahku menjadi pelayan VVIP. Kamu mau kan? tolong bantu aku kali ini, aku benar-benar kekurangan orang?"


"Tanpa kau memohon pun aku dengan senang hati membantumu. Aku sedang membutuhkan uang saat ini, jadi selama bayarannya memuaskan aku pasti melakukannya."


"Jangan khawatir bayarannya tidak akan mengecewakanmu. Pergilah keruangan yang aku tunjukan padamu kemarin. Aku sudah siapkan pakaian untukmu disana. Aku masih harus mencari satu orang lagi."


"Baiklah!" Dimas menuju keruangan dimana gadis-gadis cantik itu tinggal. Terlihat mereka sudah siap dengan penampilan cantik mereka."


"Kau bukankah yang kemarin kemari bersama Mayumi. Wah rupanya Mayumi telah memilihmu, selamat bergabung. Perkenalkan aku Santi dan ini Hana."


"Nina."


"Ayo aku tunjukkan ruangannya."


Dimas telah siap dengan penampilannya dan terlihat Mayumi berjalan menuju tempat mereka dengan seorang gadis berwajah Asia dan memiliki body bak gitar spanyol.


"Kenapa anda membawa gadis penghianat ini kemari, Mayumi!" terlihat mereka tidak menyukai gadis yang dibawa Mayumi kali ini.


"Lupakan masalah kalian untuk saat ini, kita sedang kekurangan pelayan. Masalah kita bahas lagi belakangan, jangan coba-coba memancing keributan. Aku tidak akan segan untuk mengusir kalian dari tempat ini selamanya." Mayumi berusaha mencegah salah seorang dari mereka yang ingin mendekat dan melukai gadis itu.


"Cih, penghianat. Awas saja kalau kau sampai berulah lagi, aku tidak akan segan-segan melemparmu dari balkon atas" ucap salah satu dari mereka dengan wajah sinis. Sementara wanita yang diajuk berbicara terlihat acuh. Dimas pun pura-pura tidak tahu dengan keributan kecil itu.

__ADS_1


"Sudah-sudah, ayo selesaikan riasan kalian aku tunggu 20 menit lagi kalian harus sudah siap."


Selesai dengan riasannya, Mayumi mengecek satu-persatu. Ia merapikan setiap tampilan yang menurutnya kurang sempurna atau terlalu berlebihan.


Rombongan wanita cantik itu langsung menuju keruangan VVIP. Sebuah ruangan mewah yang besar, sepertinya ruangan itu tidak hanya digunakan sebagai tempat bersenang-senang tapi juga ada ruangan rapat yang terpisah dinding penyekat agak transparan.


Ini adalah ruangan favorit yang biasa digunakan bos besar untuk rapat sekaligus bersenang-senang. Dimas meneliti setiap jengkal ruangan itu. Ia bisa melihat samar-samar sebuah ruangan rapat yang dihadiri kurang lebih 10 orang dan 4 diantaranya terlihat berdiri dibelakang Tuan mereka, sepertinya mereka adalah pengawal dari para bos besar itu.


"Kalian tunggu disini dan jangan berisik, sebentar lagi mereka akan selesai" ucap Mayumi mencoba untuk menenangkan mereka.


Dimas memperhatikan dengan seksama melalui dinding transparan itu. Ia mencoba mencuri dengar tapi sepertinya itu adalah ruang kedap suara, karena tak ada satu suarapun yang terdengar olehnya.


Setelah 15 menit penantian, akhirnya para bos dan koleganya keluar dari ruangan itu. Mereka tersenyum senang menyambut para wanita yang bersiap melayaninya.


Satu persatu mereka menghampiri pria yang baru saja menyelesaikan rapatnya.


Dimas terpaku menatap dua orang pria yang terlihat acuh dengan kehadiran wanita seksi diruangan mereka. Kebetulan posisi Dimas agak jauh dari mereka, hingga kedua orang itu tidak menyadari tatapan intens Dimas


"Tolong menjauh dariku" tolak pria itu ketika beberapa wanita bergantian mencoba mendekatinya. Pengawal yang ada disebelahnya tanggap dan langsung mengusir para wanita yang mencoba mendekat itu.


"Apa hanya seperti ini kualitas wanita yang kaumiliki. Apa tidak ada satupun wanita disini yang bisa memuaskan mitra kerjaku?" Pria yang terlihat mendominasi disana mencengkeram rahang Mayumi.


"Ma-maafkan saya tuan. Saya akan mencarikan wanita lain yang bisa memuaskan kolega Anda." sambil berbicara terbata-bata Mayumi menatap memohon maaf pada Bosnya itu.


"Dasar bod*h" menghempaskan cengkeramannya dan membuat Mayumi jatuh tersungkur di lantai.


Dimas yang mengamati sedari tadi tersenyum smirk dan mendekati pria itu.


"Apa kau juga akan menolakku" Dimas mendekat dan bergelayut manja pada pria yang sebelumnya menolak semua wanita yang mendekat padanya


"Kalau kamu bersedia melayaniku, aku tentu tak akan menolaknya" ucap pria itu sembari memeluk Dimas.


Dimas terlihat tersenyum senang dan ia mendekatkan wajahnya ditelinga pria itu. Membisikkan sesuatu yang mbuat pria itu tersenyum geli.

__ADS_1


TBC


__ADS_2