
"Untuk hasil lab nanti saya akan mengirimkan pada Nona Maya" Ucap Dokter itu tersenyum menatap Tiara.
"Jangan khawatir Tiara, aku akan kirim hasilnya padamu via WA. Jadi kau tidak perlu khawatir. Dan satu lagi tentang pemeriksaan ini tolong jangan kau beritahu siapapun. Jika hal ini sampai tersebar bisa-bisa club bakal sepi pengunjung. Kamu tau sendiri kan seberapa banyak orang yang menggantungkan hidupnya dengan bekerja disana" Ucap Maya memohon.
"Baik, Nona Maya saya akan rahasiakan tentang ini. Dan saya mohon undur diri dulu Nona." Pamit Tiara.
"Baiklah, dan jangan khawatir supir yang membawamu tadi akan mengantarmu kembali. Ia menunggumu di lobi depan, mari saya antar" jelas Maya.
Maya pun mengikuti langkah Tiara dengan berjalan di belakangnya. Maya yang berjalan tergesa-gesa mengikuti Tiara tiba-tiba terjatuh.
"aaauw...!!!" Maya terjatuh dengan menarik rambut Tiara. hingga Tiara pun ikut jatuh terjungkal bersamanya.
"Aaaa..!!! Aduh kepalaku sakit" teriak Tiara memegangi kepalanya.
"Maaf-maaf Tiara aku tidak sengaja kehilangan keseimbangan tadi.
"Astaga Rambutku" Tiara meratapi beberapa helai rambutnya yang terjatuh di lantai dan juga ditangan Maya.
"Maaf rambutmu jadi rontok dan berantakan karenaku. Sini biar aku rapikan rambutmu" ujar Maya.
"Tidak usah Nona, biar saya rapikan sendiri saja" Tiara merapikan rambutnya menggunakan Tangannya.
"Saya permisi dulu Nona" ucap Tiara, segera berdiri dan berjalan meninggalkan Maya yang tersenyum licik menatap kepergian Tiara.
Sampai di lantai bawah sopir yang tadi mengantar Tiara dengan segera menghampiri Tiara.
"Mari Nona saya antar."
**********
Sementara di apartemen Dimas, tampak Dimas yang uring-uringan begitu mengetahui Tiara tidak berada di apartemennya.
Dimas menghubungi anak buahnya, untuk mencari dimana keberadaan Tiara melalui CCTV yang ada di gedung apartemen.
"Dalam satu jam kau harus menemukannya, jika tidak kalian semua aku pecat!!!" Dimas berbicara di telepon dengan nada tinggi.
Tak lama kemudian Dimas mendapatkan info dari anak buahnya, bahwa mobil yang tadi membawa Tiara sedang dalam perjalanan menuju kembali ke apartemen Dimas.
Dimas yang tadinya khawatir merasa sedikit lega mengetahui keberadaan Tiara.
Ketika Tiara sampai di apartemen Dimas, waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.
__ADS_1
Tiara masuk ke dalam apartemen dengan sedikit ragu. Tiara heran ketika melihat apartemen dalam keadaan gelap gulita.
Tiara berjalan masuk dan ia meraba-raba tembok untuk mencari saklar lampu. Ketika lampu sudah berhasil menyala, Tiara terkejut mendapati kondisi ruang tamu yang berantakan. seperti kapal pecah.
"Astaga, apa tadi habis terjadi gempa bumi. kenapa ruangannya berantakan begini? Apa Tuan Dimas sudah pulang?" Tiara melangkahkan kakinya dengan hati-hati, Ia menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri mencari keberadaan Dimas.
"Mati aku, apa Tuan Dimas tadi habis mengamuk. tapi dimana dia?" Tiara masih mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tapi masih tak mendapati keberadaan Dimas.
Dengan segera Tiara melangkahkan kakinya menuju ke kamar. Sesampainya di kamar, Tiara mendapati Dimas duduk di sofa menatapnya tajam.
"Ada yang ingin kau jelaskan" Dimas menatap Tiara tajam.
Astaga kenapa tiba-tiba hawanya jadi dingin begini, gumam Tiara.
"Tiara!!!" teriakan Dimas membuyarkan lamunan Tiara.
"I-iya Tu-tuan, Maaf" ucap Tiara
"Maaf untuk apa?" tanya Dimas dingin.
"Ma-maaf karena keluar tanpa i-ijinmu Tuan. Se-sebenarnya saya ingin menghubungi Tuan untuk mi-minta ijin ta-tapi saya tidak tau nomor tuan" ucap Tiara terbata-bata.
"Apa kau akan mati jika menungguku pulang terlebih dahulu" Dimas terus menatap Tiara tajam.
"Dengar tidak perduli apapun jika aku katakan kau harus tinggal maka kau harus tetap tinggal. Jangan coba-coba membangkang semua perintahku. Kau tidak akan sanggup menanggung konsekuensinya nanti. Dan jika kau ingin kalung, aku bisa memberikan 10x lebih mahal dari milikmu" Dimas mulai meninggikan suaranya.
"Maaf Tuan, tapi ini adalah kalung pemberian orang tuaku" tanpa sadar Tiara sudah meneteskan air matanya.
Dimas yang melihat Tiara menangis akhirnya mulai melunak.
"Pergilah mandi, aku akan pesan makanan untuk kita" perintah Dimas.
"Saya ingin membersihkan ruang tamu dulu tuan, baru setelah itu mandi" Tiara berbalik ingin menuju keluar kamar.
"Berhenti!! aku mengatakan apa tadi padamu" kesal Dimas.
"Mandi Tuan"
"Lalu kenapa kau malah ingin mengerjakan hal yang lain, apa membantahku sudah menjadi hobimu"
"Ti-tidak Tuan hanya saja aku melihat tadi ruang tamu sangat berantakan ja..."
__ADS_1
"Pergi mandi, sekarang!!!" sela Dimas dengan suara keras.
Tiara yang terkejut dengan suara teriakan Dimas dengan segera melemparkan tasnya ke atas meja dan berlari ke kamar mandi, lalu menutupnya dengan tergesa-gesa.
"Astaga jantungku" Tiara memegangi dadanya yang berdegup kencang.
Dengan segera Tiara melaksanakan ritual mandinya. Setelah 30 menit akhirnya ia menyudahinya. Tapi karena Tiara tadi terburu-buru ia lupa membawa baju ganti. sedangkan baju yang tadi di pakainya sudah ia taruh di tumpukan baju kotor.
"Ya Tuhan, bagaimana caraku keluar kalau seperti ini" Tiara hanya bisa menutupi tubuhnya dengan handuk kecil yang ada di kamar mandi.
Bahkan handuk itu tak mampu menutupi bagian bawahnya dengan sempurna.
Setelah satu jam Tiara tak juga keluar Dimas, mengetuk pintu kamar mandi.
"Tiara kamu mandi apa tidur, kenapa belum selesai juga" teriak Dimas.
"Tuan bajuku tertinggal, bisakah anda mengambilkan bajuku. Tolong tuan" ucap Tiara memelas.
"Aku bukan babumu, kau ambil saja sendiri" ucap Dimas cuek.
"Tuan tolong, aku sudah kedinginan"
Dimas menghela nafasnya kasar mendengar permintaan Tiara. Ia lalu dengan segera mengambil baju ganti Tiara.
"Astaga" ucap Dimas ketika mengambil pakaian dalam Tiara.
"Ini ambil bajumu" Ucap Dimas dari balik pintu.
Tiara kemudian membuka pintu itu dan tampak kepalanya menyembul dari pintu kamar mandi.
"Terimakasih" ucap Tiara menerima bajunya dari Dimas.
"Kau harus membayarku untuk ini" Dimas tersenyum smirk ke arah Tiara.
Tiara hanya bisa menelan saliva melihat reaksi Dimas.
"Ya Tuhan apalagi yang akan ia lakukan padaku."
Tubuh Tiara merinding seketika membayangkan hal apa nantinya yang akan di lakukan Dimas padanya.
TBC
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca dan jangan lupa like vote dan komentarnya terimakasih 🤗😘