UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Pernikahan Farih


__ADS_3

Farih seharian ini selalu mengganggu Mamanya, berharap akan mendapatkan bocoran dimana keberadaan istrinya sebenarnya. Ia sudah berkali-kali mencoba menghubungi Lia tapi nya tidak aktif.


Mama yang sudah tidak tahan karena kelakuan putranya yang selalu menerornya, itu akhirnya mengalah. Ia melakukan Video call dengan sahabatnya agar bisa berbicara dengan Lia.


"Halo, Nisa bisa kau penggilkan menantuku. Ini putraku sudah tidak sabar untuk bertemu istrinya."


"Hallo Ma" Sapa Lia.


"Sayang, kamu dimana" Tiba-tiba Farih mengambil alih handphone yang ada di tangan mamanya.


"Lia dirumah temannya Mama Mas, disini enak Mas pemandangannya sejuk banget."


"Lia, Mama nyuruh mas nikah lagi. Katanya Mama kamu sudah kasih izin beneran sayang."


"Bener mas Lia izinin kok."


"Tapi mas mau dinikahkan lagi Lo sayang, kamu nggak keberatan?"


"Kenapa harus keberatan, Kalau mau nikah ya nikah aja. Mas aneh deh."


"Tapi sayang..."


"Tetoott, waktu sudah habis. Kamu denger sendirikan istrimu kasih izin."


"Kok istri Farih nggak ada sedih-sedihnya ya Ma. Padahal kan suaminya mau nikah lagi. Apa Farih segitu nggak pantasnya buat dia. sampai dia nggak mau mempertahankan suaminya ya ma" tanya Farih sedih dan bingung.


"Jangan berfikir ngelantur kamu mana ada istri nggak cinta suaminya. Udah kamu nggak usah mikirin itu, pikir aja pernikahanmu yang sebentar lagi di laksanakan. Mama juga sudah minta Tiara sama Dimas tinggal sama kita sampai hari pernikahanmu."


"Ma, mama beneran serius mau nikahkan Farih. Mama nggak kasihan sama anakmu ini Ma."


"Kasihan kenapa? bukannya setiap orang juga bakalan nikah. Udah ah, mama mau cari Tiara dulu. Mama mau ukur baju buat acara pernikahanmu nanti. Dan untuk bajumu, Dimas dan Papa sebentar lagi akan ada orang yang kesini buat ngukur kalian, jadi jangan kemana-mana.


"Tiaraaa!!" panggil Mama dari lantai bawah


"Ya, Ma." Tiara menuruni anak tangga bersama dengan Dimas.

__ADS_1


"Ayo, ikut mama ke butik Teman mama. Waktu kita sudah nggak banyak ini."


"Iya Ma, ayo Tiara sudah siap sekarang" berjalan keluar mengikuti Mama.


"Kamu mau kemana?" tanya Mama kepada Dimas yang mengikuti Tiara.


"Biar Dimas antar Ma."


"Nggak, kamu dirumah aja. Nanti bakalan ada orang yang kemari buat ngukur bajumu, Papa dan Farih. Jadi jangan kemana-mana dulu ya sebelum mereka datang" titah Mama.


"Iya, Ma" jawab Dimas malas.


Mama dan Tiara pun pergi meninggalkan Dimas yang masih menatap kepergian mereka.


***************


Akhirnya hari pernikahan Farih telah tiba. Ia menikah di hotel mewah milik keluarganya. Semua kolega bisnis, sahabat, dan keluarga menghadiri pernikahan ini.


Farih tampak tak bersemangat memasuki gedung itu. Farih di dampingi oleh Papa Teo, Papa Aziz, dan juga Dimas beserta asistennya.


"Kamu yakin," tanya Papa.


"Ya, iyalah Pa. Farih kan dah punya istri."


"Kamu lihat tuh, pengantin wanitanya sudah datang. Yakin mau dibatalin" tanya Papa lagi.


Farih yang tak mau menoleh ke arah pengantin wanita yang memasuki ruangan, membuat Dimas gemas. Dimas mengarahkan kepala Farih ke pengantinnya.


"Ya sudahlah, kalau memang kamu nggak mau. Pengantinnya papa suruh pulang aja." ucap Papa.


"Jangan Pa, jangan, Farih mau kok sama dia" ucap Farih terburu-buru ketika melihat pengantinnya di depannya.


Farih menatap takjub pengantinnya, cantik bahkan sangat cantik. Tanpa menunggu aba-aba lagi ia langsung menghampirinya.


"Sayang" Farih membawa pengantinnya kepelukannya. Seminggu tidak bertemu dengan istrinya, rasa rindunya terasa luar biasa.

__ADS_1


"Mas sudah lepasin, malu dilihat orang banyak."


Farih melepaskan pelukannya, lalu menoleh pada Ibunya yang tersenyum padanya.


"Mama hutang penjelasan sama Farih" ucapnya, tapi di acuhkan oleh mamanya.


Papa Aziz memperkenalkan Lia sebagai menantunya. pada kolega bisnisnya dan para sahabatnya. Begitu juga Farih yang mengenalkan istrinya pada teman-teman seprofesinya. Tidak ada acara akad nikah pada pesta kali ini. Karena memang akad nikah, sudah di laksanakan sebelumnya.


Akhirnya acara pernikahan selesai juga. Farih mengajak Tiara berkumpul dengan keluarganya.


"Halo Kakak ipar. capek ya kak." tanya Tiara.


"Capek banget" jawab Lia.


"Mama tega banget, buat Farih stress selama seminggu ini. Kalian juga sama, pada tega banget. Puas ya kalian sudah ngerjain aku" kesal Farih.


"Yeee salah kakak sendiri nikah nggak bilang-bilang. Pakai ngumpetin istri segala lagi. Giliran istrinya di umpetin bingung." ejek Tiara.


"Sudah-sudah jangan ribut, ini pelajaran buatmu Farih. Jangan suka ngerahasiakan hal penting sama keluarga. Sudah sejak Lia ke atas untuk istirahat, mama dudah siapkan kamar buat kalian."


"Kakak ipar, jangan lupa hadiah dari Tiara di pakai ya."


"Tumben dek, inget kasih hadiah" ejek Farih.


"Ya ingatlah. Nanti kalau suka hadiah Tiara jangan lupa ya Kak kasih hadiah balik" ucap Tiara.


"Beres."


"Ma, Dimas di siapkan kamar juga nggak?" tanya Dimas tiba-tiba.


"Jangan dengerin Ma, mas ini malu-maluin aja deh. Yang nikah siapa coba mas, ikutan request kamar segala."


"Mama sudah siapin kamar buat kita semua disini, jangan khawatir. jadi kita bisa tidur di hotel malam ini."


"Ma, Farih duluan ya. Ayo sayang"

__ADS_1


TBC.


__ADS_2