UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Ungkapan Perasaan Mike.


__ADS_3

POV Mike


Namaku adalah Mickael Darius Pratama, Anak hasil di luar pernikahan atau lebih tepatnya aku ada karena perselingkuhan Ibuku. Beruntung ada pria baik yang mau menikahi Ibuku dan membawaku yang saat itu masih belum genap berusia dua tahun pergi keluar negeri.


Sayang Pria baik itu tak berumur panjang. Tapi ia meninggalkan sebuah perusahaan yang di kelola oleh Ibuku untuk mencukupi kebutuhan kami. Ibu yang sibuk mengelola perusahaan akhirnya memilih seorang pengasuh untuk menemaniku dirumah. Ia adalah wanita paruh baya dan memiliki dua orang anak dia adalah Roy dan Dewi.


Kami hidup berdampingan layaknya sebuah keluarga. Hidup di rantau di negeri orang membuat mama menjadi wanita yang kuat dan mandiri. Ia menjadi lebih menghargai orang lain, menganggap asisten rumah tangga satu-satunya beserta anaknya sebagai bagian dari keluarga kecil kami.


Besar bersama Roy dan Dewi membuatku benar-benar merasa memiliki saudara. Bahkan bisa dibilang Ibunya lebih menyayangiku di bandingkan anaknya sendiri. Ia tidak pernah membiarkanku kesepian, memasakkan semua makanan kesukaanku dan selalu mengutamakan kepentinganku. Aku memanggil wanita itu dengan sebutan Bunda.


Entah itu wujud pengabdiannya untuk keluargaku atau ia memang sudah menganggap itu bagian dari tugasnya. Yang jelas ia selalu memperlakukanku dengan tulus. Sifat dan kebaikannya ini menurun ke anaknya Roy yang juga mengabdi padaku.


Berbeda dengan Dewi sebagai anak perempuan satu-satunya di tengah-tengah kami ia hidup penuh kasih sayang. Kami terbiasa memanjakannya, menuruti keinginannya hingga ia tumbuh menjadi gadis yang sedikit egois. Tapi tetap saja di mata kami ia adalah adik wanita kami satu-satunya yang harus kami lindungi.


Bersama dengan Roy, aku yang masih baru memasuki dunia perkuliahan memberanikan diri membuka sebuah perusahaan. Keberuntungan berada di pihak kami, perusahaan berkembang pesat dan para investor berdatangan.


Aku di nobatkan sebagai pengusaha sukses termuda di negaraku. Keberhasilanku tak lepas dari dukungan Roy dan kejelianku membaca peluang di dunia bisnis.


Kebahagiaan tak berlangsung lama, satu persatu keluarga kecil kami pergi meninggalkan dunia. Di mulai dari bunda yang meninggal karena sakit. Di susul beberapa tahun kemudian mama meninggal karena kecelakaan. Ada yang bilang meninggalnya mama karena sabotase tapi entahlah aku menemui jalan buntu ketika menyelidiki itu semua.


Hal yang membuatku terkejut saat kecelakaan itu adalah pengakuan mama. Ia mengatakan padaku jika aku memiliki seorang kakak tiri yang usianya tujuh tahun lebih tua dariku. Ia memintaku untuk mencari kakakku itu.


Sayang mama meninggal dunia dan belum banyak menceritakan tentang dimana dan bagaimana caraku menemukan saudaraku itu. Aku hanya tahu nama depannya Dimas.


Berbekal buku harian Ibu yang aku temukan di lemarinya. Beruntung aku menemukan nama lengkap putranya di buku harian itu dan juga sebuah perusahaan yang cukup ternama di bawah kendali keluarga besarnya.


Ternyata mantan suami ibuku berasal dari keluarga kaya raya dan superior.


Dengan nama besar keluarga dan perusahaan yang cukup ternama aku berhasil menemukan keberadaannya walaupun aku sempat celaka dan koma lebih dari enam bulan tapi rasa sakit itu terbalaskan dengan bersatunya keluarga kami. Kakakku menerimaku dengan baik begitupula istrinya yang ternyata adalah wanita yang juga pernah menolongku.


Kakek yang awalnya menolakku berubah berpihak padaku. Aku terkejut saat ia mendatangiku dan meminta bantuanku untuk menyelidiki rumah sakit miliknya di Jepang. Seseorang yang tak bertanggung jawab telah berhasil memfitnah rumah sakit, bahkan rumah sakit terancam gulung tikar dan ditarik ijinnya.

__ADS_1


Aku kembali di pertemukan oleh kakakku Dimas di negara sakura. Kami memiliki misi yang sama yaitu menyelidiki Katsuro Dasuki.


Disinilah awal ceritaku, bertemu dengan seorang wanita yang membuatku jatuh cinta. Aku bertemu pertama kali dengannya di rumah susun Kakakku Dimas. Seorang gadis yang ceria dan penuh rasa percaya diri.


Awalnya aku tak mengetahui jika ia ternyata adalah putri dari orang yang harusnya kami selidiki. Ketidaktahuanku membuatku tak waspada. Aku membicarakan rencana penggrebekan perusahaan milik ayahnya di depannya.


Sebagai seorang anak satu-satunya tentu saja ia tidak ingin kehilangan Ayahnya. Ia membeberkan rencanaku pada Ayahnya membuatku gagal dalam misi ini juga membuatku kehilangan beberapa anak buahku.


Kegagalan dan kematian beberapa anak buahku membuatku membencinya dan mengincarnya. Ada kepuasan tersendiri saat aku berhasil menangkapnya. Aku beberkan semua kejahatan Ayahnya dan memintanya untuk ikut membantuku.


Awalnya ia menangis dan memohon padaku untuk tidak menyakiti Ayahnya yang merupakan keluarga satu-satunya yang ia miliki. Aku tersentuh dengannya, ia seperti bayangan masa laluku yang saat itu hanya memiliki ibuku sebagai satu-satunya keluargaku.


Akhirnya aku berjanji padanya, tidak akan membunuh ayahnya aku hanya ingin ayahnya mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dan sebagai timbal baliknya aku bersedia menjaganya sampai ia bisa mandiri dan menata masa depannya sendiri.


Untung tak dapat diraih malang tak dapat di tolak. Kehidupan memang rahasia Allah, untung maupun malang datang tanpa di sangka-sangka.


Penangkapan Ayahnya merupakan akhir dari kehidupan dari Ayahnya dan juga sahabat terbaikku. Aku sadar aku tidak bisa menyalahkannya atas kejadian ini bahkan ia sendiri sampai mengalami trauma dan depresi karena masalah ini.


Penderitaannya dimulai sejak aku mengenalkan Dewi padanya. Aku tau betul bagaimana sifat Dewi sesungguhnya tapi aku mencoba untuk mengingkarinya walau bagaimanapun ia adalah adik dari orang yang telah menyelamatkan hidupku.


Aku hidup dalam dilema ketika dua wanita ini masuk dalam kehidupanku. Aku yang tak bisa melepaskan Nara karena keegoisanku yang mencintainya. Aku juga tidak bisa bertindak tegas ataupun kasar pada Dewi mengingat jasa Ibunya dan Kakaknya padaku. Aku masih bisa berdiri dan hidup sampai sekarang juga karena pengorbanan mereka.


Mungkin aku bodoh karena tak bisa melindungi wanita yang aku cintai sepenuhnya. Tapi aku benar-benar belum siap untuk kehilangan Nara.


Perasaan ini, kebersamaan selama ini dengannya membuat perasaanku semakin dalam dengannya. Aku jatuh cinta padanya


Aku terus berusaha untuk melindungi Nara sebisa mungkin dengan tetap menjaga perasaan Dewi. Aku berharap suatu saat mereka bisa hidup rukun dan berdampingan.


Aku beranikan diri berbicara dengan Dewi karena tindakannya hari ini menurutku sudah melewati batas. Tapi jawabannya membuatku terkejut bukan main. Ia mau berdamai dengan Nara syaratnya Aku tidak boleh memiliki perasaan lebih pada Nara.


Selama ini aku tidak pernah memberitahukan padanya tentang bagaimana perasaanku dan seperti apa hubungan kami berdua. Tidak ada maksudku untuk menyembunyikan hubungan kami, tapi Nara sendiri yang meminta padaku agar merahasiakan semua dari Dewi.

__ADS_1


Entah Dewi menyadari atau mungkin curiga terhadap hubungan kami hingga ia mengajukan syarat itu padaku.


Seperti Kakak menganggap Dewi adalah seorang adik buat Kakak. Seperti itu juga Kakak harus menganggap Nara. Tolong jangan memiliki perasaan lebih dari itu untuk Nara, Dewi benar-benar belum bisa menerimanya, ini adalah kata-kata Dewi yang ia lontarkan padaku.


"Sampai kapan?" tanyaku pada Dewi


"Apa maksud pertanyaan kakak?" tanya Dewi padaku. Ia menampilkan ekspresi terkejut dengan mata memerah dan pipi yang masih basah.


"Sampai kapan aku harus menahan perasaanku untuk Nara. Aku tidak ingin membohongimu, aku sudah terlanjur jatuh cinta padanya. Aku mungkin bisa bertahan untuk sementara, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku dan juga menyakitimu pada akhirnya. Aku hanya ingin kita hidup rukun bersama."


Wajahku mengeras mendengar permintaannya ini. Ternyata Dewi lebih egois dariku tapi tetap saja aku tidak bisa membuangnya dari hidupku. Aku adalah keluarga satu-satunya saat ini.


"Kenapa Kakak memilihnya? Kenapa bukan aku? Aku mengenalmu lebih lama darinya? Kenapa Kak? kenapa?" Dewi meninggikan suaranya dan ia kembali manangis.


"Wi, cinta tak bisa dipaksakan dan aku tidak punya alasan untuk itu. Aku bahkan juga tidak tahu sejak kapan aku mulai tertarik padanya. Ini bukan masalah siapa yang lebih lama berada di sampingku tapi....."


"Bisakah Kakak sekali ini saja berpihak padaku, bisakah kakak hentikan perasaan Kakak itu" ucapnya dengan terisak, memotong pembicaraanku.


Huft, aku menghela nafasku.


"Tidak" ucapku singkat. Permintaannya kali ini aku tidak bisa melakukannya.


"Baik kalau seperti itu jangan pernah memintaku untuk bersikap baik pada Nara" ucapnya ia masih saja membuang wajahnya dariku. Ia sama sekali tidak mau melihatku, aku tahu sesungguhnya perasaannya padaku hanyalah sebuah obsesi bukan cinta.


Ia takut kehilanganku dan perhatian yang biasanya tercurahkan padanya. Ia terbiasa mendapatkan apa yang ia minta dari kami.


"Maaf Wi, kali ini Kakak tidak bisa memenuhi permintaanmu" ucapku akhirnya.


POV end


TBC

__ADS_1


__ADS_2