UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Penelusuran.


__ADS_3

Mendengar jawaban Mike dan Erick yang berbeda membuat Anton bingung. Ia tahu pasti ada hal yang tidak beres terjadi. Anton secepatnya menelpon Dimas, menceritakan apa yang terjadi. Ia juga meminta Dimas untuk mengerahkan anak buahnya diam-diam mencari putranya, ia tidak ingin Dewi sampai tahu bahwa kemungkinan Angga menghilang.


Anton kembali menelpon orang kepercayaannya, ia menyuruh mereka mencari bagian keamanan dan memeriksa CCTV. Anton terus disibukkan oleh handphone miliknya untuk menelpon sahabat dan orang kepercayaannya. Mereka bergerak diam-diam mencari keberadaan Angga untuk menghindari kepanikan. Sekian lama Angga menunggu tapi masih saja belum ada kabar tentang putranya.


"Mas-mas...!! panggil Dewi berkali-kali pada Anton yang berdiri terus menjauh darinya. Ia sedikit bingung dengan tingkah suaminya. Bahkan Tiara, Nara dan yang lainnya juga ikut menghilang entah kemana. Ia mengabaikan tatapan tamu undangan karena suara panggilannya kali ini terdengar agak keras.


"Tunggu sebentar!" Anton memberi kode pada Dewi melalui gerakan tangannya. Sebenarnya Anton saat ini bingung untuk membuat alasan agar Dewi tidak minta segera bertemu putranya.


"Telpon kok lama banget sih, berkali-kali lagi!" gumam Dewi kesal. Ia yang tidak bisa lagi menunggu memilih untuk menghampiri dan mendekati suaminya.


"Telpon sama siapa lagi sih Mas, lama banget!" ucap Dewi setengah berbisik pada Anton.


"Ini ada telpon dari kantor, penting" ucap Anton beralasan.


"Kantor yang mana? bukannya hari ini semua pegawai Mas liburkan!" tanya Dewi penasaran.


"I-itu satpam kantor, ada investor dari luar datang tiba-tiba" jawab Anton sedikit gugup.


"Oh..., lalu Angga dimana Mas? kapan dibawa kemari?" tanya Dewi lagi. Anton yang bingung dengan pertanyaan Dewi segera memberi alasan.


"Lagi sama Erick" ucap Anton spontan.


"Panggil suruh sini dong mas" pinta Dewi sekali lagi.


"Ada apa sih mas, kok sampai pucat keringatan gitu" Dewi melihat raut wajah gugup suaminya yang tak biasa.


"Nggak ada apa-apa, hanya saja..." Anton terdiam memikirkan sebuah alasan.

__ADS_1


"Sebenarnya Angga dibawa sama Erick dan baby sitter main keluar. Ada Aqilla dan juga Tiara bersama mereka, jadi jangan khawatir. Lagipula ini kan hari pernikahan kita jadi aku pingin berdua aja sama kamu, terutama untuk malam ini biar Angga tidur dirumah Kakek dan kita nginep di hotel" ucap Anton sedikit kikuk.


Anton benar-benar kehabisan ide untuk beralasan tentang keberadaan Angga. Ia belum tau apakah Dimas dan yang lainnya sudah menemukan keberadaan Angga atau belum.


"Nggak usah aneh-aneh deh Mas! Dewi nikah sama Mas Anton juga demi Angga, jadi Mas nggak boleh jauhin aku dari Angga" Dewi menaikkan nada bicaranya. Ia kesal keinginannya untuk berjumpa dengan Angga dihalangi suaminya sendiri.


"Nggak gitu Wi maksudku! Nggak akan ada yang ngerebut Angga dari kamu. Angga tetap prioritas utamamu tapi untuk satu hari ini aja, biar Angga bersama mereka ya! Kamu nggak maukan orang-orang mandang kita pasangan yang aneh. Masa malam pertama bawa anak sih, nginap di hotel" ucap Anton lagi.


Ia tidak tahu alasannya ini masuk akal atau tidak, ia hanya tidak ingin Dewi tahu jika Angga tengah hilang. Dewi menatapnya tajam penuh selidik. Keringat dingin diam-diam membanjiri tubuhnya padahal saat ini ia berada didalam ruangan ber AC.


"Ya nggak usah nginep di hotel Mas, dirumah Kakek kan banyak kamar. Aku juga bisa ketemu Angga sewaktu-waktu kalau kitaalam ini nginep disini." Ucap Dewi tak habis pikir dengan pemikiran suaminya.


"Ya nggak bisa gitu Yang, Kakek dan lainnya udah mempersiapkan kita kamar terbaik di hotel itu. Nggak mungkinkan kita nolak hadiah mereka. Kamu nggak mau kan Kakek dan yang lainnya kecewa" ucap Anton terus beralasan.


"Apa yang kalian ributkan disini. Kembali ketempat kalian, lihat para tamu memperhatikan kalian berdua sedari tadi" ucap Papa Teo tiba-tiba mengejutkan mereka.


"Angga di bawa keluar oleh Tiara untuk bersenang-senang dengan Aqilla hari ini. Besok kau baru boleh bertemu dengannya." ucap Papa Teo lembut, ia tidak ingin mental Dewi kembali terganggu jika sampai mengetahui Angga telah hilang.


"Tapi ..." baru saja ingin protes, lengan Dewi disenggol oleh Anton dan membuatnya memilih untuk diam.


Papa Teo membawa mereka ke singgasana pengantin sembari berbisik ke telinga Anton.


"Jangan khawatir, Dimas sudah tau pelakunya dan sedang menuju kesana" bisik Papa Teo menenangkan Anton.


********


Di tempat dan waktu yang berbeda terlihat Dimas berjalan cepat menuju ruang kontrol dan tak sengaja bertabrakan dengan Erick.

__ADS_1


"Maaf Bos saya terburu-buru" ucap Erick ingin kembali berlalu pergi tapi lengannya ditarik oleh Dimas.


"Mau kemana kau?" tanya Dimas.


"Keliling Bos, itu Angga....., Angga hilang bos" ucap Erick bingung, konsentrasinya sedikit buyae setelah bertabrakan dengan Dimas. Erick juga belum mengetahui jika Dimas sedang mencari Angga sama seperti dirinya.


"Bukankah sebelumnya Angga aku tinggalkan bersamamu dan Babysitter. Apa yang terjadi mengapa kau bisa kehilangan Angga?" tanya Dimas.


"Saya berpamitan ke toilet Bos, karena perut saya sakit. Dan setelah saya kembali ke ruang bermain, hanya ada satu orang baby sitter disana. Dia bilang Angga dan Aqilla dibawa Mike ditemani Babysitter yang satunya lagi. Tapi.....," Kakek memang menyewa dua orang baby sitter untuk mengawasi dua cucunya.


"Apa? Apa Aqilla juga ikut hilang?" tanya Dimas terkejut dengan penjelasan Erick. Ia bahkan memotong pembicaraan Erick yang belum selesai.


"Nggak Bos! Aqilla ada sama Mike, tapi Angga dan Baby sitter nya menghilang. Saya sudah keliling mencari kedua babysitter itu, tapi satupun dari mereka tidak saya temukan. Padahal baru beberapa menit yang lalu, seorang Baby sitter masih berada di ruang bermain, dan sekarang keduanya sudah tak nampak batang hidungnya" jelas Erick lagi.


"Lalu Aqilla dan Mike dimana mereka sekarang?" tanya Dimas khawatir.


"Aqilla ada sama Tiara, sedangkan saya dan Mike berpisah melakukan penelusuran mencari keberadaan baby sitter. Kami rasa hilangnya Angga pasti berkaitan dengan mereka" jelas Erick lagi.


"Ayo ikut keruang CCTV, kita lihat apa yang sebenarnya terjadi!" ajak Dimas pada Erick.


Sampai diruang CCTV ditemani oleh penjaga keamanan mereka menyaksikan melalui CCTV. Ternyata setelah Erick berpamitan ke toilet terlihat Aqilla sedikit rewel dan menangis mencari Tiara, Aqilla terlihat sedikit mengantuk. Mike keluar membawa Aqilla untuk menemui Tiara dan meninggalkan dua orang babysitter bersama dengan Angga yang sudah tertidur.


Seorang Babysitter membawa Angga dalam gendongannya dan menutupinya dengan hijab panjangnya. Sementara Baby sitter yang satu lagi terlihat berjaga-jaga dan masih terlihat berada di ruang bermain anak. Babysitter itu pergi setelah bertemu dengan Erick.


"Ternyata mereka bersekongkol" kembali layar menampakkan dua orang babysitter menaiki sebuah Taxi. Dimas segera mencatat nomor polisi kendaraan itu, ia menghubungi orang kepercayaannya untuk mencari jejak keberadaan Taxi itu.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Dimas mendapatkan informasi kearah mana Taxi itu pergi. Bersama dengan Erick dan beberapa anak buahnya mereka bergegas menuju ke alamat yang mereka dapatkan.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2