
Tiara bangun dari tidurnya dan menatap ke sekeliling. Sebuah kamar mewah dengan arsitektur bergaya Eropa. Tiara sempat terkagum dengan kamar yang ia tempati saat ini, hingga sebuah suara menyadarkannya.
"Kau sudah bangun?" Tedi yang duduk tak jauh dari tempat tidur Tiara sedang memeriksa beberapa dokumen.
"Dimana ini?" tanya Tiara.
"Ini kediamanku. Kau akan tinggal disini sampai suamimu menyelesaikan misinya dan menjemputmu."
"Bagaimana Bayiku apa dia baik-baik saja" tanya Tiara khawatir akan kondisi bayinya.
"Jangan khawatir Dokter baru memeriksanya dan ia baik-baik saja.
"Aku haus, boleh aku meminta minum?" menatap teko yang tepat berada di depan Tedi. Tedi menuangkan minuman untuk Tiara dan mendekat ke tempat Tiara.
"Ini minumlah" memberikan gelas berisi air mineral pada Tiara.
"Ada yang ingin kukatakan sebelumnya. Jangan membantahku kau cukup dengarkan dan patuhi jika kau ingin selamat."
"Apa maksudmu, bukankah kau berjanji pada suamiku kau akan terus melindungiku?" menghentikan minumnya dan menatap Tedi penuh tanya.
"Kau perlu bersandiwara sekali lagi denganku, karena ini satu-satunya cara kau bisa terus disampingku dan aku juga bisa terus melindungimu."
"Jangan bicara berputar-putar kau membuatku bingung katakan langsung point' nya."
"Aku akan mengumumkan mu sebagai istriku, dan aku harap ku mau bekerjasama denganku."
"Tidak bagaimana mungkin, aku adalah istri Mas Dimas. Kau kan bisa tetap melindungiku tanpa harus berbohong tentang identitasku."
"Tidak bisa, orang lain tidak akan diterima keberadaannya di istana ini. Jika aku mengatakan kau istri sahabatku maka kau tidak akan bisa memasuki istana utama. Dan aku tidak bisa menjamin keselamatanmu maupun bayimu. Istana ini penuh dengan orang licik yang berpura-pura baik, orang polos sepertimu akan mudah menjadi sasaran mereka."
__ADS_1
"A-apa tidak ada jalan lain. Kau kan bisa meminta orang lain untuk mengawasiku. Aku tidak masalah tidak tinggal di istana selama aku dan bayiku aman tinggal di gubuk juga tidak masalah" ucap Tiara.
"Negaraku sedang mengalami konflik perebutan kekuasaan, suasana diluar istana tidak aman untukmu. Jangan khawatir Kau sebagai istriku hanya sebuah status palsu agar aku bisa terus melindungimu. Aku tidak akan menyentuhmu tanpa seijinmu, tapi jika kau ingin bermain denganku aku juga tidak keberatan" Canda Tedi sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Hentikan ucapanmu itu, sungguh menjijikkan."
"Aku hanya bercanda. Nanti sore akan di adakan pertemuan, aku akan mengenalkanmu sebagai istriku. Ingat di depan mereka ku harus terlihat mesra dan akrab denganku jangan membuat mereka curiga. Dan ingat namaku adalah Alexander Nicholas. Tedi hanya nama samaran jangan sampai kau salah memanggil namaku. Dan untuk namamu adalah Naura Nicholas, ingat-ingat itu jangan sampai kau lupakan."
"Bagaimana jika aku menolak usulanmu itu, aku tidak ingin menjadi istrimu sekalipun itu hanya pura-pura saja. Bagaimana jadinya nanti jika suamiku mengetahuinya?"
"Tidak ada tawar-menawar, karena aku sudah mengatakan statusmu pada beberapa orang bahwa kau istriku dan sedang mengandung anakku. Dengan kau menjadi istriku para pengikutku akan melindungimu mengingat kau sedang mengandung. Tapi mungkin akan ada juga beberapa orang yang akan berusaha mencelakaimu, karena mereka akan beranggapan keturunanku adalah sebuah ancaman. Jangan pernah makan apapun sebelum pelayan merasakan semua makanan yang dihidangkan untukmu. Aku akan memberi beberapa pelayan pribadi yang akan selalu mendampingimu. Istirahatlah aku akan kembali dua jam lagi."
"Hai aku belum menyetujui ucapanmu itu!! Kau mau pergi kemana?" teriak Tiara di abaikan oleh Tedi. Tiara mendengus kesal, ia ingin bangun dan berdiri tapi ia masih merasa sedikit pusing.
Tak lama masuklah tiga orang pelayan menghampiri Tiara, Satu pelayan wanita dan dua orang pelayan pria.
"Perkenalkan Nyonya, kami adalah pelayan yang akan melayani Nyonya" ucap mereka bersamaan.
"Nyonya, saya akan membantu anda mandi dan bersiap. Sebentar lagi akan ada pertemuan anda harus tampil cantik nanti" ucap pelayan wanita.
"Kalian tunggulah diluar, biar saya membantu Nyonya bersiap." ucap pelayan itu lagi pada dua orang pengawal yang tadi masuk bersamanya.
"Mari Nyonya saya akan mengantarkan ketempat pemandian anda."
Sementara itu Tedi yang memiliki nama asli Alexander Nicholas saat ini berada di ruang kerjanya. Ia berada di ruangan itu bersama dengan Pamannya yang merupakan adik dari almarhum Ibunya.
"Terimakasih Paman karena bantuan Paman Sebastian akhirnya aku bisa keluar dari pulau itu."
"Kau adalah keponakanku sudah kewajiban ku untuk membantumu. Apa benar wanita itu adalah istrimu" tanya Paman Sebastian tiba-tiba. Alex merahasiakan jatidiri Tiara yang sebenarnya sekalipun orang itu adalah kepercayaannya. Hanya Daniel yang mengetahui identitas Tira. Sementara anak buahnya yang lain yang mengetahui identitas Tiara di paksa bungkam dan ia kirim ke wilayah perbatasan, jauh dari tempatnya tinggal
__ADS_1
"Ya, dia istriku aku menikahinya satu tahun yang lalu, tapi ia tidak tahu identitasku yang sebenarnya. Ada apa Paman, apa Paman tidak senang aku sudah memiliki istri sekarang, saat ini istriku sedang mengandung Paman seharusnya memberiku selamat."
"Aku turut senang akhirnya kau mau berumah tangga aku pikir kau alergi wanita sebab kau selalu menolak wanita yang di jodohkan denganmu. Tapi wanita itu dari kalangan biasa pasti akan banyak yang akan menentang hubungan kalian. Sebenarnya aku lebih suka kau menikah dengan Almira pilihan Ayahmu (Raja), ia wanita berkelas yang memiliki status sosial tinggi dan juga keluarganya memiliki kekuasaan yang bisa membantumu untuk naik takhta dan meraih semua impianmu."
"Aku tidak menyukainya Paman, ia terlalu berambisi dan suka memaksakan kehendak. Aku tidak ingin memiliki Permaisuri yang arogan sepertinya."
"Pilihan ada di tanganmu, sekalipun begitu aku selalu berharap yang terbaik untukmu."
"Paman jangan khawatir, tanpa menikahinya aku juga bisa menggapai apa yang aku inginkan, Paman tenang saja. Aku hanya berharap Paman mau merestui kami. Dan untuk masalah Kakak tiriku itu, apa Paman sudah menemukan bukti kejahatannya."
"Sebenarnya, kami sudah menemukan bukti, untuk itulah Paman mencari keberadaanmu hingga berhasil membawamu pulang. Tapi tidak disangka ia memiliki pergerakan yang cepat. Saat Paman membantumu keluar dari pulau itu saat itu juga Ia meretas bukti yang aku kumpulkan, ia bahkan membakar saksi hidup-hidup di dalam rumah tempat aku menyembunyikannya. Ia kini selalu mengawasi pergerakanku bahkan ia berani mengancam anak dan istriku. Untuk saat ini, maaf Paman tidak bisa membantumu karena nyawa keluarga Paman taruhannya. Kau tahu sendiri bukan seperti apa nekatnya saudara tirimu itu."
"Aku mengerti Paman jangan khawatir, Keselamatan Paman dan keluarga Paman sangat penting. Sebaiknya untuk saat ini Paman jangan terlibat dulu masalah politik kerajaan."
"Ya, itu juga yang aku pikirkan. Aku berencana membawa keluargaku berlibur keluar negeri dengan begini aku yakin ia tidak akan mengusikku lagi. Kemungkinan besok aku akan melakukan perjalanannya."
"Baiklah Paman, jaga diri Paman baik-baik, aku ingin menjemput istriku. Setengah jam lagi seluruh keluarga dan juga pejabat kerajaan akan berkumpul di istana tengah. Aku ingin memperkenalkan istriku secara resmi pada keluargaku dan juga rakyat nantinya."
Tedi menepuk pelan pundak Pamannya dan meninggalkan Pamannya yang masih dalam kegundahannya.
"Alex! Aku berharap kau dan istrimu baik-baik saja, Pillip saudara tirimu itu pasti akan berbuat sesuatu yang buruk jika mengetahui istrimu mengandung" Paman memperingatkan Alex tentang kejahatan saudara tirinya.
"Paman jangan khawatir, aku akan menjaga istriku baik-baik" ucap Alex penuh percaya diri. Ia sempat berhenti ketika Paman memanggilnya. Ia kemudian kembali berjalan keluar setelah menjawab kegundahan hati Pamannya.
TBC
Untuk eps selanjutnya Pemanggilan Tedi maupun Tiara berubah ya.
Tedi\= Alexander.
__ADS_1
Tiara\= Naura.