UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Penyamaran Aryo.


__ADS_3

Hari sudah berganti pagi, Tiara menoleh ke samping tempat tidurnya tapi tak mendapati Dimas disana.


"Dimana dia tidur" Batin Tiara melihat sisi sebelah tempat tidurnya yang masih terlihat rapi.


Tiara melangkahkan kakinya keluar kamar dan menuju ruang kerja Dimas. Ia melihat Dimas yang tertidur di ruang kerjanya dengan posisi duduk dan kepala di rebahkan di atas meja.


"Apa tidak capek tidur posisi seperti ini?" gumam Tiara.


Tiara lalu membangunkan Dimas dengan mengguncang-guncangkan tubuh Dimas.


"Tuan..., tuan bangunlah. Tuan..., ayo pindah ke kamar" ucap Tiara lembut sambil terus mengguncangkan tubuh Dimas perlahan.


Dimas yang masih merasakan kantuknya melirik Tiara sekilas.


"Sebentar lagi, aku masih mengantuk" Dimas kembali memejamkan matanya.


"Tuan, jangan tidur seperti ini, nanti tubuh tuan sakit semua. Ayo tuan pindah ke kamar" Tiara kembali berusaha membangunkan Dimas.


Akhirnya Dimas mengalah, ia membuka matanya. Ia bangun dari posisinya dan memeluk Tiara dari belakang, ia menyenderkan dagunya di bahu Tiara.


"Ayo antarkan aku ke kamar" pinta Dimas dengan suara khas bangun tidur.


"Tuan jangan seperti ini, saya jadi susah jalannya" ucap Tiara memelas.


"Ayo cepat antar ke kamar, aku sudah sangat mengantuk. Baru saja aku tertidur tapi kau sudah membangunkanku" ucap Dimas manja.


Tiara pun mengalah ia melangkahkan kakinya menuju kamar di ikuti Dimas. Dengan posisi tangan Dimas memeluknya dan kepala Dimas yang di senderkan di bahu Tiara.


"Tuan sudah sampai, tidurlah" perintah Tiara sambil melepaskan tangan Dimas yang melingkar di pinggangnya.


"Temani...," ucap Dimas manja lalu menarik Tiara ke tempat tidur.


"Tuan, ini sudah pagi. Tidurlah sendiri, saya ingin membuat sarapan" proses Tiara menolak.


"Tidak perlu, nanti kita pesan saja" ucap Dimas lalu merebahkan tubuhnya dan menarik Tiara untuk tidur di sebelahnya.


Dimas tidur degan posisi memeluk Tiara dari belakang. Tiara yang merasa tak nyaman terus menggerakkan tubuhnya berusaha untuk bangun namun tubuhnya kalah kuat dari Dimas.


"Diamlah jangan terus bergerak-gerak kau akan membangunkan joni" ucap Dimas sambil memejamkan matanya.


"Joni, siapa maksud tuan? Apa ada orang lain di apartemen ini selain kita Tuan" ucap Tiara bingung.

__ADS_1


"Apakah kamu mau berkenalan dengan Joni" ucap Dimas ngaco membuka matanya.


"Apa dia baik tuan" tanya Tiara.


"Tentu, bukan hanya baik. Ia juga bisa membuatmu puas dan ketagihan sayang" ucap Dimas bersemangat.


"Puas dan ketagihan..., seperti makanan saja" gumam Tiara lirih tapi masih terdengar oleh Dimas.


"Benar sayang, aku rela kalau kau memang mau memakannya" Dimas mengubah posisi tidurnya. Saat ini ia berada diatas Tiara, ia mengukung Tiara dengan kedua tangan dan kaki dengan posisi menekuk.


"Tuan apa yang kau lakukan" protes Tiara sambil mendorong tubuh Dimas agar menjauh dari tubuhnya. Tapi Tiara kalah kuat dari Dimas hingga tubuh Dimas tak bergeming sedikitpun.


"Bukankah kau ingin berkenalan dengan Joni, ini dia" Dimas meraih tangan Tiara mengarahkan ke miliknya.


"Ah, sayang..." ucap Dimas begitu tangan Tiara menyentuh asetnya.


"Tuan" teriak Tiara kaget dengan cepat ia menarik kembali tangannya. Dan tak sengaja kaki Tiara menendang aset milik Dimas"


"Ah..., masa depanku" Dimas memegangi aset berharganya dan menggulingkan tubuhnya kesamping. Dan kesempatan ini digunakan Tiara untuk menjauh.


"Dasar mesum" Tiara meraih bantal lalu melemparkannya ke Dimas. Kemudian ia keluar dari kamar. Sedangkan Dimas masih meringis kesakitan.


"Tega kamu yang" teriak Dimas tapi tak ditanggapi Tiara karena Ia sudah keluar dari kamar.


Sementara itu Aryo yang sudah sampai di kota yang ia tuju mulai masuk ke kantornya.


Aryo masuk ke kantor itu menyamar sebagai karyawan biasa, sedangkan orang kepercayaannya diminta menempati posisinya sebagai direktur utama.


Aryo ingin mengetahui permasalahan yang sebenarnya terjadi di kantor itu. Kenapa permasalahan dari dulu tak jua kunjung selesai malah terasa makin rumit.


Aryo masuk ke bagian tim perencanaan dan pengawasan proyek. karena dari sini ia ingin memulai penyelidikannya.


Di hari pertama kerja Aryo menghadap ke pimpinan Timnya. Penampilan Aryo ia buat beda dari biasanya. Ia berpenampilan sederhana tapi sangat rapi, dengan rambut klimis dan berkacamata.


Ia terlihat seperti pria polos yang sederhana. Kemudian pimpinan Aryo mengantarkannya ke ruang kerjanya.


Ia kemudian diminta oleh ketus pimpinan Tim untuk memperkenalkan diri ke anggota tim lainnya.


"Perkenalkan saya Sutejo mohon bantuan dan bimbingannya" ucap Aryo dengan wajah polos menyamarkan namanya.


Teman kerjanya hanya menoleh sebentar ke arahnya, kemudian mengacuhkannya. Tapi terlihat ada satu orang yang tampak senang dengan kehadirannya. Kemudian orang itu memanggilnya untuk duduk di kursi kosong sebelahnya dengan meja yang terdapat sekatan satu sama lainnya.

__ADS_1


Sedangkan ketua tim tidak begitu perduli dengan situasi yang terjadi. Ia kemudian melangkahkan kakinya keluar ruangan itu.


"Hai Sutejo, kemari duduk disini" ucap pria itu sedikit berteriak. Ia adalah satu-satunya anggota tim yang terlihat senang dengan kedatangan Aryo. Ia menunjuk kursi di sebelahnya untuk di tempati oleh Aryo.


Aryo menoleh ke arah suara orang yang memanggilnya, ia kemudian duduk di tempat yang ditunjuk orang tadi.


"Perkenalkan saya Irwan" ucap pria itu memperkenalkan diri pada Aryo.


"Sutejo" ucap Aryo.


"Apa tugas saya hari ini" tanya Aryo pada teman kerjanya.


"Kamu anak baru sebaiknya bikinkan kita kopi" ucap salah satu dari mereka.


"Maaf, saya bukan OB" ucap Aryo menolak.


"Anak baru aja belagu, cepat bikin sana. Atau kau mau di hari pertama kerjamu, akan menjadi hari pemecatanmu" Ucap pria yang bernama Hari.


"Sabar Jo, turuti aja kemauannya daripada nanti panjang urusannya" ucap Irwan menenangkan Aryo.


Di ruangan Aryo kurang lebih terdapat 8 orang karyawan. Terdiri dari 2 orang wanita dan 6 orang pria.


Tim kerjanya lebih banyak pria, karena mereka juga di haruskan terjun ke lapangan.


"Ayo aku tunjukkan letak pantry" ucap Irwan mengajak Sutejo alias Aryo untuk menuju ke pantry.


"Biarkan ia pergi sendiri, kau bawa berkas ini dan segera fotokopi masing-masing 10 lembar. jangan sampai salah ini akan di gunakan sebagai bahan rapat nanti" ucap Hari.


"Kau tunggu sebentar, nanti kita keluar bareng" ucap Irwan mengindahkan larangan Hari.


Setelah Irwan mengambil berkas dari Hari, dengan segera ia menuju kearah Tejo dan keluar dari ruangan itu bersama.


"Mereka selalu memperlakukan orang baru seperti ini, kamu sabar ya. Biasanya membuat minuman dan fotokopi adalah tugasku" ucap Irwan.


"Bagaimana bisa itu tugasmu, kau kan bukan OB. bukannya mereka juga sama pegawai seperti kita" Tanya Tejo alias Aryo.


"Mereka tidak akan mempercayakan tugas kantor pada orang baru. Biasanya pegawai baru disini hanya mengerjakan hal-hal yang remeh. Seperti membuat minuman, memesan makanan dan fotokopi" ujar Irwan lagi.


Dasar hama pengganggu, lihat saja bagaimana aku akan memberi kalian pelajaran, gumam Aryo.


TBC

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca jangan lupa like vote dan komentarnya ya terimakasih 🤗😘.


__ADS_2