UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Kekuasaan Dimas.


__ADS_3

Raja tersenyum remeh menatap Dimas, ia tak menyangka anak muda di depannya ini berani mengancamnya. Mengancam Raja penguasa negeri dimana tempatnya berdiri saat ini.


"Putra anda mem-blacklist data diri saya masuk ke daftar Pencekalan. Saya terpaksa menyamar sebagai wanita untuk masuk negara ini dan mengambil kembali istri saya" jelas Dimas masih di pandang remeh oleh Raja.


"Aku tidak perduli istri siapa yang direbut anakku, karena jika ia menyukainya maka ia berhak memilikinya" ucap Pria tua itu menarik nafas sebentar lalu melanjutkan bicaranya.


"Apa kau tak tahu, negaraku berbasis Monarki mutlak dimana kekuasaan pemerintahan ada di tangan Raja, aku memiliki kekuasaan mutlak dan tidak terbatas. Kau pikir kau bisa mengancamku dengan mudah. Aku bisa melakukan apapun terhadapmu, kekayaanmu, uang dan saham milikmu yang ada di negara ini." ucap Raja, sedangkan Dimas hanya menampilkan wajah datarnya.


"Aku tinggal mengeluarkan perintah tentang keuangan negara yang terancam karena tindakan seorang pengusaha tak bertanggung jawab. Aku bisa membekukan saham dan kekayaan mu, dengan begitu kau tidak akan bisa mengeluarkan uangmu dari negara ini."


"Tapi aku pikir hal itu tak perlu aku lakukan, jumlah sahammu memang besar tapi belum cukup mampu untuk mengguncang negaraku." ucap pria tua itu lagi, bangga. Bagaimana mungkin bocah ingusan seperti Dimas mampu mengancam perekonomian negaranya.


"Anda salah jika berpikir nilai sahamku cukup kecil, silahkan lihat data-data ini." ucap Dimas menyodorkan berkas pada pria itu.


Raja cukup terkejut ternyata Dimas berhasil mengakuisisi perusahaan sebesar 30% saham atas namanya dan 21% saham atas nama Tiara istrinya. Ya anak buah Dimas berhasil melakukan pembelian saham dengan melakukan transaksi terhadap pemilik saham minoritas.


Osvaldo beraninya kau membohongiku, batin Raja terlihat geram. Raja hanya mengetahui Dimas yang memiliki 20% saham saja.


Ya awalnya Dimas memang hanya membeli kisaran 20% saham saja. Tapi investasi yang terus Dimas berikan membuat perusahaan itu kembali menerbitkan surat berharga yang menambah nilai saham Dimas.

__ADS_1


"Memangnya kenapa jika kau memiliki ini semua, aku memiliki kekuasaan tak terbatas. Aku bisa melakukan apapun padamu dan juga uangmu yang ada di negara ini." ucap Raja panjang lebar, tersenyum smirk.


"Anda memang betul, tapi bagaimana dengan reputasi negara anda dan masa depannya. Jika anda bertindak ditaktor terhadap pengusaha luar maka anda harus bersiap para pengusaha itu mungkin akan melakukan penarikan dana besar-besaran karena rasa tak percaya. Dan itu akan menjadi kehancuran untuk negara anda" ucap Dimas.


"Apa anda tidak menyadari mengapa banyak investor asing yang menyerbu perusahaan besar negara anda akhir-akhir ini. Jika anda berfikir itu karena mereka tertarik pada sumber daya alam negara anda maka anda salah besar. Orang di balik munculnya investor asing besar-besaran adalah ulah siapa anda coba cari tahu sendiri."


"Dan jika anda beranggapan saya hanya memiliki kekuasaan saham di perusahaan anak anda saja maka anda salah besar. Karena ikatan pengusaha internasional yang menginvestasikan uangnya di negara anda, mempercayakan saya untuk mengelola uang mereka" Dimas menyodorkan lagi beberapa berkas di tangannya.


"Silahkan anda lihat sendiri dokumen-dokumen itu" ucap Dimas terlihat tenang.


Ya, Dimas meminta bantuan Ikatan pengusaha internasional untuk melakukan penanaman saham di berbagai bidang usaha di negara ini. Bahkan Mike, Farih, Reno, mertua dan Kakeknya pun ikut andil besar menggelontorkan sejumlah dana menyebar ke perusahaan Negara maupun swasta.


"Saya bisa membuat negara anda sejahtera dengan memasukkan investor asing kemari. Tapi Saya juga bisa membuat perekonomian negara anda kocar-kacir, apa anda ingin mencobanya? Dan satu lagi Monarki mutlak hanya berlaku untuk negara anda bukan terhadap saya atau saham dan uang yang berada di bawah naungan saya, silahkan lihat berkas ini" Ucap Dimas lagi menyodorkan berkas dokumen di depan Raja.


Wajah Raja memerah, ia tidak hanya terkejut tapi juga marah. Itu adalah surat persetujuan darinya tentang keamanan Dimas dan investasi saham dan tidak berlakunya monarki mutlak pada dana yang ia kelola. Jadi pihak kerajaan tidak bisa menahan ataupun ikut campur terhadap uang mereka, untuk keluar maupun masuk negara ini.


"Ternyata kau pria yang cukup cerdas, andai saja putraku sedikit saja mewarisi kepintaranmu, maka aku akan tenang menyerahkan negara ini pada salah satu diantara mereka." Raja melihat bahwa tanda tangan yang ia dan anaknya Osvaldo torehkan disitu adalah Asli. Osvaldo berhasil memperdaya dirinya untuk tandatangan dan Osvaldo juga berakhir di perdaya oleh Dimas.


"Mari kita buat kesepakatan yang akan menguntungkan kita berdua" Dimas memberi solusi, ia tidak ingin menambah permusuhan dengan orang nomor satu negara Z.

__ADS_1


"Baik, aku akan dengarkan usulanmu" ucap Raja menyadari posisinya yang tidak di untungkan.


"Aku ingin anakmu mengembalikan istriku dalam waktu 2x24 jam dalam keadaan utuh dan tidak kekurangan satupun. Sebagai balasannya aku akan membiarkan sahamku anda kelola selama 5 tahun. Dan untuk keuntungan akan saya berikan 5% dari bagianku" ucap Dimas mencoba bernegosiasi.


Keuntungan 5% itu cukup besar dari modal saham yang ia gelontorkan sebesar 51%. Apalagi Dimas juga akan memberi kekuasaan raja untuk mengelola sahamnya. Itu berarti raja memiliki kekuasaan dalam pengambilan kebijakan perusahaan. Dengan cara ini Raja bisa menertibkan anak-anaknya yang membangkang itu.


"Satu lagi, saya ingin anda memberi pelajaran yang tak terlupakan untuk putra anda itu. Agar ia tidak terbiasa mematuk tangan orang yang telah menolongnya" ucap Dimas lagi-lagi membuat raja bingung. Entah bagaimana putranya bisa menyinggung macan tidur di depannya ini.


"Saya akan segera menyelesaikan permintaan anda, dan saya harap sesuai kesepakatan bahwa anda dan kawan-kawan anda tidak menarik investasi dari negara saya. Atau berbuat sesuatu yang membahayakan perekonomian negara" ucap Raja, ia tidak tahu seberapa berkuasa dan kaya nya pria di depannya ini.


"Baik, saya nantikan niat baik anda."


"Satu lagi, saya ingin anda merahasiakan tentang putraku yang membawa kabur istri anda. Rumor ini akan berpengaruh buruk bagi putraku dan juga kerajaan. Saya akan mengembalikan istri anda dengan aman dengan cara saya" Raja meminta pengertian Dimas.


"Baiklah, sesuai cara anda selama itu tidak menyakiti istri dan anak saya baik secara fisik maupun mental. Saya ingin istri saya kembali secara utuh" ucap Dimas memberi kelonggaran.


"Saya akan mengabari tempat dan waktu kapan saya mengirim istri anda. Saya perlu bicara empat mata dengan putraku sebelumnya" jelas raja pada Dimas.


Setelah kesepakatan yang Dimas buat, Raja lebih dulu meninggalkan tempat. Ia tak sabar ingin memberi pelajaran kepada kedua putranya yang membuatnya tak berkutik di depan Dimas.

__ADS_1


Anak-anak kurang ajar tunggu dan lihat apa yang akan aku lakukan pada kalian berdua, batin Raja kesal.


__ADS_2