UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Tipu Daya Dimas


__ADS_3

Dimas terdiam sesaat mendengar ucapan Aiko, tapi walaupun begitu ia yakin Aiko tidak mengetahui siapa dia sesungguhnya.


"Mungkin kita pernah bertemu di suatu tempat" jawab Dimas cuek.


"Ya mungkin saja."


Akhirnya baju pesanan Dimas tiba. Sebuah gaun mewah yang sangat cantik. Aiko tampak senang dengan gaun pemberian Dimas.


"Terimakasih, gaunnya cantik sekali" Aiko menatap pantulan bayangan dirinya dicermin setelah menggunakan gaun itu.


"Boleh aku merubah tatanan gaya rambutmu" ucap Dimas.


"Tentu, tapi ingat kau harus membuat tampilan ku lebih memukau dari sebelumnya."


"Rambutmu akan terlihat cantik apabila diurai sebagian. Aku akan merapikan sedikit di bagian pinggir. Dengan gaya rambut seperti ini kau terlihat lebih muda" ujar Dimas sembari menata rambut Aiko.


"Kau benar, aku terlihat lebih fresh sekarang. Terimakasih, aku akan kembali ke pesta. Oh ya ini kartu namaku, kau bisa menghubungiku jika butuh bantuan, anggap saja sebagai hadiah pertemanan dariku."


Aiko melangkah pergi meninggalkan ruangan itu untuk menuju ke pesta sementara Dimas tersenyum smirk menatap kartu nama yang ada ditangannya.


Dimas saat ini sudah diruang pesta, ia menatap pria gendut yang tadi menjadi incarannya. Pria itu masih asyik bercanda dengan ditemani banyak wanita disekitarnya.


Dimas mengambil posisi duduk tidak jauh dari situ. Ia duduk ditempat yang bisa dilihat oleh pria incarannya itu.


Benar saja tak lama setelahnya pria itu menatap Dimas penuh minat. Dimas mengedipkan matanya menggoda. Pria bertubuh besar itu menyingkirkan gelayutan manja wanita di sekitarnya. Ia berjalan menuju ke Dimas dengan langkah agak sempoyongan. Sepertinya pria itu sudah mulai mabuk.


"Hai cantik, boleh aku duduk disini" sapa pria itu sambil mengedipkan sebelah matanya. Sementara itu ditangannya terdapat segepok uang yang ia mainkan.


Dimas tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Pria bertubuh besar itu terlihat semakin berani. Ia menyelipkan uang yang ia bawa ke baju bagian atas Dimas.


"Hadiah untukmu, aku akan memberi lebih jika kau bisa menyenangkanku malam ini."


"Aku bisa memberi servis lebih untukmu, tapi tidak disini. Kita bisa sewa kamar kalau kau mau, bagaimana?" tawar Dimas.

__ADS_1


Pria itu tak menjawab, ia langsung berdiri dan mendekat. Ia raih tangan Dimas dan membawanya keluar dari ruangan itu.


"Aku tidak ingin menginap di hotel ini. Aku ingin tempat yang lain. Aku juga tidak ingin anak buahmu mengganggu kesenangan kita malam ini"ucap Dimas ketika melihat beberapa orang bodyguard mengikutinya.


Dimas tahu pria bertubuh besar ini masuk jajaran penting di perusahaan Katsuro Dasuki Sebab sebelumnya Michael telah memberinya data orang-orang kepercayaan Katsuro yang menjabat di perusahaan itu.


"Baiklah aku akan menyuruh mereka pergi, tapi ingat kau harus bisa memuaskan ku malam ini. Jika kau mencoba untuk mempermainkanku maka wajah cantikmu ini akan lenyap untuk selamanya" mencengkram dagu Dimas dan mencoba untuk mengintimidasi.


"Jangan khawatir aku pastikan kau akan ketagihan menerima servis dariku" ucap Dimas lembut dan terdengar manja.


"Oh aku sangat menantikan servismu itu, Baiklah kamu ingin kita pergi kemana?"


Dimas membawa pria itu menggunakan taksi pesanannya karena ia tidak ingin pria itu membawa mobil dalam keadaan mabuk.


Tak lama setelahnya mereka sampai di sebuah hotel mewah. Dimas tak perlu lagi memesan kamar karena sebelumnya ia sudah menyiapkan sebuah kamar.


Dua orang itu kini berada dalam sebuah kamar, Dimas menyuguhi pria itu dengan minuman keras ia ingin menggali informasi dari pria itu.


"Tidak bisakah kita langsung memulainya sayang" ucap pria gendut itu mendekatkan kursinya dan meraba paha Dimas. Ia mencoba menyikap rok Dimas tapi Dimas menghentikannya.


Dimas memulai pertanyaannya dari hal sederhana hingga akhirnya ia mulai ke inti pertanyaannya. Dimas tersenyum senang ketika dengan mudah ia mendapatkan informasi.


Ia tak salah memilih dekat dengan pria itu karena ternyata pria itu adalah Direktur operasional Pabrik Farmasi. Sayangnya perusahaan itu selain menjual obat-obatan legal mereka juga memproduksi obat ilegal.


Perusahaan Farmasi itu berada di bawah naungan Datsuki Company yang tak lain adalah salah satu anak perusahaan Katsuro Datsuki.


Selesai dengan semua pertanyaannya Pria mabuk itu minta layanan servis ranjang sesuai dengan janji Dimas.


Pria bertubuh besar itu melepaskan seluruh pakaiannya dan berbaring ditempat tidur.


Dimas membuat kamar itu terlihat remang-remang agar Pria itu tak bisa mengenali siapa sebenarnya yang melayaninya.


Dimas membuka pintu dan tampaklah wanita cantik berpakaian seksi mirip Dimas ada di depan pintu.

__ADS_1


"Masuklah, dan layani dia. Buat dia puas dan aku akan membayarmu dua kali lipat." perintah Dimas pada wanita itu.


"Jangan khawatir, ia pasti tidak akan kecewa menerima servis dariku."


"Jangan lupa kau harus pergi setelah melakukannya, jangan sampai ia melihat wajahmu" Dimas memperingatkan wanita itu.


"Letakkan kertas ini diatas meja" perintah Dimas lagi.


Wanita seksi itu masuk dan segera melaksanakan perintah Dimas. Sementara itu Dimas keluar dari ruangan itu.


****************


Di dalam kapal besar, Tiara saat ini sedang diperiksa oleh Dokter. Ia mengalami mabuk laut karena ini adalah pengalaman pertamanya menaiki kapal laut. Sudah seharian ini ia tak bisa bangun karena mabuk laut.


"Bayinya untuk saat ini dalam kondisi sehat dan Ibunya tolong diperhatikan asupan makannya jangan sampai mempengaruhi kondisi bayinya. Karena jika Ibunya terus mual dan tidak bisa mencerna makanan takutnya akan mempengaruhi perkembangan janinnya. Saya akan memberi suplemen dan juga obat untuk mengurangi mualnya" ucap Dokter itu.


"Terimakasih Dokter" ucap Tedi.


"Baiklah saya permisi dulu Tuan" ujar Dokter itu dan berlalu pergi dari sana.


"Kapan helikopter sampai kesini?" Tanya Tedi pada Daniel.


"Tidak lama lagi Bos, harusnya paling lam sepuluh menit lagi."


"Baiklah, tolong suruh mereka segera menjemput kita. Saya tidak ingin lama di kapal ini akan memperburuk kondisi Tiara."


"Baik Bos."


Tepat sepuluh menit, helikopter terlihat diatas kapal. Dengan menggunakan alat bantuan pengaman Tiara berhasil di tarik naik masuk ke dalam helikopter. Sementara Tedi dan Daniel menggunakan tangga yang menggantung untuk menuju helikopter.


Di dalam helikopter Danil dan Tedi menghapus riasannya. mereka kembali ke wajah mereka semula. Tedi juga membersihkan wajah Tiara yang saat ini terlelap tidur karena pengaruh obat.


Setelah hampir satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di landasan helikopter yang mereka tuju. Tiara yang merasakan lemas di sekujur tubuhnya terpaksa turun dengan di gendong oleh Tedi. Bukan tanpa alasan Tedi menggendong Tiara, karena ada rencana di balik ini semua.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan Tedi menggendong Tiara, berbagai sorotan kamera tertuju padanya. Putra Mahkota yang menghilang hampir setahun tanpa kabar, tiba-tiba kembali dengan membawa seorang wanita dalam gendongannya. Apalagi wanita itu terlihat hamil. Seketika mereka heboh dan berusaha mendekat dan menyerang Tedi dan Daniel dengan berbagai pertanyaan. Untungnya pengawal yang mengawal mereka sigap hingga tak seorangpun pengawal yang berhasil mendekati mereka.


__ADS_2