
Anton menatap wanita yang ada dalam pelukannya dalam keadaan kacau, ia tak menyangka jika Dewi akan datang ke tempatnya dalam kondisi seperti ini. Ia menggendong Dewi dan membawanya ke kamar mereka.
"Apa yang terjadi denganmu?" Anton meletakkan Dewi diatas tempat tidurnya. Ia memeriksa tubuh Dewi jika ada yang terluka.
"Tolong panggil dokter kemari" perintah Anton pada sang asisten rumah tangga. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada Dewi, ia tidak menemui adanya luka, tapi mengapa baju Dewi penuh dengan darah, batin Anton.
Anton juga menyuruh pelayan wanita untuk mengganti baju Dewi.
"Apa yang terjadi dengannya?" tanya Anton tak sabar ketika dokter memeriksa kondisi Dewi.
"Ia kelelahan baik secara fisik maupun mental. Sepertinya ia baru saja mengalami sesuatu yang membuatnya tertekan" jelas dokter itu.
"Saya sudah menyuntikkan vitamin dan obat penenang. Ia perlu istirahat dengan baik, kemungkinan besok pagi ia baru bangun."
"Ini beberapa resep obat dan vitamin yang perlu anda tebus. Karena tugas saya sudah selesai, saya permisi dulu tuan, jika terjadi sesuatu dengan pasien anda bisa menghubungi saya lagi" jelas dokter itu lagi.
"Terimakasih dokter" ucap Anton. Ia memanggil pelayannya untuk mengantarkan dokter keluar.
"Apa yang sebenarnya terjadi denganmu?" Anton membelai lembut pipi Dewi, menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Kondisi Dewi terlihat lebih baik kini setelah seorang pelayan wanita menggantikan bajunya.
**********
Sementara itu dirumah sakit Mike bisa sedikit bernafas lega, setelah Papa Teo mengabarkan operasi yang ia lakukan berhasil. Secara medis kondisi Nara sudah stabil dan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Hanya saja ia masih dalam pemantauan mengingat luka di kepalanya sangat fatal.
"Operasinya berhasil, tapi saya belum bisa memastikan ia baik-baik saja saat ini, Kami masih tetap memantaunya 2x24 jam semoga tidak ada gejala berkelanjutan. Dan untuk itu Nara belum bisa di pindahkan ke ruang rawat inap. Ia akan di bawa keruang ICU agar dokter dan perawat bisa terus memantaunya" ucap Papa Teo.
__ADS_1
"Apa aku bisa melihatnya sekarang Pa?" tanya Mike.
"Tunggu ia dipindahkan ke ruangan ICU baru kau bisa melihatnya nanti. Papa harus kembali ke ruangan Papa, ada pekerjaan yang harus Papa selesaikan bersama Dimas. Jangan khawatir Nara diawasi oleh Dokter dan perawat yang profesional" jelas Papa Teo. Ia kemudian meninggalkan Mike dan menemui Dimas yang berdiri tak jauh dari Mike.
"Ayo bicara di ruangan Papa" ucap Papa Teo sembari melangkah menuju ke ruangannya.
"Apa kau sudah meminta pihak sekolah untuk menyelidikinya?" tanya Papa Teo.
"Sudah, tapi menurut keterangan dari pihak sekolah maupun saksi mereka semua menyalahkan Dewi. Mereka mengatakan bahwa sebelumnya Dewi dan Nara terlibat percekcokan mereka bertengkar dan Dewi tidak sengaja mendorong Nara hingga Nara terjatuh" ucap Dimas.
Ia mendapatkan keterangan itu dari anak buahnya yang ia minta untuk mencaritahu secara langsung di sekolah.
"Tapi keterangan yang Papa dapatkan dari Dewi berbeda, Dewi mengatakan pada Papa jika Ia dan Nara cekcok dengan ketiga orang siswi. Awalnya salah satu dari mereka ingin mencelakai Dewi dengan cara mendorongnya, tapi Nara menyelamatkan Dewi dan berakhir dengan Nara yang di dorong jatuh dari atas tangga."
"Dari ekspresi Dewi Papa yakin, Dewi tidak berbohong. Ia terlihat panik dan khawatir dengan keselamatan Nara. Ia bahkan lari keruangan Papa dan memohon agar papa menyelamatkannya" jelas Papa Teo panjang lebar.
"Cek CCTV sekolah, bukankah sekolah kita di lengkapi CCTV" ucap Papa Teo.
"Aku sudah menyuruh orang memeriksa CCTV pa, tapi mereka mengatakan CCTV sudah satu bulan tidak berfungsi. Dan ketika mereka memeriksanya ternyata benar kamera dalam keadaan rusak dan tidak bisa di gunakan" jelas Dimas.
"Bagaimana mungkin sekolah begitu ceroboh, suruh mereka memecat orang yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan CCTV. Dasar tidak berguna" kesal Papa Teo.
"Tapi aku rasa ada yang aneh Pa, Aku memiliki orang kepercayaan di bagian keuangan sekolah. Ia mengatakan bahwa CCTV yang ada di tangga baru saja diganti 2 bulan yang lalu. Bagaimana bisa CCTV baru bisa rusak dan tidak berfungsi hanya dalam waktu dua bulan pemakaian, sedangkan kita memakai barang kualitas A. Bagaimana jika ternyata hasil rekaman memang sengaja di hapus dan kamera dirusak untuk menghilangkan jejak. Apalagi ketiga siswi ini merupakan anak dari petinggi perusahaan dan penanggung jawab sekolah" jelas Dimas.
"Rupanya ada yang berani bermain-main dengan keluarga kita" ucap Papa Teo geram.
__ADS_1
"Hanya kepala sekolah yang mengetahui jika Dewi dan Nara terkait dengan keluarga kita. Itu sebabnya mereka berani memanipulasi ini semua. Jangan khawatir Pa, aku akan meminta seseorang untuk meretas CCTV. Sekalipun rekaman itu sudah terhapus, aku yakin ia bisa memulihkan rekaman yang hilang. Kita akan mengetahui hasilnya besok" jelas Dimas yakin.
"Lalu dimana Dewi saat ini, kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Papa Teo.
"Aku menyuruhnya pulang kerumah Kakek, ada Tiara dan pelayan yang akan mengawasinya papa jangan khawatir" ucap Dimas, ia belum mengetahui jika Dewi tidak pulang kerumah Kakek.
"Telpon Tiara sekarang, beritahu jika operasi Nara berhasil. Papa tidak ingin jika Dewi khawatir, bahkan matanya sampai bengkak karena ia tidak berhenti menangis" ucap Papa Teo
*************
Sementara itu dirumah Anton, Ranjang yang ditempati Dewi tidur sebelumnya telah kosong. Anton tidak sengaja tertidur di kursi sebelah tempat tidur. Ia tertidur dengan posisi duduk tertelungkup dengan kepala berada dipinggiran tempat tidur. Ia tidak tidur nyeyak semalaman karena Angga rewel, sepertinya bocah itu merindukan Dewi setelah beberapa hari Dewi yang mengurusnya.
Anton yang merasa tak nyaman dengan posisi tidurnya segera terbangun. Ia bangun dengan posisi duduk tegak merentangkan kedua tangannya. Ia mengerjapkan matanya perlahan.
"Dewi..., kemana dia? Dewi...." panggil Anton terkejut melihat tempat tidur yang ia tunggu ternyata sudah tidak ada penghuninya. Ia memeriksa ke dalam kamar mandi dan juga balkon tapi tetap tidak menemukan keberadaan Dewi.
Anton berteriak memanggil pelayan dan mengumpulkan mereka semua. Padahal jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
"Apa ada diantara kalian yang melihat keberadaan Dewi?" tanya Anton pada pelayan dan juga penjaga keamanan.
"Tidak Tuan" jawab mereka serentak.
"Apa saja yang kalian lakukan, sampai-sampai menjaga satu orang saja tidak becus" ucap Anton kesal. Seharusnya perkataan ini lebih cocok ia tujukan untuk dirinya sendiri, bukankah ia yang tertidur ketika menjaga Dewi. Anton menghilangkan kewaspadaannya karena dokter mengatakan Dewi akan tersadar besok pagi, tapi siapa sangka baru jam sebelas malam ternyata ia sudah menghilang.
"Cari dia sampai dapat. bagi jadi tiga kelompok. Kelompok pertama cari di dalam rumah, kelompok kedua cari di sekitaran luar rumah. Kelompok ketiga bagian keamanan ikut saya memeriksa CCTV" ucap Anton
__ADS_1
Malam yang sebelumnya tenang berubah menjadi kecemasan karena menghilangnya seorang Dewi. bahkan Anton sampai lupa tidak mengabari Mike maupun Dimas jika sebelumnya Dewi berada di tempatnya.
TBC.