UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Rahasia Dimas.


__ADS_3

"Tiara..." panggil Dimas, ia lalu berjalan menghampiri Tiara. Ia meraih pergelangan tangan Tiara dan menuntunnya menuju ke sofa yang ada di ruangan itu.


"Bisakah kau ceritakan tentang masa lalumu" Dimas duduk di sofa dan meminta Tiara duduk di sebelahnya.


"Masa laluku untuk apa Tuan" Tiara tidak menjawab pertanyaan Dimas. Ia malah balik bertanya.


"Apakah masa lalumu bahagia? Apa kamu pernah mengalami Kecelakaan atau Trauma sebelumnya?" tanya Dimas mengorek informasi dari Tiara. Sebenarnya Dimas bisa saja meminta anak buahnya untuk menyelidiki Tiara. Tapi ia ingin mendengar masa lalu Tiara dari mulut Tiara sendiri.


"Jangan khawatir Tuan, masa lalu saya sangat bahagia. Sekalipun orang tua saya bukan orang kaya, tapi mereka sangat menyayangi saya" Tiara tersenyum menatap Dimas.


"Kalau masalah Trauma dan kecelakaan saya memang pernah mengalaminya." ucap Tiara lagi.


"Bisa kau ceritakan padaku tentang trauma dan kecelakaan yang menimpamu" pinta Dimas.


"Saya tidak tahu persis tentang kejadian kecelakaan itu, saya hanya tahu dari orang tua saya. Karena saya kehilangan memori saat usia 5 tahun." Tiara terdiam sejenak berusaha mengingat sesuatu.


"Orang tua saya mengatakan, di waktu saya kecil dulu saya pernah diculik dan mengalami kecelakaan. Peristiwa itu membuat saya hilang ingatan dan trauma. Bahkan saya sampai takut bertemu dengan orang asing, dan tidak bisa berbicara selama 6 bulan."


"Tapi kesabaran dan cinta kedua orang tua saya, juga lingkungan yg begitu peduli dengan saya. Pelan-pelan saya bisa berinteraksi lagi dengan banyak orang dan bisa berkomunikasi lagi" Tiara menjelaskan kondisi masa kecilnya pada Dimas.


"Jadi peristiwa penculikan dan kecelakaan itu yang membuatmu Trauma" gumam Dimas yang masih terdengar Tiara.


"Apakah kamu benar-benar lupa masa kecilmu" tanya Dimas lagi.


Tiara menganggukkan kepalanya.


"Tuan, bisakah kita tidak membicarakan ini. Saya meras tidak nyaman setiap membicarakan peristiwa itu. Dan kepala saya terasa sakit sekali setiap memikirkannya Tuan" Ucap Tiara memegang kepalanya yang terasa sakit.


Melihat kondisi Tiara yang terlihat agak pucat akhirnya Dimas, menghentikan pertanyaannya.


"Baiklah, jangan kau pikirkan lagi" Dimas mengecup kening Tiara lembut.


"Pergilah istirahat dulu ke kamar, aku akan menyusulmu nanti setelah kuselesaikan semua pekerjaanku" ujar Dimas.


Tiara menuruti ucapan Dimas kemudian berlalu dari tempat itu, menuju ke kamar.


Setelah kepergian Tiara, Dimas menelpon anak buahnya. Ia meminta anak buahnya untuk menyelidiki Tiara dan juga masa lalunya.

__ADS_1


*******


Tiara saat ini berada di dalam kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menatap langit-langit kamar.


"Haruskah aku minta tolong tuan Dimas, untuk mencari orang tuaku?" gumam Tiara.


"Tapi bagaimana mungkin, hutangku saja sudah banyak padanya dan jika aku minta tolong lagi bukankah itu akan menambah jumlah utangku. Lalu bagaimana caraku membayarnya" Tiara makin gusar dengan permasalahan hidupnya. Dan itu menambah rasa nyeri di kepalanya.


"Ya Tuhan, kepalaku sakit sekali" gumam Tiara lirih sambil memejamkan matanya. Tanpa sadar akhirnya ia tertidur lelap.


Sementara itu Dimas masih asyik dengan pekerjaannya dan tak lama terdengar suara Bel Apartemen.


Dimas segera menghentikan pekerjaannya, dan menuju ke depan. Untuk melihat siapa gerangan tamu yang mengganggunya.


"Hai Bro" sapa Leo begitu Dimas membuka pintunya.


"Untuk apa kau kemari, mengganggu saja" ucap Dimas sewot.


"Aku khawatir saja, kalau kau akan menyiksa pasien ku" ucap Leo cuek, Ia lalu melangkahkan kakinya masuk dan Duduk di sofa ruang tamu.


Dimas mengikuti langkah Leo, lalu duduk disebelahnya.


"Baik, Ia sedang istirahat dikamar sekarang" jawab Dimas.


"Apa kau sudah mengorek informasi tentangnya" tanya Leo lagi.


"Ya, dugaanmu benar. Ia memang pernah mengalami trauma, akibat kecelakaan dan juga penculikan. Tapi dia tidak mau membahas lebih jauh tentang itu. Jadi aku meminta anak buahku untuk menyelidikinya."


"Baiklah, tolong perlakukan Ia dengan baik. Sepertinya Tiara adalah wanita baik-baik" ujar Leo


"Apa kau yakin ingin menahannya di sampingmu?" Tanya Leo lagi.


"Kenapa kamu menanyakan hal itu" Dimas menatap Leo tajam.


"Tidak, aku hanya penasaran saja. Apa kau benar-benar sudah bisa melupakan wanita itu?


aku hanya tidak ingin jika Kau ataupun Tiara nantinya terluka."

__ADS_1


"Jangan bahas wanita itu" Dimas meninggikan suaranya.


"Baiklah terserah apa katamu, tapi jika kau tidak menyukai Tiara, maka biarkan Aryo..."


"Diamlah, Kau sudah terlalu banyak ikut campur" Dimas menyela ucapan Leo.


"Maaf, karena lancang mencampuri urusanmu. Aku hanya tidak ingin kau salah langkah dan menyesal nanti. Aku tidak ingin melihat sahabatku hancur untuk kedua kalinya."


"Jangan khawatir aku akan baik-baik saja. Hanya seorang wanita saja, mana mungkin bisa menghancurkanku" ujar Dimas.


Leo terkekeh geli mendengar ucapan Dimas, karena ia tau seperti apa frustasi nya Dimas waktu itu.


"Diamlah" ucap Dimas kesal mendengar kekehan Leo.


Aku berharap Tiara benar-benar bisa menggeser posisi wanita itu di hatimu, gumam Leo dalam hati.


"Baiklah aku pergi dulu, masih ada pasien yang menungguku" Leo menepuk bahu Dimas tersenyum dan berlalu pergi.


Sementara Dimas yang masih belum beranjak dari duduknya, menyenderkan kepalanya di sofa.


"Apakah aku benar-benar bisa melupakanmu?"


"Apakah perkataanmu itu benar?"


"Apakah kau tak merindukanku?"


"Dimana kamu berada saat ini?"


"Kembalilah aku benar-benar merindukanmu."


Banyak sekali rentetan pertanyaan di benak Dimas, yang belum terjawab tentang gadis itu.


Pertanyaan yang mengganggu pikirannya setiap kali mengingatnya.


Dan seberapa kerasnya ia berusaha untuk melupakannya. Tapi tetap saja kerinduannya yang begitu membuncah, membuatnya merasakan sesak di dadanya tiap kali ia mengingat tentang gadis itu.


TBC

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca.


Jangan lupa like, vote dan komentarnya ya terimakasih 🤗😘.


__ADS_2