UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Masa Lalu


__ADS_3

Papa Teo mengendarai mobilnya menuju kesebuah alamat, sesuai yang diberikan Bi Ana di telpon. Rumah itu terletak di pemukiman warga yang padat penduduk. Papa Teo memberhentikan mobilnya di depan gang, lalu berjalan kaki masuk ke dalam gang.


Di sepanjang perjalanan orang-orang menatap Papa Teo heran. Pasalnya selama ini belum pernah ada Pria yang terlihat Kaya dan berpenampilan rapi memasuki gang itu, Apalagi dengan berjalan kaki. Setelah berjalan melewati gang sempit itu, selama kurang lebih 10 menit. Akhirnya Papa Teo sampai juga ke alamat yang dituju.


Papa Teo sampai di depan Rumah yang sangat-sangat sederhana. Kondisi rumah Ana saat ini berbeda sekali dengan penampilan Ana di masa kuliah. Ana yang dulu selalu berpenampilan wah dan kemana-mana selalu mengendarai mobil mewah. Berbanding terbalik dengan kondisinya saat ini.


Ana menyambut baik kedatangan Papa Teo, ia mempersilahkan pria itu duduk.


"Lama tak jumpa An, kau sudah jauh berbeda sekarang" Dari dulu Teo selalu memanggil Bi Ana dengan panggilan An.


"Ya, beginilah keadaanku sekarang. Mungkin ini hukuman untukku karena pernah jahat pada sahabat-sahabatku."


"Lupakan masa lalu An, kau tidak akan bisa maju jika terus berfokus pada masa lalu."


"Kau kemari bukannya ingin membahas masa lalu" Ana terkekeh geli mendengar ucapan Teo.


"Tidak aku hanya ingin meminta maaf pada Anggi, aku tidak tau jika pembatalan pernikahanku dulu dengannya menghancurkan keluarganya dan masa depannya."


"Kau tau dari mana apa Dina, sudah menceritakan semua padamu. Ini semua juga merupakan kesalahan Dina."


"Aku dan Dina sudah bercerai, Aku mengetahui dari Pras. Teman kuliah kita yang merupakan tetangga Anggi, aku bertemu dengannya 4 bulan lalu saat aku mengikuti program Dokter relawan. Aku mungkin tidak bisa membalikkan waktu, tapi setidaknya aku ingin minta maaf pada Anggi."


"Dan jangan menyalahkan semua yang terjadi pada Dina. Ini bukan kesalahannya, aku yang pada sat itu mabuk dan tidak bisa menguasai diriku hingga aku menodai Dina. Itulah sebenarnya yang menjadi alasanku membatalkan pernikahan ini. Dan untuk Video Anggi yang berselingkuh itu, aku juga tidak bisa menyalahkannya. Toh aku sendiri juga tidak setia. Tapi kondisi keluarganya yang hancur karena semua ini, aku benar-benar tidak tenang dan menyesal. Aku ingin minta maaf padanya."


"Kau terlalu baik Teo, bahkan kau sampai sekarang masih belum sadar apa yang sebenarnya terjadi."


"Apa maksudmu An?"

__ADS_1


"Aku akan menceritakan semua padamu kebenarannya. Tapi sebelumnya, tolong maafkan semua kesalahanku. Dan berjanjilah padaku, tolong bantu aku mengembalikan Anggi seperti semula."


"An, ada apa sebenarnya?"


"Bisakah kau berjanji padaku."


"Seandainya itu baik buat Anggi dan juga tidak menyakiti keluargaku dan orang lain, maka aku berjanji akan membantumu."


"Terimakasih" Bi Ana menarik nafasnya sebelum ia mulai bercerita.


"Sebenarnya aku dan Dina berencana memisahkanmu dengan Anggi. Mungkin kau melihat kami bertiga seperti seorang sahabat yang baik. Tapi kami menyimpan kebusukan kami masing-masing."


"An..."


"Aku dan Dina berencana menjebak Anggi. Kami menyewa Bagas si playboy kampus untuk menghancurkan hubungan kalian. Tapi demi Tuhan aku tidak bermaksud untuk merusak Anggi. Aku hanya ingin Bagas merayu Anggi agar putus denganmu. Tapi aku tidak tau jika ternyata Bagas dan Dina mempunyai rencana lain. Pada saat malam pesta kelulusan itu. Bagas dan Aku membuat Anggi mabuk berat. Dan Aku yang pada saat itu bertugas membawa Anggi masuk ke dalam hotel."


"Kenapa An, kenapa kau tega berbuat hal yang menyebabkan Anggi dalam bahaya. Kenapa kalian tega pada sahabat kalian sendiri."


"Karena Kami mencintaimu. Karena kami mencintaimu hingga membutakan hati nurani kami."


"Apakah layak bagimu melakukan semua itu."


"Layak, semua layak. Wanita mana yang tidak tertarik padamu saat itu. Tampan, Kaya, Baik hati dan Berprestasi di segala bidang. Tapi kenapa kau harus jatuh cinta pada wanita sederhana yang bahkan biasa saja dalam prestasi dan penampilan. Tidak ada kelebihan yang dimiliki Anggi selain wajah cantiknya itu. Kalian pria sama saja jatuh cinta berdasarkan kecantikan wajahnya saja. Seandainya kau tidak jatuh cinta padanya. Kejadian ini tidak akan terjadi padanya" Ana menagis menutup kedua wajahnya.


"An, Maaf..."


"Kenapa kau harus minta maaf tidak ada yang salah darimu. Bahkan sebenarnya kejadian yang terjadi pada Dina itu juga adalah rencananya. Ia yang menaruh obat pada minumanmu hingga kau lupa diri dan menodai Dina."

__ADS_1


"Aku sudah mengetahuinya. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena Dina hamil anakku. Aku melepaskan Anggi berharap ia dapat yang lebih baik dariku. Aku tidak tau jika semua malah menghancurkan Keluarganya. Maaf..." Teo mengatupkan kedua tangannya.


"Anggi juga hamil anak dari Bagas, Ayahnya yang mengetahui kehamilannya dan pembatalan pernikahan kalian terkena serangan jantung hingga menyebabkan ia meninggal dunia. Keluarga Anggi tidak bisa menerima semua itu. Mereka mengusir Anggi dalam kondisi hamil. Aku yang merasa bersalah pada Anggi membawa Anggi kerumahku."


"Tapi aku tidak menyangka jika Ibuku menjadikan Anggi sebagai wanita penghibur di club malam miliknya. Dan di club malam itu ia kembali bertemu dengan Bagas ayah dari putrinya. Bagas memberitahukan kebenaran yang terjadi pada malam itu. Kemudian untuk membalas dendam padaku, Anggi bersama Bagas ia merencanakan, rencana jahat. Anggi dan Bagas merebut club malam Ibuku dariku setelah kematian Ibu."


"Anggi merupakan orang kepercayaan Ibu, jadi aku mempercayakan semua padanya. Tapi siapa yang mengira jika ia tega merebut milikku. Aku menandatangani kertas pengalihan hak kepemilikan begitu saja tanpa membacanya, karena aku percaya padanya."


"Saat ini ia adalah pemilik club Ibuku. Tapi semenjak ia yang memegang club itu jadi lebih besar dan berkembang pesat. Anggi juga membiarkanku bekerja di club miliknya. Aku tetap bertahan disana hingga saat ini. Aku berharap ia akan berubah seperti dulu lagi. Tidak masalah jika aku harus bekerja sebagai cleaning servis disana. Aku menganggap ini adalah hukumanku. Dan berharap ada seseorang yang datang dan bisa mengembalikan dia seperti dulu lagi. Bantu aku Teo, tolong bantu aku menyadarkan Anggi."


"An..."


"Uhuk...uhuk...uhuk" Belum juga Teo selesai berbicara tiba-tiba terdengar suara pria yang terbatuk-batuk di dalam kamar. Ana yang mendengar itu langsung berlari memasuki kamarnya. Teo mengikuti langkah Ana.


"An, boleh aku memeriksanya?" ucap Teo yang berdiri di depan pintu kamar.


"Masuklah."


"Dia terkena penyakit TBC An. Paru-parunya sudah terluka parah, dia harus dirawat di rumah sakit."


"Tapi, aku tidak memiliki cukup uang Teo."


"Aku akan membawanya ke rumah sakit Keluargaku. Kau jangan khawatir tentang biayanya semua akan menjadi tanggung jawabku."


"Kalau begitu aku akan minta bantuan tetangga untuk mengeluarkan suamiku dari gang rumahku" Bi Ana langsung berlari keluar rumah meminta pertolongan.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2