UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Perjodohan Dimas


__ADS_3

Waktu sudah menjelang pagi, Andini dan Tiara sudah bersiap-siap untuk melakukan aktivitasnya masing-masing. Tiara akan berangkat ke rumahnya Reno sedangkan Andini bersiap-siap untuk berangkat kuliah. Andini merupakan mahasiswa baru semester satu.


"Oh ya Tiara, kira-kira nanti kalau pulang kerja jam berapa? Aku ingin sekali mengajakmu jalan-jalan. Ada pameran di pasar malam dekat kampusku.


"Aku tidak tahu pasti Andini, biasanya sore hari sekitar jam 5 sore. Tapi bisa juga lebih seperti kemarin, Karena Rendra tidak ingin aku cepat pulang."


"Baiklah, tapi aku harap kau pulang cepat ya. Kau tau bukan, malam ini adalah malam minggu pasti akan seru buat jalan-jalan. Aku menunggumu Tiara jangan kecewakan aku, oke."


"Baiklah, aku usahakan. Bye bye Andini, aku duluan ya." Tiara melangkahkan kakinya keluar gedung apartemen.


Sesampainya di rumah Reno, Tiara cukup terkejut, melihat Rendra yang sudah rapi dengan baju seragamnya. Karena sehari sebelumnya Rendra sangat manja dengan Tiara. Ia tidak mau mandi dan bersiap-siap sebelum melihat keberadaan Tiara.


"Wah pangeran tampan, sudah rapi dan wangi" ucap Tiara memuji Rendra.


"Iya dong kak, tadi pagi kak Mona yang bangunin dan juga bantu Rendra bersiap."


"Anak pintar, sekarang Rendra mau makan apa. Kak Tiara buatkan spesial buat Rendra."


"Nggak usah Kak, sekarang Kak Mona lagi buatin Rendra nasi goreng spesial, bakso goreng super sama ayam goreng. Masakan Kak Mona sama lezatnya dengan masakan Kak Rara. Aku dan Daddy menyukai masakkannya.


"Benarkah, wah ternyata Kak Mona hebat ya. Lihat nih pipi siapa yang makin bulet, tembem kayak pentol bakso, tiap hari makanannya sih bakso mulu, Emang nggak bosen?" tanya Tiara heran mengelus pipi Rendra. Bakso dan Ayam memang merupakan menu kesukaan Rendra. Setiap hari menu itu selalu tersaji di meja makan. Walaupun selalu disajikan dengan varian yang berbeda.


Selesai sarapan Tiara dan Mona mengantar Rendra ke sekolah, mereka berangkat bersama diantar oleh Reno. Di mobil Rendra tidak mau diam, ada saja pertanyaan yang diluncurkan dari bibirnya. Tiara tersenyum melihat Mona dan Rendra yang terlihat makin akrab.


**********


Sementara itu di negeri sakura Jepang, Dimas yang sedang berada di salah satu perusahaan milik keluarganya di kejutkan dengan kedatangan kakeknya.


"Apa yang Opa lakukan disini"


"Kenapa kau tidak suka kehadiranku disini. Dasar kau ini, bukannya kasih salam atau nanya kabar. Malah...."


"Bukan seperti itu Opa, Dimas hanya terkejut saja Opa ada disini. Kapan Opa datang?" Dimas memotong pembicaraan Opa, ia lalu meraih tangan Opa dan mencium punggung tangannya.


"Opa datang dari kemarin, dan langsung menuju rumah kita yang berada di Denenchofu. Tapi ternyata kamu tidak ada disana. Apa kau menginap di hotel?"

__ADS_1


"Rumah itu sepi kek, hanya ada para maid disana. Lebih enak tinggal di hotel."


"Oh ya Opa ingin memperkenalkanmu dengan seseorang. Dan Opa harap suka atau tidak suka, tolong perlakukan dengan baik. Jangan mempermalukanku, dia cucu sahabat baikku. Hubungi sekretarismu suruh orang itu masuk , Aku meninggalkannya di ruang sekretarismu tadi." Ucap Opa tegas, sementara Dimas menghembuskan nafas kasarnya.


"Opa selalu saja melakukan hal-hal yang tak berguna untukku" Dimas kesal pada Opa, tapi ia tetap menuruti perintah Opa nya.


Tak lama seorang gadis cantik berwajah Asia dengan pakaian sexi masuk ke ruangan Dimas. Walaupun sempat terpana dengan kecantikan wanita itu, tapi Dimas tetap menampilkan wajah datarnya.


Usia wanita itu kurang lebih 23 tahun.


"Opa tau seperti apa seleramu, jadi nikmatilah" Opa berbisik kepada Dimas sambil tersenyum smirk ke arah Dimas.


"Aiko perkenalkan ini cucu Opa Dimas, Dimas ini Aiko. Aiko ini cucu dari sahabat Opa. Ia memiliki darah Jepang Indonesia" Opa memperkenalkan mereka kepada satu sama lain.


"Aiko"


"Dimas"


Aiko dan Dimas berjabat tangan, lalu ia duduk di sofa berhadapan dengan Dimas.


"Dim, nanti kau ajak Aiko di acara pesta peresmian rumah sakit kita. Opa mau ia yang jadi pasanganmu di acara itu."


"Opa tinggal dulu, kalian silahkan ngobrol. Opa harap kalian bisa lebih dekat lagi."


Setelah kepergian Opa, Dimas dan Aiko berbicara seputaran kehidupan mereka masing-masing.


"Aku tidak akan berbasa-basi lagi padamu Tuan Dimas, Keluargaku dan keluargamu telah menjodohkan kita berdua. Dan setelah melihatmu, aku menginginkanmu, jadi persiapkan dirimu calon suamiku." Ucap Aiko tersenyum penuh percaya diri. Selama ini tidak pernah ada pria yang menolaknya. Karena selain cantik, ia juga merupakan pewaris satu-satunya di keluarganya.


Aiko merupakan anak tunggal salah satu pengusaha properti dan Elektronik terbesar di Jepang.


Ayahnya Aiko merupakan keturunan Jepang asli, sedangkan ibunya memiliki darah campuran Indonesia, Jepang.


Sebagai anak tunggal Aiko memiliki sifat terbuka, manja, tapi keras kepala. Karena hal apapun yang ia inginkan selalu dikabulkan oleh Ayahnya. Sekalipun itu harus menghancurkan kehidupan orang lain.


Kelemahan Aiko adalah ia tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Jika ia suka atau benci pada orang lain ia akan mengekspresikannya saat itu juga. Seperti saat ini, ia merasa begitu tertarik melihat Dimas dan ia sangat menginginkannya.

__ADS_1


"Sepertinya anda salah paham nona Aiko perjodohan ini hanyalah lelucon dari Kakekku dan keluargamu saja. Ini sama sekali tidak ada hubungannya denganku, jadi saya sama sekali tidak perduli. Lagipula saya sudah memiliki orang yang saya sukai."


"Benarkah, tapi aku rasa. Aku bisa menaklukkanmu Tuan, dan membuat wanitamu itu pergi meninggalkanmu. Lagipula ia hanya kekasihmu saja, bukan." Aiko mendekati Dimas ia membelai wajah Dimas. Dimas menjauhkan wajahnya dari belain wanita itu. Aiko kembali Manarik tangannya dan duduk di sebelah Dimas.


"Dengar Nona jangan pernah menempatkan bom di tanganmu, kalau tidak anda akan benar-benar hancur berkeping-keping."


"Saya tidak akan pernah menyerah Tuan. Saya selalu mendapatkan yang saya inginkan, dan menghancurkan siapapun yang menjadi penghalang. Jadi bersiap-siaplah."


"Dan kau belum mengenalku nona, jangan coba-coba menyentuh apa yang jadi milikku. Atau aku benar-benar akan membuat orang itu menyesal seumur hidupnya."


Dimas dan Aiko saling menyerang lewat kata-kata. Tapi tidak ada ekspresi kemarahan di wajah mereka berdua. Dimas menampilkan ekspresi wajah datar dan Dingin sedangkan Aiko selalu menatap Dimas penuh minat.


"Baiklah honey jangan lupa menjemputku malam ini."


Cup, Aiko mencium pipi Dimas sekilas, Dimas sedikit terkejut, tapi ia tidak menghindar. Ia masih dengan ekspresi dinginnya.


"Bye..." Aiko mengerling genit pada Dimas, lalu berlalu keluar dari ruangan Dimas.


Dimas lalu mengambil handphone nya menghubungi Eric. Eric saat ini berada di Rumah Sakit yang akan di resmikan sore nanti dan setelah itu malamnya akan di adakan pesta di hotel dekat dengan Rumah sakit itu.


"Ric, bagaimana orang yang aku minta untuk mengawasi Tiara."


"Jangan khawatir Tuan, orang itu sudah melaksanakan tugasnya dengan baik."


"Jangan lupa kirimkan foto-foto kegiatan Tiara padaku. Dan tolong kau tambahkan lagi dua orang dengan ilmu beladiri yang hebat untuk menjaga Tiara diam-diam."


"Baik Tuan."-


Dimas menutup sambungan telponnya.


"Aneh kenapa Tuan menambah penjagaan untuk Nona Tiara, memang siapa yang mau mencelakainya" gumam Eric.


Eric lalu mengeluarkan amplop dari tasnya. Ia membuka amplop itu. Ternyata amplop itu berisi foto-foto Tiara. Dan salah satu dari foto itu terdapat gambar Reno yang menggenggam tangan Tiara, saat duduk berdampingan di Taman.


"Jika aku berikan foto-foto ini pada tuan Dimas, pasti akan terjadi perang dunia kedua. Apalagi disini wajah Nona Tiara tersenyum bahagia disini. Berbanding terbalik ketika ia berada di sebelah Tuan Dimas."

__ADS_1


"Maaf Nona aku tidak bisa menyelamatkanmu kali ini" Eric memasukkan kembali foto-foto itu ke dalam amplop kemudian ia memasukkannya ke dalam tas kerjanya.


TBC.


__ADS_2