
Ada adegan 21+ ya. di khususkan buat mereka yang sudah dewasa dan memiliki pasangan hidup. Buat yang dibawah umur mohon lewati episode kali ini.
"Itu surat perjanjian untukmu. Tadinya Kakekmu memintaku memberikan padamu sebelum kau menikah dengan Tiara. Tapi Kakek pikir tidak masalah memberikannya setelah kau menikah."
"Apa yang membuat Kakek membuat surat perjanjian ini, bukannya sebelumnya ia tidak menyukai Tiara."
"Ayah juga tidak tau alasan Kakekmu. Tapi sepertinya ia mulai menyukai Tiara sekarang. Cepat kau tanda tangani saja. Toh perjanjian itu ditujukan untuk melindungi Tiara. Bukankah kau mencintainya, jadi setujui saja."
Isi dari surat perjanjian tersebut adalah Jika Dimas sebagai pihak pertama bercerai atau menelantarkan Tiara. Maka Tiara berhak atas 50% saham yang dimiliki Dimas dan 50% harta bergerak maupun tidak bergerak yang dimiliki Dimas.
Sedangkan apabila Dimas bercerai ataupun menelantarkan Tiara dalam keadaan memiliki anak maka 50% saham diberikan pada anaknya. 20% untuk Tiara dan 30% untuk Dimas sedangkan untuk harta bergerak maupun tidak bergerak semua di berikan kepada anaknya. Dan untuk hak asuh jatuh pada Tiara. Menelantarkan disini adalah apabila Dimas tidak menafkahi Tiara lahir dan batin selama 6 bulan.
"Sebaiknya kau jangan suka bermain wanita mulai sekarang. Kalau tidak Kakekmu pasti akan dengan senang hati membantu Tiara untuk memiskinkan dirimu. Dan juga untuk wanita masa lalumu, jangan menaruh hatimu lagi padanya. Sekalipun ia datang memohon padamu."
Dimas terdiam mendengar Papanya membahas wanita masa lalunya. Ia tidak tau seperti apa perasaannya pada Adeline Reynalda, gadis blasteran indo Jerman.Tapi satu hal yang ia rasakan saat ini. Kehadiran Tiara mampu menggeser posisi wanita masa lalunya, ia tidak pernah lagi memikirkan wanita itu. Ia bahkan tidak pernah lagi bermain-main dengan wanita di luar sana.
"Tenang saja Pa, aku tidak akan mengkhianati Tiara. Aku juga hanya ingin menikah sekali seumur hidup."
"Bagus kalau kau berpikir seperti itu. Jadilah pria yang bertanggung jawab terhadap keluargamu. Jangan berbuat hal yang akan membuatmu menyesal nantinya."
"Baiklah Pa, aku pergi dulu menyusul Tiara" Dimas berlalu pergi begitu saja meninggalkan Papanya, setelah ia menandatangani surat perjanjian itu.
"Dasar kau ini tidak sabaran" Papa Teo menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Mudah-mudahan Kakekmu tidak membuat rintangan di rumah tanggamu. Batin Papa Teo.
Dimas melangkahkan kakinya menuju kamar hotelnya. Ada perasaan lega dan bahagia di hatinya. Setidaknya ia sekarang bebas melakukan apa saja pada wanita yang saat ini berstatus sebagai istrinya. Otak mesum Dimas selalu on jika memikirkan Tiara.
Dengan akses kartu hotel ditangannya ia mencoba membuka ruang kamarnya. Ruangan yang di desain dengan indah karena memang ditujukan untuk pengantin baru.
Dimas mengedarkan pandangannya menelusuri setiap ruangan. Tapi ia tidak menemukan keberadaan Tiara. Ia membuka ruangan kamar mandi yang tak terkunci. Secara tak sengaja pandangannya tertuju pada sesosok wanita yang tertidur di dalam bathtub.
"Astaga bagaimana bisa ia tertidur pulas disini, kau benar-benar membuatku khawatir" Dimas mengangkat tubuh Tiara, mengeluarkannya dari bathtub. Ia menelan saliva nya menatap tubuh polos dihadapannya. Dimas menarik handuk yang ada dikamar mandi menutupi tubuh Tiara yang basah.
Dengan hati-hati ia menaruh tubuh Tiara di atas kasur. Ia mengeringkan bagian tubuh Tiara yang basah menggunakan handuk. Ruang di kamar Dimas dilengkapi dengan pendingin ruangan. Tapi keringat mulai membanjiri tubuh Dimas. Ia merasakan suhu panas ditubuhnya bertambah menatap tubuh polos Tiara. Ini memang bukan pertama kalinya, tapi tetap saja tubuh di depannya ini bagai candu di untuknya.
Dimas yang tak sabaran ingin menerjang Tiara mencoba membangunkan wanita itu. Tapi Tiara sama sekali tak mau membuka matanya, hanya lenguhan kecil yang terdengar dari bibir wanita itu. Dimas tidak bisa menahan hasratnya lagi. Apalagi sesuatu dibawah sana meronta meminta untuk dipuaskan.
"Jangan salahkan aku ya, salahkan dirimu yang mengabaikanku" Dimas melepas baju yang melekat di tubuhnya. Ia bahkan mengabaikan rasa lengket ditubuhnya karena belum mandi. Ia ingin menuntaskan hasratnya yang tak bisa ditunda lagi.
Dimas mencium aroma sabun yang masih melekat di tubuh Tiara. Ia mencium bibir mungil Tiara. Meny*sapnya dan menjelajah kedalam. Tiara yang merasa ini seperti mimpi membalas ciuman itu.
Ciuman Dimas pindah ke ceruk leher Tiara. Ah Dimas benar-benar tidak bisa menahannya lagi. Ia mencium setiap jengkal tubuh Tiara, meninggalkan banyak jejak kepemilikan disana.
Apalagi Tiara yang sesekali mengeluarkan suara desahan menggoda.
Tiara merasa apa yang ia alami adalah mimpi. Jadi ia tidak menahan desahan dan reaksi tubuhnya. Semakin membuat laju tongkat Dimas tak terkendali. Mendaki bukit lewati lembah dan berakhir dengan melepaskan cairan hangat di rahim Tiara.
__ADS_1
Dimas melakukannya berkali-kali. Ia merasa benar-benar puas kali ini. Tidak ada penolakan maupun gerakan malu-malu Tiara. Semua mengalir begitu saja mengikuti reaksi alami tubuh mereka.
Dimas mengecup kening Tiara, menggulirkan tubuhnya ke samping. Ia menyelimuti tubuh Tiara. Kemudian Dimas melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
Selesai dengan aktifitasnya Dimas yang hanya berbalut handuk masuk ke dalam selimut Tiara. Ia bahkan melepaskan handuknya dan melemparkannya begitu saja.
"Sekarang kau adalah milikku seutuhnya," gumam Dimas. Ia meng*cup bibir Tiara sekilas, lalu merengkuh tubuh Tiara ke dalam pelukannya. Tak lama Dimas pun ikut tertidur lelap.
***********
Sementara itu di lain tempat. Tuan Aziz memberi hukuman pada putranya. Ia memberikan tugas Farih untuk memajukan desa tertinggal. Tuan Aziz akan membangun rumah sakit disana, Dan juga fasilitas air bersih. ia menugaskan Farih untuk bertanggung jawab pada proyek pembangunan itu. Ia juga meminta Farih untuk menjadi Direktur utama di rumah sakit itu setelah pembangunan selesai.
Sementara untuk Anita. Tuan Aziz memindahkan universitas Anita ke Universitas yang ada fasilitas pondok pesantren. Ia meminta Anita kuliah sekaligus menimba ilmu agama. Tuan Aziz ingin sifat Anita berubah.
Anita awalnya menolak, tapi tuan Aziz mengancam akan menarik semua fasilitas mewah yang ia berikan. Termasuk kartu kredit tanpa batas. Hal itu benar-benar menciutkan nyali Anita. Apalagi Papa Aziz juga mengancam Susi, jika ia tidak bisa membujuk Anita. Ia tidak akan menjamin kehidupan Ibu Susi.
Ibu Susi yang tidak ingin kehidupan mewah menghilang begitu saja, membujuk Anita. Untuk mengikuti kemauan Tuan Aziz. Lalu nanti pelan-pelan mereka akan berusaha mengubah keputusan Tuan Aziz.
Ibu Susi saat ini melangkahkan kakinya menuju ke apartemen Kakaknya. Tapi ternyata tidak ada satu orang pun disana. Ia menelpon Tuan Bagas yang tak lain adalah Kakak kandungnya.
Setelah mendapatkan alamat Tuan Bagas yang baru, Ia melajukan mobilnyanya menuju ke alamat Kakaknya itu. Mobil mewah yang ia kendarai saat ini merupakan mobil pemberian Tuan Aziz. Bahkan semua barang branded yang melekat pada tubuhnya, juga di beli dari uang yang Tuan Aziz kirimkan tiap bulan untuknya.
Susi berniat ke rumah Kakaknya untuk menceritakan kegagalan pernikahan Anita Dan juga menceritakan apa yang terjadi pada Anita saat ini. Anita dan Susi ingin Kakaknya memikirkan siasat baru agar mereka bisa menaklukkan dan menguasai harta keluarga Itu.
__ADS_1
TBC