UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Jodohku.


__ADS_3

Dimas terus saja menatap pengantin wanitanya. Ada perasaan lega dan juga rasa bahagia di hatinya. Tanpa ia sadari air matanya menetes begitu saja. Ini bukan air mata kesedihan, Ini adalah air mata bahagia. Bahagia karena ternyata pendamping hidupnya adalah orang yang ia cintai.


Dimas tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, tapi ia yakin satu hal. Keberadaan Papanya lah yang telah mengubah semua situasi yang ada.


Tiara duduk di sebelah Dimas. Dimas yang tidak bisa menahan rasa bahagianya memeluk Tiara erat. Mereka berdua menangis bahagia, Karena setelah apa yang mereka lewati kini akhirnya mereka bersatu juga. Tiara segera melepaskan pelukan Dimas setelah terdengar suara riuh di sekitar mereka.


Tiara menghapus air mata Dimas, begitu pula dengan Dimas. Ia meraih tisu di depannya menghapus air mata Tiara.


Kita mungkin saja bisa mencintai orang keliru. Tapi jodoh tak pernah keliru. Jodoh adalah ketetapan takdir yang tidak bisa kita ubah seenaknya.


Terimakasih Tuhan karena kau menjawab doaku hari ini, batin Dimas.


Flashback on


Setelah pingsan selama 5 jam, akhirnya Aryo terbangun. Orang yang pertama kali dilihatnya adalah Pria tua yang duduk di sofa dengan pelayan setianya.


"Kakek..."


"Kau sudah bangun, apa masih sakit."


"Apa yang Kakek inginkan sebenarnya, Kenapa melakukan ini padaku."


"Orang-orangku tidak akan mungkin menyakitimu kalau kau tidak melawan. Salahmu sendiri main pukul tanpa bertanya. Anggap saja itu hukuman untukmu.


Kakek Dimas adalah seorang yang keras. Ia mendidik putra dan cucunya dengan cara yang berbeda dari yang orang lain lakukan. Ia ingin Anak dan cucunya menjadi kuat. Ia suka sekali menjadi rintangan untuk Anak dan cucunya. Ia berharap dari situ Anak dan cucunya bisa belajar lebih kuat dan menghargai apa yang mereka miliki sekarang.


"Identitas Tiara"


"Apa maksud Kakek?"


"Aku ingin kamu merahasiakan identitas Tiara. Hanya untuk sementara waktu, cukup satu tahun saja."


"Untuk apa?"


"Aku hanya ingin memastikan sesuatu saja."


"Ada rencana apa lagi Kakek untuk mengganggu Dimas?"


"Kau selalu saja pintar menebak."

__ADS_1


"Tidak, aku tidak mau mengikuti permainan Kakek lagi."


"Kau yakin. Aku punya informasi berharga yang bisa ditukarkan dengan ini."


"Tidak. Aku bilang tidak ya tidak. Aku tidak perduli jika Kakek marah atau menghukummu. Aku tetap tidak akan mengikuti perkataanmu kali ini."


"Kau yakin, apa kau tidak ingin tau dimana Ibu dan Adik kesayanganmu berada?"


Aryo terkejut menatap Kakek. Ia segera bangun menghampiri Kakeknya Dimas. Ia bersujud di depan pria itu.


"Aku menginginkan informasi itu, aku akan melakukan apapun kemauanmu. Maafkan perkataanku sebelumnya. Tapi bisakah Kakek mengabulkan satu permintaanku"


"Kau ini, tadinya aku bangga padamu karena berpikir kau tidak memiliki kelemahan seperti putra dan cucuku itu. Tapi ternyata kalian sama saja. Baiklah katakan apa keinginanmu."


"Aku ingin Kakek membantu Tiara dan Dimas bersatu" Aryo akhirnya menjelaskan situasi Dimas kepada Kakek.


"Cih, Anak nakal itu. Sudah belajar sok keren dia rupanya.


"Jangan Khawatir, aku menyukai pilihan cucuku. Tapi aku juga ingin memiliki cucu mantu yang kuat dan tidak gampang ditindas seperti Tiara. Identitas Tiara saat ini hanya akan membuatnya menjadi gadis yang manja. Aku memiliki satu ujian untuk Tiara."


"Asal itu baik untuk Tiara, aku tidak masalah Kek. Dan tolong jangan menyakitinya, ia sudah lama menderita."


"Kau berbicara seolah-olah kau kekasihnya saja. Jangan khawatir aku tidak mungkin mencelakai cucu dari sahabatku. Aku akan membuatnya aman, walaupun aku yakin ujian yang aku berikan ini pasti akan menyakiti perasaannya. Lihatlah ini aku menyiapkan ini untuk keamanan Tiara."


"Ini adalah kesempatanku untuk memiskinkan cucuku yang sombong itu. Ha ha ha...."


"Baru kali ini aku berjumpa dengan Kakek yang hobi sekali membuat cucunya menderita."


"Kau jangan cerewet, itu adalah bentuk kasih sayangku untuknya. Sekarang aku mempunyai tugas untukmu. Untuk masalah Tiara aku akan menyerahkannya pada orang yang tepat."


"Tidak, aku tidak akan pergi sebelum tau apa rencana aneh Kakek untuk menyatukan Dimas dan Tiara."


" Huh kau ini selalu saja curiga padaku. Aku dengar Tiara akan berlibur ke Singapura. Aku akan meminta, Ayahnya Dimas untuk menjemput Tiara di bandara Dan membawa Tiara kembali ke negara ini. Kebetulan putraku ada disana sekarang. Dan untuk perjanjian Dimas dengan Farih. Biar putraku yang menyelesaikannya. Keluarga itu banyak berhutang Budi sebelumnya jadi mereka pasti akan mengabulkan keinginan putraku."


" Kek, Tiara itu belum berangkat sekarang. Kenapa Kakek harus menunggu Tiara berangkat dan menyuruh Paman menjemputnya. Bukankah akan lebih mudah jika Kakek menyuruh Paman kemari. Dan membatalkan keberangkatan Tiara."


"Kau tidak usah protes, ini adalah kesempatan langka bisa membuat cucuku yang sombong itu menderita. Bagaimana mungkin aku melewatinya. Sudah kau jalankan saja perintahku."


"Dasar Kakek aneh" gumam Aryo.

__ADS_1


**************


Di bandara Reno terkejut ketika bertemu dengan Ayahnya Dimas. Ia berpikir apa mungkin Ayahnya Dimas datang karena permintaan Dimas.


"Paman. Kok ada disini. mau jemput siapa?"


"Mau jemput kalian. Sudah nggak usah bingung ayo kita mampir ke restoran paman sebentar. Ada yang ingin paman bicarakan dengan kalian."


Reno dan rombongannya mengikuti Ayahnya Dimas. Restoran miliknya tidak jauh dari bandara. Hanya memerlukan waktu 7 menit mereka sampai di restoran itu.


Ayahnya Dimas mengajak mereka langsung ke lantai 3. Lantai 1 merupakan restoran untuk umum, lantai 2 khusus pelanggan VIP, dan lantai 3 digunakan sebagai tempat tinggal jika Ayahnya Dimas ke negara itu.


Andini, Mona dan Rendra sedang bersantai di ruang tengah. Sedangkan Reno dan Tiara diajak ke ruang kerjanya.


Saat ini mereka bertiga sudah duduk di ruangan itu. Tiara sebenarnya bingung dengan situasi saat ini. Ia bahkan tidak tau siapa pria di depannya ini. Ia hanya mendengar Reno memanggilnya paman.


"Jadi ini calon mantuku. Cantik, pantas saja anak nakal itu menolak perjodohan Kakeknya. Oh ya perkenalkan Saya Papa nya Dimas."


"Tiara om" Tiara mencium punggung tangan pria itu.


"Reno, Apa Tiara mengetahui apa yang Dimas lakukan. Dan mengapa Dimas menyuruhnya menjauh saat ini."


Tiara menatap bingung kedua orang itu, memangnya apa yang di perbuat oleh Dimas. Toh Dimas hanya menyuruhnya berlibur saja. Apakah itu salah? pikir Tiara.


"Tidak Paman."


"Kalau begitu jelaskan pada Tiara sekarang. Setelah itu aku akan memberitahumu alasanku membawa kalian kesini."


Reno akhirnya menceritakan semua yang terjadi kepada Tiara. Ia juga menjelaskan rencana Dimas untuk Tiara. Tiara cukup terkejut dengan apa yang di ceritakan oleh Reno. Dia menangis haru akan pengorbanan Dimas. Tapi ia juga membenci sikap Dimas yang merahasiakan semua darinya.


Semua yang terjadi pada Dimas berawal dari menyelamatkan nyawanya. Seharusnya Dimas membagi masalahnya dengannya bukan menyembunyikan semua ini darinya.


"Lalu apa rencana Paman sekarang?" tanya Reno.


TBC


Terimakasih sudah mampir dan membaca.


Jangan lupa Kasih jempol dan vote nya dong kalau kalian suka episode kali ini. Terimakasih dukungannya 🙏😘

__ADS_1


Jangan lupa dengerin Audio novel ini juga ya, walaupun baru beberapa episode saja yang ada di Novel ini.


Dan mohon maaf jika suara Author terlalu Melo dan rada cempreng. Wk wk wk 😂🤣🤣🤣


__ADS_2