UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Istriku Tersayang.


__ADS_3

"Manda...,"


"Dimas kau datang."


Manda berusaha bangun dari tidurnya. Dimas yang melihat Manda tampak kesulitan segera membantunya. Momen ini dimanfaatkan Manda dengan melingkarkan tangannya di leher Dimas erat. Ia juga menempelkan bibirnya di kerah baju Dimas. Hingga tanpa Dimas sadari lipstik Manda ikut menempel di kerah baju Dimas.


Bela secara diam-diam merekam mereka berdua.


"Kau sudah bisa melepaskan pelukanmu sekarang."


"Eh, Maaf Dim."


"Tidak masalah. Bagaimana kondisimu saat ini?"


"Tidak terlalu baik. Maaf Dim, maaf karena aku terpaksa meninggalkanmu." ucap Manda dengan suara terisak.


"Semua adalah masa lalu Manda, aku sudah melupakan dan memaafkanmu."


"Ada yang ingin aku sampaikan padamu Dimas. Aku takut operasi kali ini gagal dan aku akan hidup dalam penyesalan."


"Bicaralah"


"Dimas, aku mencintaimu dan selalu mencintaimu. Aku ingin kau tau semua itu" ujar Manda dengan suara lemah.


"Jangan terlalu banyak berpikir. Tetaplah semangat, kau masih muda dan memiliki masa depan. Dan tolong lupakan masa lalu saat ini aku sudah memiliki istri dan aku juga sangat mencintainya."


"Dim, tolong maafkan aku. Dan seandainya aku selamat bisakah kita mulai dari awal lagi, aku tidak masalah jika harus menjadi yang kedua."


"Maaf Manda aku tidak bisa. Aku sudah memiliki istri saat ini aku tidak ingin dia tersakiti karena ulahku."


"Dim, apakah aku begitu buruk. Bahkan kau tidak mau menerimaku."


"Maaf Manda, sekali lagi aku tekankan padamu, semua yang pernah terjadi diantara kita adalah masa lalu. Aku tidak ingin menjalin hubungan lagi denganmu karena semua adalah masa lalu. Masa depanku saat ini adalah istriku."


"Ternyata kau benar-benar tidak mencintaiku lagi. Kau bahkan tega mengatakan kata-kata seperti itu dalam kondisiku yang seperti ini."


"Maaf Manda aku hanya tidak ingin memberi harapan kosong padamu. Masa lalu aku sudah memaafkanmu. Saat ini aku kemari bukan untuk memberi harapan padamu. Aku kemari sebagai seorang sahabat yang ingin menyemangatimu. Kau dulu selalu ada disaat aku terpuruk. Saat ini aku hanya bisa membalasmu dengan cara ini. Berjuanglah untuk kesembuhanmu dan raih masa depanmu. Aku hanya bisa berdoa semoga kau menemukan pria yang lebih baik dariku."


"Tapi kita masih bisa bertemakan."


"Tentu."


"Seandainya aku berhasil melewati operasi ini, boleh aku meminta sesuatu darimu."


"Tapi Manda..."


"Jangan khawatir aku tidak akan memintamu untuk kembali padaku. Ini adalah sesuatu yang lain. Anggap saja ini permintaan seorang sahabat.aa"


"Baiklah."


"Janji."


"Janji."


"Maaf pasien harus masuk ke ruang operasi." tiba-tiba seorang suster datang menghampiri mereka.


"Dim, doakan kesembuhanku ya."

__ADS_1


"Tentu."


Manda masuk ke ruangan Operasi sementara Dimas datang menghampiri Bela. Saat ini Ibu Manda tidak ada diantara mereka. Entah sembunyi dimana wanita itu.


"Bela, aku pamit terlebih dahulu. Ada hal penting yang harus aku lakukan."


"Tapi Dim, bisakah kau disini dan menunggu operasinya sampai selesai. Bagaimana nanti jika Manda menanyakan keberadaanmu."


"Maaf Bel ada hal yang benar-benar harus aku selesaikan. Kabari aku tentang keadaan Wanda pasca operasi nanti. Insyaallah besok kalau ada waktu longgar, aku akan berkunjung kemari."


"Baiklah. Tapi besok kau harus kemari lagi, oke."


"Akan aku usahakan."


Dimas segera berlalu pergi, di dalam mobil Dimas menelpon Erick. Menanyakan tentang perkembangan rapat bersama pemilik saham perusahaan.


"Bagaimana Rick, apa kau bisa menangani rapat tadi."


"Keadaan rapat tahunan tadi begitu panas Tuan. Ada beberapa orang yang memanfaatkan ketidak hadiran anda untuk menghasut pemegang saham lainnya. Mereka menganggap anda tidak kompeten dan tidak menghargai mereka. 1 bulan lagi mereka ingin mengadakan rapat pemilihan ulang CEO baru."


"Sial apa mau mereka sebenarnya. Dan bagaimana itu bisa terjadi Erick?"


"Ini ulah sepupu anda dan juga Paman Anda Tuan."


"Bukankah sepupuku itu berada di penjara?"


"Kelihatannya Paman Anda berhasil membebaskannya."


"Biarkan jika mereka menginginkan rapat pemilihan ulang. Toh saham keluarga ku melebihi 50% mereka tidak bisa berbuat apa-apa."


"Sial. Ya sudah kita bicarakan semua besok saja."


Dimas menutup Telponnya. Ia lalu melakukan kendaraannya menuju ke rumahnya.


Tampak Tiara yang sedang bercengkrama dengan Papa Teo di halaman samping rumah.


"Dimana istriku" tanya Dimas kepada salah satu pemegang saham."


"Maaf Tuan, Nyonya ada di samping bersama Tuan Teo."


"Tolong panggilkan istriku. Aku menunggunya di kamar."


Sesampainya di kamar Dimas ingin menyegarkan tubuhnya. Ia melepaskan bajunya dan melemparkannya ke sembarang arah..


"Masku..." panggil Tiara begitu memasuki kamarnya.


"Kemana orangnya." gumam Tiara. Dan tak lama terdengar suara gemericik air dari kamar mandi.


"Astaga Masku ini hobi sekali membuang baju sembarangan."


Tiara memunguti baju Dimas yang tergeletak dilantai.


"Apa ini." penglihatan Tiara terfokus pada noda merah di kerah baju Dimas.


"Seperti noda lipstik dan wangi ini, seperti bukan parfum mas Dimas. Wangi parfum siapa ini." Tiara mencium baju Dimas yang berada di tangannya.


Tidak-tidak Tiara kau tidak boleh berfikiran negatif. Kau harus percaya pada suamimu. batin Tiara sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Apa yang kau lamunkan" Dimas memeluk tiara dari belakang. Aroma wangi tubuh Dimas dan tetesan air dari rambut Dimas menyadarkan lamunan Tiara.


"Mas lepasin, pakai baju sana dulu" ucap Tiara sebal sambil menoleh kebelakang dan melihat suaminya hanya berbebet handuk di bagian bawahnya.


" Istriku sudah mulai bisa membentak suaminya ya."


Dimas mengangkat tubuh Tiara dan meletakkannya diatas meja rias.


"Ada apa, ayo katakan. Tidak biasanya nada suaramu keras seperti itu sama Mas."


"Nih, jelasin" Tiara menyodorkan baju Dimas yang terdapat noda lipstik di bajunya.


"Noda apa ini." Dimas mengamati bajunya.


" Nggak usah pura-pura bodoh" jawab Tiara dengan suara sedikit keras.


"Beneran sayang, Mas juga nggak tau kenapa ada noda ini di baju Mas."


"Itu noda lipstik Mas. Seharian ini tadi Mas dekat-dekat sama cewek mana?"


Dimas mengingat aktifitasnya seharian ini. Dan Hanya Manda lah yang kontak langsung dengan tubuhnya. Ia sudah paham bagaimana noda itu bisa mengenai bajumu.


"Noda ini pasti tertinggal pada saat Mas menolong temen Mas tadi."


"Laki-laki atau perempuan."


"Ya perempuanlah Yang. Mana ada laki-laki pakai lipstik."


"Tuh kan Mas sudah mulai berani selingkuh. Hwaaaa..., Mas jahat. Tiara mau pulang aja ke rumah Papa Aziz" Tiar memukul dada Dimas. Ia lalu turun dari meja dan ingin berlalu pergi.


"Tunggu sayang kamu salah paham." Dimas menarik tangan Tiara. Ia kembali meletakkan Tiara diatas meja. Dan menghalangi Tiara yang berusaha untuk pergi.


"Dengerin Mas dulu sayang. Tadi tuh Mas dari rumah sakit. Mas jenguk teman lama mas. Dia kesulitan untuk bangun dari tidurnya jadi Mas nolongin teman mas itu. Pasti noda ini tidak sengaja menempel di baju Mas."


"Alasan!!!"


"Kalau kamu nggak percaya besok Mas ajak kamu untuk menjenguknya. Kamu maukan ikut mas besok kam jenguk teman Mas."


"Benaran nih Mas nggak selingkuh."


"Beneran sayang, di hati Mas ini cuma ada nama istri Mas tersayang. Masak nggak percaya sama suami sendiri sih."


"Tiara bukan nggak percaya sama Mas. Tapi Tiara nggak percaya sama teman Mas itu."


"Ya makanya besok ikut mas. Mas kenalin langsung. Dan kamu bisa lihat mas nggak ada perasaan lagi sama dia. Sekarang kita cuma teman."


"Nggak ada perasaan lagi!!! Berarti Mas sebelumnya pernah punya hubungan dong sama dia?" Tiara makin mengeraskan suaranya.


"Itukan dulu sayang. Sekarang Mas milikmu seorang. Hati Mas sudah nggak bisa di bagi-bagi lagi. Tolong percaya Mas kali ini ya."


Dimas mengacak rambut Tiara dan mengecupnya sekilas. Tiara membalasnya dengan memeluk Dimas.


"Mas lagi pingin sayang. Boleh ya" Tanpa mendengarkan jawaban Tiara. Dimas menggendong tubuh Tiara seperti menggendong anak koala. Tiara melingkarkan kakinya di pinggang Dimas. Dimas mencium bibir Tiara lalu meletakkannya di atas tempat tidur.


TBC


Mohon maaf beberapa hari ini tidak bisa up. Lagi ada kesibukan. Terimakasih buat yang selalu setia membaca.🙏🙏😘

__ADS_1


__ADS_2