
Kehadiran Kakek dan rombongannya menambah tegang suasana yang ada di dalam ruangan itu.
Dimas menatap tajam ke arah Tiara. Ia tidak suka jika Istrinya terlihat dekat dengan pria lain. Pandangan Dimas beralih ke pria disebelah Tiara. Pria tampan yang biasa di juluki si Raja bisnis di kawasan Asia, Andre Baskoro. Usia pria itu kurang lebih dengan Dimas.
Pebisnis muda yang terkenal dan masih lajang. Banyak wanita yang mengincarnya, tapi tak ada satupun yang bisa menaklukkan hatinya. Pria ini terkenal dingin dan arogan terhadap orang lain. Tapi untuk keluarganya ia merupakan pria yang sangat hangat.
Dimas tidak tau apa tujuan istrinya muncul pada saat rapat kali ini. Tapi satu hal yang pasti ini semua pasti adalah ulah Kakeknya.
"Maaf Kek, bisakah Kakek membiarkan pimpinan rapat mengesahkan hasil keputusan rapat kami terlebih dahulu" protes Anton melihat ke arah Kakek dan rombongannya. Ia memiliki firasat tidak bagus kali ini. Ia takut kehadiran Kakek dan rombongannya menggagalkan rencananya.
"Tidak, karena hasil rapat ini tidak sah. Saya memiliki opsi lain untuk pemilihan pimpinan perusahaan kali ini" ujar Kakek.
"Perkenalkan disamping saya ini adalah Andre Baskoro yang kiprahnya di dunia bisnis tidak perlu kita ragukan lagi. Dan wanita disebelahnya merupakan cucu menantuku Tiara Atwijaya yang juga merupakan putri pebisnis Aziz Atwijaya. Kalian pasti juga sudah mengenal beliau pastinya."
Seketika pandangan peserta rapat menoleh ke arah Dimas begitu mereka menyebutkan Tiara adalah cucu menantu Kakek Adi Nugroho. Pasalnya tidak semua orang tau status Dimas yang sudah menikah. Hanya beberapa orang yang dekat dengannya di kantornya dan juga sahabat dekatnya. Dimas memiliki alasan tersendiri untuk merahasiakan pernikahannya.
"Kehadiran saya disini selain sebagai pemegang saham juga mewakili beberapa pemegang saham lainnya." Ucapan Kakek ini membuat peserta rapat terkejut. Bukankah semua pemegang saham sudah mempercayakan sahamnya pada Dimas dan juga Anton. Jadi hanya tersisa saham Kakek saja. Tapi mengapa Kakek mengatakan ia juga mewakili pemegang saham lainnya. Sebenarnya apa yang terjadi.
"Maaf Tuan Adi, bisa anda jelaskan apa maksud perkataan Anda" tanya Pimpinan rapat.
"Saham yang mendukung Anton sebesar 40% terdiri dari saham miliknya 10%, saham Ayahnya 10%, saham Tuan Albert 5%, dan saham Tuan Rudi Rekanan bisnisnya15% yang pengelolaannya telah dilimpahkan kepada Anton dan Ayahnya selama 5 tahun. Tapi masa pelimpahan pengelolaan saham itu telah selesai 1bulan yang lalu."Jadi Anton maupun Ayahnya tidak berhak lagi mengelola saham ini. Jadi mereka hanya memiliki dukungan saham 25% saat ini.
"Tapi Kek..." protes Anton.
__ADS_1
"Tolong dengarkan penjelasanku sampai selesai. Akan ada tanya jawab di season terakhir, sela Kakek membuat Anton kembali menutup rapat bibirnya.
"Dan yang ada di tangan saya saat ini adalah surat kuasa pengelolaan saham Tuan Rudi yang telah dilimpahkan kepada Saya. Jadi saya memiliki tambahan saham sebesar 15%."
"Dan untuk Tuan Dimas yang memiliki dukungan saham sebesar 40%. Terdiri dari saham miliknya 35% dan dukungan saham 5%. Mungkin kalian semua belum tahu bahwa 35% saham tuan Dimas ini telah di pecah olehnya beberapa bulan yang lalu."
"Dari 35% miliknya 10% telah berpindah atas nama istrinya Tiara. Saya juga akan mengambil 10% saham atas nama Tiara. Dimas kau saat ini hanya memiliki dukungan saham 30% apa kau keberatan?" tanya Kakek. Dimas menggelengkan kepalanya, ia ingin tau permainan apa yang sedang kakeknya lakukan saat ini.
"Baiklah kita lanjutkan lagi. Anton mendapatkan dukungan saham 25%, Dimas 30%, dan saya 45%. Dengan saham 45% ini saya membawa kandidat untuk menjadi Pimpinan perusahaan selanjutnya."
"Tunggu Kakek, ini tidak benar. Pemilihan pimpinan sudah di laksanakan dan aku yang terpilih. Kenapa Kakek melakukan ini padaku?" teriak Anton.
Kakek pun berjalan mendekat ke arah Anton. Ia membungkukkan badannya hingga menyamai posisi Anton ia lalu membisikkan sesuatu di telinga Anton yang membuatnya tercengang.
"Baiklah sepertinya cucuku Anton maupun Dimas sudah tidak keberatan dengan apa yang saya katakan. Calon Pimpinan perusahaan dengan dukungan saham sebesar 45% saya berikan pada cucu Mantu saya Tiara Atwijaya Nugraha dan untuk wakilnya dengan saham 30% cucu saya sendiri Dimas Adi Nugraha. Apa ada yang keberatan."
"Maaf Tuan Adi, saya berpikir kalau Anda akan mencalonkan Tuan Andre Baskoro sebagai pimpinan, karena itu anda membawanya kemari," ucap salah satu peserta rapat.
"Iya, Tuan Andre lebih cocok menjadi Pimpinan, ia pasti akan bisa membawa perusahaan ini lebih baik lagi. Atau biarkan saja Tuan Dimas atau Tuan Anton yang menduduki jabatan ini. Mengapa harus wanita itu, saya yakin dengan usianya saat ini. Ia pasti belum memiliki pengalaman di dunia bisnis. Bagaimana bisa kita menggantungkan masa depan perusahaan pada orang yang sama sekali tidak tau apa-apa" ucap yang lainnya lagi.
"Tuan Andre, memang akan bergabung dengan perusahaan kita tapi sebagai apa, kalian akan tau nanti."
Kalimat demi kalimat keluar dari bibir peserta rapat. Mereka semua meragukan kepemimpinan Tiara. Berbagai argumen dan penolakan dari peserta rapat mulai bermunculan.
__ADS_1
Dimas duduk diam memperhatikan situasi yang sedang terjadi saat ini.
"Bos, apa anda tidak akan membantu Istrimu? mereka terus menyudutkan istri anda" bisik Erick.
Dimas diam tak bergeming, ia ingin tau apa yang akan Tiara lakukan jika menghadapi situasi seperti ini. Dan Dimas yakin jika Kakek membawa Tiara dengan persiapan yang matang.
"Bos" Erick kembali menyenggol lengan Dimas.
"Diamlah, dia tidak membutuhkanku untuk membelanya. Jika ia tidak bisa mengatasi hal ini maka posisi itu tidak pantas untuknya" ujar Dimas.
Tiara yang tidak pernah mengahadapi situasi ini awalnya bingung. Tapi ia mengingat ucapan Kakek, apapun yang terjadi pada saat rapat nanti, Kakek ingin Tiara tetap mengangkat kepalanya dan jangan pernah memberi kesempatan orang lain untuk meremehkan keluarga Nugraha.
Andre mendekat pada Tiara, ia membisikkan sesuatu di telinga Tiara. Dimas menatap tajam kearah mereka.
Apa-apaan pria itu, apa dia tidak tau bagaimana etika menjaga jarak dengan istri orang, batin Dimas geram. Ia terlihat semakin kesal.
Andre maju ke depan Tiara ingin mengatakan sesuatu, tapi Tiara menghalangi dengan menahan tangan Andre. Tanpa sadar ia memegang pergelangan Tangan Andre.
"Ah anda benar tuan istri anda tidak butuh pembelaan karena sudah ada pahlawan disampingnya. Coba lihat bahkan Nyonya menyentuh tangannya mesra" ujar Erick memanasi Dimas. Dimas menatap mereka berdua dengan tajam, bahkan wajahnya mulai memerah menahan marah.
TBC
Terimakasih atas dukungannya. Jangan lupa vote, like dan komentarnya. Terimakasih 🙏
__ADS_1