UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Meracuni Kepolosan Lia.


__ADS_3

Tiara saat ini sedang ada di dapur bersama Lia kakak iparnya.


"Udah Tiara, cabainya jangan banyak-banyak kasihan nanti bayimu kepedasan" Cegah Lia ketika Tiara ingin memasukkan cabai ke dalam ulekan sambal rujak.


"Kalau nggak pedes kurang nampol Kak" protes Tiara.


"Iya, tapi kamu kan lagi hamil, jadi kasihan bayinya entar." Lia mengurangi jumlah cabe yang ingin di pakai buat rujak.


"Mangga mudanya gede-gede ya kak. Ah Tiara nggak sabar ngicipinnya."ini


"Kupas dulu Tiara." Lia mengambil alih mangga dari tangan Tiara dan mengupasnya.


"Eh ya Kakak kapan hamilnya, Kakak nggak lagi KB kan?" tanya Tiara penasaran.


"Aku masih sekolah Tiara, masa sih kamu suruh hamil."


"Tapi kan ujian udah selesai Kak, tinggal tunggu pengumuman juga. Saya tunggu kabar baiknya lho. Kalau bisa cepetan hamilnya, biar bisa ngidam bareng" ucap Tiara ngasal.


"Kamu pikir sunat masal apa, ngidam kok pake barengan" tiba-tiba Farih menimpali ucapan Tiara. Farih pergi ke dapur karena ingin mengambil minuman dingin.


"Yee, biar keren lah Kak. Tapi kalian udah ngelakuinnya kan?" tanya Tiara kepo. Farih dan Lia terdiam saling lirik.


"Jangan bilang Kakak belum ngelakuin malam pertama" tebak Tiara, lagi-lagi mereka terdiam dan saling lirik.


"Ha...ha...ha..., Kasihan amat Kakakku punya bini tapi nggak bisa berkutik tuh burung beo. Nikah acaranya dua kali tapi masih bujangan" tawa Tiara lagi. Tiara berpikir acara pernikahan yang kedua, Yang dilaksanakan keluarganya sebagai kejutan untuk Farih berakhir dengan malam yang nikmat untuk keduanya. Tapi ternyata Tiara salah, bahkan sampai saat ini ternyata Kakaknya masih belum melakukan apa-apa dengan istrinya.


"Aaaa.., ampun Kak, ampun...," Farih menarik telinga Tiara gemas.


"Dosa ngejek orang tua, tau" nasehat Farih sembari melepas tangannya dari telinga Tiara.


"Duh yang ngaku sudah tua ngambek dia. Iya deh nggak becanda lagi. Udah buruan Kakak ke depan sana Tiara mau ngobrol sama kakak ipar tanpa gangguan dari kakak. Malang bener nasib Kakak aku udah nikah tapi masih bujangan" kekeh Tiara, sembari mengusap telinganya bekas jeweran Kakaknya.


"Nggak usah sok simpati. awas ya jangan ngejelekkin aku, atau ngeracunin pikiran polos istriku " ucap Farih dengan nada mengancam.


"Beres Bos, aman. Nggak ngeracunin kok cuma ngajarin aja biar pinter dikit" sahut Tiara ngeles.


Farih pergi ke ruang depan meninggalkan Adik dan istrinya yang asyik bergosip ria sambil ngerujak.


"Kak, seriusan tanya nih Tiara. Kak Lia sama Kak Farih beneran belum pernah ngelakuin itu ya?"


"Ngelakuin apa?"


"Itu lho Kak malam pertama. Jawab yang jujur ya kak nggak boleh bohong dosa."


"Dari jaman nenek moyang juga yang namanya bohong pasti dosa. Emang mau tau banget ya."


"Ya pingin tau banget lah. Kakak kan udah nikah, udah sah, buat apa coba ditunda-tunda, enak tau kak."


"Mas Farih udah janji nggak akan nyentuh aku, sebelum aku tamat sekolah" ucap Lia polos.

__ADS_1


"Ya elah Kak, ujian juga udah selesaikan tinggal nunggu pengumuman doang, kasihan dong kakak aku di anggurin. Emang Kak Lia nggak takut kalau suami kakak selingkuh gara-gara nggak dikasih jatah ama Istrinya."


"Emang ada yang seperti itu?"


"Banyak lah Kak. Yang udah dikasih jatah aja kadang suka selingkuh, apalagi yang nggak dapat jatah sama sekali."


"Terus, aku harus apa dong" tanya Lia bingung.


"Kakak masih ada hadiah yang Tiara kasih pas nikahnya Kakak nggak?"


"Baju saringan tahu itu maksud kamu?"


"Ya Allah kak itu bukan saringan tahu itu tuh baju haram buat nyenengin suami." kesal Tiara


"Kakak pakai ya bajunya malam ini." ucap Tiara lagi.


"Aku malu Tiara, masa sih baju seperti itu harus di pakai. Terus apa bedanya sama nggak pakai baju?" tanya Lia bingung.


"Ampun, susah banget punya Kakak ipar polos, harus di ajarin mesum dulu ini biar ngerti dan bisa puasin suami."


"Aku beneran Malu Tiara."


"Nggak perlu malu Kak sama suami sendiri juga. Sekarang Tiara tanya, kakak pilih malu depan suami apa pilih suami selingkuh? Kak Farih itu gantengnya kebangetan, dokter, kaya pokoknya perfect banget, emang kakak nggak takut kalau suaminya bakal di rebut orang!! Yang ngantri banyak lho Kak."


"Terus aku harus gimana dong Tiara?" tanya Lia bingung.


"Tapi..."


"Nggak ada tapi-tapian pokoknya lakuin aja dijamin bakal ketagihan" ucap Tiara tertawa geli dalam hati. Ia merasa geli dengan dirinya sendiri yang sudah meracuni kepolosan kakak iparnya.


"Iya deh aku coba entar malam."


"Nah gitu dong" ucap Tiara memberi dua jempol untuk Kakak iparnya.


"Itu, perutmu nggak sakit Tiara makan rujak dari tadi nggak berhenti, pedes lagi. Udahan ya maem rujaknya, kasihan entar perut kamu" Lia bergidik ngeri melihat Tiara dari tadi makan banyak rujak sambil ngobrol dengannya. Apalagi rujak mangga itu pedas dan kecutnya minta ampun.


"Ya udah deh kalau gitu aku mau susul Yayang aku di kamar. Kakak inget ya omongan Tiara tadi di praktekan" ucap Tiara mengingatkan, sementara Lia wajahnya merona malu.


Tiara meninggalkan dapur dan menuju ke kamarnya.


"Mas!!" panggil Tiara melihat suaminya duduk di atas tempat tidur ditemani laptop dan juga beberapa berkas yang Dimas ambil dari tasnya.


Semenjak Tiara hamil, ia tidak pernah lagi terlibat dalam perusahaan. Ia menyerahkan kepemimpinan dan dukungan saham pada suaminya Dimas.


"Ada apa sayang" sahut Dimas tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop miliknya.


"Sibuk banget ya, mau Tiara bantu nggak?"


"Nggak usah, sudah mau selesai kok. Kamu duduk aja sini atau bobo di paha aku" ucap Dimas. Tiara mengikuti perintah Dimas ia meletakkan kepalanya di atas pangkuan Dimas.

__ADS_1


"Mas, tau nggak..."


"Nggak tau" potong Dimas.


"Iiiih, dengerin dulu dong Mas! Mas ngeselin banget sih, bikin Tiara nggak mood aja."


"Iya deh maaf, ada apa?"


"Nggak ada apa-apa, nggak jadi, males cerita sama Mas, nggak seru."


"Iya deh maaf. Yang setelah melahirkan, kamu mau lanjuuuttt kuliah nggak Yang." tanya Dimas mengalihkan pembicaraan.


"Emang boleh."


"Ya bolehlah. Yang penting kamu pinter-pinter bagi waktu aja."


"Terimakasih ya Mas, Tiara emang dari dulu pingin banget kuliah.


********


Lia sudah berada di kamar mandi lebih dari satu jam. Farih yang begitu khawatir mengetuk pintu kamar mandi itu.


"Yang kamu ngapain sih, lama banget di kamar mandi? Kamu sakitkah Yang?" tanya Farih khawatir.


"Nggak Mas, ini juga sudah selesai kok."


"Kalau sudah cepat keluar Yang, nanti kamu masuk angin lagi kelamaan di kamar mandi."


"Iya bentar lagi Mas, lagi lima menit aku keluar kok" ujar Lia.


Farih kembali ke atas tempat tidurnya, tak lama Lia keluar dari kamar mandi dengan malu-malu. Ia menggunakan baju lingerie hitam tembus pandang. Farih belum menyadari hal itu, hingga akhirnya netra nya tak sengaja bertemu dengan sosok Istrinya. Tubuh putih mulus nan seksi.


"Sayang" ucap Farih dengan nada yang terdengar berat.


"Jelek ya Mas, ya udah aku ganti baju dulu" Lia membalikkan tubuhnya untuk kembali masuk ke dalam kamar mandi. Tapi langkah Farih ternyata lebih cepat darinya. Farih berlari menuju istrinya dan dengan cepat menangkap tubuh istrinya dan membawanya ke dalam pelukannya.


"Cantik Yang, **** lagi." Farih menggendong istrinya ala bridal style dan membawanya ke atas tempat tidur. Lia yang malu menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Mas...,"


"Ssssuuuutttt" Farih mencium lembut bibir istrinya dan melepaskan ciu*mannya ketika istrinya memukuli dada bidangnya karena kekurangan pasokan oksigen.


Kembali ******* bibir istrinya, gerakan yang tadinya lembut berubah menjadi semakin liar. Farih menciumi setiap jengkal tubuh istrinya. Menyes*p dua bukit secara bergantian. Tangan pria itu menjelajah kemana-mana mencari kesenangannya. membuat wanitanya berjingkat nikmat.


Farih, membisikkan sesuatu di telinga istrinya. Yang membuat wajah istrinya semakin merona.


"Kamu sudah siap kan yang, kita lakukan sekarang ya." pintanya dengan suara yang terdengar berat.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2