
Mike buru-buru bergegas pergi karena merasa risih wanita yang baru ia kenal sudah mencoba menempel dengannya. Ia mengabaikan panggilan Manda padanya. Anton yang mengikuti langkah Mike hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ternyata kelakuan centil mantan istrinya itu tak juga berubah. Ia bersyukur bisa lepas dari Manda dan mendapatkan Dewi yang peduli dan sayang padanya maupun anaknya.
"Manda! Ngapain kamu bengong disini?" seorang wanita datang menghampiri Manda dan menepuk bahunya pelan.
"Sandra, kau lihat pria itu! Aku pasti akan mendapatkannya" ucap Manda penuh percaya diri. Ia mengerahkan pandangan matanya pada Mike yang berlalu pergi.
"Itukan Michael dan Tuan Anton!" ucap Sandra sembari memperhatikan sosok kedua pria yang tak lepas dari pandangan Manda.
"Kau mengenal mereka?" tanya Manda dengan sedikit heran. Sandra merupakan teman baru Manda yang ia kenal di diskotik. Ia baru mengenal Sandra kurang dari satu bulan. Kegemaran dan hobi mereka yang sama membuat mereka menjalin pertemanan lebih intens.
"Untuk Michael aku mengenalnya dari majalah Fashion yang aku baca. Dia bos muda yang baru saja mendirikan perusahaan di bidang Fashion dan langsung sukses di debut pertamanya."
"Sedangkan Tuan Anton aku mengenalnya karena Papaku mitra bisnis perusahaannya. Oh ya dia duda kaya dan pengusaha sukses, tapi susah sekali mendekati pria itu. Aku sudah mencobanya beberapa kali tapi dia terus mengacuhkan ku."
"Anton, pengusaha? bukannya sekarang ia pengangguran ya semenjak di pecat dari Perusahaan Adi Nugraha. Jangan ngelantur deh kamu, sok tahu banget sih" Manda terlihat sewot karena dari nada bicara Sandra terdengar begitu memuja Anton.
"Lho mabuk ya Nda! dikasih tau beneran kok malah sewot gitu. Gue kasih tahu ya, Tuan Anton itu pemilik Mall terbesar yang ada di pusat kota. Dia juga pemilik perusahaan percetakan dan property. Ya, walaupun harta kekayaannya tidak sebanyak cucu pemilik Adi Nugraha, tapi setidaknya hartanya nggak akan habis dimakan tujuh turunan enam tanjakan. Dan pastinya dia lebih kaya tiga kali lipat dibandingkan gebetanmu yang selalu kamu banggain itu!" ucap Sandra bangga walaupun dengan nada kesal.
Manda terkejut dengan fakta yang di beberkan Sandra. Ia terdiam sejenak, ia memikirkan kata-kata Sandra. Pantas saja ia begitu mudah memberikanku sebuah Vila, apartemen dan deposito sebagai kompensasi perceraian, ternyata....
"Woi!! ngelamunin apa sih Lho. Udah deh nggak usah dipikirin atau nyobain naklukin Tuan Anton. Percuma, dia mah seleranya susah. Gue heran banget sama mantan istrinya, bego atau gobl*k sih sampai ninggalin pria baik dan sukses seperti itu" Sandra menggelengkan kepalanya sedangkan Manda tersentak kaget dengan ucapan Sandra.
"Apa benar dia sekaya itu? Kok penampilannya kelihatan biasa aja dan santai gitu seperti cowok pengangguran" Manda mencoba menguak tentang Anton dari Sandra.
Selama Manda jadi istrinya, Anton tak pernah sekalipun mengajaknya ke perusahaan miliknya ataupun memberitahunya tentang usahanya. Ia hanya tahu Anton bekerja dengan Dimas sebelum Anton mengundurkan diri.
Manda selalu berpikir bahwa kehidupan mewah yang ia dapatkan selama bersama Anton adalah hasil dari warisan keluarga. Jika yang diucapkan Sandra benar adanya maka ia adalah wanita bod*h yang melepaskan tangkapan ikan besar untuk mendapatkan ikan kecil.
"Gue juga awalnya ngeremehin dia waktu bokap ngenelin dia ke Gue. Tapi begitu bokap ngajak gue ke perusahaannya dan ngasih tau gue beberapa aset perusahaan besar yang Anton miliki, Gila gue ngiler Nda. Nggak nyangka banget dibalik penampilannya yang biasa ternyata gudang duit" Sandra masih saja terkagum mengingat harta yang dimiliki oleh Anton.
"Ya sudah gue permisi dulu ya San, ada hal penting yang harus gue urus" ucap Manda bergegas pergi, mengabaikan Sandra yang berteriak memanggil namanya. Ia hanya ingin memastikan kebenaran dari ucapan Sandra.
********
__ADS_1
Sesampainya Mike di rumah sakit Nayla mengacuhkannya. Ia kesal mengetahui fakta bahwa Mike pernah mengabaikan Dewi bahkan menuduh Dewi yang telah menyakitinya. Mike menarik kursi mendekat di samping tempat tidur Nayla, ia mendudukkan tubuhnya di kursi itu.
"Ayang aku salah maafkan aku" ucap Mike dengan nada manja. Nayla mengacuhkan Mike ia membalikkan badannya.
"Ayang, udahan dong marahnya. Aku udah minta maaf kok sama Dewi, janji nggak akan gitu lagi lain kali" Mike melingkarkan tangan kanannya di pinggang Nayla yang membelakanginya. Ia lalu membalik tubuh Nayla untuk menghadap padanya.
"Nayla nggak mau Kak Mike jahat lagi sama Dewi. Dewi itu keluarga kita Kak, dia penting buat Nayla. Jadi tolong jangan di ulangi lagi sikap kakak yang buruk itu" Ujar Nayla dengan nada sedikit kesal.
"Maaf" ucap Mike singkat sembari memeluk tubuh Nayla. Walaupun Nayla tak membalas pelukan Mike tapi Mike tahu kekasih kecilnya itu telah memaafkannya.
"Sayang besok Dewi sama Anton nikah, giliran kita kapan?" tanya Mike pada Nayla.
"Kapan-kapan!" jawab Nayla sedikit cuek.
"Kok gitu sih Yang jawabnya" protes Mike.
"Habisnya gimana kita mau nikah kalau Kakak ngelamar Nayla aja nggak pernah" masih dengan nada sewot sembari mengalihkan pandangannya.
**************
Rencana acara akad nikah Dewi dan Anton akan digelar secara sederhana dirumah Kakek. Acara itu hanya akan dihadiri oleh keluarga dan orang terdekat mereka berdua saja.
Saat ini Dewi sudah berada diruang rias bersama Tiara, Nayla dan juga seorang perawat yang mendampingi Nayla. Nayla yang ingin menyaksikan pernikahan Dewi memaksa Mike untuk membawanya ke acara itu. Jadi Mike memutuskan membawa perawat untuk mendampingi Nayla.
"Angga dimana ya kak?" tanya Dewi pada Tiara. Baru satu jam berpisah dari Angga hatinya rasanya tak tenang.
"Ada main dibawah tadi sama Kakek" sahut Tiara menjawab pertanyaan Dewi.
"Rewel nggak Angga ya Kak, kok aku jadi nggak tenang gini sih" ujar Dewi mengungkapkan kegundahan hatinya.
"Tenang Angga aman lagi main sama Aqilla, ada Kak Mike dan Kak Dimas juga kok disana" Nayla ikut menyambung pembicaraan.
Sementara itu di lantai bawah tepatnya di ruangan bermain anak, Aqilla dan Angga sedang bermain di dalam pengawasan asistennya Dimas dan Mike. Ada juga dua orang Baby sitter yang baru di pekerjakan oleh Kakek untuk menemani cucunya.
__ADS_1
Beruntung Aqilla tidak pernah rewel jika ada Angga yang menemaninya, begitu pula Angga. Sementara Kakek dan Dimas yang tadinya bergabung bersama mereka memilih pergi untuk menyambut para tamu.
Acara Akad Nikah sebentar lagi di mulai, calon pengantin pria telah duduk di depan Pak Penghulu. Semua pandangan terpaku menatap sosok wanita berkebaya putih yang berjalan mendekati sang mempelai pria. Terlihat begitu cantik dan anggun dengan balutan Kebaya putih dan sanggul berhiaskan bunga melati putih asli.
Anton tersenyum manis menatap pengantin wanitanya. Perjuangannya selama ini tak sia-sia, keinginannya memiliki sebuah keluarga harmonis dan bahagia ada di depan mata.
Akad nikah akhirnya berjalan lancar, para undangan memberikan selamat pada pasangan pengantin yang terlihat tersenyum bahagia.
Dewi menolehkan kepalanya ke seluruh penjuru ruangan. Hatinya merasa tak tenang karena tidak melihat keberadaan Angga dari tadi.
"Mas Anton, Angga mana ya Mas?" tanya Dewi berbisik di telinga pria yang baru saja sah menjadi suaminya. Ia terlihat resah tak mendapati anak sambungnya di sekitarnya.
"Ada sama Mike tadi" jawab Anton singkat. Mereka masih disibukkan dengan para tamu undangan yang menghampiri mereka dan memberi mereka selamat.
"Ajak sini dong Mas, aku kangen nih" bisik Dewi lagi dengan nada manjanya membuat wajah Anton bersemu merah. Ini pertama kalinya Dewi berbisik lembut dengan nada manja yang membuat Anton semakin berdebar.
Anton mengambil handphone dari saku kantong celana miliknya dan menghubungi Mike.
"Mike tolong bawa putraku kemari dong, istriku kangen nih" ucap Anton dengan nada bersemangat.
"Duh yang baru punya istri, seneng banget kelihatannya" ejek Mike dengan nada bercanda.
"Tapi putramu lagi nggak sama aku, dia diajak sama Erick asisten Kak Dimas ta..." belum juga Mike selesai bicara Anton sudah memutus pembicaraannya. Ia segera menghubungi Erick.
"Rick, Tolong bawa anakku kesini ya, istriku kangen nih nanyain anaknya terus dari tadi" pinta Anton pada Erick.
"Maaf Pak, anak Bapak sama Mike bukan sama saya" sahut Erick.
"Lho, gimana sih kalian ini. Kata Mike, Angga ada sama kamu. Terus kamu bilang anakku sama Mike. ini yang bener siapa dan dimana anakku sekarang?" tanya Anton terlihat mulai emosi.
"Sebentar Pak, saya cari Baby sitter nya dan Mike dulu" ucap Erick yang juga terlihat bingung.
TBC.
__ADS_1