UPIK ABU & CEO TAMPAN

UPIK ABU & CEO TAMPAN
Alergi.


__ADS_3

Reno cukup terkejut dengan pertanyaan Dokter Andre. Pasalnya ia hanya refleks menggendong Tiara karena kondisi Tiara yang sedang pingsan. Ia bahkan melupakan alergi yang ada di tubuhnya.


"Kau benar, aku bahkan tidak menyadarinya. Tapi aku sama sekali tak merasa gatal pada tubuhku. Dan kau lihat ini bahkan tidak ada bercak merah di kulitku. Apa aku sembuh dari alergi ku" Tanya Reno heran sambil memperlihatkan kondisi kulit tangannya pada sahabatnya.


"Gadis ini sepertinya membawa berkah untukmu. tapi untuk memastikannya kita harus menguji kebenarannya."


"Panggilkan salah satu pelayan wanita" ucap dokter itu pada salah satu pelayan yang berada di luar kamar.


Pelayan itu segera melangkahkan kakinya, untuk memanggil salah satu pelayan wanita.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan" ucap pelayan wanita paruh baya.


"Bik Iyem bisa tolong panggilkan salah satu pelayan wanita" tanya Reno dengan nada halus.


"Baik Den" jawab Bik Iyem.


"Awalnya Aku sedikit heran kenapa alergimu tidak bereaksi pada Bik Iyem. Tapi melihat sikapmu yang berbeda pada pelayan itu, aku mengerti sekarang."


"Bik Iyem adalah orang yang mengasuhku saat aku kecil, aku merasa nyaman bersentuhan dan dekat dengannya. Jadi alergiku tidak bereaksi saat aku bersentuhan dengannya."


"Alergi yang terjadi di awali karena penghianatan. Ini adalah faktor psikologis, sebaiknya kau cari ahli psikoterapi untuk mengobati gangguanmu itu."


Flashback on


Reno yang pada saat itu sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri selama seminggu, akhirnya memutuskan untuk pulang lebih awal.


Pekerjaan yang seharusnya memakan waktu Seminggu, ia kerjakan selama 5 hari. Dengan jam kerja melebihi biasanya. Rasa lelah tak begitu ia rasakan, karena kerinduannya ingin segera cepat pulang untuk memeluk istri dan anak tercintanya.


"Tolong kau siapkan penerbangan ku besok" perintah Reno pada sekretarisnya.


Akhirnya setelah perjalanan yang panjang Reno berhasil sampai ke apartemennya pukul 22.45. Reno yang tidak ingin membangunkan istrinya Akhirnya menggunakan kunci cadangan miliknya untuk membuka pintu utama.


Reno segera melangkahkan kakinya menuju kamar, pendengarannya sedikit terusik dengan suara desahan aneh yang berasal dari kamarnya.

__ADS_1


Mendengar suara desahan yang semakin jelas membuat tubuhnya bergetar hebat, bahkan ia merasa lututnya sangat sulit untuk di gerakkan.


Dengan nafas yang setengah memburu dan rasa sesak di dada ia memberanikan diri untuk membuka pintu kamar. Setelah ia membuka pintu kamar secara kasar, ia melihat pemandangan yang cukup mengejutkan.


Ia melihat wanita yang selama ini ia cintai, berada di bawah Kungkungan tubuh seorang pria yang merupakan bos nya sendiri.


Melihat keadaan kedua orang itu yang tanpa busana sehelai pun, membuatnya jijik. Apalagi ia menyaksikan sendiri bagaimana istrinya begitu menikmati setiap sentuhan pria itu.


Entah mengapa peristiwa penghianatan malam itu membawa dampak psikologis yang cukup besar padanya. Sejak melihat peristiwa itu ia merasa jijik jika bersentuhan dengan wanita. Dan itu memicu alergi berupa bintik-bintik merah di ikuti dengan rasa gatal yang menjalar ke seluruh tubuhnya, jika bersentuhan dengan wanita. Tapi reaksi itu tidak berlaku jika ia bersentuhan dengan Bik Iyem yang sudah ia anggap seperti Ibunya sendiri.


3 tahun yang lalu Reno hanyalah karyawan biasa tapi karena kecerdasannya dan kerja kerasnya ia di angkat menjadi manajer pemasaran. Awalnya ia heran kenapa bosnya suka sekali memberikan tugas ke luar daerah maupun ke luar negeri. Tapi melihat istrinya yang saat ini berada di bawah Kungkungan pria itu membuatnya mengerti.


Setelah peristiwa itu Reno mengusir dan menceraikan istrinya. Bahkan ia membakar semua barang milik istrinya. Ia juga menjauhkan anaknya dari pandangan wanita itu.


Reno juga keluar dari perusahaan yang sudah membesarkan namanya. Ia membangun usaha sendiri, dan dalam kurun waktu satu setengah tahun perusahaan itu terus berkembang pesat. Dan ia mampu mengakuisisi perusahaan mantan bosnya.


Flashback off


Dokter Andre meminta wanita itu untuk melepaskan masker dan juga sarung tangannya. Andre juga memintanya untuk mendekat pada Reno perlahan dan kemudian memintanya untuk menyentuh Reno. Tapi melihat tatapan membunuh Reno padanya membuat pelayan itu takut untuk bergerak mendekat.


"Hentikan tatapanmu itu Ren" perintah Andre.


"Aku tidak nyaman berdekatan dengannya, apalagi kau menyuruhnya menyentuhku."


"Kau ingin sembuh tidak?" tanya Andre.


"Baiklah, tapi jangan terlalu dekat. Kau hanya boleh menyentuh tangan kiriku dan itupun menggunakan ujung telunjuk jari kananmu. Awas jangan lama-lama, kau hanya boleh menyentuhku satu detik. ingat satu detik" ujar Reno panjang lebar.


"Astaga Ren, haruskah aku mengikatmu dan menyumpal mulutmu itu" kesal Andre.


"Kau ingin mati ya" Reno melotot tajam pada Andre.


"Kalau begitu diamlah, atau kau bisa menutup matamu jika merasa tak nyaman"

__ADS_1


"Cepat kau sentuh dia, abaikan pelototan matanya" perintah Andre pada pelayan itu.


Pelayan itupun memberanikan diri mendekat pada Reno, Sedangkan Reno saat ini tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Ketika pelayan itu ingin menyentuh tangan Reno, tiba -tiba Reno berteriak.


"Cut..." teriak Reno, Pelayan yang terkejut mendengar teriakkan Reno seketika menghentikan langkahnya.


"Astaga Ren, kita bukan lagi syuting film. Apa-apaan sih tingkahmu ini, seperti anak kecil saja. Sepertinya aku memerlukan dua pelayan pria untuk mengikatmu agar kau diam." ujar Andre.


"Iya-iya saya salah. Kamu pelayan lanjutkan perjuanganmu. ingat satu detik, dan tanganmu itu semprot dulu dengan hand sanitizer. itu ada di atas meja, semprot yang banyak" Reno memerintah pelayanannya dengan memelototkan matanya.


Andre yang sedari tadi memperhatikan sahabatnya, hanya bisa menghela nafasnya.


Setelah pelayan itu melaksanakan keinginan Reno, ia kembali mendekat.


"Cepat, kau sentuh bosmu, jangan pedulikan tatapan jeleknya itu. Dan kau Ren jangan terlalu banyak alasan lagi. Kalau kau masih saja bertingkah mengesalkan aku akan benar-benar mengikatmu" ancam Andre.


"Iya-iya, hai kau cepat sentuh aku. ingat hanya pucuk telunjuk kananmu saja."


Pelayan itupun menyentuh kulit tangan Reno menggunakan pucuk telunjuk jarinya.


Reno walaupun ia merasa tidak nyaman dengan kehadiran pelayan wanita di dekatnya, tapi dengan sekuat tenaga ia berusaha melawan perasaannya itu. Ia hanya tidak ingin mengecewakan Andre. Andre bukan hanya sekedar sahabat baginya tapi juga yang membantunya di saat ia terpuruk. Sahabatnya itu adalah investor terbesar di awal ia membangun perusahaannya.


Setelah pelayan itu berhasil menyentuh Reno, Ia mengusir pelayan itu begitu saja. Andre yang melihat tingkah Reno hanya bisa bergumam dalam hati. Bagaimana bisa aku memiliki sahabat yang aneh sepertinya.


Awalnya Reno tak merasakan apa-apa pada tubuhnya. Tapi lama kelamaan ia merasakan gatal. Di mulai dari tangannya hingga menjalar keseluruh tubuhnya. Dan tak lama kemudian muncul bercak-bercak merah di kulitnya.


Andre yang melihat reaksi pada tubuh Reno dengan segera memberikan suntikan alergi dan juga meresepkan obat antihistamin.


"Apa kau sudah puas melihat hasil eksperimenmu" ucap Reno mengejek.


"Sebaiknya kau memang harus pergi ke psikoterapi untuk mengobati keanehanmu ini. Atau mungkin kau bisa menjadikan gadis ini sebagai eksperimenmu. Aku merasa kamu sepertinya tidak terganggu sama sekali dekat dengannya."


"Entahlah, pada saat itu aku hanya panik melihatnya yang akan terjatuh, jadi aku hanya refleks menangkap tubuhnya dan juga menggendongnya. Tapi...."

__ADS_1


__ADS_2